Anda di halaman 1dari 6

UPAYA PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PRA-MEMBACA (KEAKSARAAN) ANAK

KELOMPOK B DENGAN METODE KARTU BERGAMBAR DI TK PGRI 3 CIMAHI

KUSMIYATI
15070097

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU – PAUD


SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
SILIWANGI BANDUNG

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pra-membaca (keaksaraan) anak kelompok B di TK PGRI 3
Cimahi menggunakan media Kartu Bergambar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan pra-
membaca (keaksaraan) anak kelompok B di TK PGRI 3 Cimahi serta guru masih sering menggunakan (LKA) Lembar
Kerja Anak, papan tulis, dan spidol sebagai pembelajaran pra-membaca (keaksaraan). Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif partisipati. Subjek dalam penelitian ini adalah anak
kelompok B di TK PGRI 3 Cimahi yang berjumlah 10 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan.
Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah kemampuan pra-membaca (keaksaraan) menggunakan kartu bergambar.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi, sedangkan teknik analisis data digunakan secara
kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu bergambar dapat meningkatkan
kemampuan pra-membaca anak kelompok B di TK PGRI 3 Cimahi. Peningkatan ini dapat dilihat dari hasil observasi
yang meningkat pada setiap siklusnya. Peningkatan dari pra tindakan ke Siklus I sebesar 30% dan dari Siklus I ke
Siklus II mengalami peningkatan sebesar 72%. Anak yang berada pada kriteria Berkembang Sangat Baik sebelum
tindakan/pra tindakan sebesar 20%, pada Siklus I sebesar 50%, dan pada Siklus II sebesar 92%. Adapun keberhasilan
tersebut dilakukan dengan langkah sebagai berikut: (1) mempersiapkan media dan mengkondisikan anak, (2)
memberitahukan tema pembelajaran serta menjelaskan cara bermain/memberi contoh serta membagi anak menjadi 3
kelompok, (3) anak bergiliran untuk bermain dan mengacak kartu dengan posisi terbalik di kantung flannel dan satu
per satu anak maju memilih 1 kartu dengan membaliknya, (4) anak bermain serta melakukan sesuai perintah dan
contoh guru dalam pembelajaran kemampuan membaca pada indikator 1 sampai 6 sesuai yang direncanakan peneliti,
dan (5) mendampingi dan memotivasi anak.

Kata kunci: Kemampuan Membaca Permulaan, Media Kartu Bergambar

PENDAHULUAN
Anak usia dini hampir selalu ingin Menurut Slamet Sedangkan dalam Akhi
merupakan manusia tahu terhadap apa yang Suyanto (2005: 5-6). Abdurahman, (2009:
kecil yang mempunyai dilihat dan Setiap anak bersifat 1) dalam dunia
rentang usia 0-6 yang didengarnya serta unik. Setiap anak pendidikan anak, ada
memiliki potensi besar seolah-olah tak pernah terlahir dengan potensi istilah Pendidikan
yang harus berhenti untuk belajar berbeda beda. Anak Usia Dini
dikembangkan secara sehingga pada Memiliki kelebihan, (PAUD) yang banyak
optimal. Anak usia dini pengembangan konsep bakat, dan minat dipakai para pendidik
ini memiliki pra membaca sendiri. Pada dasarnya untuk memberikan
karakteristik tertentu (keaksaraan) akan setiap anak memiliki pendidikan kepada
yang khas dan tidak mudah dipelajari oleh berbagai kecerdasan anak usia dini. PAUD
sama dengan orang anak bila namun sangat jarang adalah suatu proses
dewasa serta akan menggunakan metode yang sangat sempurna pembinaan tumbuh
berkembang menjadi pembelajaran yang memiliki delapan kembang anak 0-8
manusia dewasa tepat salah satunya kecerdasan seperti tahun secara
seutuhnya. Usia dini dengan metode kartu pada teori multiple menyeluruh mencakup
ini disebut juga masa bergambar. intelegent Howard semua aspek
emas (golden age) Berdasarkan uraian Gardner 1998. Anak perkembangan anak
karena pada usia ini diatas, maka perlu belajar dengan caranya diantaranya aspek
pertumbuhan dan ditemukan solusi yang sendiri, seringkali fisik, kognitif, sosial
perkembangan anak tepat sehingga oleh orang dewasa emosional, bahasa,
berkembang sangat peneliti dipandang mendidik anak tidak agama, moral,
cepat disetiap aspek perlu melakukan suatu sesuai dengan kemandirian dan seni.
perkembangannya, penelitian tindakan pemikiran anak Sedangkan pembinaan
meskipun pada kelas (PTK). melainkan sesuai dilakukan melalui
umumnya anak Tujuannya adalah dengan jalan pikiran rangsangan yang tepat
memiliki pola menemukan dan orang dewasa. dan benar sehingga
perkembangan sama memilih metode yang Sehingga dalam anak dapat tumbuh dan
tetapi ritme tepat dalam upaya mengoptimalkan berkembang secara
perkembangannya guru mengembangkan perkembangan anak optimal.
akan berbeda antara kemampuan pra- harus diberikan
anak yang satu dengan membaca anak kelas stimulus yang tepat, B. Pengertian
lainnya karena pada B, yang dapat juga diperlukan kerja Pra-Membaca
dasarnya anak bersifat melibatkan anak secara sama antara orangtua Membaca permulaan
individual (Sofia aktif dan merupakan dan guru untuk atau pra membaca
Hartati, 2005:7). pembelajaran yang mengupayakan (keaksaraan) adalah
Perkembangan anak menyenangkan bagi keterampilan motorik membaca yang
usia dini merupakan anak sehingga anak kasar pada anak. diajarkan secara
peningkatan kesadaran tidak merasa terbebani Anak usia dini adalah terprogram (secara
dan kemampuan anak dengan pembelajaran anak usia 0-6 tahun formal) kepada anak
untuk memperoleh tersebut tetapi anak dimana pada masa itu pra-sekolah. Dimana
pengetahuan yang akan memperoleh hasil merupakan masa pengajaran membaca
sebanyak-banyaknya yang baik yaitu keemasan dalam secara umum dapat
untuk bekal mereka memahami konsep perkembangannya, dibagi kedalam dua
dikemudian hari. Anak pra-membaca. artinya pada masa tahap yaitu pengajaran
memiliki dunia dan inilah kesempatan membaca permulaan
karakteristik sendiri KAJIAN TEORI terbaik untuk mulai dan pengajaran
jauh berbeda dari DAN METODE mendidik anak dengan membaca lanjutan.
dunia dan karakteristik memperkenalkan Adapun menurut
orang dewasa. Anak A. Teori Anak mereka terhadap Darwadi (2002:12)
anak sangat aktif, Usia Dini lingkungan dan dunia menyatakan bahwa:
dinamis, antusias, dan luar. membaca permulaan
merupakan tahap awal C. Pengertian kartu bergambar
dalam belajar Media Kartu tematik dan Penelitian ini adalah
membaca yang Bergambar Menurut kongkretisasi yang Penelitian Tindakan
difokuskan kepada Para Ahli bersifat abstrak tentang Kelas (PTK) atau
mengenal simbol- Kata media berasal lingkungan disekitar Classroom Action
simbol atau tanda- dari bahasa latin yaitu anak usia dini yang Research, yaitu
tanda yang berkaitan “medium” yang secara dapat menumbuhkan penelitian yang
dengan huruf-huruf harfiah berarti minat pra membaca dimaksudkan untuk
sehingga menjadi perantara. Dengan (keaksaraan) pada memberikan informasi
pondasi agar anak demikian media dapat anak kelompok Pada bagaimana tindakan
dapat melanjutkan diartikan sebagai masa ini esensi yang tepat untuk
ketahap membaca perantara pesan dari perkembangan anak meningkatkan
permulaan. sumber kepenerima didapat melalui kemampuan guru dan
Sedangkan tahap pesan (dalam proses bermain sambil keaktifan siswa. Oleh
membaca lanjutan komunikasi). belajar. Oleh karena karena itu, penelitian
menurut Amin Arief S. Sadiman itu, agar anak bersedia ini difokuskan pada
(1995:211) “membaca (2003: 6) mengartikan mempelajari sesuatu tindakan-tindakan
lanjutan adalah anak bahwa “media adalah dengan cepat dan sebagai usaha yang
tidak sekedar sesuatu yang dapat efektif, guru harus tepat untuk
mengenal simbol atau digunakan untuk menggunakan metode meningkatkan
tanda-tanda tapi sudah menyalurkan pikiran, dalam suasana yang kemampuan guru dan
mempergunakannya perasaan, dan minat menyenangkan. keaktifan siswa dalam
untuk membaca kata serta perhatian siswa Perkembangan otak pembelajaran.
atau kalimat sehingga sedemikian rupa pada masa kanak- Penelitian ini
anak memahami apa sehingga proses belajar kanak tidak bisa dilaksanakan mulai
yang dibacanya.” terjadi.” memperhatikan semua tanggal 1 september
Membaca permulaan Menurut Arief S. hal, apalagi yang tidak 2016 sampai dengan 1
atau pra membaca Sadiman (2003: 16-17) menarik, Desember 2016 pada
(keaksaraan) fungsi media adalah: membosankan atau semester ganjil tahun
merupakan saat kritis a. Memperjelas tidak menggugah akademik 2016/2017
dan strategis penyajian pesan emosi, pastilah tidak di TK PGRI 3 Cimahi
dikembangkannya agar tidak terlalu akan diingat oleh anak dengan subjek
kemampuan membaca bersifat verbalistis usia kanak-kanak penelitian adalah
tanpa teks yaitu b. Mengatasi (Gordon, 2000: 298- siswa/siswi kelompok
membaca dengan cara keterbatasan ruang 318). B dengan jumlah siswa
menceritakan gambar ,waktu dan daya Dari uraian diatas, 10 orang terdiri dari 6
situasional yang indera dapat disimpulkan orang anak laki-laki
tersedia. Dengan menggunakan bahwa proses dan 4 orang anak
Pengembangan yang media pendidikan pembelajaran pra perempuan.
tepat pada pra secara tepat dan membaca (keaksaraan) Penelitian tindakan
membaca (keaksaraan) bervariasi dapat di TK kelompok B, Kelas ini direncanakan
ini perlu sekali, mengatasi sifat pasif boleh saja dilakukan terdiri dari dua siklus
biasanya paling cocok anak didik. asalkan dengan yang didasarkan pada
dan sesuai dengan Sesuai dengan menggunakan metode RPPH pengajaran guru
karakter anak usia 5-6 penjelasan diatas, yang benar dan tetap kelas B. Tiap siklus
tahun yaitu membaca maka yang dimaksud mengedepankan proses dilaksanakan sesuai
sambil bermain media kartu bergambar bermain yang dengan perubahan
misalnya membaca dalam penelitian ini menyenangkan bagi yang ingin dicapai.
sambil menggunakan adalah media visual anak. Sebelum dilaksanakan
kartu bergambar. dua dimensi pada tindakan, terlebih
bidang yang tidak METODE dahulu anak diajak
transfaran, berupa PENELITIAN bercakap-cakap
dengan maksud untuk membaca permulaan. memiliki gambar sesuai dengan
mengetahui sejauh Hanya ada 1 anak yang menarik dan pendapat dari Arif
mana kemampuan yang belum mencapai berwarna-warni. Sadiman (1986: 31)
awal siswa dan kriteria keberhasilan Selain anak lebih tentang kekurangan
berkaitan dengan topik dikarenakan belum jelas saat membaca kartu kata sebagai
yang akan diajarkan memiliki ketertarikan huruf yang ada pada media gambar yang
yaitu mengenai konsep atau kesiapan untuk kartu tersebut, anak mengatakan bahwa
pra-membaca. membaca sehingga juga menjadi lebih gambar kurang
Setiap siklus dalam tidak memperhatikan aktif serta dapat efektif untuk kegiatan
penelitian ini meliputi guru dan sering memberi variasi pembelajaran. Saat
prosedur berikut: (1) melamun sendiri dalam proses belajar media ini digunakan
perencanaan; (2) walaupun anak ini mengajar guru di kelompok B TK
pelaksanaan tindakan; sudah cukup umur. karena sebelumnya PGRI 3 Cimahi,
(3) observasi dan Anak lebih sering hanya menggunakan media kartu ini
evaluasi; (4) refleksi mengganggu teman media papan tulis sangat efektif bagi
(Tim Proyek PGSM dan keluar kelas dan LKA serta guru ataupun anak.
1999). sehingga tidak kegiatan Guru dapat lebih
memperhatikan guru pembelajaran mudah untuk
dan masih sulit untuk membaca lebih mengajarkan anak
HASIL
berkonsentrasi. Hasil efektif. Hasil ini membaca dan anak
PENELITIAN DAN
ini sesuai dengan sesuai dengan lebih tertarik dan
PEMBAHASAN
teori dari Crawley pendapat Hamalik mudah menangkap
Setelah anak dan Mountain dalam dan Sadiman dalam apa yang diajarkan
kelompok B di TK Farida Rahim (2007: Nurbiana Dhieni guru sehingga dengan
PGRI 3 Cimahi 2) yang mengatakan (2008: 10.4) dan media ini mampu
mendapatkan bahwa membaca dari Nana Sudjana meningkatkan
tindakan pada saat pada tingkat awal & Ahmad Rivai kemampuan
pembelajaran dapat diberikan di (2005: 2) yang membaca anak.
membaca permulaan TK namun hal ini mengatakan bahwa 3) Pembelajaran
menggunakan media tergantung dari dengan menggunakan membaca permulaan
kartu kata kesiapan anak. media dapat menggunakan media
bergambar selama 2 Berapapun usia anak mengatasi sikap kartu kata bergambar
siklus, hal ini TK sudah mampu pasif anak sehingga sudah dibuat lebih
menunjukkan adanya untuk membaca anak tidak hanya menantang dengan
peningkatan pada asalkan anak sudah mendengarkan guru menutup gambar
kemampuan mempunyai kesiapan tetapi juga sambil bermain-
membaca anak. untuk membaca mengamati dan main, sehingga anak
Setelah dilaksanakan sehingga saat guru melakukan serta menjadi lebih
Siklus II, mengajarkan anak media mampu bersemangat, lebih
keberhasilan yang akan lebih mudah memberikan variasi antusias dan
direncanakan peneliti untuk menerima apa dalam pembelajaran. menimbulkan
dapat tercapai dengan yang diajarkan oleh Media yang kepenasaran anak.
hasil yang cukup guru. digunakan Suasana kelas juga
baik. Adapun hasil 2) Anak tidak seharusnya sesuai menjadi lebih
pembahasannya mengalami kesulitan dengan kebutuhan kondusif, nyaman
adalah sebagai lagi dan mudah anak. Media kartu ini sehingga hampir
berikut: untuk membaca sebaiknya dibuat semua anak menjadi
1) Pada Siklus II, dengan jelas karena dengan besar lebih fokus ketika
sebagian besar anak tulisan pada media sehingga proses pembelajaran
sudah mencapai diperbesar, sesuai memudahkan anak membaca
kriteria keberhasilan dengan dunia anak untuk belajar. Namun menggunakan kartu
dalam kemampuan karena kartu dalam hasil ini tidak kata bergambar di
aula. Hasil ini membaca dengan siklus I ke Siklus II
sesuai dengan suara keras. Anak mengalami peningkatan
DAFTAR PUSTAKA
pendapat Bromley yang sebelumnya sebesar 50%. Anak
dalam Nurbiana sering mengganggu yang berada pada Acep Yoni. (2010).
Dhieni (2005: 5.22) teman sekarang mau kriteria Berkembang Menyusun
yang mengatakan memperhatikan dan Sangat. Baik sebelum Penelitian Tindakan
bahwa strategi yang antusias dengan tindakan/pra tindakan Kelas. Yogyakarta:
digunakan harus tugas yang sebesar 0%, pada Siklus Familia.
sesuai dengan minat diberikan. Hasil ini I sebesar 30%, dan pada Anggani Sudono.
anak dan pendekatan sesuai dengan Siklus II sebesar 92%. (2000). Sumber
diberikan dengan pendapat Bromley Adapun keberhasilan Belajar dan Alat
menerapkan prinsip dalam Nurbiana tersebut dilakukan Permainan (untuk
DAP yaitu belajar Dhieni (2005: 5.22) dengan langkah- Pendidikan Anak
sambil bermain. Hal yang mengatakan langkah sebagai Usia Dini). Jakarta:
ini juga sependapat bahwa dalam suatu berikut: (1) PT Grasindo.
dengan Aulia pembelajaran harus mempersiapkan media Arif Sadiman. (1986).
(2011: 37) yang memperhatikan dan mengkondisikan Media Pendidikan.
mengatakan bahwa motivasi. Motivasi anak, (2) Jakarta: Raja
pembelajaran ekstrinsik ini sangat memberitahukan tema Grafindo Jakarta.
sebaiknya dilakukan penting bagi anak pembelajaran serta Aulia. (2011).
sambil bermain agar ia lebih percaya menjelaskan cara Mengajarkan Balita
sehingga tidak diri dan terus bermain dan memberi Anda Membaca.
membebani anak berusaha agar mampu contoh serta membagi Yogyakarta: Intan
dan buat anak melakukan dengan anak dalam 3 Media.
senyaman mungkin. baik. kelompok, (3) anak Cucu Eliyati. (2005).
Dengan ruangan bergiliran untuk Pemilihan dan
yang nyaman dan bermain dan mengacak Pengembangan
tenang, anak dapat KESIMPULAN kartu dengan posisi Sumber Belajar
lebih berkonsentrasi Berdasarkan hasil terbalik di kantung untuk AUD.
dengan baik. penelitian dan flannel dan satu per Jakarta: Depdiknas.
Sehingga dapat pembahasan, maka satu anak maju memilih Suharsimi Arikunto.
disimpulkan bahwa peneliti menarik 1 kartu dengan (2005).
dengan ruang yang kesimpulan yaitu membaliknya, (4) anak
Manajemen
selalu tidak kondusif pembelajaran dengan bermain serta
dapat mengurangi melakukan sesuai Penelitian.
menggunakan media
kenyamanan dan kartu bergambar perintah dan contoh Jakarta: PT
konsentrasi anak. mampu meningkatkan guru dalam Rineka Cipta.
4) Dengan kemampuan membaca pembelajaran ________________.
menggunakan media permulaan anak di TK kemampuan membaca (2010). Penelitian
kartu bergambar dan PGRI 3 Cimahi. pada indikator 1 sampai Tindakan untuk
guru memberikan Peningkatan tersebut 6 sesuai yang
Guru, Kepala
reward berupa dapat dilihat dan direncanakan peneliti,
bintang, anak dan (5) mendampingi Sekolah &
dibuktikan dari adanya
menjadi lebih peningkatan persentase dan memotivasi anak Pengawas.
bersemangat saat dari sebelum tindakan, apabila ada yang Yogyakarta:
belajar membaca. setelah dilakukan mengalami kesulitan Aditya Media.
Anak lebih kondusif tindakan pada Siklus I sehingga guru dapat _______________.
saat menunggu dan setelah dilakukan membantunya serta (2010). Prosedur
gilirannya dan sudah tindakan pada Siklus II. tidak memaksa anak
Penelitian Suatu
lebih percaya diri Peningkatan dari pra- untuk harus menjawab
saat maju dan atau melakukan dengan Pendekatan
tindakan ke Siklus I
melafalkan kata atau sebesar 30% dan dari benar.
Praktik. Jakarta:
PT Rineka Cipta.