Anda di halaman 1dari 10

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI

ANAMNESIS PASIEN GIGI


NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN GRESIK

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT

Pengertian Wawancara antara petugas dan pasien

Tujuan Memperoleh data atau informasi tentang permasalahan yang sedang dialami
Pasien.
Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut

Persiapan 1. Status Pasien


2. Register poli gigi
3. Alat tulis

Prosedur 1. Menyambut pasien dengan ramah


2. Menanyakan dan mencatat identitas pasien meliputi :
 Nama
 Umur
 Alamat
 Pekerjaan
3. Menanyakan Keluhan Utama
 Lokasi gigi yang sakit ( lokal, menyebar )
 Kapan dirasakan
 Sifat sakit ( sedang, akut, kronis )
 Sudah pernah diobati atau belum
4. Menayakan dan mencatat Riwayat Kesehatan umum :
 Jantung
 Gula Darah
 Darah Tinggi
 Kehamilan
 Asma
 TBC ( Paru )
 HIV/AIDS
 Kebiasaan Buruk Pasien (merokok, minum alkohol, menghisap jari, dll)
 Komplikasi / Alergi yg pernah dialami pada pengobatan yang lalu

Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI


PEMERIKSAAN PASIEN GIGI
NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN ROTE NDAO

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT drg. SUARDI
NIP. 19630723 200012 1 002
Pengertian Suatu tindakan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut
Tujuan Merupakan Acuan penegakkan diagnosa pada pasien untuk pelaksanaan tindakan
lanjutan kesgilut
Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut

Persiapan 1. Alat dan bahan


 Diagnostik set
 Nierbeken
 Dental probe
 Cotton Pelet, Roll
 Kapas
 Gelas kumur
 Air bersih
 Chlor ethil
 Tensi meter
 Stetoskop
 Celemek pasien
 Jas
 Masker
 Hand scoen
 Dll
2. Pasien
Mengatur posisi duduk pasien dan memakaikan celemek
3. Petugas
Memakai jas, masker dan Hand scoen.

Prosedur 1. Mengukur tekanan darah pasien


2. Pemeriksaan Ekstra Oral (pipi,bibir kelenjar limfe)
3. Pemeriksaan Intra Oral :
 Gigi ( warna, posisi,karies, bentuk atau ukuran)
 Lidah (warna,kelaianan yang ada, bentuk dan ukuran)
 Mucosa pipi (ulkus,lesi dan radang)
 Langit – langit keras (apakah ada kista, tumor, celah langit – langit)
 Dasar mulut (apakah ada bengkak, kista, penyumbatan kelenjar ludah)
4. Pemeriksaan penunjang meliputi :
 RO photo
5. Penetapan diagnosa

Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI


TUMPATAN SEMENTARA
NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI PENANGGUNG JAWAB TIM
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN ROTE NDAO

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT drg. SUARDI s
NIP. 19630723 200012 1 002
Pengertian Tumpatan yang dilakukan sebelum melakukan tumpatan tetap

Tujuan 1.Mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut


2.Mencegah terjadinya infeksi
Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut
Persiapan .Persiapan Alat dan bahan :
 Diagnostik set
 Neirbeken
 Palstis filing instrumen
 Caviton
 Kapas
 Tampon
2.Persiapan petugas
 Masker
 Handscoen
 Jas pelindung
3.Persiapan pasien
 Celemek pasien
 Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
Prosedur 1.Persilahkan pasien duduk di dental unit
2.Memakaikan celemek kepada pasien
3.Mencuci tangan, memakai jas pelindung, masker dan handscoen
4.Lakukan pemeriksaan pada gigi yang menjadi keluhan utama
5.Pembuangan jaringan karies dengan ekscavator
6.Preparasi kavitas dengan bur sesuai dengan klasifikasi tumpatan
7.Sterilisasi kavitas
8.Pemberian obat ( eugenol ) sebagai relief of pain ( eugenol + kapas )
9.Penumpatan sementara dengan Caviton
10.Instruksi pasca penumpatan
 Tidak boleh digunakan untuk makan pada gigi yang ditumpat selama 1 jam
 Hati – hati bila menyikat gigi terutama pada bagian gigi yang ditumpat
 Setelah 3 hari kembali ke puskesmas untuk dilakukan penumpatan tetap
11.Melepaskan celemek pasien
12.Melepaskan jas pelindung, masker dan handscoen
13.Memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit
14.Mencatat hasil tindakan pada kartu status pasien dan mengisi register BP gigi
15.Membersihkan daerah kerja
16.Mencuci alat setelah dipakai
17.Lakukan sterilisasi alat
18.Menyimpan alat yang telah steril ke dalam dental kabinet

Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI


PENCABUTAN GIGI TETAP AKAR TUNGGAL DENGAN
ANASTESI INFILTRASI
NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI PENANGGUNG JAWAB TIM
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN ROTE NDAO

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT drg. SUARDI
NIP. 19630723 200012 1 002
Pengertian Mengeluarkan gigi parmanen akar tunggal dari socketnya dengan anastesi infiltrasi
Tujuan Pencabutan gigi permanen akar tunggal tanpa menimbulkan rasa sakit dan tidak ada
sisa akar tertinggal
Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut
Persiapan Alat dan bahan
 Tang cabut sesuai dengan indikasi pencabutan
 Bein
 Jarum suntik
 Lidocain
 Iodin povidon
 Kassa steril
 Tampon

Prosedur 1. Asepsis daerah kerja


2. Melakukan anastesi infiltrasi pada mukosa sekitar gigi yang akan di cabut
3. Melakukan tes apakah daerah tersebut sudah teranastesi atau belum
4. Melakukan pencabutan gigi akar tunggal
5. Meletakkan tampon dengan antiseptik pada luka bekas pencabutan
6. Instruksi pasca pencabutan
7. Pemberian obat
Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI
PENCABUTAN GIGI SULUNG
NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI PENANGGUNG JAWAB TIM
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN ROTE NDAO

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT drg. SUARDI
NIP. 19630723 200012 1 002
Pengertian Mengeluarkan gigi sulung dari socketnya dengan menggunakan topikal anastesi

Tujuan Memberi kesempatan untuk gigi permanen tumbuh dengan baik


Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut
Persiapan 1. Alat dan bahan :
 Tang cabut sesuai dengan indikasi gigi yang akan dicabut
 Bahan anastesi Topikal
 Iodium povidon
 Kapas
 Tampon

Prosedur 1. Melakukan tindakan topikal anestesi


2. Setelah pasien merasa dingin/tebal pada daerah gigi yang akan dicabut maka gigi
Boleh dilakukan pencabutan
3. Lakukan pencabutan menggunakan tang sesuai dengan indikasi gigi yang akan
Cabut
4. Mengambil tampon menggunakan pinset kemudian tetesi dengan iodin povidon
dan letakkan pada luka bekas pencabutan lalu pasien disuruh mengigit tampon.
5. Memberikan instruksi setelah pencbabutan
6. Memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit setelah pencabutan (bila perlu)

Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI
TUMPATAN TETAP
NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI PENANGGUNG JAWAB TIM
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN ROTE NDAO

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT drg. SUARDI
NIP. 19630723 200012 1 002
Pengertian Suatu Tindakan untuk menutup kavitas dengan menggunakan bahan tumpatan tetap
Tujuan Mengembalikan bentuk gigi sesuai anatomisnya dan mengembalikan fungsi gigi seperti
semula.
Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut
Persiapan Alat dan bahan
 Konservasi set
 Bahan tumpatan tetap
 Kapas
 Cotton roll,pelet
 Alkohol
 Celluloid strip
 Vaselin
 Basis (semen ZnOP)

Prosedur 1. Membersihkan jaringan nekrotik


2. Preparasi cavitas
3. Blokir dan Sterilisasi daerah kerja
4. Basis
5. Aplikasi bahan tumpatan tetap
6. Cek oklusi
7. Pengolesan Vaselin
8. Polising
9. Pengolesan Finier
10. Instruksi

Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3


STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BP GIGI
PERSIAPAN RUANGAN DAN PERALATAN KESEHATAN GIGI
NO. DOKUMEN: NO.REVISI : HALAMAN : 1 DARI 2
Tanggal Terbit : MENGETAHUI
KEPALA DINAS KESEHATAN
KABUPATEN ROTE NDAO

STANDAR
PELAYANAN
KESGILUT drg. SUARDI
NIP. 19630723 200012 1 002
Pengertian Merupakan persiapan awal dalam menunjang setiap pelayanan di poli gigi
Tujuan Agar ruangan dan peralatan bersih, steril dalam upaya pencegahan penularan dan juga
memberi kenyamanan bagi pasien
Kebijakan KEP.MENKES RI. NO 284/MENKES/SK/IV/2006, tentang Standar Pelayanan
Asuhan Kesgilut
Persiapan 1. Status Pasien
2. Alat tulis
3. Buku inventaris alat dan bahan
Prosedur Menyiapkan ruangan dan alat:
1. Membersihkan ruangan, meja, dan dental unit
2. Mengecek alat-alat dan obat-obatan gigi
3. Mempersiapkan tampon, cotton roll, cotton pellet, dan kassa.
Unit terkait dokter gigi, perawat gigi minimal D3