Anda di halaman 1dari 10

JEE 5 (1) (2016)

Journal of Economic Education

http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jeec

REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENURUNAN HARGA BAHAN


BAKAR MINYAK (BBM) ATAS SAHAM SEKTOR INDUSTRI
TRANSPORTASI DI BURSA EFEK INDONESIA

Siti Choriliyah , Himawan Arif Sutanto, Dwi Suryanto Hidayat

1.
STIE Bank BPD Jateng, Semarang, Indonesia
2.
Prodi Pendidikan Ekonomi, Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Info Artikel Abstrak


________________ ___________________________________________________________________
Sejarah Artikel: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui reaksi pasar modal terhadap pengumuman
Diterima: 29 Januari penurunan harga BBM atas saham sector industry transportasi melalui pengujian perbedaan
2016 abnormal return dan volume perdagangan sebelum dan setelah penurunan harga BBM 1 april
Disetujui: 25 Maret 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan event study, dengan jumlah sampel sebanyak 21
2016 perusahaan sektor transportasi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia secara purposive
Dipublikasikan: 2 Juni sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasar modal bereaksi terhadap peristiwa
2016 pengumuman penurunan BBM tanggal 1 April 2016. Berdasarkan hasil uji wilcoxon signed rank test
________________ menunjukkan adanyanya perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return dan trading volume
Keywords: activity (TVA) pada periode sebelum dan sesudah pengumuman penurunan BBM.
reaction of the capital
market, stock prices,
abnormal return, trading Abstract
volume activity, the ___________________________________________________________________
transport industry The purpose of this study was to determine the capital market reaction to the announcement of the reduction in
____________________ fuel prices on the stock industry sector transport by testing the difference abnormal return and trading volume
before and after the reduction in fuel prices 1 April 2016. This study using event study approach, with a total
sample of 21 companies the transport sector which is listed on the Indonesia Stock Exchange by purposive
sampling. The results of this study indicate that the stock market reacted to the announcement of reductions in
fuel events of April 1, 2016. Based on test results Wilcoxon signed rank test showed significant differences
adanyanya average abnormal return and trading volume activity (TVA) in the period before and after the
announcement of a decline BBM.
© 2016 Universitas Negeri Semarang


Alamat korespondensi: p-ISSN 2301-7341
Jl. Pemuda No. 4 A, Semarang, Indonesia
e-ISSN 2502-4485
E-mail: himawanmiesp@gmail.com

1
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

PENDAHULUAN
contohnya Blue Bird (BIRD) naik berkisar 525
Indonesia merupakan salah satu Negara (4,54 persen) ke level 12.100 (JawaPos.com).
di dunia yang kebutuhan bahan bakar Volatilitas harga saham adalah pada saat
minyaknya masih ditunjang oleh impor. Impor naik turunnya harga saham dipengaruhi oleh
bahan bakar minyak yang masuk ke Indonesia informasi dipasar modal. Volatilitas harga
digunakan oleh masyarakat dalam ruang saham tersebut, merupakan risiko yang harus
lingkup umum maupun lembaga perusahaan diterima oleh investor dalam melakukan
yang disebut dengan BBM. Konsumsi BBM investasi kegiatan di pasar modal (Wibowo
dalam negeri sudah di atas 1,5 juta barel per dalam Suparsa & Ratnadi, 2014). Husnan (2011)
hari, sementara produksinya di bawah 800.000 menyatakan, suatu informasi yang dimiliki oleh
barel per hari, sehingga kekurangan konsumsi investor akan terbentuk dalam naik turunnya
minyak sebesar 700.000 barel ditutup dengan volume transaksi harian. Semakin cepat
melakukan impor (www.detik.com). informasi tercermin dalam harga sekuritas,
Informasi pengumuman penurunan harga semakin efisien pasar modal yang bersangkutan.
BBM oleh Pemerintah yang terjadi saat ini Suatu informasi yang memberikan kabar baik
menimbulkan reaksi positif dan negatif pada (good news) akan memberikan dampak naik bagi
masyarakat Indonesia. Seluruh pelaku ekonomi saham, dan begitu sebaliknya apabila infromasi
akan mengalami perubahan yang berdampak memberikan kabar buruk (bad news) maka harga
pada pertumbuhan perekonomian di Indonesia. saham akan otomatis turun.
Salah satunya perusahaan di sektor industri Informasi ini membantu para investor
transportasi, perusahaan sektor Industri sebagai indikator keputusan mengambil
Transportasi merupakan pelaku ekonomi yang tindakan dalam pasar modal, karena sebuah
berkaitan langsung dengan penggunaan BBM, informasi yang dimasukan ke pasar modal
karena BBM merupakan peran penting dalam meskipun kejadian tersebut tidak berhubungan
kegiatan operasional perusahaan di pasar modal langsung akan dapat mempengaruhi naik
Indonesia. turunnya harga saham di dalam pasar modal.
Perubahan harga minyak pada tahun Apabila pengumuman tersebut diterima dan
2016 didasari oleh harga referensi minyak terjadi reaksi pasar maka dapat dikatakan bahwa
periode tiga bulan terakhir, proyeksi harga pengumuman tersebut memiliki kandungan
refrensi minyak periode tiga bulan kedepan yang informasi. Pada saat pengumuman tersebut
diperkirakan akan naik dengan rata-rata nilai diterima, pelaku pasar akan mulai menganalisis
tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika dan melakukan interprestasi sebagai berita baik
Serikat periode tiga bulan. Dampak dari atau berita buruk. Kunci penentu harga saham
penurunan BBM terlihat langsung pada yang efisien terdapat pada informasi, pasar yang
terjadinya koreksi pada tingkat keuntungan efisien adalah kondisi harga saham dapat secara
kegiatan investasi dan biaya oprasional cepat dan keseluruhan informasi yang tersedia
perusahaan di sektor transportasi. Dalam tentang asset tersebut disampaikan (Laksmi &
periode penurunan yang diputuskan oleh Ratnadi, 2015).
Pemerintah berdasarkan data diatas dinilai akan Reaksi pasar terhadap pengumuman
berdampak positif ke Indeks Harga Saham kenaikan harga BBM dapat diukur dengan
Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek. Pada melihat tingkat keuntungan, yaitu dari abnormal
Penurunan harga BBM pada 16 Januari 2015, return dan dari tingkat likuiditas yaitu dari
frekuensi transaksi perdagangan reguler trading volume activity (TVA). Abnormal return
mencapai 245.758 kali dengan volume 4,636 adalah selisih antara return sesungguhnya yang
miliar saham atau Rp 4,929 triliun. Sebanyak terjadi dengan return ekspektasian (Jogiyanto,
209 saham turun, 95 saham berhasil naik, dan 2013:610). Peristiwa yang memberikan abnormal
selebihnya turun. Saham pada sub sektor return menceriminkan bahwa suatu peristiwa
transportasi yang berhasil naik salah satu mengandung informasi. Sebaliknya peristiwa
2
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

yang tidak mengandung informasi tidak akan KAJIAN TEORI


memberikan Abnormal Return kepada investor.
Pasar akan memberi respon positif untuk berita Efisiensi Pasar Modal
baik, dan respon negatif untuk berita buruk Pasar efisien (market efficient) adalah suatu
(Tandelilin, 2010). Perubahan volume kondisi di mana infomasi tentang semua harga
perdagangan saham di pasar modal dapat diperoleh secara terbuka dan cepat tanpa
menunjukkan aktivitas perdagangan saham di ada hambatan khusus. Suatu pasar sekuritas,
bursa dan mencerminkan keputusan investasi dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas
investor. Frekuensi perdagangan benar-benar mencerminkan secara penuh
menggambarkan berapa kali saham suatu emiten informasi yang tersedia (Fama dalam Fahmi,
diperjualbelikan dalam kurun waktu tertentu 2012). Efisiensi pasar modal ini bukan efisien
(Rohana & Mukhlasin, 2003). Kim dalam dalam arti administrasi keuangannya, tetapi
Suparsa & Ratnadi (2014) berpendapat bahwa efisien yang dimaksud adalah efisien secara
Trading volume activity adalah dimana harga informasional. Artinya bahwa harga-harga
merefleksi tingkat perubahan informasi. sekuritas yang ada di pasar modal
Semakin meningkat permintaan suatu saham, mencerminkan informasi relevan yang
maka pengaruhnya akan semakin besar terhadap mempengaruhi harga sekuritas tersebut
aktivitas volume perdagangan saham tersebut, (Martono dan Harjito, 2007:8).
sehingga terjadi fluktuasi harga yang didapat
menaikan harga saham dan juga return saham Signalling theory
yang didapat. Martono dkk dalam Juliana & Saerang
Penelitian Siwantara dkk (2015) dan (2015) menyebutkan bahwa Signaling theory
Febriyanti & Rahyuda (2016) menunjukkan adalah teori yang melihat pada tanda-tanda
adanya perbedaan abnormal return dan trading tentang kondisi yang menggambarkan suatu
volume activity sebelum dan sesudah peristiwa perusahaan. Teori signalling menyatakan bahwa
kenaikan harga BBM. Sedangkan penelitian perusahaan yang berkualitas baik dengan
Suparsa & Ratnadi (2014), Gratias & Mustanda sengaja akan memberikan sinyal pada pasar,
(2015), Laksmi & Ratnadi (2015) menyimpulkan dengan demikian pasar dapat diharapkan
bahwa tidak ada perbedaan aktivitas volume membedakan perusahaan yang berkualitas baik
perdagangan saham dan abnormal return atas dan berkualitas buruk. Agar sinyal tersebut baik,
pengumuman kenaikan harga BBM. Investor maka harus dapat ditangkap pasar dengan
yang telah menanamkan sahamnnya di dipresepsikan baik serta tidak mudah ditiru oleh
Perusahaan sektor Trasnportasi akan perusahaan yang memiliki kualitasyang buruk.
mendapatkan informasi yangmemberikan reaksi Informasi yang dipublikasikan sebagai suatu
pada investor dan dijadikan indikator untuk pengumuman akan memberikan signal bagi para
mengambil keputusan tindakan dalam pasar investor dalam mengambil keputusan investasi.
modal. Apabila informasi itu dapat diterima dan Jika pengumuman akan mengandung nilai
terjadi reaksi pasar maka dapat dikatakan bahwa positif, maka diharapkan pasar akan bereaksi
pengumuman tersebut memiliki kandungan pada waktu pengumuman tersebut diterima oleh
informasi. Berdasarkan uraian di atas rumusan pasar. Sedangkan Jogiyanto (2010) menyatakan
masalahnya dalam penelitian ini adalah bahwa peristiwa yang mengandung informasi
“Apakah ada perbedaan abnormal return dan akan memberikan pertanda (signal) positif atau
trading volume activity sebelum dan setelah negatif bagi investor dalam pengambilan
adanya penurunan harga BBM? keputusan berinvestasi.

Pasar Modal
Pasar modal secara umum adalah pasar
abstrak, sekaligus pasar konkret dengan barang

3
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

yang diperjualbelikan adalah dana yang bersifat Return Saham


abstrak, dan bentuk konkretnya adalah lembar Menurut Jogiyanto (2013) return ialah
surat-surat berharga di bursa efek (Ahmad, hasil dari suatu keuntungan yang berhak
2004:18). Menurut Fahmi (2012:52) Pasar diperoleh dari investor dari suatu investasi yang
modal adalah tempat berbagai pihak, khususnya telah dilakukannya. Return tersebutlah yang
perusahaan menjual saham (stock) dan obligasi membuat para investor menjadi tertarik untuk
(bond), dengan tujuan dari hasil penjualan melakukan sebuah investasi. Return saham
tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai dapat berupa return sesungguhnya atau pada
tambahan dana atau untuk memperkuat modal masa lalu yang telah terjadi atau keuntungan
perusahaan. Sedangkan menurut Sunariyah ekspektasi di masa yang akan datang. Return riil
(2011:5) menyebutkan bahwa pasar modal dihitung di awal dan sangat penting, karena
adalah tempat pertemuannya antara penawaran dapat dipakai untuk menjadi alat ukur dari
dengan permintaan surat berharga. Ditempat kemampuan perusahan yang meupakan dasar
inilah para pelaku pasar yaitu individu-individu penentu keuntungan yang diharapkan dan resiko
atau badan usaha yang mempunyai kelebihan untuk masa yang akan datang (Laksmi dan
dana (surplus funds) melakukan investasi dalam Ratnadi, 2015).
surat berharga yang ditawarkan oleh emiten.
Dari beberapa pendapat diatas dapat Abnormal Return
disimpulkan bahwa pasar modal adalah tempat Menurut Laksmi dan Ratnadi (2015)
bertemunya dari berbagai pihak para penjual Abnormal return merupakan selisih antara tingkat
dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli keuntungan yang terjadi (actual return) dengan
saham, obligasi, dan surat-surat berharga tingkat keuntungan yang diharapkan (expected
lainnya yang umurnya berjangka waktu lebih return). Dan perhitungan abnormal return dapat
dari satu tahun. dilakukan dengan rumus:

Saham ARit = Rit – ERt-1 ………… (1)


Saham adalah sertifikat yang menunjukan
bukti kepemilikan suatu perusahaandan Keterangan:
pemegang saham memiliki hak klaim atas
penghasilan dan aktiva perusahaan. Saham ARit = Abnormal Return saham ke-i pada waktu
ke-t
adalah surat bukti kepemilikan atas sebuah
perusahaan yang melakukan penawaran umum
Rit = Actual Return untuk saham ke-i pada
(go public) dengan nominal atau prosentase waktu ke-t
tertentu. Sementara itu, saham adalah jumlah
dari modal kooperatif yang sama jumlahnya bisa ERt-1 = Expected return untuk saham ke-i pada
di putar dengan berbagai cara berdagang, dan waktu ke-t
harganya bisa berubah sewaktu tergantung
keuntungan dan kerugian atau kinerja Untuk menghitung expcted return dalam
perusahaan tertentu (Yuliana, 2010:059). Saham penelitian ini menggunakan Market Adjusted
adalah tanda bukti penyertaan kepemilikan Model. Return yang diharapkan dari kegiatan
modal/dana pada suatu perusahaan. Kertas investasi yang akan dilakukan disebut return
yang tercantum dengan jelas nilai nominal, ekspektasian (expected return). Oleh karena nilai
nama perusahaan, disertai dengan hak dan expected return saham sama dengan return pasar,
kewajiban yang dijelaskan kepada setiap maka rumus expected return adalah sebagai
pemegangnya. Persediaan yang siap untuk dijual berikut (Gratia & Mustanda, 2015):
(Fahmi, 2012:81)

4
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

IHSGt – IHSGt-1 saham yang tinggi. Trading volume activity


(TVA) merupakan instrumen yang dapat
ERit = ----------------- ……………(2) digunakan untuk melihat reaksi pasar modal
terhadap informasi melalui perubahan volume
IHSGt-1 perdagangan saham (Sri Fatmawati dan
Marwan Asri dalam Ningsih & Cahyaningdyah
Keterangan:
(2013). Trading Volume Activity (TVA) dapat
dihitung dengan rumus sebagai berikut (Alim
ERit = return market saham pada waktu ke-t
dalam Ningsih & Cahyaningdyah (2013) :
IHSGt = Indeks Harga Saham Gabungan pada
waktu ke-t  saham yang diperdagangkan pada
waktu t
IHSGt-1= Indeks Harga Saham Gabungan pada
waktu ke-t-1 TVA = ---------------------------------------------------------
…………(4)
Selanjutnya menghitung actual return.
Laksmi dan ratnadi (2015) mengatakan bahwa  saham perusahaan i yang beredar pada
Actual return dapat dihitung melalui selisih harga waktu t
saham sekarang dan harga saham sebelumnya
kemudian dibagi dengan harga saham
Pengembangan Hipotesis
sebelumnya, yaitu:
Pasar akan bereaksi pada peristiwa yang
mengandung informasi. Reaksi pasar akan
Pit – Pit-1
diproaksikan dengan return tak normal
Rit = --------------- ……… (3) (abnormal retun). Semakin besar kejutannya,
semakin besar reaksi pasarnya. Pasar bereaksi
Pit-1 karena peristiwanya mengandung sebuah
informasi atau dengan kata lain peristiwanya
Keterangan mengandung nilai ekonomis yang dapat
mengubah nilai perusahaan (Jogiyanto, 2010:9).
Rit = actual return saham i pada waktu t Adanya fluktuasi harga saham, maka dapat
memicu terjadinya abnormal return, dimana
Pit = harga saham perusahaan ke-i pada abnormal return merupakan return yang
waktu t
didapatkan oleh investor yang tidak sesudai
Pit-1 = harga sahan perusahaan ke-i pada dengan return yang mereka harapkan sehingga
waktu t-1 dapat memicu adanya reaksi pasar. Hasil
penelitian Marisca & Wijaya (2014)
menunjukan bahwa pasar modal Indonesia
Trading Volume Activity bereaksi terhadap peristiwa pengumuman BBM.
Trading volume activity adalah alat yang Demikian juga penelitian Siwantara, dkk (2015)
dipergunakan untuk melihat bagaimana pasar menunjukan bahwa terdapat perbedaan
bereaksi terhadap adanya informasi di pasar abnormal return sebelum dan sesudah kenaikan
modal dengan melihat pergerakan trading volume harga BBM. Hal ini berarti menunjukan adanya
activity (Fama dalam Suparsa, 2014). (Kim reaksi investor dalam pasar modal terhadap
dalam Suparsa, 2014) bependapat bahwa trading peristiwa pengumuman perubahan harga BBM.
volume activity adalah dimana harga mereflesikan Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini
tingkat perubahan informasi. Suatu surat adalah
berharga yang memiliki volume perdagangan
yang tinggi, maka akan menghasilkan return

5
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

H1: Ada perbedaan Abnormal return sebelum dan diteliti. Dengan demikian diperoleh sampel
sesudah peristiwa penurunan BBM pada 1 April sebanyak 21 perusahaan transportasi
2016 Untuk Periode pengamatan di tetapkan
selama 10 hari, yaitu lima hari sebelum tanggal
Reaksi pasar juga dapat diukur dengan
peristiwa (t-5), pada moment peristiwa
menggunakan trading volume activity, dimana
terjadi/kejadian pada pukul 00,00 WIB (0), dan
trading volume activity menunjukkan
lima hari setelah peristiwa terhitung setelah
pergerakan aktivitas perdagangan. Penelitian
moment itu diumumkan (t+5). Karena peristiwa
Juliana & Ivonne (2015) dan Febrianti &
Pengumuman kenaikan BBM yang terjadi pada
Rahyuda (2016) menunjukkan adanya
tanggal 1 April 2016 jatuh pada hari Jumat
perbedaan Trading Volume Activity sebelum dan
pukul 00,00 WIB, maka pada tanggal itu pula
sesudah peristiwa pengumuman BBM. Peristiwa
diasumsikan sebagai moment day dan dihitung
Pengumuman perubahan harga BBM ini
sebagai periode sesudah pengumuman dalam
mengandung informasi yang berguna untuk
penelitian. Secara ringkas dapat digambarkan
investor dalam mengambil keputusan investasi,
sebagai berikut:
sehingga pasar merespon atau bereaksi yang
tercermin dari perubahan aktivitas volume t-5 t0 t5
perdagangan saham yang dilakukan investor
dalam transaksi jual dan beli saham. Oleh
karena itu hipotesis kedua dalam penelitian ini event moment 00,00 WIB
adalah
Penggunaan periode pengaamatan selama
H2: Ada perbedaan Trading volume activity saham 5 hari sebelum dan setelah tanggal pengumuman
sebelum dan sesudah peristiwa penurunan BBM berlakunya kebijakan penurunan harga BBM
pada 1 April 2016 dalam penelitian ini didasarkan pada asumsi
bahwa aktivitas perdagangan saham pada saat
METODE tersebut memang benar-benar mencerminkan
pengaruh dari berlakunya kebijakan penurunan
Jenis penelitian yang digunakan dalam harga BBM tanpa dipengaruhi oleh faktor
penelitian ini merupakan studi peristiwa (event lainnya. Hal tersebut merupakan waktu yang
study) sebagaimana yang telah diaplikasikan cukup bagi investor di Indonesia untuk dapat
oleh Suparsa & Ratnadi (2014). Menurut merespon kejadian atas pengumuman suatu
Jogiyanto (2010:555), studi peristiwa (event peristiwa dan menghindari adanya confounding
study) merupakan studi yang mempelajari reaksi effect (Arisyahidin, 2012).
pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang
informasinya dipublikasikan sebagai suatu
HASIL DAN PEMBAHASAN
pengumuman. Penelitian ini dilakukan pada
peristiwa penurunan harga Bahan Bakar Minyak
Uji Normalitas
(BBM) tanggal 1 April 2016. Teknik
Untuk menentukan uji parametrik dan
pengambilan sampel dalam penelitian ini
non parametrik maka dilakukan uji normalitas
menggunakan purposive sampling, dengan
Data. Data dianggap normal jika asymp. Sig >
kriteria (1) merupakan perusahaan dalam sektor
0,05 dan data dikatakan tidak normal jika asym.
transportasi yang tercatat di BEI, (2) memiliki
Sig < 0,05 (Laksana, 2014). Berikut hasil
data yang lengkap untuk digunakan dalam
pengujian normalitas Data.
penelitian. Data yang diperlukan antara lain
harga saham harian (close price) pada periode
peristiwa, IHSG saat periode, jumlah saham
yang beredar (listed share) dan volume
perdagangan saham pada perusahaan yang

6
Tabel 1. Pengujian Normalitas Data
abnormal abnormal TVA TVA
sebelum sesudah sebelum sesudah
N 105 105 105 105
Normal Parametersa,b Mean -,0154131 ,0019458 ,0038376 ,0020200
Std. Deviation ,04096759 ,07608954 ,01326136 ,00560713
Most Extreme Absolute ,142 ,288 ,386 ,359
Differences Positive ,112 ,288 ,383 ,348
Negative -,142 -,234 -,386 -,359
Kolmogorov-Smirnov Z 1,456 2,955 3,957 3,682
Asymp. Sig. (2-tailed) ,029 ,000 ,000 ,000

a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.
Pengujian hipotesis Pertama (H1) yang
Berdasarkan Tabel 1 di atas, terlihat menyatakan ada perbedaan rata-rata abnormal
bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig < 0,05 return saham pada saat sebelum dan sesudah
maka data tidak terdistribusi normal, dengan pengumuman peristiwa penurunan BBM 1 April
demikian pengujian hipotesis dilakukan dengan 2016. Pengujian dilakukan dengan
menggunakan uji statistik non parametrik yaitu menggunakan alat uji statistik non parametrik
uji wilcoxon signed rank test yaitu uji wilcoxon signed rank test dan diperoleh
hasil sebagai berikut:
Pengujian Hipotesis

Tabel 2. Statistik Deskritif Abnormal Return


N Mean Std. Deviation Minimum Maximum
abnormal sebelum 105 -0,0154131 0,04096759 -0,11108 0,08925
abnormal sesudah 105 0,0019458 0,07608954 -0,09478 0,72685

Berdasarkan Tabel 2 di atas terlihat


bahwa perbedaan harga saham yang Tabel 3. Uji wilcoxon signed rank test Abnormal
diperdagangkan pada 5 hari sebelum dan Return
sesudah pengumuman penuruan BBM pada
Test Statisticsb
tanggal 1 April 2016 telah menyebabkan
abnormal sesudah -
abnormal sebelum
peningkatan return saham sebesar 1,346%. Z -2,495a
Angka ini diperoleh dari selisih rata-rata Asymp. Sig. (2-tailed) ,013
abnormal return sebelum dan setelah kenaikan a. Based on negative ranks.
harga BBM, yaitu rata-rata abnormal return b. Wilcoxon Signed Ranks Test
sebelum peristiwa penurnan BBM sebesar -
Sumber : data sekunder diolah, 2016
1,541% menjadi 0,194% setelah peristiwa
pengumuman BBM. Untuk melihat signifikansi
Berdasarkan Tabel 3 di atas,
dari abnormal return dapat dilihat dari tabel
menunjukkan bahwa nilai Asymp. Sig. 0,013 <
dibawah ini :
0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha
yang menyatakan terdapat perbedaan abnormal
return sebelum dan sesudah pengumuman

7
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

penurunan BBM pada 1 April 2016 diterima. Tabel 4 Statistik Deskriptif Trading Volume
Dengan demikian terdapat perbedaan rata-rata Activity
yang signifikan antara abnormal return sebelum Std.
N Mean Minimum Maximum
dan setelah peristiwa penurunan BBM 1 April
Deviation
2016. Rata-rata abnormal return meningkat TVA 105 ,0038376 ,01326136 ,00000 ,10472
sebelum
sebesar 1,346% setelah adanya peristiwa TVA 105 ,0020200 ,00560713 ,00000 ,03992
penurunan BBM. Hal itu terjadi karena sebagian sesudah

besar operasional dari perusahaan menggunakan


Bahan Bakar Minyak (BBM), apabila biaya Perbedaan volume perdagnagan saham
BBM turun maka biaya operasional perusahaan pada 5 hari sebelum dan sesudah pengumuman
tersebutpun akan otomatis turun beserta biaya- penurunan BBM tanggal 1 April 2016, telah
biaya operasionalnya dan konsumenpun akan menyebabkan penurunan volume sebesar
menggunakan jasa transportasi karena kini lebih 0,181%. Angka ini diperoleh dari selisih rata-
murah dari sebelumnya, selain itu perusahaan rata volume perdagangan saham sebelum dan
dan investor pada sektor transportasipun juga setelah peristiwa penurunan harga BBM yaitu
akan ikut diuntungkan dalam keuntungan 0,383% menjadi 0,202%. Untuk melihat
dipasar modal karena akan memperoleh return signifikansi Trading Volume Activity dapat dilihat
abnormal. Peristiwa pengumuman penurunan pada Tabel berikut:
BBM pada 1 April 2016 direspon positif oleh
investor atau pengumuman penurunan tersebut Tabel 5. Uji wilcoxon signed rank Trading
mengandung sinyal positif (good news) dengan Volume Activity
ditunjukan melalui kenaikan rata-rata abnormal Test Statisticsb
sesudah terjadi pengumuman penurunan BBM. TVA sesudah -
TVA sebelum
Dengan demikian Pengumuman penurunan Z -2,363a
BBM memiliki kandungan informasi yang dapat Asymp. Sig. (2- ,018
mempengaruhi keputusan investor dipasar tailed)
modal. Hal ini sesuai dengan pernyataan a. Based on positive ranks.
Jogiyanto (2010) bahwa Bila suatu b. Wilcoxon Signed Ranks Test
Sumber : data sekunder yang diolah, 2016
pengumuman atau peristiwa mengandung
informasi, maka pasar akan menerima abnormal
Berdasarkan pengujian yang telah
return, dan sebaliknya jika suatu pengumuman
dilakukan diperoleh nilai Asymp. Sig. 0,018 <
tidak mengandung informasi maka pasar tidak
0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha
akan menerima abnormal return. Hasil penelitian
yang menyatakan terdapat perbedaan trading
ini sejalan dengan penelitian Siwantara dkk,
volume activity sebelum dan sesudah
(2015) yang menyimpulkan adanya perbedaan
pengumuman penurunan BBM pada 1 April
abnormal return sebelum dan setelah peristiwa
2016 diterima. Dengan demikian ada perbedaan
pengumuman BBM.
yang signifikan trading volume activity sebelum
Pengujian Hipotesis kedua (H2) yang
dan setelah peristiwa pengumman BBM 1 April
menyatakan ada perbedaan rata-rata trading
2016. Penurunan aktivitas perdagangan saham
volume activity sebelum dan sesudah
(TVA) yang terjadi menunjukan bahwa aktivitas
pengumuman penurunan BBM pada 1 April
perdagangan saham pada perusahaan sub sektor
2016. Pengujian dilakukan dengan
transportasi memiliki kekurangan dalam hal
menggunakan alat uji statistik Wilcoxon Signed
melihat reaksi pasar modal terhadap informasi
Rank Test dan diperoleh hasil sebagai berikut:
melalui parameter volume perdagangan saham.
Perkembangan volume perdagangan saham
terhadap pengumuman penurunan
mencerminkan minimnya respon untuk

8
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

meningkatkan kekuatan antara penawaran dan diartikan bahwa peristiwa pengumuman


permintaan terhadap tingkah perilaku investor, penurunan BBM pada 1 April 2016 direspon
turunnya volume perdagangan saham pada positif oleh investor yang berarti mengandung
sektor transportasi menjadikan turunnya sinyal positif (good news). Dengan demikian
aktivitas jual beli saham para investor dapat dikatakan bahwa pengumuman
perusahaan tersebut di bursa. Semakin turun penurunan BBM ini mengandung informasi
tingkat volume penawaran dan permintaan yang berguna untuk investor dalam mengambil
saham perusahaan sektor transportasi akan keputusan investasi, sehingga pasar modal di
menunjukan semakin tidak diminatinya saham Indonesia bereaksi yang dapat dilihat dari
tersebut oleh masyarakat sehingga nantinya perbedaan abnormal return dan trading volume
akan berpengaruh terhadap turunnya pasar. Hal activity
ini menunjukan peristiwa pengumuman
penurunan BBM tidak berpeluang besar DAFTAR PUSTAKA
terhadap volume perdagangan saham, sehingga
trading volume activity (aktivitas perdagangan Ahmad, Kamaruddin. 2004. Dasar-Dasar Manajemen
saham) sesudah peristiwa masih dibawah Investasi dan Portofolio. Edisi Revisi. Jakarta:
Rineka Cipta.
trading volume activity sebelum peristiwa.
Arisyahidin, HS 2012, ‘Dampak Kebijakan Kenaikan
Hasil penelitian ini sesuai dengan
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap
penelitian Siwantara dkk, (2015) yang
Investasi Saham di Bursa Efek Indonesia
menyimpulkan adanya perbedaan trading (BEI)’, Jurnal Ilmu Manajemen, Revitalisasi, Vol.
volume activity sebelum dan sesudah peristiwa 1, No. 2, September 2012
pengumuman BBM. Hal ini memiliki arti bahwa Fahmi, Irfan. 2012. Manajemen Investasi (Teori dan Soal
pengumuman penurunan BBM memiliki Jawaban). Jakarta: Salemba Empat
kandungan informasi yang dapat menjadi Febriyanti, Shinta dan Rahyuda, Henny. 2016.
indikator keputusan investor dalam Pengaruh Pengumuman Perubahan Harga
menanamkan modal di pasar modal terutama BBM Awal Pemerintahan Jokowi-JK
Terhadap Reaksi Pasar Modal Indonesia.
pada perusahaan sub sektor transportasi. Secara
e-Jurnal Manajemen Unud. Vol.5. No.2.
keseluruhan dampak yang disebabkan oleh
2016:hlm. 838-869.
peristiwa pengumuman penurunan BBM sangat Gratias, Deo dan Mustanda, I Ketut. 2015.
berperan terhadap kondisi pasar Indonesia. Hal “Pengaruh Peristiwa Kenaikan Harga BBM 18
ini dapat menyebabkan keputusan investor baik November 2014 Pada Abnormal Return
investor domestik maupun investor asing untuk Saham Industri Transportasi di BEI”. Jurnal
melakukan investasi di Indonesia dengan Manajemen Strategi Bisnis dan Kewirausahaan
melihat situasi apa yang sedang terjadi di Vol.9. No.2. Agustus 2015.
Husnan, Suad. 2011. Dasar-Dasar Teori Portopolio Dan
Indonesia.
Analisis Sekuritas Cetakan Kedua. Yogyakarta:
UPP AMP YKPN.
KESIMPULAN Jogiyanto, HM. 2010. Studi Peristiwa (Menguji Reaksi
Pasar Modal Akibat Suatu Peristiwa). Edisi 1.
Berdasarkan hasil analisis data dan Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
pembahasan yang telah dilakukan dapat ---------. 2013. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi
disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata ke 8. Yogyakarta: BPFE
abnormal return dan trading volume ativity yang Juliana, Stesia dan Saerang, Ivonne S. 2015. Capital
signifikan antara sebelum dan sesudah Market Reactions Toward The
Announcement of Increasing Fuel Prices Over
pengumuman penurunan BBM pada 1 April
LQ45 Stock on November 1st, 2014. Jurnal
2016. Hal ini mengidentifikasi bahwa saham
EMBA. Vol.3. No.1. Maret 2015. Hlm. 1274-
sektor transportasi bereaksi atas pemberitaan 1283.
dan diberlakukannya kebijakan penurunan Laksmi, Ni Kadek Uchi dan Ratnadi, Ni Made Dwi.
BBM. Peristiwa pengumuman ini dapat 2015. “Perbedaan Abnormal Return Sebelun
9
Siti Choriliyah, dkk. /Journal of Economic Education 5 (1) (2016)

dan Sesudah Penurunan Harga BBM”. E- Ak Universitas Pendidikan Ganesha. Vol.3. No.1.
Journal Akuntansi Universitas Udayana. Vol.13.3 2015.
Desember 2015. Sunariyah. 2011. Pengantar Pasar Modal. Edisi
Martono dan D. Agus Harjito. (2007).Manajemen Keenam. Yogyakarta: UPP STIM YKPN,
Keuangan. Yogyakarta: Ekonosia Suparsa, I Made Joni dan Ratnadi, Ni Made Dwi.
Marisca, Evi dan Wijaya, Trisnadi. 2014. “Analisis 2014. Perbedaan Abnormal Return dan
Perbedaan Abnormal Return Sebelum dan Trading Volume Activity Atas Pengumuman
Sesudah Pengumuman Kenaikan Harga Kenaikan Harga BBM Pada Saham Yang
Bahan Bakar Minyak (BBM) di Perusahaan Tergolong LQ45. E-Journal Akuntansi
LQ45”. Jurnal Manajemen STIE Multi Data Universitas Udayana 7.2 2014. Hlm. 382-289.
Palembang. Tandelilin, Eduardus. 2010. Analisis Investasi dan
Rohana, Jeannet & Mukhlaisin. (2003). “Analisis Manajemen Portofolio. Edisi Ketujuh. Kanisius.
faktor-faktor yang mempengaruhi stock split Yogyakarta.
dan dampak yang ditimbulkannya”. Yuliana, Indah. 2010. Investasi Produk Keuangan
Simposium Nasional Akuntansi. VI, 601-613 Syariah. Malang: UIN-Maliki Press
Siswantara, Kadek Racik. Dkk. 2015. Reaksi Investor www.detik.com
Dalam Pasar Modal Terhadap Peristiwa www.jawapos.com
Kenaikan Bahan Bakar Minyak. E-Journal S1 www.suara.com

10