Anda di halaman 1dari 2

ETIOLOGI

Penyebab utama atau faktor resiko utama cedera kepala yakni penyalah gunaan alcohol,
obat, kurang hati-hati saat mengemudi, tidak memakai sabuk pengaman. Tingkat pencegahan
sebagai berikut:

a. Pencegahan primer
Ajarkan klien untuk menggunakan sabuk pengaman pada kendaraan dan menggunakan
helm. Perintahkan klien untuk tidak mengendarai mobil/kendaraan saat dalam keadaan
mabuk.
b. Pencegahan sekunder
Bantu klien mengontrol kondisinya yang belum stabil pada massa penyembuhan
c. Pencegahan tersier
Tenangkan dan bawa klien ke pelayanan kesehatan

Mekanisme yang timbul yang terjadi pada trauma kepala adalah

I. Cedera Akselerasi-Delerasi
Guncangan pada kepala, baik yang disebakan oleh benturan ataupun bukan, akan
menyebabkan gerakakan yan cepat dari kepala, dan cidera yang terjadi tergantung dari
bagimana gerakan kepala tersebut. Dipandang dari aspek mekanis, akselerasi dan
delerasi merupakan fenomena serupa, dan hanya berbeda arahnya saja. Jadi efek
akselerasi pada bidang sagittal dari posterior ke anterior serupa dengan deselerasi
kepala anterior-posterior.
II. Cedera Akselerasi Translasi
Terjadi apabila titik berat otak(biasanya kira-kira terletak di daerah kelenjar pineal)
bergerak dalam suatu sumbu garis lurus. Gerakan translasi dapat muncul dalam periode
yang singkat sewaktu kepala bergerak sesaat sebelum gerakkan lai timbul, atau satu-
satunya kemunginana lain adalah adanya benturan pada vertex yang menimbulkan
gerakan superior inferior.
III. Cidera Akselerasi Rotasi
Terjadi bila ada gerakan rotasi dititik berat otak tanpa disertai pergerakan titik berat
tersebut. Merupak mekanisme yang sangat penting dan sangat berbahaya sehubungan
dengan bukan saja dapat menyebabkan jejas pada permukaan otak(seperti pada
gerakkan translasi), tetapi juga merupakan sati-satunya mekanisme yang
berkemampuan untuk menimbulkan jejas hebat dibagian dalam otak.
IV. Akselerasi Angular
Merupakan mekanisme cedera yang paling umum terjadi, merupakan gabungan dan
akselarsi translasi dan rotasi. Dalam hal ini titik berat otak bergerak dalam arah yang
membentuk sudut.

EPIDEMIOLOGI

Cedera adalah salah satu masalah kesehatan yang paling serius. Cedera kepala merupakan
salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan. Cedera kepala berperan pada hampir separuh
dari seluruh kematian akibat trauma. Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian
utama dikalangan usia produktif khususnya di negara berkembang. Distribusi cidera kepala terutama
melibatkan kelompok usia produktif antara 15-44 tahun dan lebih didominasi oleh kaum laki-laki
dibandingkan dengan perempuan.
Menurut WHO, kecelakaan lalu lintas di dunia tahun 2004 telah merenggut satu juta orang
setiap tahunnya sampai sekarang dan dari 50 juta orang mengalami luka dengan sebagian besar
korbannya adalah pemakai jalan yang rentan seperti pejalan kaki, pengendara sepeda motor, anak-
anak, dan penumpang. Sedangkan di Indonesia sendiri Pada tahun 2003 kasus cedera kepala akibat
kecelakaan lalu lintas sebanyak 13.399 kejadian. Dari jumlah yang ada sebanyak 9.865 orang
meninggal dunia, 6.142 orang cedera berat dan 8.694 cedera ringan.
Trauma kepala merupakan kedaruratan neurologik yang memiliki
akibat yang kompleks, karena kepala merupakan pusat kehidupan seseorang. Di
dalam kepala terdapat otak yang mempengaruhi segala aktivitas manusia, bila
terjadi kerusakan akan mengganggu semua sistem tubuh. Penyebab trauma kepala
yang terbanyak adalah kecelakaan bermotor (50%), jatuh (21%) dan cedera olahraga
(10%). Angka kejadian trauma kepala yang dirawat di rumah sakit di Indonesia
merupakan penyebab kematian urutan kedua (4,37%) setelah stroke, dan
merupakan urutan kelima (2,18%) pada 10 pola penyakit terbanyak yang dirawat di
rumah sakit di Indonesia. (Depkes RI, 2007)

SUMBER :
Manarisip, Miranda Esther Irene, et al. 2014. Gambaran Ct Scan Kepala Pada Penderita Cedera
Kepala Ringan Di Blu Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2012 – 2013 , dalam Jurnal e-CliniC
(eCl) Volume 2, Nomor 2, Juli 2014 : Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi Manado.