Anda di halaman 1dari 2

KONSULTASI PRE ANESTESI

Kode Nomor : 004 / YANMED - OK No. Revisi : 01 Halaman : 1/2


Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit : 12 / 10 / 2012


PROFESI dr. Zulkarnain Pohan, MM
Direktur

PENGERTIAN Konsultasi pre anestesi adalah proses memberikan informasi / penjelasan medis kepada pasien yang
dilakukan oleh dokter anestesi sebelum pasien menjalani tindakan operasi yang memerlukan
tindakan anestesi.

TUJUAN 1. Memeriksa apakah pasien siap untuk menjalani prosedur operasi dan anestesi.
2. Membuat rencana pengelolaan anestesi.
3. Memberikan informasi kepada pasien perihal rencana tindakan anestesi yang akan dilaksanakan.
4. Memberikan rasa aman dan ketenangan pasien.

KEBIJAKAN SK Dir No  /KEP­DIR/RSHT/I/2014 tentang Kebijakan pelayanan anastesi dan bedah “ Pelayanan
anastesi harus memenuhi standart nasional juga undang –undang dan peraturan yang berlaku”
PROSEDUR 1. Klasifikasi pasien yang akan dikonsultasikan :
a. Pasien rawat jalan.
b. Pasien rawat inap.
c. Tindakan operasi cito.
2. Bagi rujukan rawat jalan :
a. Dokter operator dari pasien yang akan di operasi elektif membuat surat konsul kepada dokter
anestesi pada form konsultasi dokter anestesi dengan menuliskan; diagnosis, riwayat
penyakit, serta melampirkan pemeriksaan penunjang medis sebagai berikut :
1) Laboratorium Pre Operasi
2) EKG bagi usia >35 tahun atau bila ada indikasi
3) Rontgen Torak bila perlu
b. Dokter anestesi berpraktek sesuai dengan jadwal praktek dokter anestesi.
c. Apabila pasien datang dengan perjanjian, petugas informasi akan mengkonfirmasikan
terlebih dahulu kepada dokter anestesi.
d. Dokter anestesi melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa hasil pemeriksaan penunjang
medis beserta jawaban hasil konsultasi dokter spesialis bidang terkait sesuai indikasi.
e. Dokter yang dikonsulkan tidak harus dokter yang akan melakukan anestesi pada pasien yang
bersangkutan, tetapi dokter harus memberi tahu pasien bahwa yang akan melakukan anestesi
adalah dokter anestesi lain.
f. Bila pasien ditemukan memiliki suatu masalah atau komplikasi medis maka dokter anestesi
yang memeriksa pasien harus menyampaikan masalah atau komplikasi tersebut secara
tertulis kepada dokter operator yang akan melakukan tindakan operatif.

* DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA TANGKUBANPRAHU SECARA TERTULIS *
Halaman 1
KONSULTASI PRE ANESTESI
Kode Nomor : 004 / YANMED - OK No. Revisi : 01 Halaman : 2/2
Ditetapkan :

SPO Tanggal Terbit : 12 / 10 / 2012


PROFESI dr. Zulkarnain Pohan, MM
Direktur

3. Bagi rujukan rawat inap :


a. Apabila pasien yang akan dirujuk berada di ruang perawatan dan ada rencana operasi maka
pasien terlebih dahulu dikonsulkan kepada dokter anestesi.
b. Perawat di ruang perawatan akan memberitahukan kepada perawat kamar operasi bahwa ada
konsul pre anestesi dan rencana operasi dengan menyebutkan:nama pasien, diagnosis, dan
rencana tindakan yang akan dilakukan.
c. Perawat kamar operasi akan melaporkan kepada dokter spesialis anestesi yang bertugas jaga
saat itu bahwa terdapat rencana operasi dan konsul di ruang perawatan.
d. Dokter spesialis anestesi akan memeriksa sesuai jadwal prateknya atau dibuat perjanjian
waktu konsultasi atau akan disesuaikan dengan waktu praktek.
e. Dokter spesialis anestesi akan melakukan visit kepada pasien bersangkutan dengan
didampingi oleh perawat ruang perawatan. Kemudian dokter anestesi akan memeriksa
pasien.
4. Bagi rujukan cito :
a. Apabila terdapat rencana tindakan operasi cito maka perawat kamar operasi akan
memberitahukan hal tersebut kepada dokter anestesi bahwa terdapat konsul cito. Apabila
dokter spesialis anestesi (sesuai dengan jadwal jaga) tidak berada di rumah sakit maka
dokter tersebut diminta untuk segera datang ke rumah sakit terkait.
b. Apabila dokter jaga anestesi tidak dapat datang atau berhalangan datang maka akan segera
digantikan oleh pengganti dokter anestesi berikutnya sesuai jadwal jaga.
c. Dokter spesialis anestesi terlebih dahulu memeriksa kondisi pasien bersangkutan.
5. DPJP meninjau ulang temuan dari kunjungan pre anestesi untuk pertimbangan perencanaan dan
pemilihan tehni anestesi termasuk pemberian medikasi yang akan dilakukan
6. Dokter anestesi melakukan hasil assasement pre anestesi serta perencanaan anestesi dalam
formulir rujukan anestesi
7. Dokter anestesi memberikan penjelasan kepada pasien / keluarga sebelum melakukan tindakan
anestesi. Formulir penjelasan anestesi dan informed consent anestesi harus ditanda tangani oleh
pasien atau keluarga pasien, perawat dan dokter anestesi yang akan melakukan operasi sebelum
anestesi dilaksanakan.

Catatan
SPO Profesi ini merupakan revisi dari SPO Konsultasi Pra Anestesi, No. YANMED/SOP/141 revisi
00 tahun 2006

UNIT TERKAIT Bidang Keperawatan / Bidang Penunjang Medis / Bagian Marketing

* DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RS HERMINA TANGKUBANPRAHU SECARA TERTULIS *
Halaman 2