Anda di halaman 1dari 5

Nama : Rahayu Windasari

NPM : 1706104584
No. Absen : 39

AUDIT INSTALASI LISTRIK PADA BANGUNAN KOMERSIAL

Pendahuluan

Sistem instalasi listrik merupakan bagian insfratrukstur yang vital dalam sebuah gedung atau
bangunan. Namun demikian tidak jarang dijumpai perilaku penggunaan listrik yang asal-asalan
(poor installation and utilization practice) sehingga menyebabkan memburuknya kondisi instalasi,
kerusakan dan bahkan terjadinya bahaya kebakaran pada perangkat instalasi listrik gedung. Masih
sering dijumpainya peristiwa kebakaran gedung / bangunan yang disebabkan karena korsleting
listrik, menunjukkan bahwa kondisi instalasi listrik pada suatu bangunan tidak selalu terjamin
dengan baik. Oleh karena itu, demi menjaga kondisi instalasi listrik dapat terjamin dengan baik,
maka evaluasi instalasi listrik pada gedung secara berkala menjadi sangat penting untuk dilakukan.
Hal ini mengacu pada standar Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) dan pada saat
pelaksanaannya, diperlukan adanya pengawasan.

Audit instalasi listrik merupakan upaya untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi eksisting
suatu sistem instalasi listrik sehingga dapat diukur kelayakan operasi dari sistem instalasi listrik
tersebut. Audit instalasi listrik perlu dilakukan secara berkala sesuai ketentuan yang berlaku
dengan tujuan sebagai berikut:
- Kualitas (quality)
Mereduksi rugi-rugi (losses) yang hilang pada sistem instalasi. Hal ini berkaitan dengan
efisiensi daya.
- Keamanan (safety)
Menjamin keamanan instalasi listrik terhadap manusia dan peralatan dan lingkungan sekitar
dapat terhindar dari ancaman bahaya kebakaran apabila terjadi hubung singkat atau beban
berlebih (over load).
- Kehandalan (reliability)
Menjamin suplai listrik yang kontinyu dengan kualitas yang baik untuk suplai ke peralatan

Pemeriksaan (audit) instalasi bangunan harus dilakukan oleh tenaga kerja yang terlatih, dan
menguasai segala seluk beluk sistem kelistrikan, K3LL, dan memiliki izin dari instansi yang
berwenang sebagaimana diatur dalam ketentuan PUIL 2000.
Ada beberapa prinsip umum yang perlu diketahui auditor sebelum melakukan audit terhadap
instalasi listrik suatu bangunan yaitu :
- Keselamatan publik : untuk melindungi khalayak publik dari bahaya yang muncul akibat
kegiatan audit tersebut
- Bahaya kebakaran : terjadi akibat adanya komponen yang tidak terinstal dengan baik pada
sistem kelistrikan yang menjadi faktor utama dalam menimbulkan percikan api
Nama : Rahayu Windasari
NPM : 1706104584
No. Absen : 39

- Perlindungan konsumen : tidak terpasangnya alat-alat kelistrikan dengan baik dapat


menimbulkan berbagai macam kerugian pada pemilik properti

Dalam melakukan audit instalasi kelistrikan, diperlukan standar acuan untuk menentukan standar
keamanan dan kehandalan, yaitu :
- UU No.30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan
- SNI 04-0225-2000 tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2000) Jakarta
- Peraturan Presiden RI No.8 Tahun 2011 tentang Tarif Daftar Listrik untuk Bisnis
- PT PLN Tahun 2002 tentang Standar Daya PLN
- Standar IEC

Audit Instalasi Gedung

Metode audit instalasi gedung dibagi menjadi 2 tahap, yaitu :


- Inspeksi (visual) : memeriksa secara visual dan fisik kondisi peralatan instalasi listrik
meliputi :
 Tanda pengenal dan papan peringatan
 Perlengkapan listrik yang dipasang
 Cara memasang perlengkapan listrik
 Polaritas
 Pembumian
 Resistansi isolasi
 Kesinambungan rangkaian
 Fungsi proteksi sistem instalasi listrik

Pemeriksaan di atas kemudian dilanjutkan dengan uji coba. Pada waktu uji coba, semua
piranti yang terpasang dan akan digunakan harus dijalankan, baik secara sendiri - sendiri
maupun serempak sesuai dengan rancangan dan tujuan penggunaannya. Hasil pemeriksaan
dan pengujian, termasuk hasil uji coba, harus dilaporkan dalam bentuk Berita Acara . Jika
uji coba menunjukkan ada kesalahan dalam instalasi, uji coba itu harus dihentikan dan
hanya dapat diulang setelah instalasi diperbaiki.

- Pengukuran (pengujian) : untuk mengetahui kondisi instalasi dan peralatan listrik apakah
mengalami degradasi unjuk kerja, atau masih dalam keadaan layak
Parameter-parameter instalasi yang diuji umumnya seperti :
 usia instalasi (U)
Seiring bertambahnya usia instalasi, maka instalasi listrik dan peralatannya akan
mengalami degradasi dan deteriorasi.
 nilai rating circuit breaker utama (In)
Nama : Rahayu Windasari
NPM : 1706104584
No. Absen : 39

Berdasarkan PUIL 2000, arus nominal rating sebuah C adalah nilai arus operasi yang
mendasari pembuatan perlengkapan listri dapat bekerja. Oleh karena itu pada dasarnya
CB boleh dibebani hingga beban 100% sebab CB dirancang mampu melayani beban
hingga nilai maksimum sesuai dengan kapasitas CB atau nilai yang tertera pada CB.
 arus beban pada kabel instalasi di setiap saluran fase (Ir, Is, It)
Penilaian kabel dilihat berdasarkan kemampuan sebesar nilai kapasitasnya atau KHA
(Kemampuan Hantar Arus). Meski demikian, peralatan instalasi tidak boleh dibebani
melebihi kapasitasnya demi alasan kualitas dan keamanan.
 ketidakimbangan distribusi beban (ℇ)
Meskipun secara ideal kondisi arus seimbang tidak akan pernah tercapai, namun
ketidakimbangan yang terjadi harus diminimalkan sebab hal tersebut akan
menimbulkan rugi-rugi daya dalam penyaluran energi listrik semakin besar. Selain itu
meningkatnya arus pada saluran netral pada sistem tiga fasa menyebabkan
meningkatnya tegangan jatuh pada saluran netral-ground yang juga menghasilkan efek
harmonisa pada saluran netral.
 temperatur pada panel (Tp)
bertambahnya beban akan meningkatkan temperature pada kabel-kabel dan isolator-
isolator peralatan instalasi. Peningkatan temperature ini akan berdampak pada
kurangnya umur hidup peralatan instalasi. Suhu berlebihan sangat mungkin
mengakibatkan kebakaran, luka bakar, atau efek cedera lain.

Berikut adalah ruang lingkup teknis dalam audit kelistrikan bangunan secara umum :
Nama : Rahayu Windasari
NPM : 1706104584
No. Absen : 39

1. Kubikel
Inspeksi :
- Kondisi fisik kubikel
- Bunyi noise korona
Pengukuran :
- Temperature kubikel
- Temperature sambungan
- Pengujian isolasi

2. Transformator
Inspeksi :
- kondisi fisik dan kelengkapan
- level minyak transformator
Pengukuran :
- temperatur body dan terminal sambungan
- arus dan tegangan keluaran transformator
- pengujian minyak transformator

3. LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board)


Inspeksi :
- kondisi fisik LVMDB dan peralatannya
- kondisi sambungan pada LVMDB
- kondisi dan dimensi kabel penghantar
- kondisi pengaman dan rating pemutusan
Pengukuran :
- Temperatur terutama pada bagian sambungan
- Arus yang mengalir pada setiap jalur
- Pengujian isolasi kabel penghantar

4. Panel
Inspeksi :
- Kondisi fisik dan kelengkapan panel
- Kondisi peralatan dan sambungan
- Dimensi kabel dan rating sistem proteksi
Pengukuran :
- Temperatur terutama pada sambungan
- Arus yang mengalir pada setiap jalur
- Pengujian isolasi kabel penghantar
Nama : Rahayu Windasari
NPM : 1706104584
No. Absen : 39

5. Grounding
Inspeksi :
- Kondisi kawat dan sambungan
- Instalasi grounding pada setiap panel
Pengukuran :
- Resistansi sistem pentanahan (grounding)

6. Sistem Proteksi Petir


Sistem proteksi eksternal : pengamanan terhadap bahaya sambaran langsung petir
Inspeksi :
- Kondisi air terminal, down conductor, earth terminal
- Kondisi sambungan
- Area perlindungan sistem proteksi
Pengukuran :
- Resistansi sistem pentanahan untuk petir

Sistem proteksi internal : pengamanan terhadap bahaya sambaran tak langsung petir
Inspeksi :
- Kondisi sistem proteksi : lightning arrester, surge suppressor
- Koordinasi sistem proteksi internal
- Kondisi grounding
Pengukuran :
- Resistansi sistem pentanahan untuk petir

Referensi :

Atabiq, Fauzan dan Suyanto, Yohanes. Komputasi Tingkat Kesehatan Instalasi Listrik pada Gedung. Jurnal
Integrasi Vol. 9 No. 1, April 2017, 01-08 e-ISSN: 2548 – 9828. 2017.

SNI 04-0225-2000, Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), BSN, Jakarta, 2000.

State Departement of Labor & Industries. Electrical Work on Commercial Property. PUBLICATION F500-109-
000 [02-2008]. Washington https://www.lni.wa.gov/IPUB/500-109-000.pdf diakses tgl 22 Oktober 2018