Anda di halaman 1dari 25

Exercise For Diabetic Peripheral Neuropathy

d r. Veranika Darmidy, Sp.KO

TAHUN 2030 PREVALENSI DIABETES MELITUS DI INDONESIA MENCAPAI 21,3 JUTA ORANG
TAHUN 2030 PREVALENSI DIABETES MELITUS DI INDONESIA MENCAPAI 21,3 JUTA ORANG

TAHUN 2030 PREVALENSI DIABETES MELITUS DI INDONESIA MENCAPAI 21,3 JUTA ORANG

DIABETES MELLITUS
DIABETES MELLITUS
INSULIN TIDAK DIPRODUK SI
INSULIN
TIDAK
DIPRODUK
SI
INSULIN DIPRODUK SI JUMLAH KURANG
INSULIN
DIPRODUK
SI
JUMLAH
KURANG
KUALITAS INSULIN TIDAK BAIK
KUALITAS
INSULIN
TIDAK
BAIK
TATALAKSANA DIABETES
TATALAKSANA
DIABETES
DIET
DIET
LATIHA N FISIK
LATIHA
N
FISIK
OBAT / INSULI N
OBAT /
INSULI
N
EDUKASI
EDUKASI

PERKENI : Konsensus Diabetes

Setiap aktivitas yang melibatkan kontraksi otot dan membakar kalori Aktivitas yang dilakukan secara terstruktur, terencana
Setiap aktivitas yang melibatkan kontraksi otot dan membakar kalori Aktivitas yang dilakukan secara terstruktur, terencana

Setiap aktivitas yang melibatkan

kontraksi otot dan membakar kalori

aktivitas yang melibatkan kontraksi otot dan membakar kalori Aktivitas yang dilakukan secara terstruktur, terencana dan
aktivitas yang melibatkan kontraksi otot dan membakar kalori Aktivitas yang dilakukan secara terstruktur, terencana dan

Aktivitas yang dilakukan secara

terstruktur, terencana dan berulang2 /teratur sehingga dapat meningkatkan kebugaran fisik

Physical Activity Evolution
Physical Activity Evolution
Physical Activity Evolution
MENGAPA HARUS LATIHAN FISIK ?
MENGAPA HARUS
LATIHAN FISIK ?

Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Frekuensi 3-5 x seminggu Intensitas Denyut jantung = 55-70% HRMax Skala persepsi Time Tergantung kondisi
Frekuensi 3-5 x seminggu
Frekuensi
3-5 x
seminggu
Intensitas Denyut jantung = 55-70% HRMax Skala persepsi
Intensitas
Denyut
jantung =
55-70%
HRMax
Skala
persepsi
Time Tergantung kondisi 30-60 menit
Time
Tergantung
kondisi
30-60
menit
Type Aerobik Latihan kekuatan
Type
Aerobik
Latihan
kekuatan
Denyut Nadi • 65-76% Denyut Nadi Maksimal • DNM= 220 – usia Talk Test •
Denyut Nadi • 65-76% Denyut Nadi Maksimal • DNM= 220 – usia
Denyut Nadi
• 65-76% Denyut Nadi Maksimal
• DNM= 220 – usia
Talk Test • Dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi
Talk Test
• Dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa
terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi
Skala Persepsi • Angka 5-6 di skala 1-10
Skala Persepsi
• Angka 5-6 di skala 1-10
• Stretching statis 10-15 hitungan • Warm up L a t i h a n
• Stretching statis 10-15 hitungan • Warm up
Stretching statis
10-15 hitungan
• Warm up

Latihan Inti

• Aerobik atau endurance atau cardio • Strengthening/ weight training
Aerobik atau
endurance atau
cardio
Strengthening/
weight training
Pemanasan
Pemanasan
• Cooling down • Stretching statis 10-15 hitungan Pendinginan
• Cooling down
Stretching statis
10-15 hitungan
Pendinginan
• Ada/tidaknya tanda/gejala retinopati, neuropati perifer, nefropati, rheumatoid arthritis, osteoarthritis berat,

Ada/tidaknya tanda/gejala retinopati, neuropati perifer, nefropati, rheumatoid arthritis, osteoarthritis

berat, osteoporosis dan masalah pada sendi lain.

Olahraga dengan intensitas berat tidak dianjurkan (KI) pada:

Retinopati

Nefropati

Lari atau olahraga loncat tidak dianjurkan pada:

Neuropati perifer

Arthritis

Osteoporosis

(Karena resiko tinggi untuk jatuh, cedera terutama cedera

pada kaki akibat jeleknya sensasi perifer)

Sebelum olahraga bila kadar gula darah < 100 mg/dL, dianjurkan mengkonsumsi snack atau buah

Bila kadar gula darah sekitar 100 - 250 mg/dL tidak

perlu extra makanan sebelum melakukan olahraga level sedang (moderate exercise).

Bila kadar gula darah > 250 mg/dL dan ada ketosis:

jangan dulu melakukan olahraga

Diabetic Peripheral Neuropathy

Diabetic Peripheral Neuropathy

Foot & Ankle Exercise

Foot & Ankle Exercise
Foot & Ankle Exercise

Neuro-Proprioceptive Exercise

Neuro-Proprioceptive Exercise

Ball Exercise ?

Ball Exercise ?

TERIMA KASIH