Anda di halaman 1dari 8

1.

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah Masjid yang terletak di pusat kota Banda
Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia. Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol agama,
budaya, semangat, kekuatan, perjuangan dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini
adalah landmark Banda Aceh dan selamat dari tsunami Samudra Hindia 2004.

2. Gereja Katolik Hati Kudus

Gereja Hati Kudus adalah satu-satunya gereja Katolik yang ada di Banda Aceh.
Menunurut sejarahnya, keberadaan gereja hati kudus ini berhubungan dengan
kehadiran tentara Belanda ke Aceh. Kebutuhan rohani akan pasukan tentara
Belanda pada masa pendudukan Belanda di Aceh kala itu, ditugaskanlah Pastor
Henricus Christiaan Verbraak SJ ke Tanah Aceh. Sebelumnya, Verbraak tugas
pertamanya adalah menjadi misionaris di Padang.

3. Gereja Katolik Santa Chatarina


Gereja Santa Chatarina adalah rumah tempat ibadah umat Katholik Roma. Letaknya
bersampingan dengan Masjid Pangeran Diponegoro dan Gereja Kristen Haleluya, Gereja
Santa Catharina dibangun tahun 1973 dan diresmikan tahun 1975 dengan luas
bangunan 1.030 m2 di atas lahan seluas 2.860 m2.

4. Wihara Arya Dwipa Arama

Wihara Arya Dwipa Arama adalah salah satu rumah ibadah yang terletak di kompleks
Taman Mini Indonesia Indah Bentuk bangunan rumah ibadah Buddha ini mengambil
pola stupa Candi Borobudur.Stupa merupakan simbol bangunan tempat-tempat ibadah
bagi umat Budha.

5. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal (arti harfiah: Masjid Merdeka) adalah masjid nasional negara Republik
Indonesia yang terletak di bekas Taman Wilhelmina, di Timur Laut Lapangan Medan
Merdeka yang di tengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas), di pusat ibukota
Jakarta. Di seberang Timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Imam besarnya
adalah Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. dan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid
Istiqlal sekarang adalah Laksma (Purn) H. Asep Saefuddin.
6. Gereja Katedral

Gereja Katedral Jakarta adalah sebuah gereja di Jakarta. Gedung gereja ini diresmikan
pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur neo-gotik dari Eropa, yakni arsitektur yang
sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja beberapa abad yang lalu.

7. Vihara Thai Hin Bio

Vihara Thai Hin Bio adalah vihara yang merupakan saksi sejarah peradaban bangsa
Tionghoa di Teluk Betung, karena vihara ini merupakan yang tertua di Kota Bandar
Lampung, bahkan untuk Provinsi Lampung. Lokasinya, dekat dengan tempat
perbelanjaan oleh-oleh di Telukbetung Selatan. Vihara Thay Hin Bio dibuat pada tahun
1850. Vihara yang sampai sekarang masih tetap berdiri tegak itu bukan hanya simbol
biasa, melainkan dapat menceritakan peristiwa masa lalu. Berdirinya vihara merupakan
salah satu tanda titik kemajuan perkembangan peradaban etnis China di Lampung.
Stabilitas ekonomi, keamanan yang terjamin, pola hubungan sosial yang harmonis dan
dinamis, baik sesama etnis China maupun dengan masyarakat non etnis China.
8. Pura Luhur Uluwatu

Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang
terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang
dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada
mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11
bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya.

Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang
Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya
dengan apa yang dinamakan Moksa atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang
menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura
terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian
pura.

9. Gereja Protestan Halleluya

Gereja Kristen Protestan Haleluya terletak di antara bangunan Gereja Katholik Santa
Chatarina dan Pura Hindu Dharma serta berhadapan dengan anjungan DKI.Gereja ini
dibangun tahun 1973 dan diresmikan tahun 1975.Bangunan utama meliputi ruang pastori,
ruang ganti, ruang sound, dan ruang paling besar untuk jemaat.

10. Maha Vihara Mojopahit

Maha Vihara Mojopahit adalah sebuah wihara yang terletak di Desa Bejijong,
Kecamatan Trowulan , Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Vihara ini mulai
dibangun di atas lahan seluas 20.000 meter persegi dengan bangunan utama yang
bergaya arsitektur Jawa dan beratap joglo. Vihara ini mulai dibangun pada tahun 1987
atas prakarsa dari Bhante Viryanadi dan diresmikan pada tanggal 31 Desember 1989 oleh
Bhante Ashin Jinarakkhita dan Gubernur Jawa Timur.

11. Masjid Cheng Hoo

Masjid Cheng Hoo Palembang sebenarnya bernama Masjid Al Islam Muhammad Cheng Hoo
Sriwijaya Palembang adalah Masjid bernuansa Muslim Tionghoa yang berlokasi di
Jakabaring Palembang. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sespuh, penasehat, pengurus
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumsel, dan serta tokoh masyarakat Tionghoa di
sekitar Palembang.
12. Candi Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa
Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya
Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut
Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha
Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia[1][2], sekaligus salah satu
monumen Buddha terbesar di dunia. Monumen ini merupakan model alam semesta dan
dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai
tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju
pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

13. Candi Prambanan

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di
Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk
Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai
dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha
nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna
'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca
Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa
lebih diutamakan.
14. Bukit Rhema Gereja Ayam

Gereja Ayam merupakan sebuah tempat ibadah yang terletak Magelang, Jawa Tengah,
Indonesia. Bangunan tersebut terletak tak jauh dari Borobudur. Meskipun disebut
Gereja Ayam, bangunan tersebut sebetulnya berbentuk burung merpati. Bangunan
tersebut digagas pengusaha Daniel Alamsyah pada tahun 1990an.

15. Pura Luhur Tanah Lot

Pura Tanah Lot ini terletak di Pantai Selatan Pulau Bali yaitu di wilayah kecamatan
Kediri, Kabupaten Tabanan. Pembangunan pura ini erat kaitannya dengan perjalanan
Danghyang Nirartha di Pulau Bali. Di sini beliau pernah tinggal dan mengajar agama
dalam perjalanannya dari Pura Rambut Siwi menuju Badung.Pujawali diadakan tiap
Buda Wage Langkir. Pelinggih utamanya ada dua, satu untuk memulyakan Hyang Widi
dalam manifestasinya sebagai Batara Baruna dan satu lagi untuk Danghyang Nirarta
sebagai pendiri tempat ini.
16. Klenteng Sam Poo Kong

Kelenteng Gedung Batu Sam Po Kong (Tionghoa: 三保洞) adalah sebuah petilasan, yaitu
bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok
beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Terletak di daerah Simongan,
sebelah barat daya Kota Semarang. Tanda yang menunjukan sebagai bekas petilasan
yang berciri keislamanan dengan ditemukannya tulisan berbunyi "marilah kita
mengheningkan cipta dengan mendengarkan bacaan Al Qur'an".

17. Pura Lempuyang Luhur

Pura Penataran Agung Lempuyang adalah sebuah pura yang terletak di lereng Gunung
Lempuyang di Karangasem, Bali. Pura Penataran Agung Lempuyang dianggap sebagai
bagian dari kompleks pura di sekitar Gunung Lempuyang, salah satu pura yang sangat
dihormati di Bali. Pura-pura di Gunung Lempuyang, yang diwakili oleh pura tertinggi di
puncak Gunung Lempuyang, Pura Lempuyang Luhur, merupakan salah satu Sad
Kahyangan Jagad, atau "enam tempat suci dunia", enam tempat sembahyang paling suci
di Bali

18.