Anda di halaman 1dari 2

Fase penyembuhan tulang:

1. Fase reaktif (2-3 minggu)


 Fase inflamatori
 Fase pembentukan granulasi
2. Fase reparasi (3-8 minggu)
 Pembentukan kalus
 Pembentukan tulang lamellar
3. Fase remodeling (setelah 12 minggu)
 Remodeling dari kontur tulang
Tujuan dari Pemasangaan Gips

a. Untuk pertolongan pertama pada fraktur (berfungsi sebagai bidai)


b. Imobilisasi sementara untuk mengistirahatkan dan mengurangi nyeri misalnya gips
korset pada tuberculosis tulang belakang atau pasca operasi seperti pada operasi pada
skoliosis tulang.
c. Sebagai pengobatan defintif untuk imobilisasi fraktur .
d. Mengoreksi deformitas pada kelainan bawaan, misalnya pada talipes ekuinovarus
kongenital atau pada deformitas sendi lutut.
e. Imobilisasi untuk mencegah fraktur patologis.
f. Imobilisasi untuk memberikan kesempatan bagi tulang untuk menyatu pasca operasi.
g. mengimobilisasi bagian tubuh dalam posisi tertentu dan memberikan tekanan yang
merata pada jaringan lunak yang terletak di dalamnya.
Kelebihan pemakaian gips

a. Mudah dan murah sebagai alternative terapi konservatif pilihan untuk menghindari
operasi
b. Dapat diganti setiap saat, dipasang dan dibuat cetakan sesuai bentuk anggota gerak
c. Dapat dibuat jendela/ lubang pada gips untuk membuka jahitan atau perawatan luka
selama imobilisasi
d. Koreksi secara bertahap jaringan lunak dapat dilakukan dengan membuat sudut tertentu.
e. Gips bersifat radiolusen sehingga pemeriksaan foto rontgen tetap dapat dilakukan
walaupun gips terpasang
Kekurangan pemakaian gips

a. Pemsangan gips yang ketat akan menimbulkan gangguan atau tekanan pada pembuluh
darah, saraf atau tulang itu sendiri
b. Pemasanggan yang lama dapat menyebabkan kekakuan pada sendi dan atrofi otot
c. Alergi dan gatal-gatal akibat gips
d. Berat dan tidak nyaman dipakai oleh klien

Teknik Pemasangan Gips


1. Siapkan pasien dan jelaskan pada prosedur yang akan dikerjakan.
2. Siapkan alat-alat yang akandigunakan untuk pemasangan gips.
3. Daerah yang akan di pasang gips dicukur, dibersihkan,dan di cuci dengan sabun,
kemudian dikeringkan dengan handuk dan di beri krim kulit
4. Sokong ekstremitas atau bagian tubuh yang akan di gips.
5. Posisikan dan pertahankan bagian yang akan di gips dalam posisi yang di tentukan
dokter selama prosedur.
6. Pasang spongs rubs (bahan yang menyerap keringat) pada bagian tubuh yang akan di
pasang gips, pasang dengan cara yang halus dan tidak mengikat. Tambahkan bantalan
di daerah tonjolan tulang dan pada jalur saraf.
7. Masukkan gips dalam baskom berisi air, rendam beberapa saat sampai gelembung-
gelembung udara dari gips habis keluar. Selanjutnya, diperas untuk mengurangi air
dalam gips.
8. Pasang gips secara merata pada bagian tubuh. Pembalutan gips secara melingkar mulai
dari distal ke proksimal tidak terlalu kendor atau ketat. Pada waktu membalut, lakukan
dengan gerakan bersinambungan agar terjaga ketumpang tidihan lapisan gips.
Dianjurkan dalam jarak yang tetap(kira-kira 50% dari lebar gips).Lakukan dengan
gerakan yang bersinambungan agar terjaga kontak yang konstan dengan bagian tubuh.
9. Setelah pemasangan, haluskan tepinya, potong serta bentuk dengan pemotong gips
10. Bersihkan Partikel bahan gips dari kulit yang terpasang gips.
11. Sokong gips selama pergeseran dan pengeringan dengan telapak tangan. Jangan
diletakkan pada permukaan keras atau pada tepi yang tajam dan hindari tekanan pada
gips.