Anda di halaman 1dari 6

Nama : Daniel Bivadanno M

NIM : 030510523

UPBBJ : Kendari

TUGAS 2 PERILAKU KONSUMEN

Studi Kasus

Pertanyaan :

1.Berkaitan dengan strategi pemasaran yang dilakukan ceragem, berikan ulasan Anda jika
dengan dihubungkan dengan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia !

2.Ceragem memberikan kesempatan setiap orang untuk mendapatkan pelayanan mencoba


produknya tanpa ada kewajiban membeli , bagaimana pengaruh hal ini terhadap merek
Ceragem?

3.Berdasarkan artikel yang diberikan bagaimana pemahaman anda tentang istilah Experiantial
Marketing? Jelaskan !

4.Jelaskan tentang segmentasi pasar produk ceragem, Jelaskan karakteristik segmen ini dan
pertimbangan apakah yang dapat mendorong pemilihan segmen ini oleh ceragem!

5.Ada tingkatan spesifik yang ada dalam pengambilan keputusan konsumen. Menurut anda, ada
pada tingkatan mana produk yang ditawarkan ceragem? Jelaskan !

6.Uraikan proses pengambilan keputusan konsumen yang dapat terjadi pada produk ceragem !
Jelaskan berdasarkan teori yang telah diberikan !
Jawaban

1. Dalam artikel ini dibahas produk Ceragem dalam pasar internasional. Untuk memahami
seluk-beluk pasar luar negeri akan sangat dibutuhkan pemahaman yang lebih mengenai
perbedaan budaya. Dari perspektif pemasaran global, lingkungan budaya teramat penting
karena kekuatan budaya merupakan faktor utama dalam membentuk pemasaran global.
Kedua, analisis budaya seringkali mempertemukan titik-titik peluang pasa. Dalam pemasaran
dikenal adanya istilah marketing mix yang di dalamnya memformulasikan strategi pemasaran
yang harus dilakukan seorang pelaku usaha kedalam 4P yaitu product, price, place dan
promotion. Hal ini yang menurut analisis saya berlaku terhadap strategi pemasaran Ceragem.
a. Product
Dalam pasar International pelaku usaha harus mampu menciptakan suatu produk
yang sesuai dengan target pasar mereka. Dan budaya merupakan suatu instrument
yang sangat penting untuk digunakan dalam menciptakan produk tersebut dalam
prespektif global. Dalam hal ini target pasar ceragem di Indonesia adalah para lansia,
dimana Indonesia memiliki populasi lansia yang cukup tinggi. produk yang ditawarkan
ceragem adalah alat kesehatan dengan strategi pemasaran yang cukup baik yaitu
dengan promosi konsumen boleh saja mencoba tanpa berkewajiban membeli produk
yang mereka coba. Hal ini cukup menarik minat konsumen khususnya lansia, yang di
Indonesia sebagian besar dari lansia tidaklah banyak memiliki tabungan ataupun
asuransi yang cukup untuk kesehatan mereka, terlebih orangtua di Indonesia banyak
berasumsi tidak ingin merepotkan anak-anak mereka terlebih dalam hal finansial.
Dengan adanya produk Ceragem yang hadir di Indonesia tentunya akan menarik
minat konsumen untuk mencobanya tanpa harus mengeluarkan uang seper pun.
b. Price
Dalam masalah harga produk ceragem tidak dibahas secara rinci. Namun yang perlu
diperhatikan, ceragem menawarkan strategi yang cukup menarik minat konsumen
,yaitu konsumen diperbolehkan mencoba produk tanpa harus membelinya. Hal ini
tentunya menguntungkan untuk Ceragem sendiri dan konsumen, dikatakan
menguntungkan Ceragem karena strategi ini berhasil menarik minat konsumen untuk
datang dan mencoba produk kapanpun itu, bila tertarik boleh membeli. Semakin
banyak konsumen datang tentunya akan semakin banyak pula kemungkinan
konsumen yang ingin membeli produk. Strategi pemasaran ini sesuai dengan budaya
di Indonesia yang notabene merupakan Negara berkembang dengan kondisi ekonomi
yang fluktuatif, tentunya konsumen menyukai produk yang gratis ataupun dengan
produk dengan harga yang relative murah.
c. Place
Dalam segi tempat, ceragem memiliki banyak outlet di Indonesia, hal tersebut
tentunya membuat ceragem lebih dikenal masyarakat Indonesia secara luas. Dalam
artikel juga dibahas mengenai outlet ceragem yang selalu ramai dikunjungi konsumen.
d. Promotion
Dalam artikel ditulis mengenai Tag line dari Ceragem adalah ‘Partner Kehidupan
Sehat’. Dengan begitu, siapa saja yang ingin sehat, diperbolehkan untuk datang dan
mencoba produk ceragem dan tidak ada kewajiban membeli. Ceragem memberikan
kesempatan setiap orang untuk mendapatkan pelayanan mencoba produknya tanpa
ada kewajiban membeli. Hal ini tentunya akan memberi peluang yang besar untuk
Ceragem memiliki konsumen yang terus bertambah , karena ini merupakan salah satu
strategi pemasaran produk ceragem. Semakin banyak konsumen yang datang , akan
semakin banyak pula peluang konsumen yang mencoba atau bahkan berkeinginan
untuk membeli produk.
Selanjutnya dengan inovasi yang digagas ceragem di tahun 2010 yaitu Customer
management system (CMS) sebagai upaya untuk menjadikan loyalitas konsumen
bertambah karena adanya upaya meningkatkan relasi dari pemilik merek pada
konsumen serta argumentasi yang dilontarkan perusahaan ceragem bahwa bentuk
atau gaya marketing yang mereka jalankan adalah juga wujud dari tanggung jawab
sosial pada masyarakat. Hal tersebut tentunya akan menarik minat konsumen di
Indonesia yang pada dasarnya menjunjung tinggi rasa kepedulian terhadap sesama
dan juga azas kekeluargaan yang secara tidak langsung dibangkitkan oleh Ceragem.
2. Pengaruh hal ini terhadap merek Ceragem : produk Ceragem semakin dikenal masyarakat
luas. Produk Ceragem semakin terkenal, masyarakat semakin mendapat perhatian di
bidang kesehatan karena adanya produk ini. Umur sebagai sub budaya disini diterapkan.
Oleh karena pelayanan yang didapatkan setiap orang tanpa harus membeli adalah suatu
nilai lebih dari Ceragem. Sehinnga membuat produk Ceragem semakin baik dimata
konsumen.

3. Pengertian Experiential Marketing


Experiential Marketing berasal dari dua kata yaitu Experiential dan Marketing. Sedangkan
Experiential sendiri berasal dari kata experience yang berarti sebuah pengalaman. Definisi
experience menurut Schmitt (1999, p.60): “Experiences are private events that occur in
response to some stimulation (e.g. as provided by marketing efforts
before and after purchase)” yang berarti pengalaman merupakan peristiwa-peristiwa pribadi
yang terjadi dikarenakan adanya stimulus tertentu (misalnya yang diberikan oleh pihak pemasar
sebelum dan sesudah pembelian barang atau jasa).
Pine II dan Gilmore (1999, p.12) berpendapat bahwa “Experience are event that engage
individuals in a personal way” yang berarti pengalaman adalah suatu kejadian yang terjadi dan
mengikat pada setiap individu secara personal.
Sedangkan pengertian marketing menurut Evans and Berman (1992, p.8): “Marketing is the
anticipation, management and satisfaction of demand through the exchange process”, artinya
bahwa marketing adalah suatu aktivitas untuk melakukan antisipasi, pengelolaan dan
pencapaian kepuasan konsumen melalui proses pertukaran.
Menurut Kotler et.al (2003, p.5): ”Marketing is typically seen as the task of crediting, promoting
and delivering goods and services to consumers and businesses”, artinya marketing adalah
suatu aktivitas bertypikal sebagai tugas untuk berekreasi atau menciptakan, berpromosi dan
menjembatani antara barang dan jasa kepada konsumen dan bisnis. Bisa dikatakan bahwa
pengertian Experiential Marketing adalah suatu aktivitas untuk melakukan antisipasi,
pengelolaan dan pencapaian kepuasan konsumen melalui proses pertukaran yang merupakan
peristiwa-peristiwa pribadi yang terjadi sebagai tanggapan atau beberapa stimulus.

Karakteristik Experiential Marketing


Schmitt (1999, p.12) membagi Experiential Marketing menjadi empat kunci karakteristik antara
lain:

a. Fokus pada pengalaman konsumen


Suatu pengalaman terjadi sebagai pertemuan, menjalani atau melewati situasi tertentu yang
memberikan nilai-nilai indrawi, emosional, kognitif, perilaku dan relasional yang menggantikan
nilai-nilai fungsional. Dengan adanya pengalaman tersebut dapat menghubungkan badan
usaha beserta produknya dengan gaya hidup konsumen yang mendorong terjadinya pembelian
pribadi dan dalam lingkup usahanya.
b. Menguji situasi konsumen
Berdasarkan pengalaman yang telah ada konsumen tidak hanya menginginkan suatu produk
dilihat dari keseluruhan situasi pada saat mengkonsumsi produk tersebut tetapi juga dari
pengalaman yang didapatkan pada saat mengkonsumsi produk tersebut.
c. Mengenali aspek rasional dan emosional sebagai pemicu dari konsumsi
Dalam Experiential Marketing, konsumen bukan hanya dilihat dari sisi rasional saja melainkan
juga dari sisi emosionalnya. Jangan memperlakukan konsumen hanya sebagai pembuat
keputusan yang rasional tetapi konsumen lebih menginginkan untuk dihibur,
dirangsang serta dipengaruhi secara emosional dan ditantang secara kreatif.
d. Metode dan perangkat bersifat elektik
Metode dan perangkat untuk mengukur pengalaman seseorang lebih bersifat elektik.
Maksudnya lebih bergantung pada objek yang akan diukur atau lebih mengacu pada setiap
situasi yang terjadi daripada menggunakan suatu standar yang sama. Pada Experiential
Marketing, merek bukan hanya sebagai pengenal badan usaha saja, melainkan lebih sebagai
pemberi pengalaman positif pada konsumen sehingga dapat menimbulkan loyalitas pada
konsumen terhadap badan usaha dan merek tersebut.
4. Segmentasi pasar produk Ceragem adalah Segmentasi Pasar berdasarkan Demografi. Pada
segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia, jenis
kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan. Pada produk ceragem, segmentasi
berdasarkan usia, yakni konsumen adalah usia 50tahunan.

5. Terdapat tiga tingkat pengambilan keputusan konsumen spesifik, yaitu:

a) Pemecahan masalah yang luas : konsumen akan berpikir lebih ketika akan membeli
produk ceragem, dikarenakan harganya yang tidak murah. Namun, konsumen tetap
dapat menggunakan produk ceragem tanpa harus membelinya.
b) Pemecahan masalah yang terbatas : masalah yang muncul adalah keinginan konsumen
yang ingin membeli sehingga konsumen cukup memakainya. Sehingga tidak perlu
membeli.
c) Perilaku sebagai respon yang rutin : Konsumen akan rutin memakainya karena factor
kebutuhan di usia yang sudah tidak muda lagi.

6. Tahapan pengambilan keputusan konsumen :

 Pengenalan Kebutuhan

Proses pembelian oleh konsumen diawali sejak pembeli mengenali kebutuhan atau masalah.
Kebutuhan tersebut dapat ditimbulkan oleh rangsangan internal atau eksternal. Rangsangan
internal, terjadi pada salah satu kebutuhan umum seseorang terhadap produk Ceragem adalah
factor kebutuhan akan kesehatan. Sedangkan rangsangan eksternal, salah satunya terjadi
karena seseorang menonton iklan atau melihat produk Ceragem..

 Pencarian Informasi

Setelah konsumen yang terangsang kebutuhannya, konsumen akan terdorong untuk mencari
informasi yang lebih banyak. Orang lebih peka terhadap informasi produk Ceragem. Selanjutnya,
orang mulai aktif mencari informasi: bertanya kepada teman, mendatangi mencaritahu fungsi dan
harga produk.

 Evaluasi Alternatif

Evaluasi umunya mencerminkan keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perilaku pembelian
mereka. Keyakinan (belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang
gambaran sesuatu. Keyakinan seseorang tentang produk atau merek mempengaruhi keputusan
pembelian mereka. Yang tak kalah pentingnya dengan keyakinan adalah sikap. Sikap (attitude)
adalah evaluasi, perasaan emosi, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak
menguntungkan dan bertahan lama pada sesorang pada objek atau gagasan tertentu (Spector,
2000 dalam Kotler dan Keller, 2007).

 Keputusan Pembelian

Dalam suatu kasus pembelian, konsumen bisa mengambil beberapa sub keputusan, meliputi
merk, pemasok, jumlah, waktu pelaksanaan dan metode pembayaran. Ketika membeli produk
Ceragem konsumen lebih berfikir lama, atau tidak singkat untuk memutuskan membelinya.
 Perilaku Pascapembelian

Setelah pembelian dilakukan, konsumen akan selalu siaga terhadap informasi yang mendukung
keputusannya. Konsumen akan membandingkan produk yang telah ia beli, dengan produk lain.
Hal ini dikarenakan konsumen mengalami ketidakcocokan dengan fasilitas-fasilitas tertentu
pada barang yang telah ia beli, atau mendengar keunggulan tentang merek lain. Setelah
membeli konsumen cenderung akan membandingkan produk Ceragem dengan produk sejenis
yang berbeda merek.