Anda di halaman 1dari 29

1

KELUARGA DENGAN ANAK PRASEKOLAH


A. DEFINISI
Tahap ini dimulai saat anak pertama berusia 2,5 tahun dan berakhir saat anak
berusia 5 tahun (Duvall dan Miller,1985).
Kehidupan keluarga selama tahap ini sangat penting dan memberi tuntutan
bagi orang tua. Kedua orang tua banyak menggunakan waktu mereka, karena
kemungkinan besar ibu bekerja, baik bekerja paruh waktu maupun dengan waktu
penuh. Namun dengan menyadari bahwa orang tua adalah ‘arsitek keluarga’,
maka adalah penting bagi mereka untuk memperkokoh kemitraan mereka, agar
pernikahan mereka tetap hidup dan lestari.
Pada tahap ini anak-anak prasekolah harus banyak belajar, khususnya dalam
hal kemandirian. Mereka harus mencapai otonomi yang cukup dan mampu
memenuhi kebutuhan sendiri agar dapat menangani diri mereka sendiri tanpa
campur tangan orang tua dimana saja dan kapan saja. Pengalaman di kelompok
bermain atau program yang serupa lainnya merupakan cara yang baik untuk
membantu perkembangan semacam ini. Peningkatan yang tajam dalam IQ dan
keterampilan sosial telah dilaporkan terjadi setelah anak menyelesaikan sekolah
taman kanak-kanak selama 2 tahun (Kraft et al,1968 dalam Friedman, 1992).

B. TUGAS PERKEMBANGAN KELUARGA


Tugas perkembangan pada tahap ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tahap Perkembangan Tugas Perkembangan
Keluarga dengan Anak Pra a. Memenuhi kebutuhan anggota
Sekolah keluarga seperti kebutuhan tempat
tinggl, privasi dan rasa aman
b. Membantu anak untuk bersosialisasi
c. Beradaptasi dengan anak yang baru
lahir, sementara kebutuhan anak
yang lain juga harus terpenuhi
d. Mempertahankan hubungan yang
sehat baik di dalam maupun di luar
2

keluarga (keluarga lain dan


lingkungan sekitar)
e. Pembagian waktu untuk individu,
pasangan dan anak (tahap paling
repot)
f. Pembagian tanggungjawab anggota
keluarga
g. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi
tumbuh kembang anak

Tugas utama dari keluarga adalah mensosialisasikan anak. Anak-anak usia


prasekolah mengembangkan sikap diri sendiri ( konsep diri) dan secara cepat
belajar mengekspresikan diri mereka, seperti tampak menangkap kemampuan
bahasa secara cepat.
Tugas lain pada masa ini adalah menyangkut bagaimana mengintegrasikan
anggota keluarga yang baru (anak kedua dan ketiga) sementara masih memenuhi
kebutuhan anak yang lebih tua. Penggeseran seorang anak oleh bayi baru lahir
secara psikologis merupakan kejadian traumatik. Persiapan anak-anak menjelang
kelahiran seorang bayi akan membantu memperbaiki situasi, khususnya jika orang
tua sensitif dengan perasaan dan tingkah laku anak yang lebih tua. Persaingan di
kalangan kakak-adik biasanya diungkapkan dengan memukul atau berhubungan
negatif dengan bayi, tingkah laku regresif atau melakukan kegiatan-kegiatan yang
menarik perhatian. Cara terbaik menangani persaingan kakak adik adalah dengan
meluangkan waktu setiap hari untuk berhubungan lebih erat dengan anak yang
lebih tua, untuk meyakinkan bahwa ia masih dicintai dan dikehendaki.
Ketika anak mencapai usia pra sekolah,orang tua mulai belajar berpisah
dengan anak-anaknya ketika mereka mulai masuk ke kelompok bermain, tempat
penitipan anak, atau TK. Tahap ini terus berlangsung selama usia prasekolah
sampai memasuki usia sekolah. Berpisah seringkali sulit bagi orang tua dan
mereka perlu mendapatkan dukungan dan penjelasan tentang bagaimana
penguasaan tugas-tugas perkembangan anak usia prasekolah, memberikan
3

kontribusi untuk semakin meningkatnya otonomi mereka.Berpisah dari orang tua


juga dirasa sulit oleh anak-anak usia prasekolah. Pisah dapat terjadi karena orang
tua pergi bekerja, ke rumah sakit, malakukan perjalanan atau berlibur. Persiapan
keluarga untuk berpisah dengan anak sangat penting dalam membantu anak
menyesuaikan diri dengan perubahan.
Kedua orang tua perlu memiliki kesenangan dan kontak di luar rumah
untuk mengawetmudakan mereka, sehingga mereka dapat melaksanakan berbagai
tugas dan tanggungjawab di rumah.

C. MASALAH KESEHATAN :
a. Masalah kesehatan fisik :
1) Pada tahap anak usia prasekolah, memiliki keinginan yang besar
untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya, sehingga kecelakaan (jatuh,
luka bakar,keracunan & kecelakaan-kecelakaan) menjadi penyebab
utama kematian dan cacat.
2) Anak-anak usia prasekolah seringkali menderita penyakit infeksi
menular karena paparan spesifik virus dan bakteri meningkat.
b. Masalah kesehatan psikososial:
1) Masalah kesehatan psikososial keluarga yang utama adalah
hubungan perkawinan. Beberapa studi mencoba meneliti
menurunnya kepuasan yang dialami oleh banyak pasangan selama
tahun-tahun ini dan perlunya penanganan untuk masalah ini untuk
memperkokoh dan memberikan semangat lagi pada unit yang vital
ini.
2) Persaingan diantara kakak-adik
3) Masalah-masalah kesehatan lain yang penting adalah keluarga
berencana, kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan, masalah-
masalah pengasuhan anak seperti membatasi lingkungan (disipin),
penganiayaan dan menelantarkan anak, keamanan di rumah dan
masalah-masalah komunikasi keluarga
4

D. PERHATIAN PELAYANAN KESEHATAN

Tujuan utama bagi perawat yang bekerja dengan keluarga dan anak usia
pra sekolah adalah membantu mereka membentuk gaya hidup sehat dan
memfasilitasi pertumbuhan fisik,intelektual, emosional dan sosial secara optimal
(Wilson,1088,hal 177, dalam Friedman,1995).
Strategi – strategi promosi kesehatan umum berhubungan erat selama
tahap ini, karena tingkah laku gaya hidup yang dipelajari selama masa kanak-
kanak dapat menyebabkan konskuensi jangka pendek dan jangka panjang.
Pendidikan kesehatan diarahkan pada pencegahan masalah-masalah
kesehatan utama seperti merokok, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan
alkohol, seksualitas manusia, keselamatan, diet dan nutrisi, olahraga, penanganan
stress/ dukungan sosial.

E. ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA ANAK USIA SEKOLAH


1. PENGKAJIAN
Menurut Friedman (1995) dalam keseluruhan proses pengkajian, berfokus
pada siklus kehidupan keluarga akan mempertinggi pemahaman seorang
profesional kesehatan keluarga tentang stress yang menimpa keluarga,
dan masalah-masalah keluarga yang aktual atau potensial. Dalam
menyelesaikan bagan perkembangan dari pengkajian keluarga, area-area
yang dianjurkan untuk dikaji adalah sebagai berikut:
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini: keluarga prasekolah
b. Sejauhmana keluarga memenuhi tugas-tugas perkembangan keluarga
untuk tahap perkembangan saat ini. Adalah penting untuk
memperhatikan deviasi-deviasi dari normal, karena deviasi ini dapat
menjadi petunjuk adanya hambatan atau masalah, tugas
perkembangan keluarga yang harus terpenuhi pada tahap ini antara
lain:
1) Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti kebutuhan tempat

tinggl, privasi dan rasa aman


5

2) Membantu anak untuk bersosialisasi

3) Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara kebutuhan

anak yang lain juga harus terpenuhi

4) Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam maupun di

luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar)

5) Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak (tahap paling

repot)

6) Pembagian tanggungjawab anggota keluarga

7) Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh kembang anak

c. Riwayat keluarga sejak lahir hingga saat ini, termasuk tugas


perkembangan keluarga dan kesehatan serta kejadian dan pengalaman
yang berhubungan dengan kesehatan
(perceraian,kematian,kehilangan) yang terjadi dalam kehidupan
keluarga. Beberapa dari informasi ini (perceraian,perkawinan
kematian)dapat dimasukkan ke dalam genogram keluarga.
d. Keluarga asal kedua orang tua (seperti apa kehidupan keluarga
asal,hubungan masa lalu dan kini dengan kakek dan nenek)

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan yang sering muncul pada tahap perkembangan
keluarga anak prasekolah antara lain:
a. Keterlambatan tumbuh kembang anak berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota dengan anak prasekolah
b. Ketidakseimbangn nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
ketidakmampuan keuarga merawat anggota dengan anak prasekolah
c. Proses keluarga terganggu
6

d. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan


keluarga mengambil keputusan
e. Kesiapan untuk peningkatan parenting
f. Resiko ketegangan pemberi perawatan berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan
g. Resiko keterlambatan tumbuh kembang berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga usia prasekolah
h. Resiko pertumbuhan disporposional berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah tumbuh kembang anak
i. Resiko injuri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
memodifikasi lingkungan

3. RENCANA INTERVENSI
Salah satu tujuan penting dari keperawatan keluarga adalah membantu
keluarga adalahdan anggotanya bergerak ke arah penyelesaian tugas-tugas
perkembangan individu dan keluarga (Friedman,1987). Penguasaan satu
kumpulan tugas-tugas perkembangan keluarga memungkinkan keluarga
bergerak maju ke arah tahap perkembangn berikutnya. Untuk mencapai
tujuan ini, perawat keluarga membantu keluarga mencapai dan
mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dari anggota
keluarga secara individual dan fungsi keluarga yang optimum.
Bagi perawat, memasukkan perspektif perkembangan ke dalam praktik
keperawatan keluarga sangat penting selama fase diagnostik dan
perencanaan.
Beberapa contoh intervensi keperawatan keluarga untuk keluarga
prasekolah:
Tujuan Tujuan
Diagnosa Jangka Jangka Kriteria Standar
Intervensi
Keperawatan Panjang Pendek Evaluasi Evaluasi
(Tupan) (Tupen)

Ketidakseimbangan Setelah diberikan Setelah Verbal 1.Keluarga 1. Kaji jadwal makan


nutrisi kurang dari perawatan selama dilakukan Psikomotor dapat anak dan kebiasaan
7

kebutuhan tubuh selama 1 kunjungan 5 menjelaskn makan, termasuk


berhubungan dengan bulankeluarga kali kunjungan tentang metode dalam
ketidakmampuan dapat merawat keluarga dapat pola pemberian makan
kepada anak d
keluarga merawat An. X sehingga 1.Mengetahui makanan
keluarga: untuk
anak prasekolah status gizi anak pola makanan anak menentukan adekua
meningkat anak usia prasekolah atau tidaknya pola
ditandai dengan prasekolah 2.Keluarga makan yang
anak 2.Keluarga dapat diberikan
mengkonsumsi dapat membuat 2. Kaji anak prasekolah
nutrisi yang mendemonstra contoh apakah tidak dapa
minum dengan
adekuat: anak sikan menu
cangkir atau tidak
akan menunjukan membuat sederhana dapat memegang
kenaikan berat contoh menu untuk anak makanan atau
badan dan sederhana 3.BB anak menggunakan ala
kenaikan tinggi untuk anak naik 600gr makan dengan baik
badan prasekolah dalam 1 atau jika anak
3.BB anak bulan. mengalami kesulitan
menelan atau
meningkat dari
mentoleransi
600 gram terhadap tekstu
dalam 1 bulan makanan tertentu
untuk memastikan
apakah intervens
lebih lanju
diperlukan atau tidak
seperti terapi bicara
atau terapi okupasi
3. Jelaskan pada
keluarga tentang
pentingnya
pemberian makanan
sehat untuk anak
4. Jelaskan pada
keluarga tentang pola
makanan anak usia
prasekolah
5. Bersama keluarga
mendemonstrasikan
cara membuat menu
sederhana untuk
anak.
6. Koordinasi dengan
petugas giz
puskesmas tentang
pemberian makanan
tambahan (PMT
ASI)
7. Anjurkan Keluarga
untuk terus
memantau kenaikan
BB anak setiap
bulan.
Koping keluarga tidak Setelah diberikan Setelah Verbal Keluarga 4. Kaji sejarah keluarga
8

efektif berhubungan perawatan selama dilakukan 5 kali afektif dapat untuk


dengahn 1 bulan, coping kunjungan , mengidentif mengidentifikasi
ketidakmampuan keluarga maka anggota ikasi: kekuatan dan
keluarga mengambil kelemahan keluarga
membaik keluarga mampu 1. Faktor –
keputusan 5. Tetepkan kapan
1.Mengidentifik faktor
saatnhya keuarga siap
ai faktor-faktor penyebab
mendapatkan bantuan
stress
yang dapat perawat
2. Mengide
menyebabkan 6. Lakukan komunikas
ntifikasi
stress dimulai dengan
sumberd
2.Setiap angota informasi yang
aya yang
singkat,karena
keluarga akan mensupp
keluraga yang sedang
memakai ort
di bawah tekanan
sumber-sumber 3. Berintera
akan sulit menerima
ksi
yang efektif banyak informasi
dengan
yang dapat 7. Bantu keluarga untuk
baik pada
mensupport mengidentifikasi
perawat
3.Setiap anggota maslah yang dapa
dan
diselesaikan segera
keluarga dapat setiap
dan menagguhkan
berinteraksi anggota
masalah lain hingga
dengan baik keluarga
tingkatan stress sudah
terhadap menurun
perawat dan 8. Menganjurkan setiap
diantara anggota anggota keluarga
untuk dapa
keluarga
mengungkapkan
perasaan masing
masing tanpa
mengadili satu sama
lain
9. Bantu keluarga
mengidentifikasi
koping yang positif d
masa lalu yang
berhasil dilakukan
10. Bantu anggota
keluarga
mengidentifikasi
pilihan-pilihan jika
bingung mengambi
keputusan

Resiko kehamilan Setelah diberikan Setelah Verbal 1.Keluarga 1.Jelaskan pada keluarga
yang tidak perawatan selama dilakukan 5 Psikomotor dapat tentang macam-macam
diinginkan 1 bulan keluarga kali kunjungan menjelaska tehnik kontrasepsi
berhubungan dengan mengerti tentang keluarga dapat n tentang 2.Jelaskan tentang
ketidakmampuan KB sehingga 1.Mengetahui metode/cara efektifitas ala
keluarga mengenal dapat macam/cara berKB kontrasepsi
mengambil memutuskan berKB 2.Keluarga 3. Memotivasi keluarga
keputusan masalah memilih salah 2.Menyatakan datang ke untuk datang ke
KB satu metode/cara keinginan Puskesmas Puskesmas untuk
berKB untuk berKB untuk berKB
9

konsultasi
KB

Kesiapan Setelah diberikan Setelah Keluarga


peningkatan perawatan selama dilakukan 5 kali Verbal dapat: Meningkatkan
pengasuhan anak 1 bulan keluarga kunjungan Afektif - memahami keterampilan pengasuhan
mengerti tentang keluarga : psikomotor proses oleh orang tua:
Proses parenting 1. Orang tumbuh 1. Gunakan
tua/keluarg kembang keluarga sebaga
a dapat anak pusat
menyediak pengasuhan
-memahami
an untuk
lingkungan tentang menyediakan
yang aman lingkungan pendekatan yang
dan yang aman holistik
terpelihara untuk 2. Ajarkan keluarga
untuk anak tumbuh tentang tumbuh
prasekolah: kembang kembang anak
2. orang tua prasekolah yang
anak
memiliki normal: untuk
keterampila -memiliki memberikan
n baru keterampila dasar bag
dalam n dalam kebutuhan
pengasuhan pengasuhan keterampilan
anak anak dalam
pengasuhan anak-
pada 2. periode
waktu ini
3. Akui dan harga
-
ungkapan verba
orangtua tentang
perasaan mereka
terkait dengan
penyakit kronis
pada anak, atau
kesulitan untuk
berperilaku
normal usia
prasekolah: ha
ini untuk
memvalidasi
perasaan oraang
tua dengan baik
4. Hargai
pengasuhan yang
positif dan
respek terhadap
tumbuh kembang
anak yang
normal (akan
membantu orang
tua membangun
kedekatan
kepada anak
10

prasekolah yang
dapat digunakan
dalam kondis
marah atau
frustasi)
5. Akui dan berikan
pujian terhadap
keterampilan
dalam
pengasuhan yang
positif: untuk
menambah
kepercayaan dir
bagi mereka
dalam mengasuh
anak
6. Berikan role
model kebiasaan
Mengasuh yang
baik terkai
dengan
komunikasi dan
melatih disiplin
anak prasekolah
Resiko injury pada Setelah diberikan Setelah Verbal - Keluarga Pencegahan injury:
anak berhubungan asuhan dilakukan 5 kali psikomotor dapat 1. Ajarkan pada
ketidakmampuan keperawatan , kunjungan : mengenali keluarga untuk
keluarga keamanan akan 1.keluarga situasi mengajarkan pada
anak untuk tidak
memodifikasi terjaga: tidak dapat mengenali berpotensi
mendekati jalan raya
lingkungan akan terjadi situasi kapan terkena dan jika akan
injury pada anak saja anak injuri pada menyeberang harus
berpotensi anak didampingi orang
terkena injuri prasekolah; dewasa:untuk
2. keluarga di jalan menghindari
dapat raya,menge kecelakaan saa
berjalan kakai
menyediakan ndarai
2. Ajarkan agar anak
lingkungan sepeda/mai menghunakan helm
yang aman bagi nan, hal-hal saat mengendara
anak agar yang mainan untuk
terhindar dari berpotensi menghindari cidera
injuri menimbulk kepala dan
3. keluarga an injuri di membiasakan anak
untuk menggunakan
dapat lingkungan
helm
mendemonstrasi rumah 3. Ajarkan keluarga
kan cara-cara misalnya agar anak diajarkan
pertolongan listrik,komp untuk mematuh
pertama pada or,dll peraturan di rumah
anak jika terjadi -keluarga terkait dengan
penggunaan
injuri. dapat
listrik,dll; anak
melakukan prasekolah sudah
pertolongan dapat mengikut
11

pertama perintah sederhana


jika terjadi dan melaksanakan
injuri pada perintah/nasihat
4. Ajarkan pada
anak
keluarga untuk tidak
meninggalkan anak
prasekolah sendirian
di kolam renang atu
sumber air lainnya
untuk mencegah
tenggelam
5. Ajarkan keluarga
penanganan pertama
pada
kecelakaan,untuk
meminimalkan akiba
jika terjadi injuri

F. CONTOH ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. S


DENGAN ANAK PRA SEKOLAH

I. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Hari/tanggal : 2 Mei 2011
Oleh : Eva Rahayu
Metode : Wawancara, observasi dan pemeriksan fisik

A. DATA KELUARGA
1. Identitas Keluarga
a. Nama KK : Tn. S
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. Umur : 32 tahun
d. Pendidikan : sarjana
e. Agama : Islam
f. Pekerjaan : Pegawai Bank
g. Alamat : Dusun Gamping Tengah
RT 03/RW 14
Ambarketawang, Gamping, Sleman
12

Suku/kebangsaan : Jawa/Indonesia
Jumlah anggota keluarga : 4 orang (Termasuk KK)
2. Susunan Anggota keluarga
No Nama Umur Sex Hub dg KK Pendd Pekerjaan Ket
1 Ny.S 34 th Pr Isteri S1 - Sehat
2 An.AT 40 bln Pr Anak II - - Sehat
3 An.BP 11 bln Pr Anak III - - BGM

3. Tipe keluarga
Jenis keluarga ini adalah keluarga inti/nuclear family dimana
dalam keluarga terdiri ayah ibu dan anak-anak dan mertua.
4. Genogram

Keterangan :
: Perempuan : An.BP
: Laki-laki : Meninggal
: Garis Perkawinan
: Garis Keturunan
: Tinggal dalam satu rumah

5. Suku Bangsa dan Agama


13

Keluarga Tn. S semuanya suku jawa asli. Semua anggota keluarga


beragama Islam.
6. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Tuan S adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta di
Jogjakarta Penghasilan Tn S rata-rata perbulan Rp.3 500.000 -
Rp. 4.500.000. Istri Tn S juga seorang wanita bekerja di bank yang
sama dengan suaminya, penghasilan Ny.S rata-rata Rp.3000.000-
Rp.3.500.000 perbulan.
Secara umum penghasilan keluarga Tn.S sangat cukup untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan menabung untuk masa
depan anak-anak mereka
7. Aktifitas Rekreasi
Keluarga tidak mempunyai jadwal rekreasi yang teratur, karena
Tn.S dan Ny.S sibuk bekerja dari pagi hingga sore hari dari senin
hingga sabtu. Jika ada waktu yang luang kadang-kadang mereka
pergi ke tempat perbelanjaan untuk rekreasi.

B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Keluarga Tn.S saat ini masuk pada tahap perkembangan keluarga
dengan anak prasekolah
2. Tugas Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi
Tugas perkembangan yang harus dipenuhi pada tahap anak
prasekolah adalah:
a. Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti kebutuhan

tempat tinggl, privasi dan rasa aman

b. Membantu anak untuk bersosialisasi

c. Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara kebutuhan

anak yang lain juga harus terpenuhi


14

d. Mempertahankan hubungan yang sehat baik di dalam maupun

di luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar)

e. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak (tahap

paling repot)

f. Pembagian tanggungjawab anggota keluarga

g. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh kembang anak

Dari beberapa tugas perkembangan tersebut tugas perkembangan

yang belum dipenuhi oleh keluarga adalah:

a. Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak yang

belum maksimal, karena istri dan suami bekerja penuh waktu

setiap hari selama 6 hari kerja, yang tentunya setiap pulang

kerja yang mereka rasakan adalah rasa lelah dan hal ini

menyebabkan hubungan suami istri menjadi kurang harmonis

dan seringnya terjadi pertengkaran.

b. Kegiatan dan waktu untuk stimulasi tumbuh kembang anak

yang masih kurang, berdasarkan hasil wawancara Ny.S

mengatakan bahwa ia belum memberikan stimulasi yang yang

optimal pada anak-anaknya dan Ny.S mengatakan ingin sekali

mengetahui cara-cara stimulasi tumbuh kembang anak

3. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti


Tn. S
Pada saat pengkajian KU baik, Hasil pemeriksaan fisik Temp.
36,50C, Tekanan Darah 110/80 mmHg, Nadi 80x/mnt tidak
ditemukan kelainan,tidak sedang menderita suatu penyakit.
15

Ny.S
Mengatakan belum pernah sakit yang berat, saat pengkajian Temp
: 36,30C Tekanan Darah 100/80 mmHg, N : 78x/mnt. Mengatakan
badannya sehat, tidak ada keluhan terhadap gejala suatu penyakit.

An.AT
KU baik anak dikeluhkan Batuk pilek sejak kemarin,hasil
pemeriksaan fisik temp: An.AT : temp: 36,50C,Nadi 122 x/mnt
Resp : 30 x/mnt,Pharing agak hiperemis,Hidung : ingus(+),
dada/thorak : wheezing(-), ronkhi (-), BB : 10 Kg,TB : 92
Cm,Immunisasi lengkap.
An. BP
KU baik, KU baik,turgor kulit baik,pergerakan aktif,
.BB : 8000, TB : 70 cm,LK: 43 cm. Pada KMS ,riwayat
immunisasi lengkap.
Riwayat kelahiran : Berat badan lahir :2700 gram,panjang badan
47 cm,LK orang tua lupa, persalinan spontan brach ditolong oleh
bidan di rumah,kelainan lahir tidak ada.
Tingkat perkembangan balita saat ini :
- Motorik kasar : Anak dapat bangkit untuk berdiri , berdiri
dengan pegangan, anak belum dapat berdiri
sendiri dan belum dapat berjalan.
- Motorik halus : Anak dapat memegang dan membenturkan dua
buah benda dan dapat menaruh benda pada
suatu tempat
- Sosial : Anak dapat bertepuk tangan, melambaikan
tangan, minum dengan cangkir dan dapat
menirukan kegiatan.
- Bahasa : Anak dapat mengoceh, menyebut mama-papa
dan dapat mengucapkan satu kata.
4. Riwayat Penyakit Keluarga (keturunan)
16

a. Riwayat penyakit dahulu


Keluarga mengatakan bahwa Tn..S sekeluarga dalam keadaan
sehat-sehat saja dan tidak pernah menderita suatu penyakit yang
parah.
b. Penyakit keturunan
Tn.S mengatakan bahwa tidak ada penyakit keturunan baik dari
pihak Tn.S maupun Ny.S.
c. Penyakit kronis/menular
Keluarga menyatakan bahwa tidak ada anggota keluarga yang
menderita penyakit menular.
d. Kecacatan anggota keluarga
Tn.S mengatakan bahwa tidak ada riwayat keluarga yang
menderita kecacatan fisik maupun mental.
e. Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan
Keluarga mengatakan bila anggota keluarga sakit diperiksakan
di dokter praktek swasta/RS swasta

5.Riwayat Kesehatan Mental, Psikologis, Spiritual.


- Keluarga Tn. S merasa aman tinggal di rumah saat ini, dan
seluruh anggota keluarga merasa nyaman karena tetangga baik-
baik.
- Riwayat spiritual anggota keluarga
Semua anggota keluarga taat beribadah, sholat lima waktu dan
mengikuti kegiatan pengajian setiap satu bulan sekali.

6. Persepsi dan Tanggapan Keluarga terhadap Layanan Kesehatan.


Tanggapan Keluarga Terhadap Layanan Kesehatan baik terbukti
dengan kebiasaaan anggota keluarga memeriksakan diri ke
Puskesmas.
7 Pola Pengambilan Keputusan
17

Setiap ada masalah maka selalu dimusyawarahkan untuk


mengambil keputusan, biasanya ayah yang dominan dalam
pengambilan keputusan.
8. Kebiasaan Anggota keluarga sehari-hari.
a.Makan
Keluarga Tn.S terbiasa makan 3 kali sehari dengan komposisi
nasi, lauk pauk, sayuran, buah dan susu kadang-kadang.
Namun keluarga jarang makan bersama-sama karena Tn.S dan
Ny.S pada jam makan ditempat kerja sedangkan waktu makan
anaknya bersama-sama karena disuapi oleh pembantunya.
Kompisisi makanan kedua anaknya hampir sama sementara
untuk An.BP dibuat lebih lunak dari makanan
kakaknya(An.AT).
b.Minum
Semua anggota keluarga mempunyai kebiasaan minum air
putih yang sudah dimasak rata-rata 6 – 8 gelas per hari.
c.Cara mengolah makanan
Ny. S tidak memasak makanan sendiri di dapur , cara memasak
yang dilakukan oleh pembantunya sayuran biasanya dipotong
baru dicuci. Air minum dari sumur dan selalu dimasak lebih
dahulu.
d.Cara penyajian
Makanan yang disajikan di meja setelah dimasak, bila ada sisa
ditutup di atas meja dengan tutup saji. Keluarga yang mau
makan ambil sendiri-sendiri.
9. Pola aktivitas dan Istirahat
Kebiasaaan istirahat anggota keluarga Tn. yaitu hampir semua
anggota memiliki kebiasaan tidur siang. Tn.S dan Ny.S tidak
sempat berolah raga karena keduanya sibuk bekerja dengan
waktu yang penuh.
10. Kebiasaan keluarga yang merugikan kesehatan
18

Tidak ada kebiasaan keluarga yang merugikan kesehatan.


11. Reproduksi
Kebutuhan pasangan seksual keluarga terpenuhi, saat
pengkajian Ny.S mengatakan bahwa dirinya belum ber-KB
karena sejak melahirkan anaknya yang kedua belum menstruasi
sehingga menurutnya tidak perlu berKB.

C. Struktur Keluarga
1. Pola Komunikasi Keluarga
Komunikasi dalam keluarga berjalan kurang baik, bila ada
permasalahan jarang dimusyawarahkan.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Keluarga mau menerima keadaan dan berusaha tetap sehat. Anak
dan kepala keluarga serta famili yang lain sangat mendukung.
3. Struktur Peran
Setiap anggota keluarga telah menjalankan peran masing-masing
dengan baik. Ayah sebagi pencari nafkah utama dan ibu
memelihara anak-anak di rumah.

D. Fungsi Keluarga
Secara umum keluarga Tn. S sudah memenuhi fungsi keluarga baik
fungsi afektif, sosialisasi, dan perawatan kesehatan .
Tugas Keluarga meliputi :
1. Mengenal masalah kesehatan
a. Keluarga belum mengenal dengan baik bahwa kekurangan BB
pada anak merupakan masalah kesehatan kesehatan.
b. Keluarga belum mengenal koping keluarga yang baik
2. Mengambil keputusan
a. Keluarga sudah memeriksakan/menimbangakan BB anak ke
dokter anak
19

b. Keluarga belum mampu mengambil keputusan terkait dengan


koping keluarga yang efektif
3. Merawat anggota keluarga
Keluarga belum mampu merawat anaknya dengan gizi kurang
karena belum tahu tentang perawatan anak dengan gizi kurang.
4. Memelihara lingkungan
Keluarga sudah mampu memelihara lingkungan, nampak dari
lingkungan disekitar rumah bersih
5. Menggunakan fasilitas kesehatan
Keluarga sudah dapat menggunakan fasilitas kesehatan dengan
baik, bila ada anggota keluarga yang sakit maka dibawa berobat ke
dokter praktek swasta/Rs

E. Stres dan Koping Keluarga


Keluarga Tn.S mengatakan bahwa sangat mensyukuri nikmat
kesehatan yang diberikan oleh Tuhan Yang MahaEsa. Terhadap
anaknya yang gizinya kurang keluarga tidak terlalu
mempermasalahkan karena keluarga sudah berusaha memenuhi
kebutuhan makanan anaknya.

a. Faktor Lingkungan dan Masyarakat


1. Rumah
Keluarga menempati rumah sendiri, jenis permanen, dinding /
tembok dari batu bata, lantai keramik mempunyai 4 kamar tidur, 1
ruang tamu, dapur, kamar mandi dan WC dan ruang makan .
Ventilasi cukup ,pencahayaan baik dan penerangan dengan listrik.

Denah Rumah Keluarga Tn.S


4 5

2 2 U
20

1 Gang 3

2 2

Keterangan : || Pintu
1. Ruang Tamu
2. Kamar Tidur
3. Dapur
4. Kamar Mandi
5. WC

2. Sampah
Sampah rumah tangga dibuang pada tempat sampah keluarga
kemudian diambil oleh petugas seminggu dua kali
3. Sumber air minum
Keluarga menggunakan PDAM .
4. Jamban Keluarga
Keluarga Tn. S mempunyai jamban sendiri, jenis kloset duduk,
kondisi baik.
5. Pembuangan Air Limbah
Keluarga Ny. S mempunyai tempat pembuangan air limbah yang
kondisinya masih baik.
6. Halaman rumah
Pada saat kunjungan halaman rumah tampak bersih.
7. Lingkungan rumah
Lingkungan rumah cukup bersih namun halaman depan rumah
belum dimanfaatkan dengan baik.
8. Fasilitas
21

Fasilitas perdagangan seperti pasar yang berjarak 300 meter dari


rumah, fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas berjarak + 1 km, dokter
praktek 1-2 km, rumah sakit 5-6 km, fasilitas peribadatan seperti
masjid 400 meter dari rumah.

II. ANALISA DATA DAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


Masalah Kemungkinan Typologi
Data
Keperawatan Penyebab Masalah

Data Subyektif Ketidakseimbangan Ketidakmampuan Aktual


1.Ny.S mengatakan badan nutrisi : kurang dari keluarga merawat
anaknya kurus kebutuhan tubuh An.AT dengan gizi
2.Nafsu makan anaknya baik kurang(BGM)
tetapi BB nya masih dibawah karena kurangnya
garis merah pengetahuan
3.Ny.S mengatakan tidak pernah keluarga tentang
membuat menu khusus untuk gizi sehat.
anaknya
Data Obyektif
1.KU baik,turgor kulit
baik,pergerakan aktif
2.BB : 10TB : 92 cm.Pada
KMS menunjukan BGM(gizi
kurang)
22

Data Subyektif Resiko tertularnya Ketidakmampuan Resiko


1.Ny.S mengatakanAn.AT penyakit infeksi pada keluarga merawat
batuk pilek sejak 2 hr. An.BP
anaknya yang sakit
2.An.BP dan kakaknya tidur karena kurangnya
dalam satu kamar pengetahuan
3.Ny.S memberikan obat keluarga dan
paracetamol,CTM pada rendahnya daya
anaknya sisa obat waktu tahan tubuh anak.
anaknya sakit dahulu
Data obyektif
1.An.AT : temp: 36,50C,Nadi
122 x/mnt Resp : 30
x/mnt,Pharing agak
hiperemis,Hidung :
ingus(+),dada/thorak
:wheezing(-),ronkhi (-)

Data Subyektif Koping keluarga tidak Ketidakmampuan Aktual


1.Ny.S mengatakan kalau efektif keluarga dalam
pulang kerja sering merasa mengambil
sangat lelah dan mudah keputusan
emosi menyelesaikan
2. Ny.S mengatakan mereka permasalahan
sering bertengkar karena keluarga
permasalahan permasalahan
kecil

Data subjektif: Kesiapan peningkatan wellness


1. Ny.S mengatakan bahwa ia pengasuhan anak
belum memberikan stimulasi
yang yang optimal pada
anak-anaknya
2. Ny.S mengatakan ingin sekali
mengetahui cara-cara
stimulasi tumbuh kembang
anak

Data objektif:
Berdasarkan pemeriksaan
dengan DDST kedua anak
Tn.S mencapai
tumbuhkembang yang normal
1. n
Y
2. n
Y
3.
23

III. PERENCANAAN
a.Penentuan Prioritas Masalah
1. Ketidak seimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh pada
An.BP keluarga Tn.S b.d. ketidakmampuan keluarga merawat anak
gizi kurang karena kurangya pengetahuan keluarga tentang pola
makanan bayi.

No Kriteria Hitungan Skor Pembenaran


1. Sifat masalah : Aktual 3/3 x 1 1 Anak At dengan BB bawah
garis Merah menunjukan bahwa
gizi anak kurang.
2. Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Sumber daya keluarga berupa
dapat diubah : Mudah waktu dan tenaga cukup, ,
adnya dukungan dari
masyarakat melalui posyandu
dan fasilitas kesehatan mudah
dijangkau.
3. Potensial untuk dicegah : 2/3 x 1 2/3 Masalah ini dirasakan cukup
cukup lama dan sedang dilakukan
usaha-usaha untuk
meningkatkan status gizi anak
4. Menonjolnya masalah : 1/2 x 1 1/2 Keluarga menyadari akan
Masalah dirasakan tapi keadaan gizi anak tetapi akan
tidak perlu segera tetapi perlu waktu dan biaya
ditangani yang cukup untuk
mengatasinya
Jumlah 4 1/6

2. Resiko tertularnya penyakit infeksi pada An.BP keluarga Tn.S


berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anak sakit karena
kurangnya pengetahuan keluarga dan rendahnya daya tahan tubuh anak.
No Kriteria Hitungan Skor Pembenaran
1. Sifat masalah : Resiko 2/3 x 1 2/3 An.BP dengan status gizi
kurang akan mudah tertular
penyakit infeksi.
2. Kemungkinan masalah ½x2 1 Pendidikan keluarga(Ny.S)
dapat diubah : sebagian yang cukup,sumber daya
keluarga dan masyarakat
yang memadai dan adanya
fasilitas kesehatan yang
24

terjangkau.
3. Potensial untuk dicegah : 2/3 x 1 2/3 Memisahkan An.BP dengan
cukup kakaknya agak susah karena
tidur dalam satu kamar,namun
usaha-usaha pencegahan dan
pengobatan sudah dilakukan
dengan baik.
4. Menonjolnya masalah : 0/2 x 1 0 Keluarga Tn.S tidak menyadari
Tidak dirasakan bahwa penyakit infeksi mudah
menular pada anak yang daya
tahan tubuhnya rendah.
Jumlah 21/3
3. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga mengambil keputusan dalam pemecahan masalah keluarga
No Kriteria Hitungan Skor Pembenaran
1. Sifat masalah : Resiko 2/3 x 1 2/3 Masalah sudah terjadi
2. Kemungkinan masalah ½x2 1 Sumber daya keluarga dan
dapat diubah : sebagian masyarakat yang memadai,
tenaga dan fasilitas kesehatan
yang memadai dan mudah
dijangkau namun pengetahuan
keluarga tentang koping yang
efektif masih kurang.
3. Potensial untuk dicegah : 2/3 x 1 2/3 Masalah ini sudah lama
cukup dirasakan oleh Ny.S dan Tn.S t
4. Menonjolnya masalah : 2/2 x 1 1 Tn.S dan Ny.S merasakan ada
dirasakan dan perlu masalah dan merasa perlu
penanganan segera segera ditangani
Jumlah 3 2/6

4. Kesiapan peningkatan pengasuhan anak


No Kriteria Hitungan Skor Pembenaran
1. Sifat masalah : wellness 1/3 x 1 1/3 potensial untuk ditingkatkan
2. Kemungkinan masalah ½x2 1 Sumber daya keluarga dan
dapat diubah : sebagian masyarakat yang memadai,
tenaga dan fasilitas kesehatan
yang memadai dan mudah
dijangkau namun pengetahuan
keluarga tentang parenting
kurang serta waktu yang
dimiliki terbatas
3. Potensial untuk dicegah : 2/3 x 1 2/3 masalah tidak cukup pelik dan
cukup berlangsung belum lama
25

4. Menonjolnya masalah : 2/2 x 1 1 Tn.S dan Ny.S merasakan ada


dirasakan dan perlu masalah dan merasa perlu
penanganan segera segera ditangani
Jumlah 2 5/6

Dari hasil skoring diatas maka urutan prioritas pemecahan masalah adalah :
1. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh pada An.At
keluarga Tn.S b.d. ketidakmampuan keluarga merawat anak gizi
kurang karena kurangya pengetahuan keluarga tentang pola makanan
bayi.
2. Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga mengambil keputusan dalam pemecahan masalah keluarga
3. Kesiapan peningkatan pengasuhan anak pada keluarga Tn.S
4. Resiko tertularnya penyakit infeksi pada An.BP keluarga Tn.S
berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga merawat anak sakit
karena kurangnya pengetahuan keluarga dan rendahnya daya tahan
tubuh anak.

b. Perencanaan Keperawatan
Tujuan Tujuan
No. Jangka Jangka Kriteria Standar
Intervensi
Dx Panjang Pendek Evaluasi Evaluasi
(Tupan) (Tupen)
1.
1 Setelah diberikan Setelah Verbal 1.Keluarga 1. Kaji jadwal makan
perawatan selama dilakukan Psikomotor dapat anak dan kebiasaan
makan, termasuk
selama 1 bulan kunjungan 5 menjelaskn
metode dalam
keluarga dapat kali kunjungan tentang pemberian makan
merawat An. At keluarga dapat pola kepada anak di
sehingga status 1.Mengetahui makanan keluarga: untuk
gizi anak pola makanan anak menentukan adekuat
meningkat anak usia prasekolah atau tidaknya pola
ditandai dengan prasekolah 2.Keluarga makan yang
diberikan
anak 2.Keluarga dapat
2. Kaji anak prasekolah
mengkonsumsi dapat membuat apakah tidak dapat
nutrisi yang mendemonstra contoh minum dengan
adekuat: anak sikan menu cangkir atau tidak
26

akan menunjukan membuat sederhana dapat memegang


kenaikan berat contoh menu untuk anak makanan atau
badan dan sederhana 3.BB anak menggunakan alat
makan dengan baik,
kenaikan tinggi untuk anak naik 600gr
atau jika anak
badan prasekolah dalam 1 mengalami kesulitan
3.BB anak bulan. menelan atau
meningkat dari mentoleransi
600 gram terhadap tekstur
dalam 1 bulan makanan tertentu:
untuk memastikan
apakah intervensi
lebih lanjut
diperlukan atau tidak
seperti terapi bicara
atau terapi okupasi
3. Jelaskan pada
keluarga tentang
pentingnya
pemberian makanan
sehat untuk anak
4. Jelaskan pada
keluarga tentang pola
makanan anak usia
prasekolah
5. Bersama keluarga
mendemonstrasikan
cara membuat menu
sederhana untuk
anak.
6. Koordinasi dengan
petugas gizi
puskesmas tentang
pemberian makanan
tambahan (PMT-
ASI)
7. Anjurkan Keluarga
untuk terus
memantau kenaikan
BB anak setiap
bulan.
2 Setelah diberikan Setelah Verbal Keluarga 1. Kaji sejarah keluarga
perawatan selama dilakukan 5 kali afektif dapat untuk
1 bulan, coping kunjungan , mengidentif mengidentifikasi
kekuatan dan
keluarga maka anggota ikasi:
kelemahan keluarga
membaik keluarga mampu 1. Faktor – 2. Tetapkan kapan
1.Mengidentifik faktor saatnhya keuarga siap
ai faktor-faktor penyebab mendapatkan bantuan
stress perawat
yang dapat
2. Mengident 3. Lakukan komunikasi
menyebabkan ifikasi
stress dimulai dengan
sumberday informasi yang
2.Setiap angota a yang singkat,karena
keluarga akan mensuppo anggota keluarga
rt
27

memakai 3. Berintera yang sedang di bawah


sumber-sumber ksi tekanan akan sulit
yang efektif dengan menerima banyak
baik pada informasi
yang dapat
perawat 4. Bantu keluarga untuk
mensupport dan mengidentifikasi
3.Setiap anggota setiap maslah yang dapat
keluarga dapat anggota diselesaikan segera
berinteraksi keluarga dan menagguhkan
dengan baik masalah lain hingga
terhadap tingkatan stress sudah
menurun
perawat dan
5. Menganjurkan setiap
diantara anggota anggota keluarga
keluarga untuk dapat
mengungkapkan
perasaan masing-
masing tanpa
mengadili satu sama
lain
6. Bantu keluarga
mengidentifikasi
koping yang positif di
masa lalu yang
berhasil dilakukan
7. Bantu anggota
keluarga
mengidentifikasi
pilihan-pilihan jika
bingung mengambil
keputusan
3 Setelah diberikan Setelah Keluarga Meningkatkan
perawatan selama dilakukan 5 kali Verbal dapat: keterampilan pengasuhan
1 bulan keluarga kunjungan Afektif 1. Memaham oleh orang tua:
mengerti tentang keluarga : psikomotor i proses 1. Gunakan keluarga
Proses parenting 1. Dapat tumbuh sebagai pusat
memahami kembang pengasuhan untuk
proses anak menyediakan
tumbuh 2. Memaham pendekatan yang
kembang i tentang holistic
anak lingkunga 2. Ajarkan keluarga
2. Orang n yang tentang tumbuh
tua/keluarg aman kembang anak
a dapat untuk prasekolah yang
menyediak tumbuh normal: untuk
an kembang memberikan dasar
lingkungan anak bagi kebutuhan
yang aman 3. Memiliki keterampilan dalam
dan keterampil pengasuhan anak pada
terpelihara an dalam periode waktu ini
untuk anak pengasuha 3. Akui dan hargai
prasekolah: n anak ungkapan verbal
3. orang tua orangtua tentang- m
memiliki perasaan 2. mereka
keterampila terkait dengan
28

n baru penyakit kronis pada - K


dalam anak, atau kesulitan e
pengasuhan untuk berperilaku l
anak normal usia u
prasekolah: hal ini a
untuk memvalidasi r
perasaan oraang tua g
dengan baik a
4. Hargai pengasuhan
yang positif dan d
respek terhadap a
tumbuh kembang p
anak yang normal a
(akan membantu t
orang tua membangun
kedekatan kepada
anak prasekolah yang
dapat digunakan
dalam kondisi marah
atau frustasi)
5. Akui dan berikan
pujian terhadap
keterampilan dalam
pengasuhan yang
positif: untuk
menambah
kepercayaan diri bagi
mereka dalam
mengasuh anak
6. Berikan role model
kebiasaan Mengasuh
yang baik terkait
dengan komunikasi
dan melatih disiplin
anak prasekolah

4 Setelah diberikan Setelah Verbal 1. Keluarga 1.Jelaskan pada keluarga


perawatan selama dilakukan 5 kali Psikomotor dapat tentang cara
1 minggu kunjungan menjelas pencegahan penyakit
kan cara
keluarga mengerti keluarga : pada anak.
pencega
dan dapat 1.Mengetahui han dan 2. Jelaskan pada keluarga
merawat anaknya cara perawata cara merawat anak
yang sakit pencegahan n anak sakit
anak sakit sakit 3. Pantau keadaan
2. Anak kesehatan anak
2.Mengetahui dibawa 4. Anjurkan pada keluarga
ke
cara merawat untuk berobat ke
Puskesm
anak sakit as/ Puskesmas/konsultasi
petugas dengan petugas
kesehatan kesehatan bila anak
bila sakit sakit
29

b. SUMBERDAYA KELUARGA YANG DAPAT DIIDENTIFIKASI


1. Sumberdaya manusia
Dalam keseluruhan siklus hidup manusia, masa di bawah usia lima tahun
(balita) adalah priode paling kritis yang menentukan kualitas sumber daya manusia.
Pada masa balita proses tumbuh kembang berlangsung sangat cepat dan dikatakan
masa tersebut sebagai masa emas yang apabila tidak dibina dengan baik akan
mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, sosial dan kecerdasan. Karena
pada masa ini merupakan tahap awal pembentukan dasar kemampuan, mental,
intelektual dan moral yang sangat menentukan sikap, nilai dan pola perilaku
seseorang di kemudian hari. Untuk mencapai tingkat kecerdasan yang optimal,
kecukupan gizi sangat penting dan dibutuhkan untuk pembentukan sel otak sejak
dalam kandungan sampai anak berusia 3 – 5 tahun dimana perkembangan otak
berlangsung sangat cepat. Kunci keberhasilan dalam pembinaan anak balita berada di
tangan orang tua karena hampir seluruh waktu anak berada dekat dengan orang
tuanya.
Sumberdaya manusia lain yang dapat diidentifikasi pada tahap pra sekolah
antara lain: kesehatan seluruh anggota keluarga, pendidikan formal dan
pengetahuan keluarga/orang tua terhadap proses tumbuh kembang keluarga,
kemampuan keluarga mengambil keputusan.
2. Sumberdaya materi
a. Kecukupan finansial dan fasilitas bermain anak yang adekuat baik di
dalam maupun di luar rumah
b. Sumberdaya dalam bentuk jasa misalnya menghadirkan guru
privat/perawat keluarga untuk meningkatkan kemampuan parenting serta
stimulasi tumbuh kembang anak prasekolah
3. Sumberdaya waktu :sumberdaya yang tersedia 24 jam, tingkat keberhasilan
setiap keluarga sangat ditentukan bagaimana keluarga mengelola waktu
dengan optimal di dalam keluarganya.