Anda di halaman 1dari 1

PENGARAHAN DARI KEPALA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN)

SUNGAILIAT

Pada kesempatan yang baik ini menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana maupun semua pihak lainnya yang telah
ikut berpartisipasi membantu terselenggaranya kegiatan ini serta semua peserta yang hadir
saat ini.
Maksud dari penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang
pentingnya sertifikasi HAM perikanan dan bagaimana pelaksanaan perjanjian kerja laut bagi
awak kapal perikanan pada pelabuhan perikanan nusantara sungailiat.
Penegakan HAM nelayan tertuang dalam Peraturan mentri (Permen) Kelautan dan Perikanan
No.35 Tahun 2015 tentang Sistem HAM dan Sertfikasi untuk usaha perikanan. Dengan
terbentuknya Permen ini pemerintah berupaya melakukan berbagai hal demi menjaga hak-
hak nelayan dan melindungi keselamatan nelayan Indonesia. Beberapa diantaranya yaitu,
mengatur kontrak kerja nelayan, mengatur jam kerja nelayan, dan melakukan edukasi tentang
pengolahan hasil perikanan pada nelayan.
Adanya berbagai kasus kejahatan yang menerpa para pekerja di industri perikanan dan
kelautan terutama para nelayan, maka pemerintah mendorong untuk segera melakukan
sertifikasi hak asasi manusia (HAM) pada usaha perikanan. Tujuannya, agar profesi pekerja
industri perikanan diakui sebagai profesi yang legal dan dilindungi. Ada banyak ribuan orang
yang bekerja di industri ini, dari hari ke hari tanpa jaminan yang layak, dan mereka harus
menghadapi resiko kematian serta luka yang semuanya untuk mendapatkan tangkapan hasil
laut. Dengan adanya sertifikasi, diharapkan semua pelaku industri perikanan bisa secara
perlahan mendapatkan perlindungan penuh secara hukum maupun HAM, termasuk
perlindungan yang diberikan berupa asuransi dimana bekerja di tengah laut itu harus
menanggung resiko sangat tinggi dan penghasilan yang tidak menentu.
Adapun sangsi yang diberikan bila tidak segera mengikuti sertifikasi HAM pekerja
perikanan, maka izin operasional untuk kapal dan usaha perikanan tidak akan diberikan dan
atau diperpanjang. Izin yang tidak akan dikeluarkan itu, mencakup Surat Izin Usaha
Perikanan (SIUP), Surat Izin Penangkap Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan
(SIKPI).