Anda di halaman 1dari 5

Appendicitis

K.U: Nyeri perut kanan bawah

Riwayat penyakit sekarang:

- Onset: sudah sejak kapan nyerinya?


- Lokasi: nyeri di sebelah mana? (minta pasien tunjuk)  kanan bawah
- Perjalanan penyakit: apakah nyerinya menetap? Hilang timbul? Atau mendadak?
- Frekuensi: sehari nyeri berapa kali? Nyeri pada saat beraktifitas atau istirahat?
- Kuantitas nyeri: dari skala 1-10, angka berapa untuk menggambarkan nyeri?
- Kualitas nyeri: nyerinya menjalar? (nyeri epigastrium di umbilikus awalnya kemudian dalam beberapa jam akan terasa nyeri
sangat tajam di kanan bawah atau titik McBurney), nyeri tumpul atau tajam? (gejala klasik: nyeri samar-samar dan tumpul)
- Apakah menganggu aktifitas?
- Apa saja yang memperingan? Berbaring dan menekuk kaki kearah perut
- dan memperberat nyeri? Berdiri, berjalan dan mengedan

Keluhan Penyerta:

- mual, kadang ada muntah


- nafsu makan menurun (anoreksia)
- demam ringan
- konstipasi
Riwayat Pengobatan:

apakah sudah pernah minum obat? Atau sedang dalam pengobatan?

Apabila ia mengalami konstipasi dan membutuhkan obat pencahar maka dapat menyebabkan perforasi, maka tindakan ini sangat tidak
dianjurkan.

Riwayat penyakit dahulu:

Apakah sudah pernah mengalami hal ini sebelumnya?

Riwayat keluarga:

Apakah ada keluarga yang menderita hal sama?

Riwayat kebiasaan:

- bagaimana pola makannya? Apakah makan sayur dan buah-buahan setiap hari?
- Sehari minum air berapa gelas? (normalnya 8 atau 1,5L-2L)
- Apakah rajin berolahraga setiap minggu?
- Apakah merokok? Minum alkohol?

DD:

- KET (nyeri kanan bawah)


- Gastroenteritis (mual muntah mendahului nyeri, sedangkan App terbalik)
- Demam Dengue (karena terdapat adanya nyeri perut, namun bedanya tes Rumpel Leede positif, App tidak)
Pemeriksaan Fisik:

- Suhu sekitar 37,5°C – 38,5°C (App. Akut). Bila suhu lebih tinggi mungkin sudah terjadi perforasi
- Pada inspeksi perut:
a. Tidak ditemukan gambaran spesifik
b. Kembung biasanya ditemukan pada penderita komplikasi perforasi
c. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihat pada massa atau abses peripapendikuler
- Pada palpasi perut:
a. Nyeri yg terbatas pada regio iliaka kanan, bisa disertai nyeri lepas.
b. Defans muskuler menunjukkan adanya rangsangan peritoneum
c. Nyeri tekan perut kanan bawah (kunci diagnosis)
d. Tanda Rovsing (+) : tekan kiri bawah, nyeri sebelah kanan bawah
e. Tanda Blumberg (+): nyeri kanan bawah bila tekanan di kiri dilepas
- Pemeriksaan RT:
Nyeri positif pada app pelvika
- Uji psoas (+)
- Uji obturator (+)

Pemeriksaan Penunjang:

- Jumlah leukosit  Leukositosis >10.000/mm3


- Foto polos: adanya gambaran radiopak fekalith pada kuadran kanan bawah
- USG: adanya struktur hiperechoic, periappendiceal fluid, appendicolith (kalsifikasi pada appendiks pada APP. Akut)
Tatalaksana:

1. Curiga appendicitis akut  tidak jelas  observasi tiap 1-2 jam  tidak jelas  usg dan lab
2. Curiga appendicitis akut  appendicitis  appendektomi, LAPARATOMI dengan insisi Mc.Burney
3. Curiga appendicitis  penyakit lain  tindakan yang sesuai
- Antibiotik hanya untuk appendicitis gangrenosa dan appendicitis perforata saja
- Apabila menunda appendektomi dengan memberikan antibiotik, maka akan mengakibatkan abses dan perforasi

R/ Amoxiclav tab 500 mg no. XXX

S 3 dd 1 tab

Komplikasi:

Appendicitis Rekuren:

Nyeri berulang di perut kanan bawah sehingga mendorong dilakukannya appendektomi. Ini akibat app akut pertama kali yang sembuh
spontan.

Appendicitis kronik:

Riwayat perut kanan bawah >2 minggu, terbukti terjadi radang kronik baik secara makroskopi dan mikroskopi, keluhan menghilang
pasca appendektomi.

Kriteria mikroskopik adalah fibrosis menyeluruh dinding appendiks dan infiltrasi sel inflamasi kronik
Mukokel appendiks:

Datang dengan keluhan rasa tidak enak pada perut kanan bawah dan kadang teraba massa memanjang di regio iliaka.