Anda di halaman 1dari 4

Nama : Aprilia Sharlita Sihite

NPM : 1611011034

1. Jelaskan peran dari fungsi MSDM dalam perumusan strategi!


Peran MSDM dalam perumusan strategi adalah bagaimana manajemen
dalam perusahaan untuk memperoleh atau mengembangkan SDM (orang)
sebagai strategi untuk mencapai keberhasilan dengan cara mendidik para
eksekutif puncak melalui biaya-biaya (perekrutan, pelatihan, dan
sebagainya) yang berkaitan dengan memperoleh orang-orang yang
memiliki keterampilan-keterampilan yang tepat untuk mengelola tenaga
kerja seperti itu. Proses pengambilan keputusan manajemen strategis yang
dilakukan oleh perusahaan biasanya terjadi pada tingkat puncaknya,
dengan sebuah kelompok perencanaan strategis yang terdiri atas pejabat
eksekutif yang setara dengan direktur utama, pejabat eksekutif yang setara
dengan keuangan, presiden, dan berbagai wakil presiden. Akan tetapi,
setiap unsur dari prosesnya melibatkan masalah-masalah bisnis yang
berhubungan dengan orang. Oleh karena itu, fungsi MSDM perlu
dilibatkan pada setiap unsurnya.

2. Jelaskan keterkaitan antara MSDM dalam perumusan strategi!


 Hubungan administratif
Pada hubungan administratif (tingkat integrasi yang
terendah), perhatian fungsi MSDM difokuskan pada
berbagai aktivitas sehari-hari. Eksekutif SDM tidak memiliki
waktu atau kesempatan untuk menggunakan wawasan
strategis terhadap masalah-masalah MSDM. Dengan
demikian, pada tingkat integrasi ini, departemen MSDM
benar-benar terpisah dari unsur proses manajemen strategis
apapun, baik dalam perumusan strategis maupun
pelaksanaan strategis.
 Hubungan satu arah
Pada hubungan satu arah, fungsi perencanaan bisnis strategis
perusahaan adalah mengembangkan rencana strategis,
kemudian menginformasikan rencana fungsi MSDM.
Banyak orang yakin bahwa tingkat integrasi tersebut
merupakan MSDM strategis, yaitu peran fungsi MSDM
adalah merancang sistem-sistem dan/atau program-program
yang menerapkan rencana strategis. Tingkat integrasi
tersebut sering kali mengarah pada rencana-rencana strategis
bahwa perusahaan tidak dapat menerapkannya dengan
sukses.
 Hubungan dua arah
Hubungan dua arah memungkinkan adanya pertimbangan
masalah-masalah SDM dalam proses perumusan strategi.
Pertama, tim perencanaan strategis menginformasikan fungsi
MSDM dari berbagai strategi yang dipertimbangkan oleh
perusahaan. Kemudian, para eksekutif MSDM menganalisis
dampak-dampak SDM dari berbagai strategi dan menyajikan
hasil analisis tersebut kepada tim perencanaan strategis. Pada
akhirnya, setelah keputusan strategis dibuat, rencana
strategis diteruskan kepada eksekutif MSDM yang
mengembangkan program untuk diterapkan. Fungsi
perencanaan strategis dan fungsi MSDM saling bergantung
pada hubungan dua arah.
 Hubungan integratif
Hubungan integratif bersifat dinamis dan banyak segi
berdasarkan interaksi yang terus menerus daripada interaksi
yang berurutan. Alih-alih proses pertukaran informasi yang
berulang-ulang, perusahaan-perusahaan dengan hubungan
integratif mempunyai fungsi-fungsi MSDM yang dibangun
langsung ke dalam proses-proses perumusan dan
pelaksanaan strategi.

3. Menurut UU No. 13 Tahun 2003 adakah peluang pekerjaan yang


sama? Jelaskan!
Dalam UU No. 13 Tahun 2003 pasal 5 menyatakan bahwa, “Setiap
tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi
untuk memperoleh pekerjaan”. UU No. 13 Tahun 2003 pasal 6 juga
menyatakan bahwa, “Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh
perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha”. Artinya
bahwa seluruh pekerja harus diperlakukan dengan perlakuan yang
sama. Tidak boleh dilakukan berbeda daari segi warna kulit, jenis
kelamin, umur, ras ataupun agama. Misalnya, dalam sebuah
pemilihan jabatan manager, ada dua calon yaitu wanita dan pria.
Setiap bawahan yang akan memilih, tidak boleh melakukan
diskriminasi dengan memilih calon manager pria dengan
beranggapan bahwa pria lebih berpotensi dalam memimpin sebuah
perusahaan.
4. Jelaskan pentingnya analisis jabatan pada manajemen strategis dan
MSDM!
Pentingnya analisis jabatan pada manajemen strategis adalah
pertama, ada berbagai perbedaan individu tentang kecakapan kerja,
yang berarti bahwa para individu berbeda dalam kemampuan-
kemampuan mereka. Kedua, ada berbagai persyaratan kecakapan
yang unik untuk berbagai pekerjaan yang berbeda. Ketiga, agar
dapat mencapai kinerja yang berkualitas tinggi, masyarakat harus
mencoba menempatkan orang-orang pada berbagai pekerjaan yang
paling sesuai dengan kecakapan mereka. Dengan kata lain, bagi
masyarakat (atau organisasi), agar dapat berhasil, organisasi tersebut
harus memiliki informasi terperinci tentang berbagai persyaratan
pekerjaan (melalui analisis jabatan) dan harus memastikan bahwa
ada kesesuaian antara berbagai persyaratan pekerjaan dengan
berbagai kecajapan individu (melalui seleksi).
Pentingnya analisis jabatan pada MSDM adalah analisis jabatan
merupakan suatu aktivitas yang penting bagi para manajer SDM
untuk membangun kesatuan dari segala sesuatu yang dilakukan oleh
karyawan. Pernyataan ini mengacu pada fakta bahwa hampir setiap
program MSDM memerlukan beberapa jenis informasi yang
diperoleh dari analisis jabatan: seleksi, penilaian kinerja, pelatihan
dan pengembangan, evaluasi pekerjaan, perencanaan karier,
perancangan ulang pekerjaan, serta perencanaan SDM. Para manajer
harus memiliki informasi terperinci tentang seluruh pekerjaan pada
kelompok kerjanya agar dapat memahami proses aliran kerja. Di
samping itu, pemahama tentang proses aliran kerja itu penting jika
seorang manajer memilih untuk merancang ulang aspek-aspek
tertentu untuk meningkatkan efisiensi atau efektivitas.