Anda di halaman 1dari 4

Nama : Hidayati Nur Fadilah

NIM : 201604003

Kelas/Prodi : 2C / D3 Keperawatan

Ringkasan Materi Gangguan Konsep Diri

1. Pengertian Kebutuhan Psikososial


Manusia adalah makhluk biopsikososial yang unik dan menerapkan system
terbuka serta saling berinteraksi. Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan
keseimbangan hidupnya. Keseimbangan yang dipertahankan oleh setiap individu untuk
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, keadaan ini disebut dengan sehat.
Sedangkan seseorang dikatakan sakit apabila gagal dalam mempertahankan
keseimbangan diri dan lingkungannya.
Dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang unik dan
manusia hidup dengan cara mempertahankan keseimbangan hidupnya dengan hidup
sehat. Karena dengan hidup sehat manusia mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungannya dan mampu bertahan hidup.
Psikososial adalah setiap perubahan dalam kehidupan individu, baik yang bersifat
psikologik maupun sosial yang mempunyai pengaruh timbal balik. Jadi setiap masalah
dalam masyarakat baik menyangkut masalah kejiwaan maupun masalah kemasyarakatan
pasti membawa pengaruh pada perubahan sosial, yang dapat menimbulkan gangguan
jiwa.
Setiap individu mempunyai kebutuhan emosi dasar, termasuk kebutuhan akan
cinta, kepercayaan, otonomi, identitas, harga diri, penghargaan dan rasa aman. Menurut
Schultz (1966) “Kebutuhan manusia dalam hal emosional meliputi kebutuhan akan
inklusi, kebutuhan akan kontrol, kebutuhan akan afeksi, dan ketiga kebutuhan itu saling
berhubungan. Bila tidak terpenuhi akan menyebabkan adanya perubahan pada prilaku
yang tidak diharapkan seperti ansietas, marah, merasa keepian, dan rasa tidak pasti
(dilema)”.
2. Pengertian Konsep Diri
Menurut stuart, sundeen 1991 : “Konsep diri adalah semua pikiran, kepercayaan dan
keyakinan yang diketahui tentang dirinya yang dapat mempengaruhi individu dalam
berhubungan dengan orang lain”. Konsep diri belum ada saat dilahirkan, tetapi dipelajari
dari pengalaman unik melalui eksplorasi diri sendiri hubungan dengan orang dekat dan
berarti bagi dirinya. Konsep diri berkembang dengan baik apabila:
 Budaya dan pengalaman dikeluarga dapat memberikan perasaan positif,
 Adanya kemampuan yang berarti dalam diri individu / lingkungan
 Dapat beraktualisasi, sehingga individu menyadari potensi dirinya.

Konsep diri bagi perawat digunakan sebagai konsep dasar untuk mengerti perilaku
dan pandangan klien terhadap dirinya, masalahnya serta lingkungannya.

Jadi gangguan konsep diri adalah adanya ketidak seimbangan antara pikiran,
kepercayaan dan keyakinan individu dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

3. Mekanisme Koping
Mekanisme koping pada gangguan konsep diri dapat dibagi menjadi dua koping
jangka pendek dan jangka panjang (Stuart dan Sundeen, 1991)
 Jangka pendek
Kegiatan yang dilakukan jika ada masalah: pemakaian obat – obatan, kerja keras,
nonton TV terus menerus.
Kegiatan mengganti identitas sementara : ikut kelompok social, keagamaan, politik
 Jangka panjang
Kegiatan yang dilakukan jika ada masalah: Menutup Identitas diri, terlalu cepat
mengadopsi identitas yang disenangi dari orang–orang yang berarti tanpa
mengindahkan hasrat dan aspirasi (potensi diri sendiri).
Identitas Negatif : Asumsi yang bertentangan dengan nilai dan harapan masyarakat
4. Pentingnya Konsep Diri Yang Sehat
Menurut (Tarwoto, 2003) kriteria-kriteria kepribadian seorang individu yang
sehat harus memiliki beberapa hal pendukung yaitu sebagai berikut:
a. Citra tubuh positif dan akurat
b. Ideal dan realitas
c. Konsep diri yang positif menunjukan bahwa individu akan sesuai dalam hidupnya.
d. Seseorang yang mempunyai harga diri yang tinggi akan memandang dirinya sebagai
seseorang yang berarti dan bermanfaat.
e. Kepuasan penampilan peran
f. Identitas jelas
5. Komponen Konsep Diri
Menurut Stuart & Sudeen (1998), Konsep diri terbagi menjadi beberapa bagian,
yaitu:
a. Gambaran diri
Sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadar dan tidak sadar (Stuart dan
Sundeen, 1991)
b. Ideal Diri
Persepsi individu tentang bagaimana ia harus berprilaku sesuai dengan standart
pribadi.Stuart dan Sundeen,(1991).
c. Harga Diri
Penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh
prilaku memenuhi ideal diri (Stuart dan Sundeen, 1991)
d. Peran
Peran merupakan pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang di harapkan dari
seseorang berdasarkan posisinya di masyarakat.
e. Identitas
Menurut Stuart dan Sundeen (1991), identitas adalah kesadaran akan diri yang
bersumber dari obsesi dan penilaian yang merupakan sistesa dari semua aspek
konsep diri sebagai suatu kesatuan yang utuh

Ciri-ciri individu dengan perasaan yang identitas positif dan kuat:


a. Memandang diri berbeda dengan orang lain, unik dan tidak ada duanya.
b. Memiliki kemandirian, mengerti dan percaya diri, yang timbul dari perasaan
berharga, berkemampuani suatu kesela dan dapat menguasai diri.
c. Mengenal diri sebagai organisme yang utuh dan terpisah dari orang lain.
d. Mengakui jenis kelamin sendiri.
e. Memandang berbagai aspek dalam dirinya sebagai suatu keselarasan.
f. Menilai diri sendiri sesuai dengan penilaian masyarakat.
g. Menyadari hubungan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.
h. Mempunyai tujuan yang bernilai, yang dapat di realisasikan.
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri
Menurut tarwoto (2003) faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah
sebagai berikut:
a. Tingkat perkembangan dan kematangan
b. Budaya
c. Sumber eksternal dan internal
d. Pengalaman sukses dan gagal
e. Stresor
f. Usia
7. Rentang Konsep Diri
Konsep diri terdiri atas lima komponen yaitu perubahan dalam citra tubuh, ideal
diri, harga diri, peran dan identitas. Rentang individu terhadap konsep diri berfluktasi
sepanjang rentang respon konsep diri yaitu adaptif sampai maladaptif.