Anda di halaman 1dari 3

1.

Lokasi Pagatan

Penelitian yang dilakukan pada hari ke empat bertempat di objek wisata Pantai
Pagatan, kecamatan Kusan Hilir dengan melakukan penelitian 1 titik serta mengambil sampel
pada setiap horizon yang ditemukan di lapangan.

a. Wilayah Pesisir
Lokasi titik 1 pada survey pertama terletak pada titik koordinat

1) pH Tanah
pH tanah adalah tingkat kemasaman atau kebasaan tanah yang diukur dengan skala
pH antara 0 hingga 14. Tanah dikatakan masam apabila angka skala pH kurang dari 7 dan
disebut basa apabila skala pH lebih dari 7. Jika skala pH adalah 7 maka tanah tersebut
bersifat netral, tidak asam maupun basa.
Kondisi tanah yang paling ideal untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman adalah
tanah yang bersifat netral. Namun demikian beberapa jenis tanaman masih toleran
terhadap tanah dengan pH yang sedikit asam, yaitu tanah ber pH maksimal 6.
Hasil pengukuran pH menunjukkan skala pH 6, artinya tanah pada lokasi 1 ini bersifat
asam tetapi hampir mendekati alkaline (netral) .

2) Tekstur Tanah
Tanah pasir memiliki tekstur yang kasar. Terdapat ruang pori-pori yang besar
diantara butiran-butirannya sehingga kondisi tanah ini menjadi struktur yang lepas.
Pada dasarnya tanah pasir merupakan tanah yang tidak cocok untuk digunakan
sebagai media tanam karena partikelnya yang besar dan kurang dapat menahan air.
Apabila digunakan sebagai media tanam, air akan mengalami infiltrasi, bergerak
kebawah melalui rongga tanah sehingga menyebabkan tanaman kekurangan air dan
menjadi layu.

3) Kandungan Bahan Organik


Banyaknya kandungan bahan organik tanah biasanya sangat mempengaruhi
kesuburan tanah, semakin banyak kandungan organik pada tanah maka tanah tersebut
bertambah subur. Banyaknya kandungan organik dapat dilihat melalui warna
tanahnya yang berwarna gelap.
Penelitian untuk mengetahui kandungan bahan organik tanah selain
memperhatikan warnanya juga diuji dengan cairan H2O2, ketika tanah yang ditetesi
cairan tersebut bereaksi dengan berbuih maka tanah tersebut mengandung bahan
organik. Semakin banyak buih/gelembung maka akan semakin banyak kandungan
bahan organiknya.
Kandungan bahan organik pada penelitian di wilaayah pagatan yang diambil
dari 3 sempale. Dari ketiga sample tersebut rata-rata terdapat kandungan bahan
organik yang sedikit, karena pada saat dilakukan pengambilan sampel tanah dan
ditetesi cairan H2O2 tanah tersebut sedikit mengeluarkan gelembung atau busa.
Semakin banyak busa atau gelembung, makasemakin banyak kandungan bahan
organik pada tanah tersebut.

4) Kandungan Kapur
Kandungan kapur tanah diuji dengan menggunakan cairan HCL, jika tanah
bereaksi mengeluarkan buih/gelembung saat ditetesi cairan HCL maka tanah
mengandung kapur, semakin banyak buih/gelembung maka akan semakin banyak
kandungan kapurnya.
Dari ketiga sample yang diambil di wilayah pesisir pantai pagatan, hanya ada
satu sample yang mengandung kapur.

5) Warna Tanah
Warna tanah dapat diamati secara langsung, baik dari fisik tanah , dan warna
tanah merupakan indikator kondisi iklim tempat tanah berkembang atau asal bahan
induknya, tetapi pada kondisi tertentu warna sering pula digunakan sebagai indikator
kesuburan atau kapasitas produktivitas lahan. Secara umum dikatakan bahwa makin
gelap tanah berarti makin tinggi produktifitasnya. Pada penelitian warna tanah, dapat
dikategorikan dengan melihat panduan dari buku munsell.
Warna pada jenis tanah juga dapat dipengaruhi jumlah kandungan bahan organik
yang ada pada tanah. Tanah di wilayah pesisir pantai Pagatan ini memiliki kandungan
bahan organik yang sedikit oleh sebab itulah warna tanah pasirnya terang seperti 7/4
Pale Yellow 5 Y dan 5/10 Y Greenish Grey (Gley 1). Tetapi ada satu sampel yang
berwarna gelap. Hal ini diakibatkan oleh letak tanah pasir tersebut berada di permukaan
sehingga tanah tersebut banyak tercanpur dengan bahan organik dan pupuk-pupuk alami
dari kotoran ayam dan kotoran sapi di sekitar rumah warga yang ada di pesisir Pantai
Pagatan.

6) Struktur Tanah
Struktur tanah merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel
primer tanah (pasir, debu, dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan
partikel-partikel primer yang disebut ped (gumpalan) yang membentuk agregat (bongkah)).
Tanah yang partikel-partikelnya belum bergabung, terutama yang bertekstur pasir, disebut
tanpa struktur atau berstruktur lepas, sedangkan tanah bertekstur liat, yang terlihat massif
(padu tanpa ruang pori, yang lembek jika basah dan keras jika kering) atau apabila dilumat
dengan air membentuk pasta disebut juga tanpa struktur. Struktur tanah pada lokasi pesisir
pantai Pagatan rata-rata adalah remah.

7) Tekstrur Tanah
Adapun tekstrur tanah yang ada diwilayah pessir pantai Pagatan adalah pasir. Dan
ada juga beberapa tanah di daerah rumah warga yang tekstrur pasir. Karena rumah
warga tersbut masih dalam lokasi jenis tanah yang sama.

8) Jenis Tanah
Dari berbagai sifat-sifat tanah yang sudah di analisis
dapatdisimpulkan bahwa jenis tanah yang ada di wilayah
oesisisr pantai Pagatan adalah Tanah Pasir. Tanah pasir
adalah tanah dengan partikel yang berukuran besar. Tanah
pasir pada umumnya belum membentuk agregat sehingga
peka terhadap erosi. tanah pasir memiliki tekstur yang
kasar, terdapat ruang pori-pori yang besar di antara butir-
butiranya sehingga kondisi tanah ini menjadi struktur yang
lepas dan gembur.