Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL

RANCANGAN INDUSTRI PANGAN


“CHERRY BELLS (CHEE BEE) ES KRIM”

Disusun oleh :
1. Angela Merici E.P. D.111.09.0019
2. Christian Adhitama D.111.09.0030
3. Okta Wardana D.111.09.0036

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN DAN PETERNAKAN


UNIVERSITAS SEMARANG
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Industri es krim kini semakin berkembang, termasuk teknologi pembuatannya.


Hal ini memungkinkan orang untuk membuat es krim dengan lebih mudah. Hasilnya
pun lebih baik secara kualitas dan lebih bervariasi. Akhir-akhir ini banyak
bermunculan gerai-gerai es krim, baik berupa gerai kecil maupun cafe eksklusif. Jika
dicermati, usaha ini sangat berpeluang untuk dikembangkan. Bisa dimulai dari rumah
dengan modal yang tidak terlalu besar.
Salah satu contoh adalah pembuatan es krim menggunakan bahan dasar dari
ubi jalar. Es krim ini dipilih karena rata-rata olahan yang ada selama ini hanya
direbus, digoreng dan dibuat keripik dan sebagian rata-rata olahan ini adalah olahan
tradisional, misalnya: pengetahuan bahan, peralatan, dan sistem pembuatan es krim
dengan bahan-bahan dasar yang dibutuhkan. Bahkan, untuk skala usaha, diperlukan
keahlian mengemas es krim sehingga tampil memikat bagi konsumen.
Ubi jalar dipilih sebagai bahan dasar pembuatan es krim karena kaya akan
kandungan nutrisi yang meliputi protein, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, zat besi,
karoten, vitamin B1, B2, C dan asam nikoninat. Selain itu ubi jalar berkhasiat sebagai
isotonik dan menghentikan pendarahan antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar
merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Dengan kondisi
tersebut, maka ubi jalar dapat mencegah kemerosotan daya ingat dan kepikunan,
penyakit jantung koroner serta kanker.
Di sekitar tempat pembuatan es krim ubi jalar, warga sekitar bisa bekerja
sesuai apa yang dibutuhkan. Berdirinya tempat pengolahan ini paling tidak dapat
mengurangi angka pengangguran yang cukup tinggi di sekitar, memberi tanbahan
penghasilan bagi warga sekitar yang bekerja dan membuat warga sekitar mempunyai
wawasan bahwa ubi jalar dapat diolah tidak hanya diolah secara tradisional.
Di sektor pertanian, kondisi tersebut juga sangat dirasakan oleh para petani.
Biaya operasional yang tidak sebanding dengan harga jual hasil pertanian membuat
lesu sektor ini. Terlebih ketika pemerintah tidak memperhatikan Sumber Daya Alam
setempat membuat petani yang menanam ubi jalar selalu hidup dalam himpitan
ekonomi. Oleh karena itu, dengan mengacu pada kondisi perekonomian yang kurang
kondusif dan tidak berpihak pada perekonomian rakyat, menuntut masyarakat untuk
mempunyai daya saing dan keahlian tertentu untuk meningkatkan derajat hidupnya
sebagai bekal dalam kehidupan sehari – hari.
Bagi para pelaku usaha, kondisi yang perlu diperhatikan adalah mengenai
bagaimana daya beli masyarakat di sekitar sehingga bisa memunculkan permintaan
dari beberapa penawaran yang dilakukan oleh masyarakat tersebut. Apabila
permintaan meningkat memungkinkan pasar menjadi potensial dan ketika kondisi
permintaan menurun menyebabkan kondisi pasar berada pada posisi yang tidak
menguntungkan. Yang perlu diperhatikan adalah mengenai bagaiman tingkat
persaingan, daya beli masyarakat, dan hukum permintaan maupun penawaran itu
terjadi pada kondisi demikian.

B. Tujuan

Tujuan pembuatan es krim dari ubi jalar ini adalah :


1. Mengembangkan potensi produk lokal yang diatur dalam:
 Peraturan Presiden nomor 22 tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan
Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

2. Mempunyai kandunagn nutrisi yang bagus


 Nutrisi yang terkandung meliputi: protein, karbohidrat, kalori, kalsium,
fosfor, zat besi, karoten, vitamin B1, B2, C dan asam nikoninat.
 Mengandung antioksidan yang berguna untuk menghalangi laju
perusakan sel oleh radikal bebas.

3. Membantu mengurangi pengangguran


 Mengurangi penggangguran dari sekitar tempat pembuatan hingga
membantu meningkatkan kesejahteraan petani hingga warga sekitar

BAB II
ASPEK PEMASARAN

A. Segmentasi, Targeting dan Positioning


a. Segmentasi
Yang menjadi segmen dari usaha es krim ini adalah semua segmen mulai dari
kecil hingga atas
b. Targeting
Yang menjadi target market adalah anak-anak, pemuda dan orang tua
c. Positioning
Kami ingin menciptakan image atau citra perusahaan di benak konsumen
sebagai tempat pengolahan ubi jalar menjadi olahan es krim, berkualitas dan tak
kalah kandungan nutrisinya daripada es krim biasa.

B. Permintaan
a. Perkembangan permintaan saat ini
Dewasa ini, kalau kita cermati, permintaan akan es krim di kalangan anak-
anak, remaja bahkan orang tua cukup baik ketika musim panas (kemarau) tiba.
Terlebih lagi jika es krim yang di konsumsi kaya akan manfaat dan mempunyai
nutrisi penting.
b. Prospek permintaan di masa yang akan datang
Dengan membanjirnya berbagai macam produk es krim yang tidak semua
memiliki kandungan nutrisi yang baik di masyarakat akan menyebabkan kondisi
persaingan produk – produk tersebut akan mengalami kejenuhan seiring dengan
tingginya persaingan pada industri tersebut. Kondisi tersebut akan memunculkan titik
balik dimana akan ditandai dengan berkurangnya permintaan akan produk-produk
tersebut, dan konsumen beralih ke produk lain yang sejenis yang punya kandungan
nutrisi yang baik. Terlebih ketika sekarang sedang ada trend dari masyarakat yang
lebih menyukai produk – produk makanan maupun minuman olahan lokal yang
bernutrisi tinggi, maka kondisi tersebut jelas akan memunculkan peluang bagi kegiatan
bisnis pada bahan baku lokal, tentunya bagi sektor pertanian seperti ubi jalar juga
akan meningkat seiring dengan tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan
mereka.

C. Penawaran
a. Perkembangan penawaran saat ini
Perkembangan penawaran di sektor usaha pengolahan es krim ubi jalar
pada saat ini memang relative masih biasa-biasa saja. Hal tersebut disebabkan
karena sektor usaha ini belum dibidik dan dikelola secara serius di semua kota.
Oleh karena itu, agar usha es krim ubi jalar menjadi lebih baik maka perlu
peningkatan penawaran yang memberikan nilai lebih bagi konsumen.
b. Prospek penawaran di masa yang akan datang
Mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha pengolahan es krim ubi
jalar pada masa yang akan datang, maka perlu adanya penawaran produk yang
memberikan nilai lebih dan manfaat bagi konsumen. Penawaran tersebut akan
semakin variatif maupun lebih kompetitif karena sudah ditunjang dengan
perangkat teknologi informasi yang memberikan kemudahan bagi bagi penjual
maupun pembeli dalam melakukan transaksi atau sebatas bertukar informasi. Oleh
karena itu, bagi pelaku usaha di sektor ini harus mampu melakukan penawaran
yang inovatif untuk menarik pasar.

D. Analisis Kelayakan Pemasaran


Dalam melakukan analisis Permintaan, kami menggunakan model matrik
pembobotan berskala 1 – 5.
Keterangan :
Sangat lemah : 1 Kuat :4
Lemah :2 Sangat kuat :5
Sedang :3
No. Item yang dinilai Kriteria Penilaian
Sangat Lemah Sedang Kuat Sangat
Lemah Kuat
1 SDM √
2 Pesaing √
3 Konsumen √
4 Tren/Mode √
5 Armada Pemasaran √
6 Harga √
7 Promosi √
8 Distribusi √
9 Produk √
10 Mutu produk √
11 Peraturan Pemerintah √
12 Lingkungan Bisnis √
13 Ketersediaan bahan baku √
14 Rencana Pemasaran √
15 Penyimpanan produk √
16 Margin laba √
17 Ketersediaan Modal √
18 Pangsa Pasar √
19 Majemen Perusahaan √
20 Teknologi √
Total Bobot 0 2 18 36 20
Interval = Nilai tertinggi dari interval – Nilai terendah dari interval
Jumlah Kelas
=5–1
5
= 0,8

Keterangan untuk mengetahui layak atau tidaknya dari segi pemasaran :

1,00 – 1,80 = Sangat tidak layak


1,81 – 2,60 = Tidak layak
2,61 – 3,40 = Sedang
3,41 – 4,20 = Layak
4,21 – 5,00 = Sangat layak

Untuk mengetahui layak atau tidaknya dari segi pemasaran maka dapat dicari
dengan rumus ;

Kelayakan usaha = Tatal bobot


Jumlah item yang dinilai

= 76/20

= 3,80

Berdasarkan hasil yang diperoleh sebesar 3,80 maka usaha pengolahan es krim ubi
jalar dari sisi pemasaran dikatakan layak karena masuk pada range 3,41 – 4,20.

E. Analisis Persaingan

Untuk melakukan analisis terhadap kondisi persaingan pada usaha pengolahan es krim
ubi jalar, maka kami menggunakan analisis Matrik Persaingan, yaitu dengan cara :
a. Membandingkan usaha satu dengan usaha lain yang sejenis pada factor
persaingannya, semakin bagus maka semakin tinggi skornya. Skala penilaian
yang digunakan adalah skala 1 – 5 .

b. Dengan membandingkan tingkat kepentingan dari masing – masing factor.


Semakin penting, maka skornya semakin tinggi. Skala penilaian yang digunakan
adalah skala 1 – 5 .

Tabel Matrik Analisis Tingkat Persaingan

Faktor Es Biasa Es Pabrikan Es Restoran Che Be Es Krim


Persaingan (kemasan) Cepat Saji
A B A.B A B A.B A B A.B A B A.B
Harga 2 3 6 4 4 16 4 5 20 5 4 20
Kualitas 3 2 6 4 3 12 4 5 16 5 4 20
Promosi 2 2 4 3 3 9 4 4 16 5 5 25
Pelayanan 2 2 4 4 3 12 5 4 20 5 5 25
Lokasi 2 2 4 3 3 9 5 4 16 4 5 20
Nutrisi 2 2 4 3 3 9 4 4 16 5 5 25
26 67 104 135

Berdasarkan tabel matriks analisis tingkat persaingan, maka dapat disimpulkan bahwa
usaha Che Be Es Krim menduduki peringkat teratas untuk kekuatan kompetitifnya,
sedangkan pesaing yang paling besar adalah swalayan. Kelemahan dari Che Be Es Krim
terletak pada Lokasi Penjualan yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan lokasi dari
penjualan es krim di restoran cepat saji. Oleh karena itu harus ada pembenahan dan evaluasi
terhadap lokasi Che Be Es Krim agar nantinya mudah dijangkau oleh konsumen.

F. Program Pemasaran

a. Tingkat pelayanan
Dalam memasarkan es krim kami memberikan layanan yang memuaskan
melalui layanan pemesanan dan delivery.
b. Penetapan harga
Penetapan harga yang akan dilakukan adalah dengan menetapkan harga
berdasarkan tingkat keberlangsungan usaha, dimana kami mencari keuntungan
yang relative sehingga dapat menjalankan usaha secara kontinyu untuk
meningkatkan pangsa pasar.

c. Kegiatan promosi
Beberapa kegiatan promosi yang dilakukan adalah dengan melalui promosi di
media masa cetak, leaflet serta spanduk yang diletakkan di tempat-tempat strategis.
Satu lagi yang promosi kami, yaitu pembelian 5 es krim ubi jalar gratis 1 es
krim lagi ubi jalar selama 1 (satu) bulan pertama.

d. Kegiatan Distribusi
Untuk kegiatan distribusi, kami akan menyiapkan es krim yang telah diolah
untuk sebagian di ambil para penjual kami.

BAB III
ASPEK TEKNIS DAN TEKNOLOGI

A. Lokasi Usaha
Lokasi usaha yang akan kami dirikan mempunyai pusat pembuatan es krim
sekaligus juga menjadi sebuah outlet kecil di sekitar kawasan Simpang Lima,
Semarang yang nantinya bisa menjadi lokasi strategis bagi para konsumen yang siap
mencicipi es krim olahan ubi jalar kami.
Kami juga siap menjual es krim olahan ini dengan gerobak sepeda yang akan
berkeliling di sekitar kawasan Tembalang dan sekitarnya dan satu lagi gerobak sepeda
yang ada di kawasan Tlogosari dan sekitarnya. Adanya gerobak sepeda di berbagai
tempat ini paling tidak bisa memanjakan lidah konsumen yang haus mencicipi es krim
yang penuh nutrisi ini.
Pembukaan 3(tiga) tempat penjualan es krim ini diharapkan bisa menjangkau
semua segmen seperti yang kami rencanakan. Semua bisa merasakannya dengan
harga yang terjangkau bagi masyarakat yang ada tapi juga mempunyai kandungan
nutrisi bagi tubuh.

B. Sumber Bahan Baku


Dalam pembelian bahan baku, kami mendapatkan bahan baku dari pasar Johar
di daerah di Semarang. Ubi jalar tersebut kami pesan kepada supplier-supplier dan
harus sesuai standart pembuatan yang kami gunakan. Pembuatan standart untuk bahan
baku harus dilakukan agar hasilnya saat di produksi tetap stabil.
Untuk masalah harga yang naik turun karena musim dan hama kami siasati
dengan sistem memesan bahan baku jauh-jauh hari sebelum panen sesuai standart
pembuatan kita kepada supplier yang bekerja sama dengan kita sebelum harga naik
tajam. Dengan cara itu paling tidak kita mampu menekan harga seminimal mungkin
tapi mempunyai mutu yang baik.
Satu lagi cara pengolahan yang kami punya yaitu dengan cara First In First
Out. Yang dimaksud dengan lagkah ini adalah bahan baku yang pertama kali datang
langsung akan dikeluarkan dan diolah pertama untuk menjadi es krim. Langkah ini
kami ambil untuk menjaga kualitas es krim kami supaya tetap terjaga kesegarannnya.

C. Jenis Teknologi
a. Cara pembuatan es krim ubi jalar :
1. Ubi jalar yang berwarna disiapkan
2. Kupas kulit dan potong kecil-kecil
3. Cuci potongan kecil-kecil dari ubi jalar
4. Kukus ubi jalar selama 30 menit hingga ubi jalar menjadi lunak dan
matang
5. Haluskan ubi jalar yang dikukus dalam blender
6. Siapkan wadah yang berisi susu kental dan krim
7. Campur semua bahan jadi satu menggunakan mixer
8. Jadilah adonan es krim ubi jalar
9. Masukkan adonan tersebut dalam freezer
10. Es krim ubi siap disajikan ketika sudah membeku

b. Alat dan bahan yang kami gunakan :


 Alat
- Blender
- Mixer
- Dandang
- Sendok
- Pisau
- Sendok
- Baskom
- Tempat es krim dari plastik
- Freezer
- Ice Maker

c. Teknologi yang digunakan


 Mixing dengan mixer
 Blending dengan blender
 Freezing dengan freezer
 Packing dengan gelas plastik kecil

D. Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi yang akan kami buat untuk para pelanggan, kami
rencanakan sekitar 400 porsi yang nantinya akan dibagi di tiga tempat yang kita
punya. Daerah cakupan yang cukup lebar memungkinkan suksesnya kapasitas
produksi kami dalam satu hari bisa laris manis terjual.
Untuk pembagian jumlah kuota tiap daerah harus kami sesuaikan dengan
dengan konsumen yang ada di daerah sekitar yang kami layani. Kami lebih memberi
kuota yang lebih pada outlet kecil kami yang ada di Simpang Lima sebanyak 150
porsi es krim, sedangkan untuk gerobak sepeda di Tlogosari dan Tembalang mendapat
kuota sebanyak 125 porsi. Langkah ini kami lakukan agar tidak banyak es krim yang
rusak saat jauh dari pusat pembuatan.
Setelah penjualan kami sedikit demi sedikit naik, kami akan meningkatkan
jumlah produksi kami dan akan membuka tempat penjualan baru jika perlu sesuai
dengan kebutuhan konsumen kami yang terus meningkat.
Pada saat musim hujan kami akan sedikit menurunkan produksi kami menjadi
300 porsi agar usaha kami tidak merugi. Berbeda dengan musim hujan, kami akan
meningkatkan produksi saat musim kemarau tiba karena hadirnya es krim ubi jalar
kami akan melegakan tenggorakan pelanggan dari panasnya musim.

E. Jenis dan Jumlah Investasi


Jenis dan jumlah investasi yang kami rencanakan secara ekonomis :
 Freezer Sedang : 2 buah
 Mixer Besar : 2 buah
 Blender : 4 buah
 Baskom Besar : 4 buah
 Dandang Besar : 4 buah
 Gerobak sepeda : 2 buah
 Pisau Sedang : 6 buah
 Sendok : 12 buah
 Timbangan : 2 buah
 Ice Maker : 1 buah

F. Pembuangan Limbah
Pembuangan limbah agar tidak mencemari lingkungan seperti :
1. Kulit ubi jalar
Untuk kulit ubi jalar kami bungkus dalam plastik yang bisa
terurai supaya tidak mencemari ekosistem tanah.
2. Air bekas pencucian ubi jalar
Untuk air bekas pencucian kami siramkan pada tanaman yang
tumbuh di sekitar tempat pembuatan es krim ubi jalar

Jadi proses pembuatan es krim kami tidak merusak ekosistem sekitar tempat
kami membuat olahan dari ubi jalar ini.

BAB IV
ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

A. Nama Unit Usaha


Unit usaha ini diberi nama Cherry Bells (Che Be) Es Krim dikarenakan
bergerak dalam mengembangkan olahan berbentuk es krim dari bahan baku lokal
yang mempunyai kandungan nutrisi baik bagi tubuh dan dibuat dari ubi jalar tanpa
memakai zat pewarna.
Nama Organisasi : Outlet Es Krim “Cherry Bells (Che Be) Es Krim”
Pemilik : Christian Adhitama
Angela Merici
Okta Wardana
Alamat : Jalan Mugas Dalam no. 36
Mugassari, Semarang
No Telp : 08985700859

B. Organisasi
a. Badan organisasi
Badan organisasi yang dalam perusahaan kami bersifat kekeluargaan. Tidak
ada jabatan paling tinggi atau rendah. Semua bekerja sama guna memenuhi
permintaan pasar akan es krim yang kaya akan manfaat ini.
Dalam hal ini hanya dibagi : koordinator produksi dan pemasaran,
bendahara, pembuat es krim dan penjual es krim. Pembagian ini hanya
memudahakan kinerja masing-masing bagian agar hasil yang dicapai bisa
maksimal.

b. Pembagian jabatan
 Koordinator, bendahara, pembuat dan penjual es krim.

C. Personalia
a. Kebutuhan tenaga kerja
Dalam menjalankan usaha pengolahan es krim ini kami membutuhkan kurang
lebih 10 orang dengan rincian sebagai berikut :
 Koordinator 1 orang, bendahara 1 orang, pembuat es krim 5 orang, penjual
es krim 3 orang
b. Tingkat balas jasa
Tingkat balas jasa berupa Gaji, Training, Bonus Prestasi dan bingkisan THR
BAB V
ASPEK KEUANGAN

A. Biaya Investasi
a. Investasi harga tetap
Investasi tetap kami mencapai Rp. 10.000.000,-

b. Biaya Pra Operasi


Biaya pra operasi kami pencapai Rp 19.560.000,-

c. Modal Kerja
Modal kerja yang kami gunakan untuk membiayai seluruh aktiva
lancar yang mencapai Rp 1.500.000,-
Total kebutuhan dana Investasi = Rp 31.060.000,-

B. Rencana Pembelanjaan dan Sumber Dana


a. Modal Sendiri
Modal sendiri sebesar Rp 20.000.000,-
b. Pinjaman bank BPR Udan Deres
Pinjaman dari bank Rp 15.000.000,-

C. Rencana Kebutuhan Dana


a. Aktiva tetap
 Freezer, 2 buah Rp 8.000.000,-
 Blender, 4 buah Rp 2.600.000,-
 Mixer, 2 buah Rp 6.000.000,-
 Dandang, 4 buah Rp 800.000,-
 Baskom, 4 buah Rp 120.000,-
 Pisau, 6 buah Rp 180.000,-
 Timbangan, 2 buah Rp 400.000,-
 Sendok, 1 lusin Rp 10.000,-
 Gerobak sepeda Rp 1.000.000,-
 Box Ice Cream Rp 200.000,-
 Kompor Gas Rp 450.000,-
 Ice Maker Rp 4.500.000,-

b. Aktiva Lancar
 Kas Rp 1.000.000,-
 Es Krim Ubi jalar ` Rp 1.125.000,-
D. Proyeksi Keuangan
a. Proyeksi pendapatan
 Pendapatan per hari Rp 1.000.000,-
 Pendapatan per bulan Rp 25.000.000,-
 Pendapatan per tahun Rp 300.000.000,-

b. Proyeksi biaya per bulan Rp 13.264.500,-

c. Proyeksi biaya per tahun


 Pengadaan Bahan Baku Rp 18.000.000,-
 Gaji Karyawan
- 1 koordinator Rp 18.000.000,-
- 1 bendahara Rp 13.200.000,-
- 5 pembuat es krim Rp 42.000.000,-
- 3 penjual es krim Rp 18.000.000,-
Jumlah gaji karyawan Rp 91.200.000,-
 Biaya listrik Rp 6.000.000,-
 PPn Rp 54.000.000,-
 Biaya Gas Rp 1.570.000,-
 Biaya pulsa telepon Rp 1.200.000,-
 Perlengkapan kebersihan Rp 500.000,-
 Perlengkapan kesehatan Rp 1.200.000,-
 Dep gerobak sepeda 5th Rp 160.000,-
 Dep ice maker 10th Rp 810.000,-
 Dep mixer 3th Rp 500.000,-
 Dep blender 3th Rp 300.000,-
 Dep freezer 10th Rp 800.000,-
 Dep timbangan 2th Rp 150.000,-
 Dep kompor 5th Rp 60.000,-

d. Perhitungan proyeksi laba dan rugi


Perhitungan laba/rugi dengan menghitung selisih dari pendapatan dengan
pengeluaran. (per tahun)
Laba/rugi = Pendapatan – Pengeluaran
= Rp 300.000.000 – Rp 175.840.000
= Rp 124.160.000,-
Dengan demikian laba yang diperoleh per tahun dalam penjualan es krim ubi jalar
ini Rp 124.160.000,-
e. Proyeksi kemampuan pelunasan hutang
Hutang akan dilunasi dalam waktu 5 tahun dengan bunga 12% per tahun.

f. Perhitungan kelayakan usaha


1. Payback Periode

PBP = Thn sbLm PBP + ∑ Invest yg tLh d diskon – ∑ bnefit yg diskon sblm PBP
∑benefit pada PBP

= 2 + 3478000 – 19414000
20082300
= 2 + 0,765

= 2 bulan 23 hari

 Jadi Payback Period kami sekitar 2 bulan 23 hari.

2. Gross Benefit Cost (GBC)

= Rp 73.678.850 : Rp
34.778.000

= 2,12

 Berdasarkan hasil perhitungan di atas dari tabel dibawah kami mempunyai


Net B/C > 1 yang berarti proyek kami layak untuk dijalankan.

3. Net Present Value (NPV)

Bulan Investasi Biaya Total Benefit Net DF Present


Rp(000) Operasi Cost Rp(000) Benefit 1,5% Value
Rp(000) Rp(000) Rp(000) Rp(000)
0 20.000 - - - -20.000 1,000 -20.000
1 15.000 - - - -15.000 0,9852 -14.778
2 - 15.000 15.000 20.000 5000 0,9707 4853,5
3 - 15.500 15.500 21.000 5500 0,9563 5259,65
4 - 16.000 16.000 22.000 6000 0,9422 5653,2
5 - 16.500 16.500 23.000 6500 0,9283 6033,95
6 - 17.000 17.000 24.000 7000 0,9145 6401,5
7 - 17.500 17.500 25.000 7500 0,9010 6757,5
8 - 18.000 18.000 26.000 8000 0,8877 7101,6
9 - 18.500 18.500 27.000 8500 0,8746 7434,1
10 - 19.000 19.000 28.000 9000 0,8617 7755,3
11 - 19.500 19.500 29.000 9500 0,8489 8064,55
12 - 20.000 20.000 30.000 10.000 0,8364 8364

NPV =

= Rp 73.678.850 –
34.788.000

= Rp 38.900.850,-

 NPV kami adalah Rp 38.900.850,-

4. Break Event Point ( BEP )

BEP = Thn sbLm BEP + ∑ TC yg tLh d DF - ∑B yg tLh d DF


Jumlah Benefit pd BEP

Bu Investasi Biaya Total Benefit Net DF B C


Rp(000) Rp(000)
lan Rp(000) Operasi Cost Rp(000 Benefit 1,5%
Rp(000) Rp(000) ) Rp(000)
0 20.000 - - - -20.000 1,000 - -20.000
1 15.000 - - - -15.000 0,9852 - -14.778
2 - 15.000 15.000 20.000 5000 0,9707 19.414 14.560,5
3 - 15.500 15.500 21.000 5500 0,9563 20.082,3 14.822,65
4 - 16.000 16.000 22.000 6000 0,9422 20.728,4 15.075,2
5 - 16.500 16.500 23.000 6500 0,9283 21.350,9 15.316,95
6 - 17.000 17.000 24.000 7000 0,9145 21.948 15.546,5
7 - 17.500 17.500 25.000 7500 0,9010 22.525 15.767,5
8 - 18.000 18.000 26.000 8000 0,8877 23.080,2 15.978,6
9 - 18.500 18.500 27.000 8500 0,8746 23.614,2 16.180,1
10 - 19.000 19.000 28.000 9000 0,8617 24.127,6 16.372,3
11 - 19.500 19.500 29.000 9500 0,8489 24618,1 16.553,55
12 - 20.000 20.000 30.000 10.000 0,8364 25.092 16.728
Rp 245.680,7 Rp 207.679,85

BEP = 10 + 207.679,850 – 196.870,600


24618100

= 10 + 0,44

= 10 bulan 14 hari

 Jadi usaha kami memerlukan waktu untuk BEP (Titik Impas) sekitar 10
bulan 14 hari.

PERAMALAN KELAYAKAN USAHA


ES KRIM CHEE BEE

Peramalan yang perusahaan kami gunakan ini dilakukan pada kisaran jangka waktu 5 (lima)
tahun ke depan sejak usaha ini berdiri, yaitu dari tahun 2011 – 2015. Berikut ini tabelnya :

Tahun Permintaan (Y) X X2 X.Y Perkiraan n (Ye)

2011 120.000 -2 4 - 240.000 120.000

2012 130.000 -1 1 - 130.000 130.000

2013 140.000 0 0 0 140.000

2014 150.000 1 1 150.000 150.000

2015 160.000 2 4 320.000 160.000

Jumlah 700.000 0 10 100.000 700.000

Hitungan persamaan Trends konstanta a & b :

∑ Yi 700.000
a = ---------- = = 140.000
n 5

∑ Xi Yi 100.000
b = ------------- = = 10.000
X2 10

Persamaan Trends Ye = 140.000 + 10.000 (x)


BAB VI
ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL

1. Pengaruh Terhadap Penghasilan Negara


Pendirian usaha pembuatan es krim ubi jalar yang masih merupakan industri
menengah, tentunya akan dikenakan pajak. Sehingga secara langsung usaha
pembuatan es krim ubi jalar ini juga ikut berpartisipasi dalam menyumbangkan devisa
negara sebesar 10% dari hasil penjualan Cherry Bells (Che Be) Es Krim.
2. Penyerapan Tenaga Kerja
Usaha pembuatan es krim ubi jalar ini juga menciptakan lapangan kerja bagi
masyarakat di sekitar lokasi produksi, sehingga bisa mengurangi pengangguran
meskipun jumlahnya hanya sebagian kecil saja sekitar 10 orang. Karena industri ini
tidak hanya memperkerjakn tenaga kerja muda, melainkan ada yang sebagian
merupakan ibu – ibu rumah tangga yang dapat mengisi sebagian waktu luangnya
untuk menambah penghasilan.
3. Dampak terhadap industri lain
1. Bagi usaha sejenis tapi berbeda bahan bakunya tentu akan meningkatkan
persaingan
2. Bagi keadaan ekonomi para petani ubi jalar akan lebih baik karena ubi
jalar yang mereka panen akan lebih banyak dibutuhkan.
BAB VII
KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Dari hasil analisis beberapa faktor, ternyata usaha pembuatan es krim ubi jalar
ini mampu memberikan hasil yang baik dan dapat dikatakan layak untuk dijalankan.
Terlebih ketika ada dukungan dari beberapa daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang
merupakan sentra ubi jalar, kebijakan pemerintah dalam Perpres no. 22 tahun 2009
dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan olahan yang
mempunyai nutrisi tinggi guna menjaga kesehatan, serta tingkat persaingan yang
belum terlalu komptetitif, maka kondisi tersebut memberikan peluang yang baik
untuk dibidik dijadikan peluang usaha. Peluang tersebut memberikan rasa optimis
untuk menjalankan usaha ini.

B. Saran

Dalam menjalankan usaha pembuatan es krim ubi jalar, yang perlu untuk
diperhatikan adalah mengenai bagaimana menjaga stabilitas pasokan bahan baku yang
berkualitas dan mencari segmen yang tepat. Penentuan lokasi dan pemasaran juga
menentukan dalam memasarkan es krim ini sehingga lebih banyak manfaat yang
dapat dirasakan oleh masyarakat.