Anda di halaman 1dari 34

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PT. ASTRA OTOPARTS, TBK

PT. GAJAH TUNGGAL, TBK

PT. SELAMAT SEMPURNA, TBK

DISUSUN OLEH:

ADI JANI AL ALABIZ

JEFRI ADITIYA

MINDRA

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
AKUNTANSI
2019
BAB I
PEMBAHASAN

1. SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN


A. Sejarah Singkat Astra Otoparts

PT Astra Otoparts Tbk (Astra Otoparts) merupakan grup perusahaan komponen otomotif
terbesar di Indonesia. Perseroan didirikan pertama kali dengan nama PT Alfa Delta Motor
pada tahun 1976. Pada tahun 1977 Perseroan berubah nama menjadi PT Pacific Western,
yang namanya berubah menjadi PT Menara Alam Teknik di tahun 1991 setelah Grup Astra
mengakuisisi saham PT Summa Surya di PT Menara Alam Teknik pada tahun 1983.
Selanjutnya pada tahun 1993, Grup Astra mengambil alih seluruh saham PT Menara Alam
Teknik dan mengubah nama menjadi PT Menara Alam Pradipta. Pada tahun 1996 nama
Perseroan berubah kembali menjadi PT Astra Pradipta Internusa, pada tahun yang sama
PT Astra Pradipta Internusa menggabungkan diri dengan PT Federal Adiwira Serasi dan PT
Astra Pradipta Internusa dibubarkan tanpa melalui likuidasi sehingga selanjutnya
seluruh hak dan kewajiban beralih kepada PT Federal Adiwira Serasi. Setelah penggabungan
beberapa produsen komponen di lingkungan Grup Astra, dilakukan pergantian nama
Perseroan menjadi PT Astra Dian Lestari. Pada 4 Desember 1997, nama Perseroan kemudian
diubah menjadi PT Astra Otoparts. Kegiatan usaha Perseroan berfokus pada proses produksi
dan distribusi aneka ragam suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan roda empat,
dengan segmen pasar terbesar adalah pasar pabrikan otomotif (OEM/Original Equipment
Manufacturer) dan pasar suku cadang pengganti (REM/Replacement Market). Hingga tahun
2017, Perseroan berperan sebagai perusahaan induk atas 7 unit bisnis, 14 anak perusahaan
konsolidasi, 20 entitas asosiasi dan ventura bersama, 1 penyertaan saham perusahaan serta 11
cucu perusahaan dengan total karyawan sebanyak 37.064 orang.

a. Visi Dan Misi Pt Astra Otoparts

Visi :

menjadi supplier otomotif terbaik kelas dunia, sebagai mitra usaha pertama pilihan di
indonesia.

Misi :
1. Mengembangkan industri komponen otomotif yang handal dan kompetitif, serta ingin
menjadi mitra yang terbaik untuk para pemain industri otomotif di indonesia dan
regional.
2. Menjadi usaha di bidang otomotif yang bertanggung jawab kepada masyarakat luas,
serta memberikan kontribusi yang baik bagi para stakeholders.
3.

B. Sejarah Singkat Gajah Tunggal


Perusahaan memiliki dan mengoperasikan fasilitas produksi ban yang terintegrasi dan
terbesar di Indonesia. Perusahaan didirikan pada tahun 1951 sebagai produsen ban sepeda,
dan selama bertahun-tahun memperluas kapasitas produksi dan awal diversifikasinya dalam
pembuatan ban sepeda motor dan ban dalam,serta akhirnya ke dalam pembuatan ban
kendaraan penumpang dan komersial. Perusahaan mulai memproduksi ban sepeda motor
pada tahun 1973 dan mulai memproduksi ban bias untuk penumpang dan kendaraan
komersial pada tahun 1981. Pada tahun 1993, Perusahaan mulai memproduksi dan menjual
ban radial untuk mobil penumpang dan truk ringan. Pada tahun 2010, Perusahaan melakukan
pengembangan kemampuan produksi ban TBR.

a. Visi dan Misi Perusahaan

Visi:
Menjadi Good Corporate Citizen dengan posisi keuangan yang kuat, pemimpin pasar di
Indonesia, dan menjadi Perusahaan produsen ban yang berkualitas dengan reputasi
global.

Misi:
Menjadi produsen sebuah portfolio produk ban yang unggul dan terpercaya, dengan
harga yang kompetitif dan kualitas yang unggul disaat yang sama terus meningkatkan
ekuitas merek produk kami, melaksanakan tanggung jawab sosial kami, dan memberikan
profitabilitas / hasil investasi kepada para pemegang saham serta nilai tambah untuk
semua stakeholder Perusahaan.

C. Sejarah Singkat Selamat Sempurna

PT Selamat Sempurna Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Januari


1976 berdasarkan akta Notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 207. Akta pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/96/5 tanggal 22 Maret
1976. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,terakhir dengan
akta Notaris Kamelina, S.H., No.19 tanggal 14 Juli 2015 sehubungan dengan perubahan
seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 32 dan 33 Tahun 2014 mengenai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang
Saham perusahaan terbuka dan peraturan direksi dan dewan komisaris perusahaan publik.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementrian Hukum Dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.03 0956807 tanggal
13 Agustus 2015. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan,terakhir dengan akta Notaris Kamelina, S.H., No.36 tanggal 18 Oktober 2016
sehubungan dengan pemecahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp100 (nilai penuh) per
saham menjadi Rp25 (nilai penuh) per saham, sehingga mengubah jumlah saham beredar
yang semula 1.439.668.860 menjadi 5.758.675.440. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
diterima dan dicatatoleh Kementrian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat No. AHU-AH.01.03-091501 tanggal 21 Oktober 2016.
a. Visi Misi Perusahaan

Visi:
Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industri komponen otomotif

Misi:
Peningkatan berkesinambungan dalam memenuhi semua persyaratan melalui
kecemerlangan proses transformasi terbaik
2. Laporan Posisi Keuangan
A. Laporan Posisi Keuangan PT Astra Otoparts Tbk
a). Analisis Rasio Keuangan
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas ini diklasifikasikan menjadi:
a) Current Ratio

Tahun 2017  CR = 5.228.541 / 3.041.502 x 100%

= 171,91%

Tahun 2016  CR = 4.903.902 / 3.258.146 x 100%

= 150,51%

Tahun 2015  CR = 4.796.770 / 3.625.907 x 100%

=132,29%

2. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas ini diklasifikasikan menjadi:
a) Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

Tahun 2017  GPM = (13.549.857 – 11.793.778) / 13.549.857 x 100%

= 12,96%

Tahun 2016  GPM = (12.806.867 – 10.954.051) / 12.806.867 x 100%


= 14,47%

Tahun 2015  GPM = (11.723.787 – 9.993.047) / 11.723.787 x 100%

= 14,76%

3. Solvabilitas
Rasio solvabilitas ini diklasifikasikan menjadi:
a) Debt Ratio

Tahun 2017  DR = 4.003.233 / 14.762.309 x 100%


= 27,12%

Tahun 2016  DR = 4.075.716 / 14.612.274 x 100%


= 27,89%

Tahun 2015  DR = 4.195.684 / 14.339.110 x 100%


= 29,26%

4. Activitas
Rasio aktivitas ini diklasifikasikan menjadi:
a) Inventory Turnover

Tahun 2017  ITO = 13.549.857 / 2.168.781 x 1 kali


= 6.25 Kali

Tahun 2016  ITO = 12.806.867 / 1.823.884 x 1 kali


= 7,02 Kali

Tahun 2015  ITO = 11.723.787 / 1.749.263 x 1 kali


= 6,70 Kali

Tabel Analisis Rasio Keuangan

b).
Tahun
Rasio Keuangan Rata-Rata
2017 2016 2015
Rasio Likuiditas CR 171,91% 150,51% 132,29% 151,57%
Rasio Profitabilitas GPM 12,96% 14,47% 14,76% 14,06%
Rasio Solvabilitas DR 27,12% 27,89% 29,26% 28,09%
Rasio Aktivitas ITO 6,25 kali 7,02 kali 6,70 kali 6,66 kali
Analisis Rasio Keuangan
1) Rasio Likuiditas
Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa Rasio Likuiditas perusahaan tersebut sudah
maksimal. Hasil dapat dilihat pada rata-rata Current Ratio PT. ASTRA OTOPARTS, Tbk.
Dalam tiga tahun terakhir rata-rata Current Rationya sebesar 151,57% kurang dari standar
yang ditetapkan yaitu sebesar 200%. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan
dalam melunasi hutang lancarnya belum maksimal.
2) Rasio Profitabilitas
Gross profit margin PT. ASTRA OTOPARTS pada tahun 2017 sebesar 12,96%, sedangkan
pada tahun 2016 sebesar 14,47% dan pada tahun 2015 sebesar 14,76%. hal ini menunjukkan
penurunan laba kotor yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Meskipun demikian, Gross
profit margin PT. ASTRA OTOPARTS mengindikasikan bahwa sangat efektif. Semakin
besar Gross profit margin semakin baik keadaan operasi perusahaan,hal ini menunjukkan
bahwa harga pokok penjualan relative lebih rendah di bandingkan dengan penjualan.

3) Rasio Solvabilitas

Pada Rasio solvabilitas dapat dilihat bahwa Debt Ratio perusahaan pada tahun 2017 sebesar
27,12% sedangkan pada tahun 2016 sebesar 27,89%, dan pada tahun 2015 sebesar 29,26%. Nilai
Debt Rasio pada tahun 2017 mengalami penurunan, bahkan kurang dari standar umum
maksimal yaitu 50%. Hal ini mengindikasikan bahwa, kondisi perusahaan tergolong dalam
tingkat rasio hutang yang sehat.

4) Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas pada tahun 2017 sebesar 6,25 Kali sedangkan pada tahun 2016 sebesar 7,02 Kali,
dan pada tahun 2015 sebear 6,70 kali . Hal ini mengalami penurunan pada hasil Inventory
Turnover, mengindikasikan bahwa efektivitas manajemen perusahaan mengalami penurunan
dalam mengelola persediaan.
B. Laporan Posisi Keuangan Pt. Gajah Tunggal Tbk
a). Analisis Rasio Keuangan
1). Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas ini diklasifikasikan menjadi:
a) Current Ratio

Tahun 2017  CR = 7.168.378 / 4.397.957 x 100%

= 162,99%

Tahun 2016  CR = 7.517.152 / 4.343.805 x 100%

= 173,05%

Tahun 2015  CR = 6.602.281 / 3.713.148 x 100%

= 177,81%

2). Rasio Profitabilitas


Rasio profitabilitas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

Tahun 2017  GPM = (14.146.918 – 11.682.799) / 14.146.918 x 100%

= 105,55%

Tahun 2016  GPM = (13.633.556 – 10.438.263) / 13.633.556 x 100%


= 120,55%

Tahun 2015  GPM = (12.970.237 – 2.112.616) / 12.970.237 x 100%

= 120,91%

3). Solvabilitas
Rasio solvabilitas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Debt Ratio

Tahun 2017  DR = 12.501.710 / 18.191.176 x 100%


= 68,72%

Tahun 2016  DR = 12.849.602 / 18.697.779 x 100%


= 68,72%

Tahun 2015  DR = 12.115.363 / 17.509.505 x 100%


= 69,19%

4). Activitas
Rasio aktivitas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Inventory Turnover

Tahun 2017  ITO = 14.146.918 / 2.526.513 x 1 kali


= 5,60 Kali

Tahun 2016  ITO = 13.633.556 / 2.280.868 x 1 kali


= 5,98 Kali

Tahun 2015  ITO = 12.970.237 / 2.112.616 x 1 kali


= 6,14 Kali

Tabel Analisis Rasio Keuangan


b). Analisis Rasio Keuangan

Tahun
Rasio Keuangan Rata-Rata
2017 2016 2015
Rasio Likuiditas CR 162,99% 173,05% 177,81% 171,28%
Rasio Profitabilitas GPM 17,42% 23,44% 20,23% 20,36%
Rasio Solvabilitas DR 68,72% 68,72% 69,19% 68,88%
Rasio Aktivitas ITO 5,60 kali 5,98 kali 6,14 kali 5,91 kali
1). Rasio Likuiditas
Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa Rasio Likuiditas perusahaan tersebut sudah
maksimal. Hasil dapat dilihat pada rata-rata Current Ratio PT. GAJAH TUNGGAL, Tbk.
Dalam tiga tahun terakhir rata-rata Current Rationya sebesar 171,28% kurang dari standar
yang ditetapkan yaitu sebesar 200%. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan
dalam melunasi hutang lancarnya belum maksimal.
2). Rasio Profitabilitas
Gross profit margin PT. GAJAH TUNGGAL pada tahun 2017 sebesar 17,42%, sedangkan
pada tahun 2016 sebesar 23,44% dan pada tahun 2015 sebesar 20,23%. hal ini menunjukkan
penurunan laba kotor yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Meskipun demikian, Gross
profit margin PT. ASTRA OTOPARTS mengindikasikan bahwa sangat efektif. Semakin
besar Gross profit margin semakin baik keadaan operasi perusahaan,hal ini menunjukkan
bahwa harga pokok penjualan relative lebih rendah di bandingkan dengan penjualan.

3). Rasio Solvabilitas

Pada Rasio solvabilitas dapat dilihat bahwa Debt Ratio perusahaan pada tahun 2017 sebesar
68,72% sedangkan pada tahun 2016 sebesar 68,72%, dan pada tahun 2015 sebesar 69,19%. Nilai
Debt Rasio pada tahun 2017 mengalami penurunan, bahkan kurang dari standar umum
maksimal yaitu 50%. Hal ini mengindikasikan bahwa, kondisi perusahaan tergolong dalam
tingkat rasio hutang yang sehat.

4). Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas pada tahun 2017 sebesar 5,60 Kali sedangkan pada tahun 2016 sebesar 5,98 Kali,
dan pada tahun 2015 sebear 6,14 kali . Hal ini mengalami penurunan pada hasil Inventory
Turnover, mengindikasikan bahwa efektivitas manajemen perusahaan mengalami penurunan
dalam mengelola persediaan.
C. Laporan Posisi Keuangan Pt. Selamat Sempurna Tbk
a). Analisis Rasio Keuangan
1). Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Current Ratio

Tahun 2017  CR = 1.570.110 / 419.913 x 100%

= 373,91%

Tahun 2016  CR = 1.454.387 / 508.482 x 100%

= 286,03%

Tahun 2015  CR = 1.368.558 / 571.712 x 100%

= 239,38%

2). Rasio Profitabilitas


Rasio profitabilitas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

Tahun 2017  GPM = (3.339.964 – 2.333.349) / 3.339.964 x 100%

= 30,15%

Tahun 2016  GPM = (2.879.876 – 1.945.735) / 2.879.876 x 100%


= 32,44%

Tahun 2015  GPM = (2.802.924 – 1.933.387) / 2.802.924 x 100%

= 31,02%

3). Solvabilitas
Rasio solvabilitas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Debt Ratio

Tahun 2017  DR = 615.157 / 2.443.341 x 100%


= 25,18%

Tahun 2016  DR = 674.685 / 2.254.740 x 100%


= 29,92%

Tahun 2015  DR = 779.860 / 2.220.108 x 100%


= 35,13%

4). Activitas
Rasio aktivitas ini diklasifikasikan menjadi:
a). Inventory Turnover

Tahun 2017  ITO = 3.339.964 / 657.257 x 1 kali


= 5,08 Kali

Tahun 2016  ITO = 2.879.876 / 555,341 x 1 kali


= 5,19 Kali

Tahun 2015  ITO = 2.802.924 / 560.755 x 1 kali


= 4,99 Kali

Tabel Analisis Rasio Keuangan


b). Analisis Rasio Keuangan

Tahun
Rasio Keuangan Rata-Rata
2017 2016 2015
Rasio Likuiditas CR 373,91% 386,03% 239,38% 333,11%
Rasio Profitabilitas GPM 30,15% 32,44% 31,02% 31,20%
Rasio Solvabilitas DR 25,18% 29,92% 35,13% 30,08%
Rasio Aktivitas ITO 5,08 kali 5,19 kali 4,99 kali 5,09 kali
1). Rasio Likuiditas
Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa Rasio Likuiditas perusahaan tersebut sudah
maksimal. Hasil dapat dilihat pada rata-rata Current Ratio PT. SELAMAT SEMPURNA,
Tbk. Dalam tiga tahun terakhir rata-rata Current Rationya sebesar 333,11%melebihi dari
standar yang ditetapkan yaitu sebesar 200%. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan
perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya sudah maksimal.
2). Rasio Profitabilitas
Gross profit margin PT. SELAMAT SEMPURNA pada tahun 2017 sebesar 30,15%,
sedangkan pada tahun 2016 sebesar 32,44%, dan pada tahun 2015 sebesar 31,02%. hal ini
menunjukkan penurunan laba kotor yang diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Meskipun
demikian, Gross profit margin PT. SELAMAT SEMPURNA mengindikasikan bahwa sangat
efektif. Semakin besar Gross profit margin semakin baik keadaan operasi perusahaan,hal ini
menunjukkan bahwa harga pokok penjualan relative lebih rendah di bandingkan dengan
penjualan.

3). Rasio Solvabilitas

Pada Rasio solvabilitas dapat dilihat bahwa Debt Ratio perusahaan pada tahun 2017 sebesar
25,18% sedangkan pada tahun 2016 sebesar 29,92%, dan pada tahun 2015 sebesar 35,13%. Nilai
Debt Rasio pada tahun 2017 mengalami penurunan, bahkan kurang dari standar umum
maksimal yaitu 50%. Hal ini mengindikasikan bahwa, kondisi perusahaan tergolong dalam
tingkat rasio hutang yang sehat.

4). Rasio Aktivitas

Rasio Aktivitas pada tahun 2017 sebesar 5,08 Kali sedangkan pada tahun 2016 sebesar 5,19 Kali,
dan pada tahun 2015 sebear 4,99 kali . Hal ini mengalami penurunan pada hasil Inventory
Turnover, mengindikasikan bahwa efektivitas manajemen perusahaan mengalami penurunan
dalam mengelola persediaan.