Anda di halaman 1dari 26

TUGAS

DIAGNOSTIK KLINIK
PEMERIKSAAN ANALISIS DARAH LENGKAP

Dosen : Dra. Refdanita.,Msi.


Nama : Aathirah Balqis
NIM : 13330099

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS FARMASI

INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

JAKARTA 2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat
serta karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah Diagnostik Klinik ini tepat pada
waktunya. Makalah ini merupakan materi yang sedang dipelajari di mata kuliah Diagnostik
Klinik.

Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi
dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen saya ibu Dra.Refdanita,Msi,Apt.
yang telah banyak membantu saya.

Saya menyadari bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan baik dalam pengumpulan
materi hingga pengolahan data. Oleh sebab itu, saya meminta saran kepada pembaca, apabila
dalam penulisan ini terdapat banyak kesalahan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca.

Jakarta, Oktober 2016

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... Error! Bookmark not defined.
I.1 Latar Belakang ............................................................................................................................... 4
I. 2 Perumusan masalah ...................................................................................................................... 5
I.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................................................... 5
I.4 Prinsip Interaksi Obat .................................................................. Error! Bookmark not defined.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................................ 6
II. 1 Pengertian .................................................................................. Error! Bookmark not defined.
Obat Presipitan .............................................................................. Error! Bookmark not defined.
Obat Objek .................................................................................... Error! Bookmark not defined.
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi obat ......................... Error! Bookmark not defined.
II. 2 Macam-Macam Interaksi Obat .................................................. Error! Bookmark not defined.
1.Interaksi farmasetis .................................................................... Error! Bookmark not defined.
2. Interaksi Farmakokinetika......................................................... Error! Bookmark not defined.
3. Interaksi Farmakodinamika....................................................... Error! Bookmark not defined.
III. 3 Inkompatibilitas Sediaan Obat ................................................. Error! Bookmark not defined.
Inkompatibilitas Fisika.................................................................. Error! Bookmark not defined.
Inkompatibilitas Kimia ................................................................. Error! Bookmark not defined.
Inkompatibilitas Farmasetik .......................................................... Error! Bookmark not defined.
Inkompatibilitas Terapetik ............................................................ Error! Bookmark not defined.
BAB III PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 10
III.1 Interaksi Obat di Luar Tubuh .................................................... Error! Bookmark not defined.
III. 2 Contoh-contoh obat yang berinteraksi diluar tubuh manusia .. Error! Bookmark not defined.
BAB IV PENUTUP .............................................................................. Error! Bookmark not defined.
IV.1 Kesimpulan ............................................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas dua bagian yaitu plasma darah (cairan) dan
sel darah. Sel darah terdiri dari tiga jenis yaitu trombosit (keping-keping darah), leukosit (sel
darah putih) dan eritrosit (sel darah merah).Fungsi utama eritrosit adalah mengangkut oksigen
dari paru-paru ke sel jaringan tubuh dan mengangkut karbondioksida dari sel jaringan tubuh ke
paru-paru. Hemoglobin adalah protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi,
yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Dalam menunjang diagnosa suatu penyakit adalah dengan pemeriksaan laboratorium


yang baik. Salah satu pemeriksan laboratorium yang sering digunakan adalah pemeriksaan
hemoglobin.Pengumpulan atau pengambilan sampel darah yang baik merupakan langkah awal
dalam menjamin ketelitian dan kepercayaan terhadap hasil pemeriksaan laboratorium. Specimen
darah untuk pemeriksaan hematologi (pemeriksaan hemoglobin) dapat diperoleh dari darah vena
ataupun darah kapiler.

Pembuluh darah vena yang membawa darah dari bagian tubuh yang masuk ke dalam
jantung. Pada umumnya darah vena banyak mengandung gas CO2. Pembuluh ini terdapat katup
yang tersusun sedemikian rupa sehingga darah dapat mengalir ke jantung tanpa jatuh kearah
sebaliknya. Pembuluh darah kapiler pada umumnya meliputi sel-sel jaringan, oleh karena itu
secara langsung berhubungan dengan sel. Karena dindingnya yang tipis maka plasma dan zat
makanan merembes kecairan jaringan antar sel. Susunan darah dalam kapiler dan dalam vena
berbeda-beda. Darah vena berwarna lebih tua dan agak ungu kerena banyak dari oksigennya
sudah diberikan kepada jaringan. Darah dalam kapiler terus-menerus berubah susunan dan
warnanya karena terjadinya pertukaran gas.

Pemeriksaan laboratorium sangat penting untuk membantu menegakkan diagnosis


penyakit. Agar hasil pemeriksaan laboratorium akurat dan dapat dipercaya harus dilakukan
pengendalian terhadap pra analitik, analitik, dan pasca analitik. Tahap pra analitik: persiapan
pasien, pengambilan sampel darah, persiapan sampel, penyimpanan sampel, persiapan kertas
kerja. Tahap analitik:persiapan alat, kalibrasi alat, pengolahan sampel, interpretasi hasil. Tahap
pasca analitik: pencatatan hasil dan pelaporan. Internasional Commite for Standardization in
Hematology (ICSH) menganjurkan pemeriksaan hemoglobin melalui
metode cyanmethehemoglobin. Cara ini mudah dilakukan karena mempunyai standart yang
stabil dan dapat mengukur semua jenis hemoglobin kecuali sulf hemoglobin.
I. 2 Perumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini antara lain adalah:

 Pengertian pemeriksaan laboratorium darah.


 Jenis-jenis pemeriksaan laboratorium darah.
 Indikasi yang terjadi pada pemeriksaan laboratorium darah.
 Kontraindikasi yang terjadi pada pemeriksaan laboratorium darah.
 Persiapan pasien pada pemeriksaan laboratorium darah.
 Persiapan alat.
 Prosedur kerja.
 Manfaat pada pemeriksaan laboratorium darah.

I.3 Tujuan Penulisan


Adapun yang menjadi tujuan dari makalah ini adalah:

 Agar Mahasiswa mengetahui tentang pengertian darah dan pemeriksaan darah..


 Agar Mahasiswa mengetahui parameter pemeriksaan darah lengkap.
 Agar Mahasiswa mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan darah pada orang normal
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Darah Putih dan Pemeriksaan Darah


Sel darah putih, leukosit (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leukocyte) adalah sel yang
membentuk komponen darah. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan
berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Sel darah putih tidak
berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus
dinding kapiler/diapedesis. Dalam keadaan normalnya terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah
putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes.Dalam
setiap milimeter kubik darah terdapat 6000 sampai 10000(rata-rata 8000) sel darah putih. Dalam
kasusleukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes.
Di dalam tubuh, leukosit tidak berasosiasi secara ketat dengan organ atau jaringan tertentu,
mereka bekerja secara independen sepertiorganisme sel tunggal. Leukosit mampu bergerak secara
bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing,
ataumikroorganisme penyusup. Selain itu, leukosit tidak bisa membelah diri atau
bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka adalah produk dari sel
punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.
Leukosit turunan meliputi: sel NK, sel biang, eosinofil, basofil,
dan fagosit termasuk makrofaga, neutrofil, dan sel dendritik.

Jenis
Ada beberapa jenis sel darah putih yang disebut granulosit atau sel polimorfonuklear yaitu:[1]

 Basofil.
 Eosinofil.
 Neutrofil.
dan dua jenis lain tanpa granula dalam sitoplasma:

 Limfosit.
 Monosit.

% dalam
Tipe Gambar Diagram tubuh Keterangan
manusia

Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh


terhadap infeksi bakteri serta
Neutrofil 65% proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya
juga yang memberikan tanggapan pertama
terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya
neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan
adanya nanah.

Eosinofil terutama berhubungan dengan


Eosinofil 4% infeksi parasit, dengan demikian meningkatnya
eosinofil menandakan banyaknya parasit.

Basofil terutama bertanggung jawab untuk


memberi reaksi alergi dan antigen dengan jalan
Basofil <1%
mengeluarkan histamin kimia yang
menyebabkan peradangan.

Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Darah


mempunyai tiga jenis limfosit:

 Sel B: Sel B membuat antibodi yang


mengikat patogen lalu menghancurkannya.
(Sel B tidak hanya membuat antibodiyang
dapat mengikat patogen, tapi setelah adanya
serangan, beberapa sel B akan
mempertahankan kemampuannya dalam
Limfosit 25% menghasilkan antibodi sebagai layanan
sistem 'memori'.)
 Sel T: CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir
tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam
infeksi HIV) serta penting untuk menahan
bakteri intraseluler. CD8+ (sitotoksik) dapat
membunuh sel yang terinfeksi virus.
 Sel natural killer: Sel pembunuh alami (natural
killer, NK) dapat membunuh sel tubuh yang
tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak
boleh dibunuh karena telah
terinfeksi virus atau telah menjadi kanker.
Monosit membagi fungsi "pembersih vakum"
(fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia
hidup dengan tugas tambahan: memberikan
Monosit 6%
potongan patogen kepada sel T sehingga patogen
tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat
membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.

Monosit dikenal juga sebagai makrofag setelah dia


Makrofag 6% meninggalkan aliran darah serta masuk ke dalam
jaringan.
Fungsi Sel Darah Putih

Granulosit dan Monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap
mikroorganisme. dengan kemampuannya sebagai fagosit (fago- memakan), mereka
memakan bakteria hidup yang masuk ke sistem peredaran darah. melalui mikroskop adakalanya dapat
dijumpai sebanyak 10-20 mikroorganisme tertelan oleh sebutir granulosit. pada waktu menjalankan fungsi
ini mereka disebut fagosit. dengan kekuatan gerakan amuboidnya ia dapat bergerak bebas di dalam dan
dapat keluar pembuluh darah dan berjalan mengitari seluruh bagian tubuh. dengan cara ini ia dapat:
Mengepung daerah yang terkena infeksi atau cedera, menangkap organisme hidup dan
menghancurkannya, menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya,
dengan cara yang sama, dan sebagai granulosit memiliki enzim yang dapat memecah protein, yang
memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan dan membuangnya. dengan cara ini jaringan
yang sakit atau terluka dapat dibuang dan penyembuhannya dimungkinkan
Sebagai hasil kerja fagositik dari sel darah putih, peradangan dapat dihentikan sama sekali. Bila
kegiatannya tidak berhasil dengan sempurna, maka dapat terbentuk nanah. Nanah berisi "jenazah" dari
kawan dan lawan - fagosit yang terbunuh dalam kinerjanya disebut sel nanah. demikian juga terdapat
banyak kuman yang mati dalam nanah itu dan ditambah lagi dengan sejumlah besar jaringan yang
sudah mencair. dan sel nanah tersebut akan disingkirkan oleh granulosit yang sehat yang bekerja
sebagai fagosit.

Pemeriksaan darah yang paling sering dilakukan adalah hitung jenis sel darah lengkap
(CBC, complete blood cell count), yang merupakan penilaian dasar dari komponen sel darah.
Sebuah mesin otomatis melakukan pemeriksaan ini dalam waktu kurang dari 1 menit
terhadap setetes darah.
Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count / CBC) yaitu suatu jenis
pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa suatu penyakit dan atau untuk melihat
bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit. Disamping itu juga pemeriksaan ini sering
dilakukan untuk melihat kemajuan atau respon terapi pada pasien yang menderita suatu
penyakit infeksi.
Selain untuk menentukan jumlah sel darah dan trombosit, persentase dari setiap jenis sel
darah putih dan kandungan hemoglobin; hitung jenis sel darah biasanya menilai ukuran dan
bentuk dari sel darah merah. Sel darah merah yang abnormal bisa pecah atau berbentuk
seperti tetesan air mata, bulan sabit atau jarum.
Dengan mengetahui bentuk atau ukuran yang abnormal dari sel darah merah, bisa
membantu mendiagnosis suatu penyakit. Sebagai contoh sel berbentuk bulan sabit adalah
khas untuk penyakit sel sabit, sel darah merah yang kecil dapat merupakan pertanda dari
stadium awal kekurangan zat besi dan sel darah merah berbentuk oval besar menunjukkan
kekurangan asam folat atau vitamin B12 (anemia pernisiosa).
Pemeriksaan lainnya memberikan keterangan tambahan tentang sel darah. Hitung
retikulosit adalah jumlah sel darah merah muda (retikulosit) dalam volume darah tertentu.
Dalam keadaan normal, retikulosit mencapai jumlah sekitar 1% dari jumlah total sel darah
merah.
Jika tubuh memerlukan lebih banyak darah merah (seperti yang terjadi pada anemia),
secara normal sumsum tulang akan memberikan jawaban dengan membentuk lebih banyak
retikulosit. Karena itu penghitungan retikulosit merupakan penilaian terhadap fungsi sumsum
tulang.
Pemeriksaan yang menentukan kerapuhan dan karakteristik selaput sel darah merah,
membantu dalam menilai penyebab anemia. . Sel darah putih dapat dihitung sebagai suatu
kelompok (hitung sel darah putih). Jika diperlukan keterangan yang lebih terperinci, bisa
dilakukan penghitungan jenis-jenis tertentu dari sel darah putih (differential white blood cell
count).
Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada plasma adalah analisis
elektrolit. Dilakukan pengukuran terhadap natrium, klorida, kalium dan bikarbonat, juga
kalsium, magnesium dan fosfat.
Pemeriksaan lainnya mengukur jumlah protein (biasanya albumin), gula (glukosa) dan
bahan limbah racun yang secara normal disaring oleh ginjal (kretinin dan urea-nitrogen
darah).
Sebagian besar pemeriksaan darah lainya membantu memantau fungsi organ lainnya.
Karena darah membawa sekian banyak bahan yang penting untuk fungsi tubuh, pemeriksaan
darah bisa digunakan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh. Selain itu,
pemeriksaan darah relatif mudah dilakukan. Misalnya fungsi tiroid bisa dinilai secara lebih
mudah dengan mengukur kadar hormon tiroid dalam darah dibandingkan dengan secara
langsung mengambil contoh tiroid. Demikian juga halnya dengan pengukuran enzim-enzim
hati dan protein dalam darah lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mengambil contoh
hati. Hitung jenis sel darah lengkap.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian laboratorium darah

· 1. Darah

a. Sel : Ruang lingkup hematologi

 Eritrosit / RBC
 Lekosit / WBC
 Trombosit / PLT (platelet)

b. Plasma : Laju Endap Darah / LED (imunokimia)

Pemeriksaan darah lengkap (selanjutnya ditulis DL) adalah suatu tes darah yang diminta
oleh dokter untuk mengetahui sel darah pasien. Terdapat beberapa tujuan dari DL, di antaranya
adalah sebagai pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa, untuk melihat bagaimana
respon tubuh terhadap suatu penyakit dan untuk melihat kemajuan atau respon terapi

Pada lembar hasil DL, yang umum tercatat adalah kadar hemoglobin, jumlah trombosit,
jumlah leukosit, dan hematokrit (perbandingan antara sel darah merah dan jumlah plasma
darah.). Kadang juga dicantumkan LED (Laju Endap Darah) dan hitung jenis leukosit.

 Hasil DL yang normal adalah :

 Kadar Hb : 12-14 (wanita), 13-16 (pria) g/dl


 Jumlah leukosit : 5000 – 10.000 /µl
 Jumlah trombosit : 150.000 – 400.000 /µl
 Hematokrit : 35 – 45 %
 LED : 0 – 10 mm/jam (pria), 0 – 20 mm/jam (wanita)

Beberapa contoh interpretasi dari hasil DL secara sederhana antara lain bila kadar Hb turun
menandakan anemia, leukositnya meningkat melebihi normal mungkin menandakan terjadinya
infeksi, trombositnya turun mungkin saja menandakan terjadi infeksi virus, dan lain sebagainya.

Bagaimana cara pemeriksaannya? Darah kita diambil dengan menggunakan dispo (suntik)
sekitar 2 cc, dimasukkan ke dalam tabung yang telah berisi antikoagulan (EDTA atau sitrat),
kemudian dibawa ke laboratorium.
3.2 Jenis-jenis pemeriksaan laboratorium darah

a. Hematologi Rutin

Nama : Hematologi Rutin

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : flow cytometry

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan untuk mengetahui adanya anemia,

infeksi dan perubahan jumlah trombosit darah.

b. Hematologi Lengkap

Nama : Hematologi Lengkap

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : flow cytometry

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan yang lebih lengkap yang memberikan

informasi tambahan tentang jenis anemia dan

hitung jenis lekosit selain yang tercantum pada


pemeriksaan hematologi rutin.

c. LED (Laju Endapan Darah)

Nama : LED (Laju Endapan Darah)

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : Westergren

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan LED memberikan informasi adanya

penyakit, infeksi dan adanya peradangan yang telah

berlangsung lama (kronis) yang tidak spesifik.

d. Eosinofil Total

Nama : Eosinofil Total

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda :N/A

Persiapan Pasien : -

Keterangan : -

e. Retikulosit

Nama : Retikulosit

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -
Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : Pengecatan

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan ini di lakukan untuk menghitung jumlah

Retikulosit (sel darah merah muda). Peningkatan

jumlah Retikulosit memberi arti terjadi

peningkatan respons sum-sum tulang terhadap

kondisi tubuh yang memerlukan lebih banyak sel

darah merah. Seperti yang terjadi pada penderita

anemia.

f. Golongan darah ABO+ Rhesus

Nama : Golongan darah ABO+ Rhesus

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : aglutinasi

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Darah manusia dapat digolongkan menjadi ABO

dan Rhesus. Tujuan utama pemeriksaan kedua

golongan darah ini untuk mencegah terjadinya

reaksi yang tidak diinginkan atau bahkan akibat

fatal pada saat transfusi.

g. Morfologi Darah Tepi

Nama : Morfologi Darah Tepi

Kelompok : Hematologi
Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : Pengecatan

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan ini brtujuan untuk menilai adanya

Kelainan morfologi ataupun kelaianan jumlah sel

darah merah, sel darah putih dan trombosit darah.

h. Limfosit Plasma Biru

Nama : Limfosit Plasma Biru

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : Pengecatan

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan ini untuk melihat reaksi Limfosit

Akibat adanya infeksi dalam tubuh.

i. Serum Iron

Nama : Serum Iron

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : serum

Metoda :N/A

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Serum Iron (SI) atau pemeriksaan kadar besi

dalam darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk


membedakan anemia akibat menurunnya kadar

besi dengan anemia lainnya.

j. TIBC

Nama : TIBC

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : serum

Metoda :N/A

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan TIBC dilakukan untuk mengetahui

jumlah transferin yang berbeda dalam sirkulasi

darah. TIBC setara dengan total transferin dalam

tubuh.

k. Ferritin

Nama : Ferritin

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : serum

Metoda :N/A

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan Ferritin dilakukan untuk mengukur

cadangan besi yang ada di dalam tubuh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk evaluasi persediaan zat

besi total dalam tubuh.

i. Transferin

Nama : Transferin
Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : serum

Metoda : -

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan Transferin dilakukan untuk menilai kadar b globin (pengikat dan
pengangkut zat besi) dalam tubuh.

j. G6PD

Nama : G6PD

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : Enzimatik kolorimetri

Persiapan Pasien : -

Keterangan : G6PD merupakan suatu enzim yang berperan dalam

proses pembentukkan dan perombakkan sel darah

merah dan berfungsi untuk mencegah agar sel

darah merah tidak mudah pecah. Kelainan enzim

G6PD menyebabkan proses pembentukkan dan

perombakkan sel darah merah menjadi tidak normal

dan mudah pecah.

k. HB Elektroforesis

Nama : HB Elektroforesis

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -
Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : Elektroforesis

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Analisa HB Elektroforesis merupakan pemeriksaan

untuk mendeteksi beberapa jenis Hb/hemoglobin

baik secara kualitatif ataupun semi-kuantitatif.

Pemeriksaan ini juga mampu mendeteksi kadar HbA

dan HbA2.

l. HbA2 Column

Nama : HbA2 Column

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : High Performance Liquid Chromatography (HPLC)

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Analisa Hb HPLC merupakan pemeriksaan yang

bersifat kuantitatif untuk HbA2 dan HbF (%),

serta pemeriksaan untuk mendeteksi jenis

hemoglobin lainnya (HbS,HbD dan HbC).

l. Vitamin B12

Nama : Vitamin B12

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Serum, Plasma K3 EDTA, Heparin

Metoda : Chemiluminescence
Persiapan Pasien : -

Keterangan : pemeriksaan Vitamin B12 digunakan untuk

mengetahui kadar Vitamin B12 dalam darah.

m. Asam Folat

Nama : Asam Folat

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Serum, Plasma Heparin (Plasma EDTA tidak boleh

digunakan)

Metoda : Chemiluminescence

Persiapan Pasien : Puasa 12 jam

Keterangan : Pemeriksaan Asam Folat digunakan untuk

mengetahui kadar asam folat dalam darah.

n. Sel LE

Nama : Sel LE

Kelompok : Hematologi

Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda :N/A

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Pemeriksaan sel LE ditujukkan untuk mendeteksi

adanya sel LE dalam darah.

o. Paket Hapusan Darah

Nama : Paket Hapusan Darah

Kelompok : Hematologi
Subkelompok : -

Jenis Sampel : Darah EDTA

Metoda : flow cytometry dan Pengecatan

Persiapan Pasien : -

Keterangan : Gabungan pemeriksaan Hematologi dan morfologi

darah tepi.

3.3 Indikasi pemeriksaan laboratorium darah

Indikasi pemeriksaan hematologi:

a. Hemostasis adalah kemampuan alami untuk menghentikan perdarahan pada lokasi luka oleh
spasme pembuluh darah, adhesi trombosit dan keterlibatan aktif faktor koagulasi, adanya
koordinasi dari endotel pembuluh darah, agregasi trombosit dan aktivasi jalur koagulasi.

b. Urinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan diagnosis infeksi
saluran kemih, batu ginjal, skrining dan evaluasi berbagai jenis penyakit ginjal, memantau
perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi (hipertensi), dan
skrining terhadap status kesehatan umum.

c. faal ginjal

d. faal hati merupakan pusat berbagai proses metabolisme, hal ini dimungkinkan sebab hati
menerima darah baik dari sirkulasi system dan juga dari system porta.

e. Glukosa adalah gula sederhana (monosakarida) yang berfungsi sebagai sumber utama energi
di dalam tubuh

f. HbA1C merupakan hemaglobin yang terikat dengan glukosa (terglikolasi).

g. profil lipid adalah gambaran lipid- lipid didalam darah.

Indikasi Pengambilan Darah Arteri pada pasien dengan penyakit paru, bayi prematur dengan
penyakit paru, Diabetes Melitus berhubungan dengan kondisi asidosis diabetic.
3.4. Kontraindikasi pemeriksaan laboratorium darah

Kontraindikasi Pengambilan Darah Arteri pada pasien dengan penyakit perdarahan seperti
hemofilia dan trombosit rendah.

3.5 Persiapan pasien

a. Puasa

Dua jam setelah makan sebanyak kira-kira 800 kalori akan mengakibatkan peningkatan volume
plasma, sebaliknya setelah berolahraga volume plasma akan berkurang. Perubahan volume
plasma akan mengakibatkan perubahan susunan kandungan bahan dalam plasma dan jumlah sel /
µl darah.

b. Obat

Penggunaan obat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematologi misalnya : asam folat, Fe,
vitamin B12 dll. Pada pemberian kortikosteroid akan menurunkan jumlah eosinofil, sedang
adrenalin akan meningkatkan jumlah leukosit dan trombosit. Pemberian transfusi darah akan
mempengaruhi komposisi darah sehingga menyulitkan pembacaan morfologi sediaan apus darah
tepi maupun penilaian hemostasis. Antikoagulan oral atau heparin mempengaruhi hasil
pemeriksaan hemostasis.

c. Waktu pengambilan

Umumnya bahan pemeriksaan laboratorium diambil pada pagi hari tertutama pada pasien rawat
inap. Kadar beberapa zat terlarut dalam urin akan menjadi lebih pekat pada pagi hari sehingga
lebih mudah diperiksa bila kadarnya rendah. Kecuali ada instruksi dan indikasi khusus atas
perintah dokter.
Selain itu juga ada pemeriksaan yang tidak melihat waktu berhubung dengan tingkat kegawatan
pasien dan memerlukan penanganan segera disebut pemeriksaan sito. Beberapa parameter
hematologi seperti jumlah eosinofil dan kadar besi serum menunjukkan variasi diurnal, hasil
yang dapat dipengaruhi oleh waktu pengambilan. Kadar besi serum lebih tinggi pada pagi hari
dan lebih rendah pada sore hari dengan selisih 40-100 µg/dl. Jumlah eosinofil akan lebih tinggi
antara jam 10 pagi sampai malam hari dan lebih rendah dari tengah malam sampai pagi.

d. Posisi pengambilan

Posisi berbaring kemudian berdiri mengurangi volume plasma 10 % demikian pula sebaliknya.
Hal lain yang penting pada persiapan penderita adalah menenangkan dan memberitahu apa yang
akan dikerjakan sebagai sopan santun atau etika sehingga membuat penderita atau keluarganya
tidak merasa asing atau menjadi obyek.

3.5 . Persiapan Alat

a. Pengambilan darah vena

Persiapan alat:

o Bak instrument

o Spuit 3 atau 5 cc

o Bengkok

o Sarung tangan steril

o Kapas alcohol dalam tempatnya

o Plester dan gunting plester


o Karet pembendung vena/ tourniquet

o Perlak/ kain pengalas

o Botol bertutup yg bersih& kering tempat bahan pemeriksaan/ specimen

Lokasi Pengambilan darah:

o vena mediana cubiti ( dewasa )

o vena jugularis superficialis ( bayi )

Tujuan:

Mendapatkan spesimen darah vena tanpa anti koagulan yang memenuhi persyaratan untuk
pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi.

b. Pengambilan darah Perifer (pembuluh darah tepi)

Persiapan alat:

o Lancet

o Kapas alcohol

o Kapas kering

o Sarung tangan

o Larutan klorin 0,5 %

o Pengalas

o Botol tempat darah yang diberi label, alat pengukur HB (HB Sahli),dll.tergantung jenis
pemeriksaan.

o Bengkok

Lokasi Pengambilan darah:

o ujung jari tangan / anak daun telinga ( dewasa )

o tumit / ibu jari kaki ( bayi )

Tujuan:
Mendapatkan spesimen darah kapiler yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan golongan
darah dan beberapa pemeriksaan rapid test imunologi.

c. Pengambilan darah EDTA

Persiapan alat:

o kapas alkohol

o diaspossible syringe / vacutainer 10 cc

o Tabung reaksi pyrex 10 cc/tabung EDTA

o kapas steril

o plester

Reagensia : EDTA 10%

Lokasi Pengambilan darah:

o vena mediana cubiti ( dewasa )

o vena jugularis superficialis ( bayi )

Tujuan:

Mendapatkan spesimen darah EDTAbyang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan morfologi


sel darah tepi dan hitung jumlah trombosit.

d. Pengambilan darah SITRAT

Persiapan alat:

o kapas alkohol

o diaspossible syringe / vacutainer 10 cc

o Tabung reaksi pyrex 10 cc

o kapas steril

o plester

Reagensia : Natrium sitrat 3.8%

Lokasi Pengambilan darah:


o vena mediana cubiti ( dewasa )

o vena jugularis superficialis ( bayi )

Tujuan:

Mendapatkan spesimen darah SITRAT yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan laju
endapan darah metode Weatergreen dan pemeriksaan tes hemoragik.

3.6. Prosedur Kerja

a. Pengambilan darah vena

Pelaksanaan

· Cuci tangan

· Pasang perlak/ kain pengalas dibawah daerah/ tempat yang akan diambil darahnya

· Ikat bagian diatas daerah yang akan diambul darahnya dengan karet
pembendung/tourniquet, pasien dianjurkan mengepalkan tangannya.

· Disinfeksi kulit yang akan ditusuk dengan kapas alcohol secara sirkuler

· Tegangkan kulit dengan tangan yang tidak dominan/tangan kiri

· Tusukkan jarum kedalam vena dengan tangan dominan, lalu aspirasi apakah jarum sudah
masuk vena

· Buka karet pembendung ,lepaskan kepalan tanganya kemudian hisap sesuai kebutuhan.

· Tarik jarum bersama spuitnya lalu bekas tusukan tekan dengan kapas alcohol dan diplester

· Masukkan darah dalam spuit kedalam botol yang tersedia (memasukkan agak miring dan
tidak terlalu keras saat menyemprotkannya)

· Beri label pada botol dan siap dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan

· Setelah selesai, penghisap spuit dikeluarkan dan diletakkan kedalam bengkok

· Cuci tangan.

b. Pengambilan darah Perifer (pembuluh darah tepi)

Pelaksanaan:

· Cuci tangan
· Bersihkan daerah yang akan di tusuk alcohol 70% dan biarkan menjadi kering kembali

· Pegang bagian yang akan di tusuk supaya tidak bergerak dan di tekan sedikit agar rasa
nyeri berkurang

· Tusuk dengan cepat memakai lancet steril, Pada ibu jari tusukan tegak lurus dengan garis
sidik jari

· Bila memakai anak daun telinga tusukan dilakukan dipinggir bukan pada sisinya tusukan
harus cukup dalam

· Buang tetes darah pertama keluar dengan memakai kapas kering. Tetes darah berikutnya
dipakai untuk Pemeriksaan.

· Tekan bekas tusukan dengan kapas kering

· Bereskan alat, buang alat suntik dengan benar.

· Cuci tangan

c. Pengambilan darah EDTA

Pelaksanaan:

· Teknis pengambilan darah serupa dengan pengambilan sample darah vena

· Darah yang telah diambil dialirkan kedalam tabung yang telah berisi EDTA 10%

· Berikan label berisi tanggal pemeriksaan,nama pasien dan jenis spesimen

d. Pengambilan darah SITRAT

Pelaksanaan:

· Teknis pengambilan darah serupa dengan pengambilan sample darah vena

· Darah yang telah diambil sebanyak 1.6 ml dialirkan kedalam tabung yang telah berisi
natriumsitrat 3.8 % sebanyak 0.4 ml

· Berikan label berisi tanggal pemeriksaan,nama pasien dan jenis spesimen

3.7. Manfaat Pemeriksaan

Kegunaan pemeriksaan hematologis:


a) Menetapkan diagnosis suatu penyakit

b) Membantu diagnosis suatu penyakit

c) Untuk follow up sesuatu penyakit

d) Menetapkan terapi suatu penyakit

e) Untuk menetapkan prognose dari suatu penyakit