Anda di halaman 1dari 5

BAB II

DASAR TEORI

2.1 Pengolahan Bahan Galian

Pengolahan Bahan Galian merupakan proses pemisahan mineral


berharga dari mineral tidak berharga (gangue), yang dilakukan secara
mekanis, menghasilkanproduk yang kaya mineral berharga (konsentrat) dan
produk yang mineralnya berkadar rendah (tailing). Proses pemisahan ini
didasarkan atas sifat fisik mineral maupun sifat kimia fisika permukaan
mineral dan diupayakan menguntungkan. Adapun keuntungan dari Pengolahan
Bahan Galian adalah :

1. Secara Ekonomis

a. Mengurangi ongkos angkut tiap ton logam dari lokasi penambangan ke


pabrik
pengolahan, karena sebagian mineral tidak berharga (waste mineral) telah
terbuang selama proses pengolahan dan kadar bijih sudah ditingkatkan.
b. Mengurangi jumlah Flux yang ditambahkan dalam peleburan serta
mengurangi metal yang hilang bersama Slag.
c. Mengurangi biaya peleburan tiap ton logam yang dihasilkan, sebab
dalam peleburan tonase logan yang dihasilkan lebih banyak (dalam
waktu yang sama) bila dibandingkan dengan peleburan tanpa diawali
dengan Pengolahan Bahan Galian.

2. Secara Teknis

a. Pengolahan Bahan Galian akan menghasilkan konsentrat yang


mempunyai kadar mineral berharga relatif tinggi, sehingga lebih
memudahkan untuk mengambil metalnya.
b. Ada kemungkinan konsentratnya mengandung lebih dari satu mineral
berharga, maka ada kemungkinan dapat diambil logam yang lain sebagai
hasil sampingan.

2.2 Ketergerusan(Grindability)

Ketergerusan merupakan sifat mudah-sulitnya batubara untuk diremuk


atau digerus. Besar kecilnya nilai ketergerusan ini, dinyatakan dengan suatu
indeks yang disebut Hardgrove Grindability Index atau HGI. Semakin kecil
nilai HGI, berarti semakin sulit penggerusannya; dan begitu pula
sebaliknya. Pertama-tama, sampel digerus dan diayak hingga ukuran tertentu,
yaitu antara 1190~ 590µm. Setelah itu, 50g sampel dimasukkan ke dalam alat
uji ketergerusan Hardgrove bersama dengan 8 buah bola. Setelah diputar
sebanyak 60 kali, lalu diayak dengan ayakan 75µm (200 mesh). Undersize
product (hasil lolos ayakan) yang diperoleh lalu ditimbang, dan
disubstitusikan ke persamaan berikut: HGI = 13 + 6,93W dimana W adalah
berat undersize product (dalam gram) pada ayakan 75µm. Hubungan antara
ketergerusan dengan tingkat pembatubaraan: Nilai maksimum HGI untuk
batubara Jepang, diperoleh pada batubara dengan kandungan karbon 86%
(daf basis).

Untuk batubara bituminus luar negeri (impor dari luar Jepang), nilai
maksimumnya didapat pada kandungan karbon sekitar 90%. Secara umum,
diketahui bahwa caking coal merupakan batubara yang paling mudah digerus,
sedangkan brown coal atau lignite merupakan batubara yang paling susah
digerus. Tentu saja hal ini tergantung pula kepada struktur batubara maupun
banyak-sedikit kandungan abunya. HGI umumnya dinyatakan dalam rentang
bilangan antara 30~120. Untuk batubara yang dipakai pada pembangkit listrik
(steam coal), batubara digerus terlebih dahulu menjadi partikel halus sebelum
dimasukkan ke dalam boiler. Bila batubara terlalu keras, yang berarti nilai
HGI kecil, maka akan menurunkan performa dari mesin penggerus (mill).
Dengan kata lain, bila nilai HGI semakin rendah, maka diperlukan daya yang
lebih besar bagi mesin penggerus.
Ketergerusan batubara merupakan sifat fisik yang mencakup sifat-sifat
lain seperti kekuatan, kekerasan dan kuat pecah. Nilai ketergerusan
Hardgrove adalah angka yang menunjukan kemudahan batubara untuk
digerus. Makin tinggi nilai ketergerusan batubara, makin mudah batubara itu
digerus. Batubara yang paling mudah digerus adalah bituminus low volatile
dan medium volatile bila dibandingkan dengan batubara bituminus jenis high
volatile,subbitiminus dan antrasit. Sifat fisik batubara perlu diketahui untuk
pegelolaan dan pengolahan. Pengelolaan adalah perlakuan batubara dari
diambil dari alam sampai jadi bahan/ barang yang siap jadi. Pengelolahan
adalah prosesyang berada dalam pengelolaan, bagaimana mengolah batubara
tersebut sampai jadi produk akhir.

2.3 Hardgrove Grindability Index

HGI merupakan salah satu sifat fisik dari batubara yang menyatakan
kemudahan batubara untuk di pulverise sampai ukuran 200 mesh atau 75 micron.
Cara pengujian HGI ialah dengan menggunakan mesin Wallace
Hardgrove .Sampel batubara yang sudah digerus pada ukuran partikel tertentu
akan dimasukan kedalam mesin Wallace Hardgrove. Selanjutnya digerus dengan
menggunakan bola baja pada putaran. Acuan Standar dalam Hardgrove Grind
Ability Index(HGI). HGI mengunakan Acuan Standar sesuai ISO 5074 :
1994 dan ASTM D409-08. ISO merupakan International Standard, yaitu standar
yang diproduksi oleh BSI Group yang didirikan di bawah Royal Charte dan yang
secara resmi ditunjuk sebagai Badan Standar Nasional (NSB) untuk negara
Inggris dan merupakan standar konsensus formal. Salah satu tujuan BSI, yaitu
mengatur standar mutu barang dan jasa, mempersiapkan dan mempromosikan
adopsi umum Inggris Standar, dan mengubah standar tersebut sebagai
pengalaman dan kondisi yang membutuhkan. Sedangkan ASTM
merupakan American Standard for Testing American, yaitu suatu Standarisasi
Internasional yang dapat meningkatkan kualitas produk pengujian karena ASTM
telah memberikan metode pengujian, spesifikasi, panduan dan praktek-praktek
yang mendukung industri.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mineral berharga hasil penambangan biasanya masih bersatu dengan


pengotornya. Untuk meningkatkan kadar mineral tersebut maka perlu
dilakukan proses pengolahan bahan galian. Pengolahan bahan galian adalah
proses yang berlangsung untuk memisahkan mineral berharga dari mineral
pengotornya atau mineral-mineral tidak berharga yang merupakan produk
hasil penambangan yang dilakukan secara mekanis tanpa merubah sifat-sifat
fisik/kimia dari mineral tersebut. Dilakukannya pengolahan tersebut bertujuan
untuk meningkatkan harga jual produk hasil penambangan tersebut.

Ketergerusan merupakan sifat mudah-sulitnya batubara untuk diremuk


atau digerus. Besar kecilnya nilai ketergerusan ini, dinyatakan dengan suatu
indeks yang disebut Hardgrove Grindability Index atau HGI. Semakin kecil
nilai HGI, berarti semakin sulit penggerusannya; dan begitu pula sebaliknya.

HGI merupakan salah satu sifat fisik dari batubara yang menyatakan
kemudahan batubara untuk di pulverise sampai ukuran 200 mesh atau 75 micron.
Cara pengujian HGI ialah dengan menggunakan mesin Wallace
Hardgrove .Sampel batubara yang sudah digerus pada ukuran partikel tertentu
akan dimasukan kedalam mesin Wallace Hardgrove. Selanjutnya digerus dengan
menggunakan bola baja pada putaran.

Percobaan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa


agar dapat berkompeten dan mampu menjalankan serta memfungsikan
Crusher sebagai alat pengolahan bahan galian, oleh nya itu percobaan ini
sangatlah perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari materi yang di dapatkan
dari mata kuliah pengolahan bahan galian.