Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bel cukup mempunyai peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Bel


digunakan sebagai alat komunikasi atau sebagai pertanda bahwa akan adanya
sesuatu. Dahulu bel atau tanda ini menggunakan alat alat tradisional seperti gong,
kentongan dan alat yang lainnya yang dapat menghasilkan suara. Seiring
berkembangnya teknologi, masyarakat kini telah menciptakan bel listrik.

Bel listrik merupakan salah satu alat teknologi yang dapat menghasilkan suara
dari adanya perubahan energi listrik menjadi magnet yang nantinya menimbulkan
energi gerak yang berfungsi sebagai sumber pelaku timbulnya suara. Bel listrik telah
banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bel di sekolah, bel di rumah, alarm,
sirine mobil, dan manfaat yang lainnya. Prinsip kerja bel listrik juga berkaitan dengan
kemagnetan, dimana sifat kemagnetan yang dihasilkan adalah sementara karena
bergantung pada energi listrik yang dihasilkan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka terdapat rumusan masalah sebagai


berikut :

1. Bagaimana sejarah dari bel listrik ?


2. Bagaimana prinsip kerja dari bel listrik ?
3. Bagaimana cara membuat bel listrik sederhana ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka tujuan dari penulisan ini yaitu :

1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan dari bel listrik


2. Untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja dari bel listrik
3. Untuk mengtahui bagaimana cara pembuatan bel listrik sederhana

BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Bel Listrik

Bel listrik pertama kali ditemukan oleh Joseph Henry. Joseph Henry adalah
seorang ilmuwan Amerika yang menjabat sebagai Sekretaris pertama dari
Smithsonian Institution, serta anggota pendiri Institut Nasional untuk Promosi Sains,
pendiri dari Smithsonian Institution.

Pada masa hidupnya, ia mencoba membuat elektromagnet. Dari percobaannya


itu, ia menemukan fenomena elektromagnetik induktansi diri. Dia juga menemukan
induktansi independen dari Michael Faraday (1791-1867), meskipun Faraday adalah
orang pertama yang mempublikasikan hasil temuannya.

Henry mengembangkan elektromagnet menjadi perangkat praktis. Dia


menciptakan pertama kali bel listrik (khusus lonceng yang bisa dibunyikan di
kejauhan melalui kawat listrik, 1831) dan listrik estafet / relay (1835).

Henry termasuk ungul dalam studinya, Pada tahun 1826 ia diangkat sebagai
Profesor Matematika dan Filsafat Alam di The Albany Academy oleh Principal T.
Romeyn Beck. Beberapa penelitian yang paling penting dilakukan dalam posisi baru
ini.

Rasa keingin-tahuannya akan kutub magnet bumi membuatnya melakukan


percobaan dengan magnet yang ada. Hasilnya, ia menemukan bahwa kawat kumparan
yang terisolasi secara kuat di inti besi membuat eletromagnet menjadi lebih kuat.
Dengan menggunakan teknik ini, ia membangun elektromagnet terkuat untuk Yale. Ia
juga menunjukkan bahwa, ketika membuat elektromagnet hanya menggunakan dua
elektroda melekat pada baterai, yang terbaik adalah beberapa gulungan kawat secara
paralel, tetapi ketika menggunakan set-up dengan beberapa baterai, harus ada satu
kumparan panjang tunggal. Yang terakhir ini membuat telegraf layak.

Henry meninggal pada tanggal 13 Mei 1878, dan dimakamkan di Oak Hill
Cemetery di Georgetown bagian barat laut Washington, DC. Untuk menghormati
jasanya, para ilmuwan mengukuhkan namanya, Henry, sebagai satuan internasional
(SI). Karya Henry pada relay elektromagnetik adalah dasar dari telegraf listrik praktis
yang diciptakan oleh Samuel FB Morse (1791-1872), dan Sir Charles Wheatstone
(1802-1875) secara

B. Prinsip Kerja Bel Listrik

Ketika saklar ditekan (dalam keadaan on) hingga menutup rangkaian yang
sebelumnya telah di hubungkan ke sumber arus listrik (baterai atau adaptor), arus
listrik mengalir dari sumber arus listrik menuju interuptor (sekrup pada batang kayu)
melalui kawat tembaga. Kemudian arus dilanjutkan menuju ke lempengan baja dan
selanjutnya menuju ke kumparan (paku yang dililitkan kawat tembaga).

Adanya arus listrik yang mengalir melalui kumparan mengakibatkan paku


berubah menjadi magnet dan menarik lempengan logam/besi tipis yang dilekatkan
pada lempengan baja. Pada lempengan logam/besi ini kemudian dilekatkan dengan
kawat yang berfungsi sebagai pemukul bel. Tertariknya lempengan logam beserta
lempengan baja mengakibatkan kawat pemukul bergetar dan memukul bel/lonceng
hingga berbunyi.

Pada saat yang sama hubungan lempengan baja dengan interuptor terputus
sehingga arus listrik berhenti mengalir. Berhentinya arus listrik itu menyebabkan paku
kumparan kehilangan sifat magnetnya. Akibatnya lempengan baja kembali ke posisi
semula. Lempengan baja kembali terhubung dengan interuptor dan arus listrik
kembali mengalir, sifat magnet pada kumparan muncul kembali. Begitu seterusnya
hingga saklar dimatikan (dalam keadaan off).

Sekedar catatan tambahan, bahwa ketika bel bekerja, akan terjadi percikan
bunga api kecil pada bagian bertemunya interuptor dengan lempengan baja. Untuk hal
ini tidak terlalu membahayakan sebatas energi listrik yang diberikan tidak terlalu
besar. Untuk pencegahan terjadinya kebakaran, kiranya segera jauhkan dari bahan-
bahan yang mudah terbakar, seperti bensin, alkohol, dsb.

C. Cara Membuat Bel Listrik Sederhana


Untuk membuat bel listrik, beberapa komponen yang dibutuhkan adalah
sebagai berikut:

1. Satu lembar papan kayu (ukuran 30x25 cm dengan ketebalan sekitar 1 cm).
2. kawat tembaga 1 utas/tanpa penyambungan (berdiameter 1 mm, panjang 11
m).
3. 1 buah saklar/peyambung dan pemutus arus .
4. Satu buah baterai 9 volt atau adaptor yang memiliki rentang tegangan 9-18
volt.
5. Satu batang paku besi 9 inci.
6. 10-15 sekrup kecil atau paku kecil(paku triplek). Jumlah dapat disesuaikan
dengan kebutuhan atau desain yg telah dibuat.
7. Lembaran aluminium dari bekas kemasan minuman kaleng. Ambil dari
kemasan kaleng kira-kira 2 buah.
8. batang kayu berukuran batang spidol besar (atau sekitar berdiameter 1-1,5
cm).
9. Pelat besi yang dibuat menyiku 90 dejarat. Tebal pelat sekitar 1 mm.
10. Satu sekrup 1 inci beserta bautnya.
11. Satu sekrup berukuran 1,5 inci.
12. Satu buah bel atau lonceng.
13. Satu pelat besi tipis ukuran 1x15 cm (bisa didapatkan dari kaleng yang non-
aluminium)
14. Satu pelat baja tipis ukuran 1x7 cm (bisa dari cutter bekas yang sudah
ditumpulkan bagian mata pisaunya).
15. Dua buah sekrup kecil yang biasa digunakan pada alat-alat elektronik.

Sedangkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan bel yaitu:


1. Tang (bisa tang lancip atau tumpul).
2. Palu.
3. Obeng minus dan plus ukuran kecil.
4. pisau kecil/pisau lipat.
5. gunting tumpul (gunting bekas).
6. solder beserta kawat timahnya.
7. mistar dan pensil.

Cara membuat bel listrik :

1. Langkah pertama adalah pembuatan kumparan sebagai sumber medan magnet.


Kumparan dibuat dengan cara melilitkan kawat tembaga pada paku ukuran 9 inci.
Banyaknya lilitan tergantung kebutuhan. Jika ingin menghasilkan medan magnet
yang kuat namun membutuhkan energi listrik yang sedikit lebih, makan lilitan
dibuat lebih banyak. Jumlah lilitan minimal untuk sumber tegangan 9-18 volt
dengan bahan kawat tembaga berdiameter 1 mm pada paku 9 inci adalah sekitar
200-300 lilitan.
2. Pada bagian lempengan baja yang berfungsi sebagai pegas pada saat bekerja dan
lempengan besi sebagai lengan pemukul, disatukan menggunakan sekrup kecil.
Sebaiknya sekrup yang digunakan berjumlah 2 buah agar lebih kokoh. Pada
bagian ini kemudian dilakukan penyolderan antara kawat tembaga yang berasal
dari kumparan dengan lempengan baja yang terhubung ke interuptor (sekrup
berukuran 1,5 inci).
3. Pada bagian kumparan, ujung paku 9 inci diberi penahan supaya kumparan tidak
bergeser ketika didorong oleh lempengan besi. Penahan berupa lembaran
aluminium yang dilipat-lipat dan dipasang vertikal dengan pemakuan untuk
melekatkan pada papan. Penahan ini dapat dibuat dari bekas kemasan minuman
kaleng yang terbuat dari aluminium.
4. Pasang baterai dekat dengan saklar, sambungkan sumbu negatif baterai dengan
kumparan, dan sumbu positif dengan saklar.
5. Bagian dudukkan lempengan baja dan besi, tahap pemasangan diawali dengan
melekatkan lempengan pada dudukkan kemudian dilanjutkan pemasangan ke
bidang papan. Pemasangan dalam papan dapat dilakukan dengan menggunakan
sekrup sebanyak dua buah. Pastikan dudukan kayu terpasang dengan kuat, dan
tidak goyah.
6. Tempelkan paku yang sudah dililitkan tembaga (kumparan) pada bagian atas (lihat
gambar). Supaya tidak bergeser kumparan diberi penahan yang terbuat dari seng
atau juga bisa menggunakan kaleng bekas minuman. Penahan dipasang pada
kedua ujungnya. Supaya lebih kuat penahan ini disekrup bersatu dengan papan
landasan.
7. Untuk paku yang berfungsi sebagai interuptor dipasang dengan menggunakan
penahan yang terbuat dari kayu. Sekrup penahan tersebut supaya menyatu dengan
papan landasan. Solder kawat tembaga yang menghubungkan interuptor dengan
saklar.
8. Letakan saklar dekat dengan baterai solder kawat tembaga yang menghubungkan
saklar dengan baterai, dan yang menghubungkan saklar dengan interuptor.
9. Pasang bel/atau lonceng dekat dengan pemukul, satukan dengan papan landasan.
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Bel listrik adalah bel yang dibuat dengan memanfaatkan sifat-sifat dari
elektromagnetik atau medan listrik. Dengan adanya arus listrik yang dapat
berubah menjadi medan magnet yang berisolasi maka dapat menghasilkan bel
listrik sederhana. Bel listrik digunakan manusia sebagai bel rumah, bel sekolah,
alarm, sirine mobil, dan lain-lain.
3.2 Saran
Pemanfaatan ilmu fisika terutama elektro telah banyak diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Disamping itu pembaca juga dapat memanfaatkan makalah
ini sebagai pedoman pembuatan projek berikutnya.

PRINSIP KERJA
SISTEM ELEKTROMAGNET
BEL LISTRIK
I PUTU ADITYA PUTRA WIJAYA

1705542027

TEKNIK ELEKTRO PARALEL

2018

KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa /
Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya
mampu menyelesaikan tugas ini sampai selesai. Adapun disini saya membuat makalah
tentang prinsip kerja dari bel listrik. Tujuannya agar yang membaca makalah ini dapat
mengetahui bagaimana prinsip kerja dan juga cara membuat bel listrik sederhana.

Penulis menyadari, bahwa tidak ada sesuatu apapun yang sempurna. Begitu pula
dengan makalah ini, tentu masih ada hal-hal yang kurang dan masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak untuk kesempurnaan dari
makalah ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih dan berharap agar makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.

Denpasar, 26 Februari 2018

Penulis