Anda di halaman 1dari 6

FISIOLOGI JANTUNG

Pendahuluan
 Darah dlm jatung  pompa  sistem vaskuler  kembali ke jantung
 Sistem vaskuler :
- Sirkulasi paru
- Sirkulasi umum
 Pembuluh darah pd sist sirkulasi :
- Arteri
- Vena
 Darah yg dipompa 5 lt/m
 Jantung kontraksi & relaksasi  menyalurkan darah keseluruh tubuh dan
kembali ke jantung

Anatomi kardiovaskuler
 Jantung : jar yg memiliki fungsi kontraksi
 50% adalah otot bergaris
 Otot jantung  sel yg bersifat kontraktil, mempunyai kemampuan
meneruskan rangsang listrik sec mudah dan cepat.
 Tiap sel otot dipisahkan oleh intercalated disc dan cabang2nya
membentuk suatu anyaman
 Intercalated disc dpt mempercepat hantaran rangsang listrik krn memiliki
tahanan aliran listrik potensial yg lebih rendah.
 Otot jantung tersusun membentuk ruang-ruang dan menjadikan jantung
sebagai a globular muscular organ.
 Jaringan serabut elastisnya membentuk lingkaran yang mengelilingi katup-
katup jantung.
 Otot atrium tipis, terdiri dua lapisan yg berasal sudut kanan jantung
 Otot ventrikel tebal, tiga lapisan.
 Ventrikel kiri 2-3 kali ventrikel kanan dan mendominasi bangunan dasar
otot jantung dlm membentuk ruangan.
 Ke 3 lapis otot jantung berkesinambungan satu dgn lainnya.

Mikrostruktur otot jantung


 Garis2 dlm otot jantung tidak berbeda dgn otot rangka
 Tiap sel otot jantung memiliki garis Z yg diperankan oleh intercolated
disc & memisahkan sel otot jantung dgn lainnya
 Hub antar sel sangat erat, membentuk satu kesatuan untuk
mempertahankan kohesinya dlm bentuk muscle contractile unit dan
mempermudah penyebaran stimulus listrik
 Mitokondria banyak untuk menunjang kerja jantung

Aktivitas listrik jantung


 Bagian jantung yang berdenyut mempunyai urutan yang teratur.
 Kontraksi atrium (sistol atrium)  kontraksi ventrikel (sistole ventrikel)
 diastole, semua rongga dalam keadaan relaksasi.
 Denyut jantung berasal dari sistem penghantar jantung yang khusus.
 Struktur yang membentuk adalah :
- Simpul sinoatrial
- Lintasan antar simpul di atrium
- Simpul atrioventrikularis
- Berkas his dan cabangnya
- Sistem purkinye
 Simpul SA merupakan pacu jantung normal krn mengeluarkan listrik paling
cepat, terletak pd hubungan vc sup – atrium kanan
 Simpul AV  bag post kanan septum antar atrium, satu2nya lintasan yang
menghubungkan atrium dengan ventrikel
 Pd kondisi tertentu cardiac pacemaker dpt digantikan oleh simpul AV atau
disepanjang sistem hantaran jantung, sehinga jantung dpt tetap
berdenyut.

Penyebaran eksitasi jantung


 Depolarisasi dimulai pada simpul SA  disebarkan secara radial ke
seluruh atrium  semuanya bertemu di simpul AV.
 Depolarisari atrium selama 0,1 det
 Terjadi perlambatan 0,1 det ok hantaran simpul AV lambat (perlambatan
simpul AV) sebelum eksitasi menyebar ke ventrikel
 Perlambatan diperpendek oleh saraf simpatis, diperpanjang oleh N vagus
 Dr puncak septum gel depolarisasi menyebar secara cepat ke serat
penghantar Purkinye ke semua ventrikel dlm waktu 0,08 – 0,1 det
 Depolarisari otot ventrikel dimulai sisi kiri septum interventrikular  ke
kanan  bawah septum  apeks jantung  kembali sepanjang dinding
ventrikel ke alur AV  posterobasal ventrikel kiri, konus pulmonalis & bag
atas septum
Bunyi Jantung
 Bunyi jantung  vibrasi pendek pd siklus jantung
 Bising jantung  vibrasi lebih panjang
 Digolongkan bunyi jantung :
- Bunyi I, II, III dan IV (S1, S2, S3 dan S4)
- Opening snap
- Irama derap
- Klik
 Bunyi yg selalu terdengar : bunyi jantung I dan II  menandai fase sitolik
dan diastolik
 Patokan penentuan bunyi jantung :
- S1 bersamaan dgn ictus cordis
- S1 bersamaan denyut karotis
- S1 terdengar jelas di apex, S2 jelas di SIC II tepi kiri sternum
- S2 normal terpecah pd inspirasi, tunggal pd expirasi
- Pd irama yg lambat, jarak S1 – S2 (fase sistolik) < S2 – S1 (fase
diastolik)
 Bunyi jantung I (S1)
- Akibat penutupan katup atrioventrikularis
- Terjadi dari 4 komplek komponen pd awal kontraksi jantung
- Komponen mitral S1  M1
- Komponen trikuspid S1  T1
 Bunyi jantung II (S2)
- Komplek bunyi penutupan katup semilunar ( katup aorta & pulmonal)
- Komponen aorta S2  A2
- Komponen pulmonal S2  P2
- Sering terdengar split pd inspirasi ok A2 maju, P2 mundur
 Bunyi jantung III (S3)
- Akibat deselerasi darah pada akhir pengisian cepat ventrikel pd saat
diastole.
- Bernada rendah, 0,1 – 0,2 det setelah S2
- Bila S3 mengeras dan disertai takhikardi  irama derap
 Bunyi jantung IV (S4)
- Akibat deselerasi darah pada saat pengisian ventrikel oleh atrium 
bunyi atrium
- Bernada rendah
 Irama derap :
- Patologik
- Terdengar seperti derap kuda yang berlari (gallop rhythm)
- Bila ada S3 dan atau S4 yg mengeras disertai takhikardia
- Derap protodiastolik  S1, S2 dan S3
- Derap presistolik  S4, S1 dan S2
- Bila bunyi S3 dan S4 bergabung  irama derap sumasi
 Opening snap :
- Bunyi pembukaan katup mitral setelah S2 dan biasanya mendahului
bising mid-diastolik
- Patologis
- Pd SM
 Klik :
- Detakan pendek bernada tinggi
- Patologis
- Jenisnya :
oKlik ejeksi pada SA/SP
oKlik sistolik pd dilatasi aorta (TF)
oKlik mid-sistolik pd prolaps katup mitral.

Letak Katup Jantung

Bising Jantung
 Terjadi akibat arus darah turbulen melalui jalan yg sempit
 Karakteristik yg hrs diperinci :
o Fase bising :
- Sistolik
- Diastolik
- Atau keduanya
o Kontur / bentuk bising :
- Sistolik : holosistolik, sistolik dini, ejeksi atau sistolik akhir
- Diastolik : diastolik dini, mid-diastolik, diastolik akhir
- Sistolik dan diastolik : kontinyu, to and fro
o Derajat bising :
- Dinyatakan dalam 6 derajat.
o Pungtum maksimum : terdengar paling keras
o Penjalaran bising : kearah mana
o Kualitas bising : blowing, rumbling, nada tinggi/rendah
o Perubahan intensitas terhadap perubahan posisi

Curah Jantung
 Jumlah darah yang dipompa oleh ventrikel tiap menitnya.
 Menentukan jumlah distribusi darah keseluruh tubuh
 Berkisar 5 l/m
 Dipengaruhi : Usia, Posisi tubuh, Olah raga, Obat2an, Penyakit intra dan
ekstra kardial.
 Curah jantung = denyut jantung x isi sekuncup
 Isi sekuncup adalah jumlah darah yg dpt dikeluarkan oleh ventrikel setiap
denyutnya. Berkisar 70-80 ml/denyut, ini sama dengan vol diastolik – vol
darah ventrikel pd akhir sistole.
 Yang berpengaruh pd curah jantung :
- Faktor jantung : HR, SV
- Faktor aliran balik vena (venous return)

Denyut Jantung
 Tergantung keseimbangan rangsang syaraf simpatis dan parasimpatis
 Simpatis  meningkatkan denyut jantung (kronotropik) dan meningkatkan
kekuatan kontraksi otot jantung (inotropik)
 Aksi kronotropik juga dipengaruhi oleh :
- Perub suhu tubuh
- Kadar ion kalium, natrium dan kalsium atau pH cairan
- Hormonal ; tiroksin, epineprin
 Aksi inotropik dipengaruhi oleh :
- Preload
- Afterload
 Afterload ↓  kontraktilitas ↑
Isi Sekuncup
 Selalu bervariasi krn perubahan panjang serabut myocardium
 Dipengaruhi oleh :
- Pengisian diastolik
- Keadaan inotropik
- Tekanan aorta dan arteri paru
- Denyut jantung
 Dpt juga ditentukan oleh preload, afterload dan kotraktilitas myocardium
 Preload  faktor regangan dinding ventrikel (kiri) selama diastole
 Afterload  tahanan (resistance) yang mampu menghambat kerja
jantung.
 Kontraktilitas myocardium  peningkatan influx ion kalsium dan calsium
pulse.

Siklus Jantung
 Cardiac cycle terdiri dari sistole dan diastole
 Sistole  manifestasi kontraksi jantung
 Diastole  relaksasi jantung
 Siklus jantung memerlukan waktu 0,38 – 0,40 det pada irama sinus normal
dengan frekuensi 80 / mt
 Fase sistole memerlukan waktu 1/3 dr siklus jantung
 Siklus jantung diawali dr penyebaran impuls yang berasal dr simpul sinus
 depolarisasi atrium  kontraksi atrium  depolarisasi ventrikel 
relaksasi atrium  kontraksi ventrikel ….. dst berulang
 Pengisian darah ruang-ruang jantung terjadi selama diastole (diastolic
filling) dan pengeuarannya terjadi selama sistole (sistolic eyection) secara
serentak pada jantung kanan dan kiri.