Anda di halaman 1dari 9

MATERI KIMIA ORGANIK

“ALDEHIDA DAN KETON”

Nama : 1. USURIA RUMAF (173145201039)


2. ST.PATIMAH (173145201060)
3. ICHAL PALEN TUHUTERU (173145201048)
4. IRDA RENHOAT (173145201049)
5.ROBERT M.WATMANLUSSY (173145201058)

Kelas : B

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

STIKes MEGA REZKY MAKASSAR

TAHUN 2018
PEMBAHASAN

A. Aldehid

1. Pengertian aldehid

Aldehid berasal dari “alkohol dehidrogenatum“. (cara sintesisnya). Aldehid adalah


senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsi berupa gugus karbonil di ujung
rantai karbon. Gugus fungsi ini terdiri dari atom karbon yang berikatan dengan atom
hidrogen dan berikatan rangkap dengan atom oksigen. Golongan aldehida juga
dinamakan golongan formil atau metanoil. Kata aldehida merupakan kependekan
dari alcohol dehidrogenasi yang berarti alkohol yang terdehidrogenasi. Golongan
aldehida bersifat polar.

Aldehid termasuk senyawa yang sederhana jika ditinjau berdasarkan tidak adanya
gugus-gugus reaktif yang lain seperti -OH atau -Cl yang terikat langsung pada atom
karbon di gugus karbonil - seperti yang bisa ditemukan misalnya pada asam-asam
karboksilat yang mengandung gugus -COOH.

Pada aldehid, gugus karbonil memiliki satu atom hidrogen yang terikat padanya
bersama dengan salah satu dari gugus atom hidrogen lain atau, yang lebih umum,
sebuah gugus hidrokarbon yang bisa berupa gugus alkil atau gugus yang
mengandung sebuah cincin benzen

 Gugus fungsi aldehid

 Rumus umum senyawa aldehid


2. Tata nama aldehid menurut IUPAC dan TRIVAN
a.IUPAC
 Cari rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi formil.
 Beri nomor pada rantai terpanjang, dimulai dari C yang terdekat dengan
gugus fungsi.
 Nama aldehida diturunkan dari nama alkana induknya dengan mengubah
huruf akhir –a menjadi –al.

b.TRIVAN
Menurut nama trivial dengan mengubah imbuhan asam –oat atau asam -at menjadi
akhiran –aldehida. Contoh : formaldehida dan asetaldehida

3. Isomer aldehid
Isomer adalah dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus kimia sama namun
mempunyai struktur yang berbeda.
 Aldehid tidak memiliki isomer posisi karena gugus fungsinya selalu berada
pada ujung rantai atom C
 Isomer fungsi aldehida adalah keton karena memiliki rumus molekul yang
sama tetapi gugus fungsinya berbeda.

4. Sifat fisis dan kimia aldehid


a.sifat fisik

5. Reaksi aldehid

1..reaksi oksidasi.
 Oksidasi oleh kalium bikromat dan asam sulfat
Oksidasi aldehida dengan campuran kalium bikromat dan asam sulfat akan
menghasilkan asam karboksilat.
2.reaksi reduksi

 Reduksi oleh larutan feling


Aldehida dapat mereduksi larutan Fehling menghasilkan endapan merah
bata dari senyawa tembaga(I) oksida.

 Reduksi oleh larutan Tollens


Aldehida dapat mereduksi larutan Tollens menghasilkan cermin perak.
 Aldehid adalah reduktor kuat
 Aldehid mampu mereduksi oksidator-oksidator lemah

3.reaksi adisi

 Reaksi adisi aldehida dengan gas hydrogen aldehid + H2 → alcohol


primer
 Reaksi adisi aldehid dengan HCN menghasilkan senyawa nitril.

6. Pembuatan senyawa aldehid


a. Aldehid dapat dibuat dengan mengoksidasi alcohol primer lemah dengan
oksidator K2Cr2O7 dalam suasana asam
b. Aldehida (formaldehida) dibuat dengan mereaksikan alcohol dan udara dengan
katalis tembaga atau platina dan dipanaskan.
7. Manfaat Aldehid
 Formalin : bahan pengawet
 Formaldehida : bahan baku pembuatan damar buatan buatan atau pembuatan
plastic
 Etanal : pembuatan baku asam asetat, anhidrida asetat, dan etil asetat.
B. Keton

1. Pengertian Keton
Keton adalah senyawa karbon yang mengandung gugus karbonil (-CO-) yang diapit
oleh dua gugus alkil. Keton juga dapat dikatakan senyawa organik yang karbon
karbonilnya dihubungkan dengan dua karbon lainnya. Keton tidak mengandung atom
hidrogen yang terikat pada gugus karbonil. Keton bisa berarti gugus fungsi yang
dikarakterisasikan oleh sebuah gugus karbonil (O=C)yang terhubung dengan dua
atom karbon ataupun senyawa kimia yang mengandung gugus karbonil

Senyawa karbonil yang berikatan dengan dua karbon membedakan keton dari asam
karboksilat, aldehida, ester, amida, dan senyawa-senyawa beroksigen lainnya. Keton
merupakan reduktor yang lebih lemah daripada aldehid. Zat-zat pengoksidasi lemah
seperti pereaksi tollens dan pereaksi Fehling tidak dapat mengoksidasi keton. Oleh
karena itu, aldehid dan keton dapat dibedakan dengan menggunakan pereaksi-
pereaksi tersebut.
Aldehid + pereaksi Tollens cermin perak
Keton + pereaksi Tollens tidak ada reaksi
Aldehid + pereaksi Fehling endapan merah bata
Keton + pereaksi Fehling tidak ada reaksi

 Rumus umum senyawa keton.

 Gugus gungsi keton


2. Tata nama Keton menurut IUPAC dan TRIVAN
a.IUPAC
 Nama keton diturunkan dari alkana induknya, huruf akhir –a diubah menjadi –
on. Bila perlu digunakan nomor. Contoh : propanon dan butanon.

b.TRIVAN
 Nama keton diturunkan dari alkana induknya, huruf akhir –a diubah menjadi –
on. Contoh : aseton.

3. Isomer keton
Ada dua jenis keisomeran pada keton, yakni:
 keisomeran fungsi
keton berisomer fungsi dengan aldehida
 keisomeran struktur
keisomeran struktur pada keton berupa keisomeran kerangka dan posisi yang
mulai terjadi pada pentanon.

4. Sifat fisika keton

5. Raksi reaksi keton


 Adisi
 Adisi senyawa keton oleh hydrogen menghasilkan alcohol sekunder
 Adisi senyawa dengan pereaksi polar seperti HCN atau NaHSO3 akan
menghasilkan sianohidrin
 Adisi senyawa keton oleh air akan membentuk diol (dialkohol)
6. Pembuatan senyawa keton
 Oksidasi alcohol sekunder akan menghasilkan keton.
 Keton dapat diperoleh ketika reagen Grignard direaksikan dengan nitrit.

7. Manfaat keton
 Propanon : pelarut dan penghilang kutek.
 Butanon : pembuat kaset video ‘krom’.
 Keton siklik : pembuatan parfum karena berbau harum.
Daftar Pustaka

http://catatanengalaman.blogspot.co.id/2015/02/makalah-aldehid-dan-keton-bab-i.html (diakses :
senin, 7 desember 2015)

yayan wulandari, dkk.2013.Super SMA Edisi 1. Jakarta:

syarifudin ST. 2006. Buku ajar kimia untuk SMA kelas XII. Jakarta :Bina Aksara