Anda di halaman 1dari 2

Nur Hildah Inayah

J111 16 516

Acrylic Curing Process

Menyiapkan GT Wax untuk Proses Akrilik

 Penghalusan ulang kontak oklusal


o Remounting model pada artikulator lain : kontak oklusal mungkin sedikit berubah
karena wax mengalami ekspansi atau konstraksi. Kontak oklusal perlu dicek ulang
pada wax baseplate sebelum prosesing.
o Menambah condylar guidance : teknisi diminta menambah condylar guidance di
artikulator sekitar 5o untuk menambah kemiringan molar sehingga kontak
balancing protrusive dipertahankan di posterior
 Memastikan seal palatal di palatum mole. PMMA bertendensi menjauh dari
permukaan model
 Akhiran palatal berada di antara palatum mole sehingga dapat dibuat menekan
daerah mukosa palatum
 Wax contour
 Lebih mudah daripada merubah bentuk basis yang sudah berbentuk akrilik.
 Mempertahankan orientasi model RA pada artikulator : ada tendensi bahwa model
akan rusak pada saat pelepasan GT dan gigi-gigi akan sedikit bergerak karena tekanan
sewaktu prosesing.

Flasking

Model diletakkan pada kuvet  dioleskan vaselin  ditutup dengan kuvet lawan  diisi
dengan gips / plaster stone

Mengeluarkan wax dari Mold Chamber

Setelah gips lunak sudah setting dilakukan pemanasan (boiling out)  kuvet dikeluarkan
dan dibuka  lempengan gips yang masih padat dikeluarkan  ambil air panas lalu
disiramkan sehingga sisa-sisa wax atau malam keluar dan tidak ada sisa-sisa sedikitpun
termasuk yang berada di sela-sela gigi artifisial. Gigi artifisial menekan kuvet lawan

Sealing the surface of the stone mold

 Mikroporosittas gips ditutup dengan CMS / Alcote agar tidak dipenetrasi oleh akrilik
 Gigi akrilik hanya akan melekat dengan resin akrilik jika bersih dan tidak ada sisa wax
Gigi akrilik dan basis akrilik akan terjadi reaksi kimia karena berbahan yang sama.
 Bahan separasi diulaskan ke gips dengan hati-hati agar tidak mengenai permukaan
retensi gigi artifisial
 CMS tidak boleh mengenari permukaan gigi (karena CMS melindungi permukaan
mold, kalau terkena CMS akan menghalangi reaksi dari akrilik tersebut)

Packing the mold

 Polimer dan monomer dicampur sesuai instruksi pabrik


 3 menit di dalam mangkuk opak
 Dough (not sticky) ditempatkan pada bagian gigi di bagian atas mold (kuvet) dan
ditutupi dengan plastic tipis
 Pres 1 (trial pres) hingga keluar kelebihan resin
Pengepresan dilakukan perlahan agar resin masih dapat mengisi bagian yang kosong,
hal ini terjadi karena udara pun keluar
Apabila dilakukan dengan cepat, maka udara dapat terperangkap, dan resin tidak dapat
mengisi bagian tersebut
 Tutup lalu pres 2 masih dipisahkan plastic
 Terakhir ditutup tanpa plastic dan dipres

Prosesing resin akrilik

 Kuvet diletakkan selama 6 jam sebelum direndam di dalam air pada suhu kamar
 Suhu air ditingkatkan selama 1 jam hingga sekitar 70 derajat C
 Pada kondisi demikian dipertahankan selama 9 jam
 Tekanan selama pres dilepaskan pada periode 6 jam
 Suhu ditingkatkan perlahan utnuk mengurangi gelembung pada resin akrilik
(porositas)
 Resin dapat diproses lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi tetapi dengan risiko
mendidihnya monomer sehingga lebih banyak poros terjadi
 Kuvet didinginkan secara perlahan ke suhu kamaer, mold dilepaskan dari kuvet. Lalu
GT dilepaskan dari mold.

Melepaskan kesalahan oklusal saat prosesing

 Kesalahan diperbaiki dengan remounting pada artikulator setelah dilepas dari kuvet
tapi sebelum dilepas dari master cast
 Adanya interference akan menghambat pin insisal berkontak dengan incisal table dari
artikulator, sehingga hambatan akan tertanda dengan articulating paper, dihilangkan
dengan bur round untuk memperbaiki kontak oklusal bilateral sehingga pin insisal
kembali berkontak dengan meja insisal.