Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kelompok:

THE TRAGEDY OF THE COMMONS

Disusun Oleh:

Abdalia L012181003
Khusnul Khatimah L012181007

SEKOLAH PASCASARJANA
PROGRAM STUDI ILMU PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
MAKASSAR
2019
The Tragedy of The Commons
The Tragedy of The Commons merupakan sebuah istilah yang dipopulerkan oleh seorang
ahli ekologi, Garrett Hardin, untuk menggambarkan berkurangnya sumber daya bersama
(commons) akibat setiap individu bertindak secara bebas dan rasional untuk kepentingan diri
sendiri tanpa menyadari bahwa berkurangnya sumber daya bersama yang bertentangan dengan
kepentingan kelompok dalam jangka panjang. Hardin (1968) menggunakan istilah itu sebagai
landasan analisisnya mengenai dampak yang ditimbulkan dari kelebihan jumlah penduduk
(overpopulation). Argumentasi mengenai dampak tersebut didasarkan pada asumsi bahwa dunia
ini memiliki batas tertentu untuk menopang kehidupan manusia.Untuk itu, pertumbuhan jumlah
penduduk harus dibatasi.
Ketertarikan Hardin pada konsep tragedy of the commons dimulai ketika menemukan
keyakinan bahwa tidak semua masalah yang dihadapi manusia memiliki solusi teknis (Hardin,
1968). Logika ini juga berlaku pada masalah kelebihan penduduk yang dikuatirkannya akan
mengancam keberlangsungan hidup manusia. Masalah kelebihan penduduk ini akan memicu
terjadinya eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam dan memunculkan dampak
negatif seperti kelangkaan sumber daya alam. Salah satu contoh yang dapat diambil yaitu dalam
kasus penggembalaan sapi. Dalam kasus ini digambarkan terjadinya pertambahan sapi-sapi di
suatu padang rumput. Bagi pemilik sapi, pertambahan jumlah sapi dapat meningkatkan
keuntungan karena pemilik sapi dapat menjual sapi-sapi tersebut sehingga mendapatkan uang.
Tetapi pertambahan sapi itu juga membuat padang rumput semakin penuh dan pemilik sapi
slaing berebut lahan untuk menggembalakan sapi mereka yang bertambah banyak. Selain
penggembala sapi yang saling berebut lahan, persediaan makanan bagi sapi-sapi tersebut di
padang rumput juga semakin menipis.
Dengan adanya kasus tersebut ataupun kasus-kasus lainnya yang serupa sehingga Garret
Hardin berpendapat bahwa dalam menyelesaikan masalah tersebut tidak dapat ditempuh dengan
solusi teknis maupun dengan ilmu pengetahuan. Karena tidak ada solusi secara teknis, maka
solusi yang ditawarkan berupa solusi politik. Solusi politik merupakan solusi yang berasal dari
pemerintah berupa Undang-undang, Kebijakan, dan Sanksi.
Menurut Hardin, mengharapkan kesadaran individu dalam menyelesaikan permasalahan
kepadatan penduduk tidak bisa diandalkan. Manusia lebih mementingkan keuntungan bagi
dirinya dan dengan adanya banyak anak ia akan dapat melanjutkan keturunan serta lebih banyak
menguasai lahan. Kepedulian pada penduduk lain pun semakin berkurang, bahkan manusia
mulai saling berebut lahan.
The new commons atau bisa disebut lahan baru diperlukan ketika terjadi masalah
kepadatan penduduk dan perebutan lahan. Namun, lahan baru itu tidak bisa digunakan seenaknya
sendiri. Ada alternatif yang dibuat agar tidak terjadi perebutan lahan lagi. Bentuk alternatif itu
misalnya pemaksaan yang dibuat secara bersama-sama. Harus ada pembatasan dengan paksaan
karena kesadaran diri tidak bisa diandalkan. Pemaksaan secara bersama-sama dilakukan dengan
mengubah commons menjadi private. Lahan milik umum dibuat kepemilikan yang jelas atau ada
pembatasan yang disetujui bersama-sama antar pengguna lahan. Misalnya, setiap orang dibatasi
memiliki 5 sapi saja sehingga tidak timbul kelebihan, pembatasan emisi kendaraan bermotor,
pembatasan penangkapan ikan, dan pembatasan lain yang disetujui bersama termasuk sanksi
yang diberikan jika ada orang yang melanggar batas tersebut.

Sumber:

Eko Yulianto. 2013. The Tragedy of The Commons: Analisis dari Perspektif Teori Permainan dan
Contoh Kasus di Indonesia. FEB Universitas Gadjah Mada.

https://www.kompasiana.com/warihwidi/59bb22c49a78f13ec3113e12/review-the-tragedy-of-
the-commons-garrett-hardin, Diakses pada 11 Februari 2019.