Anda di halaman 1dari 4

Landasan teori

Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi

baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Larutan

dapat berupa gas, cairan atau padatan. Larutan encer adalah larutan yang mengandung

sejumlah kecil solute, relatif terhadap jumlah pelarut. Sedangkan larutan pekat adalah

larutan yang mengandung sebagian besar solute. Solute adalah zat terlarut, sedangkan

solvent (pelarut) adalah medium dalam mana solute terlarut. Bila dua atau lebih zat

yang tidak bereaksi dicampur, campuran yang terjadi ada 3 kemungkinan, yaitu

campuran kasar, disperse kolid, dan larutan sejati. (Baroroh, 2004

Pembuatan larutan adalah suatu cara mempelajari cara pembuatan larutan dari bahan cair

atau padat dengan konsentrasi tertentu. Untuk menyatakan kepekaaan atau

konsentrasi suatu larutan dapat di lakukan berbagai cara tergantung pada tujuan

penggunaannya. Adapun satuan yang digunakan untuk menentukan kepekaan

larutan adalah molaritas. Molaritas, persen berat, persen volume, atau

sebagainya. Suatu larutan pekat adalah solute yang relative konsentrasinya tinggi, dan

larutan encer adalah yang konsentrasinya kecil. Faktor-faktor yang mempengaruhi

kelarutan yaitu temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH,

hidrolisis, pengaruh kompleks dan lain-lain.

proses pengenceran adalah mencampur larutan pekat (konsentrasi

tinggi) dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume akhir

yang lebih besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat

diencerkan, kadang-kadang sejumlah panas dilepaskan. Hal ini terutama

dapat terjadi pada pengenceran asam sulfat pekat. Agar panas ini
dapat dihilangkan dengan aman, asam sulfat pekat yang harus

ditambahkan ke dalam air, tidak boleh sebaliknya. Jika air ditambahkan

ke dalam asam sulfat pekat, panas yang dilepaskan sedemikian besar

yang dapat menyebabkan air mendadak mendidih dan menyebabkan

asam sulfat memercik. Jika kita berada di dekatnya, percikan asam

sulfat ini merusak kulit (Brady, 2000).

Pembahasan

Percobaan kali ini adalah tentang pembuatan larutan dan pengenceran larutan
yang bertujuan untuk .... Larutan adalah suatu campuran yang homogeny yang
komposisinya dapat berbeda, misalnya sejumlah garam dalam sejumlah air yang
diketahui, dapat berbeda dari satu larutan ke larutan yang lain. Dalam larutan ada
dua komponen yaitu solven dan solute. Solven disebut juga pelarut, dimana secara
fisika tidak berubah jika larutan terbentuk. Biasanya air dgunakan sebagai
solven,selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak,
kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air
biasanya tidak disebutkan . Semua komponen lainya yang larut dalam pelarut
disebut solute (zat yang terlarut). Larutan garam dalam air misalnya, air yang cair
adalah pelarut (solven) dan garam yang dapat larut dalam air disebut solute (zat
yang terlarut). Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan yaitu
temperatur, sifat pelarut, efek ion sejenis, efek ion berlainan, pH, hidrolisis,
pengaruh kompleks dan lain-lain.
Untuk menyatakan komposisi larutan secara kuantitatif digunakan
konsentrasi. Konsentrasi adalah perbandingan jumlah zat terlarut dan jumlah
pelarut, dinyatakan dalam satuan volume (berat, mol) zat terlarut dalam sejumlah
volume tertentu dari pelarut. Berdasarkan hal ini muncul satuan-satuan
konsentrasi, yaitu fraksi mol, molaritas, molalitas, normalitas, ppm serta ditambah
dengan persen massa dan persen volume.
Percobaan yang pertama adalah pembuatan larutan. ...

Hal yang harus diperhatikan adalah keselamatan kerja yang lebih utama. Pembuatan larutan

membutuhkan kehati-hatian yang tinggi. Ada salah satu larutan pekat yang akan

membahayakan jika ditambahkan air seperti H2SO4 karena bersifat panas dan bisa

merusak alat-alat kimia yang terbuat dari kaca, selain itu jika berbentuk padatan ukuran

penimbangan dan volume pelarutlah yang menentukan pembuatan larutan itu berhasil

atau tidaknya. Kemudian Adapun satuan yang digunakan untuk menentukan

kepekaan larutan adalah molaritas. Molaritas, persen berat, persen volume, atau

sebagainya (Faizal,2013). Molaritas (M) adalah suatu konsentrasi yang mengukur

banyaknya mol zat terlarut dalam suatu liter larutan. Dapat di tulis dengan rumus :M=

mol zat terlarut atau M = mol Liter larutan V Membuat suatu larutan untuk suatu

eksperomen dapat dilakukan dengan melarutkan zat padat (kristal) atau dengan

melakukan pengenceran larutan konsentrasi tinggi menjadi konsentrasi rendah.

Berdasarkan hasil pengamatan....

Dalam kimia, pengenceran diartikan pencampuran yang bersifat homogen antara


zat terlarut dan pelarut dalam larutan. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam
larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih
banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.
Pengenceran juga bisa dilakukan dengan cara mencampur larutan pekat
(konsentrasi tinggi) dengan cara menambahkan pelarut agar diperoleh volume
akhir yang lebih besar. Jika suatu larutan senyawa kimia yang pekat diencerkan,
kadang-kadang sejumlah kalor dilepaskan. Hal ini terutama dapat terjadi pada
pengenceran asam sulfat pekat. Agar panas ini dapat dihilangkan dengan aman,
asam sulfat pekat yang harus ditambahkan ke dalam air, tidak boleh sebaliknya.
Jika air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat, panas yang dilepaskan
sedemikian besar yang dapat menyebabkan air mendadak mendidih dan
menyebabkan asam sulfat memercik. Jika kita berada di dekatnya, percikan asam
sulfat ini merusak kulit.