Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TECHNOPRENEURSHIP

PENGEMBANGAN PRODUK PRSU MEDAN

OLEH

TAMADAR AL KHANSA 160403010

D E PA R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I

F A K U L T A S T E K N I K

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2018
PENGEMBANGAN SALAH SATU PRODUK UKM PRSU MEDAN
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
UKM LAMPU HIAS

3.1. Latar Belakang Perusahaan


Pria berusia 50 tahun ini memulai usaha sejak tahun 1998, namun
menemukan formula dari bahan baku limbah pelepah pisang sejak tahun 2005.
Itupun didapatnya setelah menimba ilmu di Jogja dan Jepara. “Tahun 1998 mulai
usaha kemudian sambil berjalan dan menggali skill untuk menambah banyaknya
item. Sekarang ya sudah banyak bisa dibuat, selain lampu hias, kotak tisu, kotak
majalah, tempat lilin, tempat sendok, tempat pensil dan lainnya,” jelas pria yang
bersama rekan-rekannya berhasil membuat rekor MURI dengan membuat lukisan
dari limbah bubuk teh ukuran 4 x 12 meter tersebut saat ditemui di rumahnya di
Jalan Brigjen Katamo Gang Mantri No 16, Medan.

3.2. Struktur Organisasi


Pemilik UKM Lampu Hias ini dibantu oleh 2 anggota yang membantu
dalam proses kegiatan pembuatan lampu hias itu. Sesuai dengan kegiatan yang
ada di usaha UKM Lampu Hias ini, maka dapat ditentukan struktur organisasi dari
usaha ini. Jenis struktur organisasi yang diterapkan dalam usaha ini adalah
struktur line organization dimana bentuk organisasi dihubungkan langsung secara
vertikal antara atasan dan bawahan.

Gambar 3.1. Struktur Organisasi UKM Lampu Hias Pak Syahril


Pak Syahril Ali adalah pemilik dasri UKM Lampu Hias, dia bertugas di
finishing barang dan pemasaran. Jon adalah salah satu dari pekerja di UKM
Lampu Hias yang bertugas dibagian pemotongan kayu sedangkan Rudy bertugas
sebagai perakit lampu.

3.3. Ruang Lingkup


Berdirinya UKM Lampu Hias ini memiliki inovasi yang sangat banyak
dan berkualitas tinggi agar para konsumen tidak pernah bosan dengan karya UKM
ini. UKM Lampu Hias ini sudah terkenal sampai ke manca Negara. Harga setiap
lampu yang dibuat dinilai dari bahan baku dan lama pekerjaan. Contoh dari UKM
Lampu seperti lampu hias bambu dengan lidi yang memiliki nilai jual yang tinggi
dikarenakan ketelitian yang tinggi dalam pekerjaan seni ini.
Jangkauan pemasaran lampu hias ini adalah galeri-galeri di kota Medan,
Jawa dan Amerika. Harganya mulai dari Rp.170.000-Rp.250.000,- sedangkan
diluar dari Indonesia mencapai Rp.250.000-lebih. Karena kebanyakan yang
memesan produk lampu ini berada di luar Indonesia karena mereka sudah tau
akan kualitas dari seni lampu itu.

3.4. Aspek-aspek
3.4.1. Aspek ekonomi
Pada UKM yang kami teliti. UKM tersebut dapat meningkatkan
perekonomian pada masyarakat yang ada di sekitarnya, dan produk yang dibuat
juga dapat menjadi daya saing yang diperhitungkan.

3.4.2. Aspek Teknologi


Pada UKM yang kami teliti, UKM tersebut telah menggunakan mesin
otomatis pada sebagian proses pembuatan produk UKM tersebut. Sehingga
mempermudah dalam proses pembuatannya dan meningkatkan kualitas serta
meningkatkan produktivitas pada UKM tersebut.
3.4.3. Aspek Lingkungan
Pada UKM yang kami teliti, UKM tersebut memakai barang bekas yang
ada disekitar lingkungannya dalam pembuatan produknya. Sehingga dapat
mengurangi pencemaran lingkungan hidup.

3.5. Pengembangan Produk


produk lampu hias ini dapat saya kembangkan menjadi karya yang lebih
kreatif dan menarik. Saya akan tambahkan unsur-unsur benang yang akan
mengelilingi tutup lampu hias. Benang tersebut akan saya berikan yang berwarna
semenarik mungkin. Lalu, diatas benang tersebut saya lukis corak-corak budaya
indonesia seperti, corak batik, ulos,dsb. Sehingga produk tersebut sangat menarik
untuk di pasarkan ke nasional maupun internasional.

Gambar 3.1.Salah produk lampu hias di PRSU Medan