Anda di halaman 1dari 2

Kala I Persalinan

Kala I persalinan merupakan stadium di latasi serviks, kala I berlangsung muai dari onset
persalinan hingga di latasi serviks yang lengkap (Hellen Farrer, 1999). Secara klinis ditandai
dengan keluarnya lender bercampur darah (Bloody show), karma serviks mulai membuka (di
latasi) dan mendatar (Affacement).

Darah berasal dari pecahnya pembulu darah kapiler sekitar kanalis servikalis karena pergeseran
ketika serviks mendatar dan terbuka.

Kala pembukaan dibagi atas 2 fase, yaitu :

 Fase Laten : Dimana pembukaan serviks berlangsung lambat sampai pembukaan 3 cm


berlangsung dam 7 sampai 8 jam.
 Fase Aktif : Berlangsung 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase yaitu :

1. Fase Akseksasi : Berlangsung 2 jam. Pembukaan menjadi 4 cm.


2. Periode di latasi maksimal (steady) : Berlangsung 2 jam, pembukaan cepat menjadi 9 cm.
3. Periode deselarasi : Berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan menjadi 10 cm
atau lengkap.

Kala pembukaan pada primapasa dan multipasa terdapat perbedaan fase. Pada primigravida
serviks mendatar (effacement) dulu baru di latasi dan berlangsung 13-14 jam pada multigravida
serviks mendatar dan membuka biasa bersamaan berlangsung 6 sampai 7 jam.

Adapun perubahan-perubahan yang fisiologis yang terjadi pada kala pembukaan adalah :

 Adanya kontraksi dari uterus pada otot-otot uterus.


Kontraksi uterus terjadi karena uterus terdiri dari otot-otot polos yang gerakannya
dibawah pengawasan urat sraf terutama apabila ada rangsangan. Di waktu persalinan,
rangsangan bukan hanya karena membesarnya atau meregangnya uterus saja tetapi juga
karena pengaruh hormon piton yang dikeluarkan oleh hipofise posterior. Kontraksi otot-
otot uterus yang berlangsung lama, akan banyak menekan pembuluh-pembuluh darah
dalam dinding uterus yang akan mengganggu peredaran zat-zat asam yang sangat
dibutuhkan untuk fetus. Tiap kontraksi dimulai dari bagian fundus uteri, kemudian
dibawa menjadi lebih kuat dan terjadi lebih lama pada bagian fundus uteri sendiri.
Kontraksi uterus bagian bawah lebih lembek karena bertujuan untuk membuka serviks
agar terjadi pembukaan jalan keluar.

 Adanya Pembentukan segmen atas dan segmen bawah rahim


Pada akhir kehamilan uterus atau rahim menjadi 2 bagian yaitu segmen atas rahim dan
segmen bawah. Segmen atas uterus ialah uterus dengan otot-otot yang lebih tebal dan
sifatnya kontakrif karena terdapat banyak otot-otot serong dan memanjang. Segmen atas
ini mulai daerah fundus uteri dari vawah sampai istimust uteri, yaitu batas korpus dan
serviks uteri dalam keadaan tidak hamil.
Bagian bawah ialah dari istimust uteri sampai ke serviks, di sini otot-ototnya lebih tipis
dan bersifat elastis. Pada waktu permulaan persalinan otot-otot memanjang di uterus
segmen atas berkontraksi menarik otot-otot dari segmen bawah rahim, sehingga otot-otot
berelastis, dalam keadaan demikian ditambah dengan adanya kekuatan desakan anak
yang disebabkan kontraksi uterus segmen atas pula, maka uterus segmen bawah ini
memungkinkan anak dapat melewatinya kemudian dikeluarkan melaluiu jalan lahir.

 Adanya Perkembangan Retaksi Ring


Retaksi ring atau Bandl’s Ring adalah batas pinggiran antara uterus segmen bawah yang
otot-ototnya tebal dan uterus segmen bawah yang otot-ototnya tipis. Pinggiran atau batas
ini akan terjadi pada tiap-tiap persalinan, tetapi tidak akan tampak dari luar bila
persalinan berlangsung biasa. Apabila ronjolan retraksi ring tampak dari luar itu
disebabkan karena anak tidak dapat turun ke dasar panggul, karena uterus segmen bawah
harus meregang agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan anak dari uterus segmen
bawah terus-menerus meregang. Bahawa yang timbul akibat uterus segmen bawah yang
meregang terus-menerus adalah terjadinya uterus rupture.

 Adannya Penarikan Serviks


Dimulainya persalinan maka jaringan-jaringan otot yang mengelilingi segmen atas,
karenanya serviks menjadi pendek dan menjadi bagian dari uterus segmen bawah.
Apabila telah terjadi penarikan serviks ke atas oleh uterus segmen atas, berarti proses
persalinan sedang berlangsung dan berusaha membuka jalan serta mengeluarkan anak
dari dalam uterus.

 Adanya Pembukaan Ortium Uteri Internum dan Externum


Pembukaan pada kala ini disebabkan oleh membesarnya ostium uteri externum karena
otot-otot yang melingkar di sekitar ostium meregang yang memungkinkan saluran
menjadi lebih besar dan cukup dilalui oleh kepala janin. Mekanisme pembukaan ostium
diperkirakan karena tarikan ke atas otot-otot uterus segmen atas yang menarik tepi bagian
yang lunak, yaitu ostium menjadi lebih besar dan juga disebabkan oleh tekanan isi uterus
kepala ostium, terutama oleh kappa anak dan kantong ketuban.