Anda di halaman 1dari 24

ANALISIS KETERSEDIAAN SARANA KESEHATAN

DAN SARANA PENDIDIKAN

DI KABUPATEN KARO

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi

Sebagian Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

NOVA RINA PASARIBU

NIM. 3113331021

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2016
ABSTRAK
Nova Rina Pasaribu, Nim. 3113331021. Analisis Ketersediaan Sarana
Kesehatan dan Sarana Pendidikan di Kabupaten Karo. Skripsi. Jurusan
Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan, 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Ketersediaan Sarana
Kesehatan (Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Apotik) dan Pendidikan (SD,
SMP, SMA) 2010-2014 di Kabupaten Karo. (2) Ketersediaan Pelayanan sarana
kesehatan di Puskesmas dan sarana pendidikan (SD, SMP, SMA) di Kecamatan
Simpang Empat dan Kecamatan Payung di Kabupaten Karo setelah erupsi gunung
sinabung 2014.
Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Karo Tahun 2015. Dalam
penelitian ini menjadi populasi adalah seluruh Kabupaten Karo yang terdiri dari
17 Kecamatan. Sampel dalam penelitian yaitu Kecamatan Simpang Empat dan
Kecamatan Payung. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi
documenter. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Ketersediaan Sarana Kesehatan
(Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Apotek) dan Sarana Pendidikan (SD, SMP,
SMA) di Kabupaten Karo 2010-2014. Pada tahun 2010 Puskesmas tercukupi 19
unit, Puskesmas Pembantu tercukupi 258 unit, Apotek tidak tercukupi 15 unit.
Pada tahun 2011 Puskesma tercukupi 19 unit, Puskesmas Pembantu tercukupi 228
unit, Apotek tidak tercukupi 16 unit. Pada tahun 2012 Puskesmas tercukupi 19
unit, Puskesmas Pembantu tercukupi 228 unit, Apotek tidak tercukupi 17 unit.
Pada tahun 2013 Puskesmas tercukupi 19 unit, Puskesmas Pembantu tercukupi
201 unit, Apotek tidak tercukupi 17 unit. Pada tahun 2014 Puskesmas tercukupi
19 unit, Puskesmas Pembantu tercukupi 230 unit, Apotek tidak tercukupi 10 unit.
Pada tahun 2010 SD tercukupi 285 unit, SMP tercukupi 66 unit, SMA tidak
tercukupi 40, Pada tahun 2011 SD tercukupi 285, SMP tercukupi 66 unit, SMA
tidak tercukupi 41 unit. Pada tahun 2012 SD tercukupi 285, SMP tercukupi 65
unit, SMA tidak tercukupi 41 unit. Pada tahun 2013 SD tercukupi 285, SMP
tercukupi 66 unit, SMA tidak tercukupi 42 unit. Pada tahun 2014 SD tercukupi
286, SMP tercukupi 68 unit, SMA tidak tercukupi 47 unit. (2). Ketersediaan
Pelayanan kesehatan di Kecamatan Simpang Empat Dokter 5, Bidan 27, Perawat
1 dan 5 Bidang pelayanan kesehatan yang tersedia diterima oleh masyarakat.
Ketersedian pelayanan pendidikan SD 14 unit, SMP 1 unit, SMA 1 unit.
Ketersedian pelayanan di Kecamatan Payung Dokter 2, Bidan 15, Perawat 2, dan
5 bidang pelayanan kesehatan yang tersedia diterima oleh masyarakat.
Ketersedian pelayanan pendidikan SD 11unit, SMP 1 dan SMA belum tersedia.
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat

serta kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Analisis

Ketersediaan Sarana Kesehatan dan Sarana Pendidikan Di Kabupaten Karo”. Skripsi ini

dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan dalam

Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan.

Dalam menyusun skripsi ini, penulis banyak mengalami tantangan dan hambatan,

namun berkat bantuan, bimbingan, kerja sama dari berbagai pihak dan berkah Tuhan Yang

Maha Esa sehingga kendala-kendala yang dihadapi tersebut dapat diatasi sehingga

terselesaikanya skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis inggin menyampaikan ucapkan

terima kasih yang sebesar-besarnya Teristimewa buat kedua orang tuaku yang amat saya

hormati dan sayangi, Papa Rindu Pasaribu dan Mama Rosdi Ristauli Napitupulu, yang selalu

memerikan dukungan moril maupun materil serta doa yang tidak pernah putus-putusnya

sehingga penuli dapat menjalani pendidikan untuk meraih gelar Sarjana Pedidikan di

Universitas Negeri Medan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M. Pd., Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Ibu Dra. Nurmala Berutu, M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial.

3. Bapak Drs. Ali Nurman, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Geografi.

4. Ibu Dra. Asnidar, M.Si, selaku Seketaris Jurusan Pendidikan Geografi Universitas

Negeri Medan.

5. Ibu Dra. Rosni M.Pd selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan

waktu membimbing, memeberikan masukan pada penulis mulai dari penulisan

proposal sampai akhir skripsi ini terselasaikan.

iii
6. Ibu Dra. Tumiar Sidauruk, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah

membimbing selama perkuliahan.

7. Bapak Dr. Sugiharto, M.Si selaku Dosen Penguji.

8. Bapak Drs. Mbina Pinem, M.Si selaku Dosen Penguji.

9. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Geografi yang telah membekali saya

dengan ilmu pengetahuan selama di bangku perkuliahan.

10. Bapak Hayati Siagian, staf pegawai di Jurusan Pendidikan Geografi yang telah

banyak membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini.

11. Teristimewa untuk adik-adikku Nia Lavenia Pasaribu, Rudi Semoen Pasaribu dan

Sahat Eliezer Pasaribu yang telah memberikan doa dan motivasi kepada penulis.

12. Teristimewa untuk keluargaku Paktua Santun Pasaribu, Maktua Debora Pangaribuan

yang membantu saya penelitian, mendoakan saya dan keluarga saya yang tidak saya

sebut satu persatu.

13. Teristimewa untuk Sahabat-sahabat ku tercinta Ria Vani Paulita, Eka Sandi Partiwi,

Lisna Susanty Sitorus, Ririn Gultom, Diyah Sari Anjarika, Nuraini Hutabarat,

Nurdesiana Nasution, Merri Lasmita Sihombing Uci Hartati,

14. Teristimewa untuk Bang Edi Pasaribu, Ka Sutiar Siahaan, Magdalena Pasaribu Ka

Siska Gurning, Leni Mariana Sipayung, Ema Purba, Dheni Gurning, Asri Silalahi dan

adek-adek kos Erty Sipayung, Switry Nababan, Ella Ginting, Nuri, Yanti.

15. Teristimewa untuk teman seperjuanganku Zulkifli Harahap, Siti Anisah Diana Roince

Bertu, Friens.

iv
16. Teristimewa untuk teman-teman seperjuangan dijurusan Pendidikan Geografi B’Eks

Evi Boang, Yogi Ambarita Dll, A’Eks Tukini, Ayutania, Iva, Debi, Simon Dll,

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang namanya tidak

dapat disebutkan dalam tulis ini. Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari, tidak luput

dari kesalahan dan kesilapan, baik dalam penulisan maupun penyajian. Semoga skripsi ini

bermanfaat bagi penerima ilmu dan demi perkembangan pendidikan umumnya khususnya

pada Pendidikan Geografi.

Medan, Februari 2016

Nova Rina Pasaribu


NIM. 3113331021

v
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................ i


LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN ........................................ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................ iii
PERNYATAAN KEASLIAN TULIS ............................................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................................... v
DAFTAR ISI ...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ............................................................................ 5
C. Pembatasan Masalah ........................................................................... 6
D. Perumusan Masalah ............................................................................ 6
E. Tujuan Penelitian ................................................................................ 7
F. Manfaat Penelitian .............................................................................. 7

BAB II. KAJIAN PUSTAKA


A. Kerangka Teori .................................................................................. 8
B. Penelitian yang Relevan .................................................................... 21
C. Kerangka Berfikir .............................................................................. 23

BABA III. METODOLOGI PENELITIAN


A. Lokasi Penelitian ............................................................................... 24
B. Populasi dan Sampel .......................................................................... 24
C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional .................................... 25
D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 25
E. Teknik Analisis Data .......................................................................... 26

vi
BABA IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN
A. Keadaan Fisik .................................................................................... 27
B. Keadaan Non Fisik ............................................................................ 31

BABA V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian ................................................................................. 43
B. Pembahasan ...................................................................................... 80

BABA IV. KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan .............................................................................................. 86
B. Saran ........................................................................................................ 87

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 89

LAMPIRAN ....................................................................................................... 90

vii
DAFTAR TABEL

No Uraian Hal

1. Kriteria Penentuan Baku Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan


Jumlah Penduduk ....................................................................................... 14
2. Kebutuhan Sarana Pendidikan Pada Kawasan Peruntukan
Permukiman .............................................................................................. 21
3. Penggunaan Lahan dan Luas Lahan (Ha) di Kabupaten Karo ................... 29
4. Penyebaran Penduduk di Kabupaten Karo Tahun 2014 ............................ 35
5. Banyaknya Penduduk Dirinci Menurut-menurut Kelompok Umur Jenis
Kelamin di Kabupaten Karo Tahun 2014 .................................................. 36
6. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Karo
Tahun 2014 ............................................................................................... 38
7. Banyak Sarana Kesehatan di Kabupaten Karo Tahun 2014 ...................... 40
8. Sarana Pendidikan di Kabupaten Karo Tahun 2014 .................................. 41
9. Ketersediaan sarana jumlah Puskesmas, Pskesmas Puskesmas Pembantu
dan Apotek di Kabupaten Karo Tahun 2010 ....................................................... 43
10. Ketersediaan sarana jumlah Puskesmas, Pskesmas Puskesmas Pembantu
dan Apotek di Kabupaten Karo Tahun 2011 ....................................................... 45
11. Ketersediaan sarana jumlah Puskesmas, Pskesmas Puskesmas Pembantu
dan Apotek di Kabupaten Karo Tahun 2012 ....................................................... 47
12. Ketersediaan sarana jumlah Puskesmas, Pskesmas Puskesmas Pembantu
dan Apotek di Kabupaten Karo Tahun 2013 ....................................................... 49
13. Ketersediaan sarana jumlah Puskesmas, Pskesmas Puskesmas Pembantu
dan Apotek di Kabupaten Karo Tahun 2014 .................................................. 51
14. Ketersediaan jumlah Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di
Kabupaten Karo Tahun 2010 .................................................................... 53
15. Ketersediaan jumlah Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di
Kabupaten Karo Tahun 2011 .................................................................... 55
16. Ketersediaan jumlah Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di
Kabupaten Karo Tahun 2012 .................................................................... 57
17. Ketersediaan jumlah Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di
Kabupaten Karo Tahun 2013 .................................................................... 59
18. Ketersediaan jumlah Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Swasta di
Kabupaten Karo Tahun 2014 .................................................................... 61
19. Jumlah Penduduk di Kecamatan Kecamatan Simpang Empat
Kabupaten Karo tahun 2014 ..................................................................... 63
20. Jumlah tenaga Medis di Kecamatan Kecamatan Simpang Empat
Kabupaten Karo tahun 2014 ..................................................................... 64

viii
21. Pelayanan Kesehatan Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo
tahun 2014............................................................................................... 67
22. Jumlah Pendidikan di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo
tahun 2014............................................................................................... 69
23. Jumlah Penduduk di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo
tahun 2014 ............................................................................................... 70
24. Jumlah Penduduk di Kecamatan Kecamatan Payung Kabupaten Karo
tahun 2014 ............................................................................................... 71
25. Jumlah tenaga Medis di Kecamatan Payung Kabupaten Karo
tahun 2014 ............................................................................................... 72
26. Pelayanan Kesehatan Kecamatan Payung Kabupaten Karo
tahun 2014 ............................................................................................... 74
27. Jumlah Pendidikan di Kecamatan Payung Kabupaten Karo
tahun 2014 ............................................................................................... 76
28. Jumlah Penduduk di Kecamatan Payung Kabupaten Karo
tahun 2014 ............................................................................................... 76

ix
DAFTAR GAMBAR

NO URAIAN HAL

1. Skema Kerangka Berfikir ......................................................................... 24


2. Peta Administrasi Lokasi Penelitian Kabupaten Karo .............................. 29

x
DAFTAR LAMPIRAN

NO URAIAN HAL

1. Lampiran Sarana Kesehatan dan Sarana Pendidikan ........................ 88

ix
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Penduduk merupakan subjek sekaligus objek pembangunan, sebagai subjek

pembangunan penduduk perlu di tingkatkan kualitasnya dan sebagai objek

pembangunan penduduk tersebut perlu dikendalikan jumlahnya. Jumlah

penduduk indonesia tahun 2014 yaitu sebesar 253.609.643 jiwa (Badan Pusat

Statistik 2014). Penduduk di suatu daerah semakin bertambah setiap tahunnya.

Pertambahan penduduk akan menuntut adanya perkembangan pembangunan.

Namun demikian kenyataan pembangunan di Indonesia kurang mampu berpacu

dengan pesatnya pertambahan penduduk sehingga pertambahan penduduk tidak

sebanding dengan sarana yang dibutuhkan.

Pembangunan pada umumnya dipahami sebagai proses meningkatkan mutu

kehidupan manusia. Ada tiga aspek yang sangat penting: meningkatkan standar

hidup manusia (tercermin dari peningkatan pendapatan dan konsumsi);

menciptakan kondisi yang mendorong tertanamnya harga diri; dan meningkatkan

kebebasan manusia untuk memilih. (Bagoes Mantra 2000).

Dalam perencanaan pembangunan data kependudukan memiliki peran yang

penting. Makin lengkap dan akurat data kependudukan yang tersedia makin

mudah dan tepat rencana pembangunan itu dibuat. Sebagai contoh, dalam

perencana kesehatan masyarakat memerlukan informasi tentang tinggi rendahnya

angka kematian dan angka kehidupan penduduk, pendidikan diperlukan data

mengenai jumlah penduduk dalam usia sekolah. Dan perencanaan pembangunan

1
2

pada suatu wilayah akan semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya

pembangunan yang dilaksanakan dalam penyediaan fasilitas kota. Perkembangan

fasilitas banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain geografis wilayah,

sumberdaya atau potensi alamnya, kebijakan pemerintah, investasi baik lokal

maupun asing, komunikasi, transportasi dan perkembangan sarana dan prasarana.

Begitu juga sarana dan prasarana wilayah yang berbasis pada penguatan

struktur wilayah, dalam RTRW khususnya skala yang lebih micro juga berbasis

pelayanan yang berlangsung dimanfaatkan atau melayani masyarakat seperti

kesehatan dan pendidikan serta prasarana lingkungan lainnya. Pelayanan yang

sebagian atau secara keseluruhan diberikan oleh negara dengan tujuan utama dan

memperbaiki kulitas hidup manusia dari pada menyongsong kegiatan produksi

atau memberikan keuntungan finansial secara langsung. Pelayanan-pelayanan

yang sering dimasukkan dalam katagori ini adalah pelayan kesejaheraan

kesehatan, pendidikan.

Kabupaten Karo adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sumatera Utara,

Indonesia. ibu kota kabupaten ini terletak di Kabanjahe. Kabupaten ini memiliki

luas wilayah 2.127,25 km2 dan Pada tahun 2010 berpenduduk 354.242 jiwa, pada

tahun 2011 berpenduduk 354 242, pada tahun 2012 berpenduduk 358,823, pada

tahun 2013 berpenduduk 363.755 jiwa, pada tahun 2014 berpenduduk 382.622

jiwa (Badan Pusat Statistik). Jumlah penduduk semakin meningkat disuatu daerah

akan menuntut terpenuhnya kebutuhan ketersediaan sarana kesehatan, pendidikan

di Kabupaten Karo. (BPS)


3

Kabupaten ini Berada pada ketinggian 280m -1.420 m dan terletak pada

jajaran bukit barisan sehingga sebagian besar wilayahnya merupakan dataran

tinggi. Kabupaten Karo memiliki tanah yang subur, memiliki sarana alam yang

tidak kekurangan begitu pula di kabupaten karo ini dua gunung aktif juga terletak

di wilayah ini sehingga rawan gempa vulkanik yakni gunung sinabung, gunung

sibaya (Badan Pusat Statistik). Gunung Sinabung meletus dari tahun 2009 sampai

saat ini. Sebelum meletusnya gunung Sinabung wilayah Kabupaten Karo memiliki

sarana kesehatan dan pendidikan. Sarana Kesehatan pada tahun 2010 (Rumah

sakit berjumlah 6 unit, Rumah Bersalin berjumlah 25 unit, Laboratorium

berjumlah 4 unit, Puskesmas berjumlah 19 unit, Puskesmas Pembantu berjumlah

258 unit, Balai Pengobatan berjumlah 93 unit, Tempat Praktek Dokter berjumlah

84 unit, Posyandu berjumlah 401unit, Praktek Dokter berjumlah 9 unit, Polindes

berjumlah 130 unit, Apotik 10 unit, Pos Obat Desa berjumlah 10 unit, Toko Obat

berjumlah 29 unit) dan Pendidikan pada tahun 2010 (SD berjumlah 289 unit,

SLTP berjumlah 62 unit, SMU/SMK berjumlah 26 unit). Kesehatan pada tahun

2011 (Rumah sakit berjumlah 6 unit, Rumah Bersalin berjumlah 26 unit,

Laboratorium berjumlah 4 unit, Puskesmas berjumlah 19 unit, Puskesmas

Pembantu berjumlah 228 unit, Balai Pengobatan berjumlah 92 unit, Tempat

Praktek Dokter berjumlah 23 unit, Posyandu berjumlah 408 unit, Praktek Dokter

berjumlah 10 unit, Polindes berjumlah 130 unit, Apotik 11 unit, Pos Obat Desa

berjumlah 10 unit, Toko Obat berjumlah 29 unit) dan Pendidikan pada tahun 2011

(SD berjumlah 285 unit, SLTP berjumlah 66 unit, SMU/SMK berjumlah 36 unit).

Kesehatan pada tahun 2012 (Rumah sakit berjumlah 6 unit, Rumah Bersalin

berjumlah 14 unit, Laboratorium berjumlah 4 unit, Puskesmas berjumlah 19 unit,


4

Puskesmas Pembantu berjumlah 228 unit, Balai Pengobatan berjumlah 52 unit,

Tempat Praktek Dokter berjumlah 23 unit, Posyandu berjumlah 408 unit, Praktek

Dokter berjumlah 9 unit, Polindes berjumlah 130 unit, Apotik 12 unit, Pos Obat

Desa berjumlah 10 unit, Toko Obat berjumlah 26 unit) dan Pendidikan pada tahun

2011 (SD berjumlah 285 unit, SLTP berjumlah 65 unit, SMU/SMK berjumlah 37

unit). Kesehatan pada tahun 2013 (Rumah sakit berjumlah 5 unit, Rumah Bersalin

berjumlah 14 unit, Laboratorium berjumlah 3 unit, Puskesmas berjumlah 19 unit,

Puskesmas Pembantu berjumlah 201 unit, Balai Pengobatan berjumlah 53 unit,

Tempat Praktek Dokter berjumlah 22 unit, Posyandu berjumlah 324 unit, Praktek

Dokter berjumlah 11 unit, Polindes berjumlah 203 unit, Apotik 12 unit, Pos Obat

Desa berjumlah 10 unit, Toko Obat berjumlah 28 unit) dan Pendidikan pada tahun

2011 (SD berjumlah 285 unit, SLTP berjumlah 66 unit, SMU/SMK berjumlah 37

unit) BPS Kabupaten Karo dalam angka 2010, 2011,2012,2013, 2014.

Setelah gunung sinabung meletus kemungkinan mengakibatkan kurangnya

sarana kesehatan dan pendidikan Kabupaten Karo, hal ini terlihat dari adanya

Puskesmas di seluruh kecamatan dan sarana Puskesmas pembantu begitu juga

dengan pendidikan jumlah sekolah yang kurang memadai di Kabupaten Karo.

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan

fasilitas pelayanan sosial juga ikut bertambah, baik secara kualitas maupun

kuantitas. Erosi sinabung yaitu berdampak terhadap ketersediaan fasilitas

pelayanan tersebut, bukan hanya dari kualitas pelayanan tetapi juga kuantitas

pelayanan yang saat ini sangat di butuh oleh masyarakat di kabupaten karo.

Kabupaten karo terdiri dari 17 kecamatan yakni Kecamatan Mardingding,

Kecamatan Laubaleng, Kecamatan Tigabinanga, Kecamatan Juhar, Kecamatan


5

Munte, Kecamatan Kutabuluh, Kecamatan Payung, Kecamatan Tiganderket,

Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Merdeka,

Kecamatan Kabanjahe, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Tigapanah, Kecamatan

Dolat Rayat, Kecamatan Merek, Kecamatan Barusjahe, dan dari 17 kecamatan

tersebut ada 2 kecamatan yang termaksud terkena dampak erupsi gunung

sinabung karena lokasi yang berada paling dekat gunung sinabung. Dua dari

kecamatan tersebut adalah Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Payung, untuk

itu maka perlu diteliti ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan

di dua Kecamatan tersebut di Kabupaten Karo.

B. Identifikasi Masalah

Jumlah penduduk semakin meningkat disuatu daerah akan menuntut

terpenuhnya kebutuhan ketersediaan sarana kesehatan dan sarana pendidikan.

Masalah ini berpengaruh terhadap penyediaan sarana. penyediaan sarana

merupakan pekerjaan yang sulit dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penduduk.

Jumlah penduduk yang besar tentunya akan menimbulkan masalah terhadap

ketersediaan sarana yang dibutuhkan. Masalah itu timbul disebabkan oleh

penyediaan sarana yang kurang memadai yang semestinya dapat dipergunakan

seoptimal mungkin karena sarana yang disediakan tidak seimbang dengan jumlah

penduduk sehingga mengakibatkan rendahnya cakupan dan mutu pelayanan

kepada penduduk. Tampaknya keadaan itu terjadi pada fasilitas pelayanan

kesehatan di Puskesmas dan pendidikan SD, SMP, SMA. Kabupaten Karo

wilayahnya merupakan dataran tinggi. Kabupaten Karo memiliki tanah yang

subur, memiliki sarana alam yang tidak kekurangan begitu pula di Kabupaten

Karo termaksud wilayah rawan gempa vulkanik, dan seharusnya sarana kesehatan
6

dan pendidikan harus ketersediaan sesuai jumlah yang diperlukan penduduk,

tahun ini kabupaten karo terkena erupsi gunung sinabung dan seharusnya sarana

kesehatan dan pendidikan harus lebih meningkat untuk masyarakat dan begitu

pula di ke Kecamatan Simpang Empat, Kecamatan Payung.

C. Pembatasan Masalah

Melihat luasnya cakupan masalah yang ada dalam penelitian yang telah di

uraikan sebelumnya pada latar belakang masalah dan identifikasi masalah, agar

masalah dalam penelitian ini dibatasi dalam ketersediaan sarana kesehatan

(Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Apotik) dan sarana pendidikan (SD, SMP,

SMA) 2010-2014 serta mengetahui pelayanan sarana kesehatan di Puskesmas dan

pendidikan SD, SMP, SMA di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan

Payung di Kabupaten Karo setelah erupsi gunung sinabung.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah diatas maka yang menjadi rumusan

masalah adalah:

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana ketersediaan sarana kesehatan (Puskesmas, Puskesmas Pembantu,

dan Apotik) dan sarana pendidikan (SD, SMP, SMA) di Kabupaten Karo

2010-2014.

2. Bagaimana ketersediaan pelayanan sarana kesehatan di Puskesmas dan sarana

pendidikan SD, SMP, SMA di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan

Payung di Kabupaten Karo setelah erupsi gunung sinabung 2014.


7

E. Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui ketersediaan sarana kesehatan (Puskesmas, Puskesmas

Pembantu, dan Apotik) dan sarana pendidikan (SD, SMP, SMA) di

Kabupaten Karo 2010-2014.

2. Untuk mengetahui ketersediaan pelayanan sarana kesehatan di Puskesmas,

dan sarana pendidikan SD, SMP, SMA di Kecamatan Simpang Empat,

Kecamatan Payung di Kabupaten Karo setelah erupsi gunung sinabung 2014.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Memberikan gambaran tentang ketersediaan sarana kesehatan, pendidikan

sehingga dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi pihak lain yang ingin

melanjutkan penelitian tentang sarana kesehatan, pendidikan Kabupaten Karo.

2. Memberikan gambaran tentang bagaimana pelayanan ketersediaan sarana

kesehatan, pendidikan yang ada di Kabupaten Karo bila dikaitkan dengan

jumlah penduduk.

3. Menambah wawasan penulis dalam menyusun karya ilmiah dalam bentuk

skripsi dan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana.
BAB VI

KESIMPULAN DAN SARANA

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan adapun kesimpulan yang dapat diambil dari

penelitian ini adalah:

1. Ketersediaan sarana kesehatan dan sarana Pendidikan di Kabupaten Karo

selama tahun 2010-2014

Sarana Kesehatan apa bila dihubungkan dengan kriteria penentuan

baju yaitu jumlah setiap unit sarana dibandingkan dengan jumlah

penduduk maka: (a) sarana kesehatan pada tahun 2010-2014 yaitu jumlah

puskesmas sudah tercukupi dan lebih 16 unit, 16 unit, 16 unit, 15 unit,

dari kriteria yang dibutuhkan. Sarana Puskesmas Pembantu pada tahun

2010-2014 sudah tercukupi dan lebih 178 unit, 176 unit, 196 unit, 163

unit. Sarana Apotek pada tahun 2010-2014 belum tercukupi dan kurang

17 unit, 16 unit, 17 unit, 17 unit, 20 unit. Ketersediaan Sarana Pendidikan

di Kabupaten Karo (b) Sarana pendidikan yaitu jumlah Sekolah Dasar

(SD) pada tahun 2010 sudah tercukupi dan lebih 78 unit, SMP tercukupi,

sedangkan SMA Kurang 40. Pada tahun 2011 SD lebih 73 unit, SMP lebih

2, SMA kurang 41 unit. Pada tahun 2012 SD lebih 81 unit, SMP kurang 1

unit, SMA kurang 41 unit. Pada tahun 2013 SD lebih 103 unit, SMP

tercukupi, SMA kurang 42 unit. Pada tahun 2014 SD 55 unit, SMP 14

unit, sedangkan SMA kekurang 47 unit.

86
87

2. Ketersediaan Pelayanan Sarana Kesehatan dan Pendidikan Kecamatan

Simpang Empat dan Kecamatan Payung

Ketersediaan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kecamatan

Simpang Empat Dokter dalam sesuai Permenkes kurang 5. Bidan lebih 7

sesuai dengan permenkes. Perawat 2 dari sesuai Permenkes. Begitu juga

dengan sarana Pendidikan SD di Kecamatan Simpang Empat lebih 4 unit

dalam sesuai Permendiknas, SMP kurang 3 unit, SMA 4 unit sesuai dalam

Permendiknas. Ketersediaan Pelayanan Sarana Kesehatan dan Pendidikan

Kecamatan Payung Di Kabupaten Karo. (e) Ketersediaan Pelayanan

Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Payung Dokter kurang 2 dalam sesuai

Permenkes. Bidan lebih 4 dalam sesuai Permenkes lebih, Perawat kurang

12. (f) Pendidikan SD di Kecamatan Payung SD lebih 6 unit sesuai

Permendiknas, SMP kurang 1 unit sesuai Permendiknas. SMA kuran 2

unit sesuai Permendiknas.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan saran yang dapat depetik dari penelitian ini

adalah:

1. Pemerintah hendaknya memanfaatkan lahan kosong yang ada di

Kabupaten karo untuk meningkatkan ketersediaan sarana kesehatan dan

pendidikan yang kurang tersedia untuk meningkatkan kemajuan dan

perkembangan Kabupaten Karo.


88

2. Kepada pemerintah hendaknya mengatur pelayanan sarana Kecamatan

Simpang Empat dan Kecamatan Payung akibat gunung sinabung meletus, di

Kesehatan masih banyak pelayanan yang belum terpenuhi oleh masyarakat,

begitu juga pendidikan masih kurang, sebaiknya tingkat pendidikan di

tingkatkan
DAFTAR PUSTAKA

BPS Sumut. 2009. Kabupaten Karo dalam angka 2010. Sumut


BPS Sumut. 2014. Kabupaten Karo dalam angka 2010. Sumut
Bagoes Mantra 2000
Grafindo, Raja Parsada, 1999. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Jakarta. ISBN
http://www.ikerenki.com/2013/12/arti-makna-definisi-maksud-kesehatan

adalah.html akses 28 April 2015 pukul 12:28

http://niningameliaputri92.blogspot.com/2013/06/visi-dan-misi-indonesia-sehat-

2015.html akses 28 April 2015 pukul 12:31

https://www.academia.edu/7916988/Pengertian_Pendidikan akses 28 April 2015

pukul 12:34

Latif, Abdul. 2007. Pendidikan Berbasis Nilai Kemasyarakatan Jakarta. ISBN


Lumbantoruan, 2012, Studi Analisis Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Sosial
Ekonomi kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Skripsi (tidak
diterbitkan), Medan: Jurusan Pendidikan Geografi FIS-UNIMED
Muta’ali, Lutfi. 2013. Penataan Ruang Wilayah dan Kota. (Tinjauan Normatif
Teknis) Yogyakarta. BPFG UGM,
Peraturan Menteri Kesehatan NO. 81/ MENKES/SK/2004
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 Tahun 2007
Roy, Brian Simbolon. 2015. Analisis Fungsi Pelayanan dan Sarana Sosial di
Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Skripsi (tidak diterbitkan).
Medan : Jurusan Pendidikan Geografi FIS UNIMED.
sirait. 2013. Analisis pertumbuhan penduduk terhadap ketersediaan fasilitas
pelayanan sosial dikota sibolga. Skripsi (tidak diterbitkan). Medan: Jurusan
Pendidikan Geografi FIS- UNIMED
UU Pokok Kesehatan 1960
WHO. 1948, Organisasi Kesehatan Dunia
Wahyuni Lubis, Lidia. 2010 Analisis Ketersediaan Fasilitas Sosial Kabupaten
Batu Bara Tahun 2008-2013, Skripsi (tidak diterbitkan). Medan : Jurusan
Pendidikan Geografi FIS UNIMED.

89

Anda mungkin juga menyukai