Anda di halaman 1dari 9

Fisiologi Sel dan Jaringan

1. Pengantar Fisiologi

Fisiologi bukanlah sebuah ilmu yang baru Anda pelajari. Ketika Anda belajar di
tingkat SMA, dasar-dasar materi fisiologi telah didapat dalam pelajaran biologi.

Fisiologi berasal dari bahasa Inggris dan Yunani, physiology, yang dapat dipecah
menjadi frasa physis (yang berarti alam atau asal) dan logos (yang berarti ilmu).
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi-fungsi dari tubuh atau bagaimana
tubuh bekerja (mekanisme aksi).

Secara umum, fisiologi memiliki kedekatan dengan ilmu anatomi. Dalam anatomi,
Anda mempelajari bagaimana bentuk dan struktur suatu organ atau sistem. Sedangkan
dalam fisiologi, Anda mempelajari bagaimana organ atau sistem saling bekerja dan
berkaitan. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mempelajari anatomi dan fisiologi
secara bersama-sama sehingga Anda mempelajari keduanya secara lebih menyeluruh.

Dalam mempelajari fisiologi, Anda jangan melakukan hapal mati. Seperti ketika
Anda menonton film yang menarik, Anda harus mengetahui ”siapa tokoh-tokoh
karakternya” dan “bagaimana bentuk wajah aktornya” yang dipelajari dalam anatomi.
Setelah itu Anda harus mengikuti ceritanya dari awal sampai akhir dari “perjalanan
cerita para tokoh” tersebut yang Anda pelajari dalam fisiologi. Jika kita menyimak
dengan seksama, Anda seyogyanya dapat menemukan logika berpikir dan konsepnya,
sehingga akhirnya memahami dan mengingat anatomi dan fisiologi dengan baik.

Pelajaran anatomi dan fisiologi sangat penting menjadi dasar Anda untuk pekerjaan
Anda kelak sebagai bidan. Karena bagaimana mungkin Anda bisa menolong
persalinan yang sakit atau patologis, sedangkan di satu sisi Anda tidak paham sesuatu
yang normal yang Anda pelajari dalam fisiologi?

Selamat belajar fisiologi!

1
2. Susunan Tubuh Manusia

Tubuh kita tersusun secara struktural, baik dari tingkat kimiawi sampai ke tubuh
secara keseluruhan. Semua susunan ini yang pada akhirnya membuat kita dapat hidup.
Dari ukuran terkecil ke yang terbesar: atom – molekul – organel – sel – jaringan –
organ – sistem organ – organism (makhluk hidup).

Atom dan Molekul

Seperti semua hal yang ada di bumi, baik benda hidup dan benda mati, pasti tersusun
atas materi atau zat kimiawi. Susunan kimiawi terkecil disebut dengan atom. 96%
tubuh manusia tersusun atas 4 atom utama yaitu, oksigen, karbon, hidrogen, dan
nitrogen. Atom-atom yang ada akan bergabung menyusun molekul, seperti
karbohidrat (Cm(H2nOn), protein/asam amino (yang tersusun atas gugus amin –NH2
dan asam karboksilat -COOH), lipid, dan asam nukleat yang menyusun DNA.

Dalam tingkat molekul, belum terjadi fungsi kehidupan. Molekul-molekul yang ada
akan membentuk organel yang akhirnya membentuk sel. Sel adalah struktur terkecil
yang memiliki fungsi untuk hidup. Sel-sel ini pada dasarnya memiliki fungsi dasar
yang sama, dan selain itu kelompok sel tertentu akan mengalami proses
perkembangan yang akan mengalami pembedaan fungsi atau diferensiasi, sehingga
beberapa sel memiliki fungsi yang khas atau khusus.

Sel

Sel sebagai unit terkecil yang menjalani fungsi kehidupan, memiliki fungsi-fungsi
dasar sebagai berikut:
1. Mendapatkan zat makanan atau nutrisi dan oksigen dari sekitar sel.
2. Menjalankan berbagai reaksi kimia yang menggunakan zat makanan dan
oksigen yang pada akhirnya membentuk energi.
3. Membuang zat buangan atau ekskresi yang merupakan sisa dari reaksi kimia
sel.
4. Membuat atau sintesis protein dan zat lainnya yang berfungsi untuk zat
pembangun sel.
5. Mengawasi pertukaran materi antarsel dan lingkungannya.
6. Memindahkan materi dari suatu tempat ke tempat lainnya.
7. Responsif dan sensitif terhadap perubahan di lingkungannya.

2
8. Membelah (reproduksi), kecuali pada sel saraf dan otot.

Selain fungsi dasar, terdapat fungsi khusus atau khas pada sel tertentu, misalnya pada
sel di saluran cerna yang dapat memproduksi enzim pencernaan, dan sel otot yang
dapat berkontraksi dan relaksasi.

Jaringan

Jaringan adalah kelompok sel-sel yang memiliki kekhususan yang serupa. Secara
umum, terdapat 4 kelompok jaringan dasar, yaitu jaringan otot (muscle), saraf
(nervous), epitel (ephitelial), dan jaringan ikat (connective tissue). Setiap jaringan ini
memiliki jenis-jenis sel khusus dan zat di luar sel atau ekstraseluler.

Jaringan otot terdiri dari sel-sel yang befungsi untuk berkontraksi dan menghasilkan
gaya. Terdapat tiga jenis sel otot yaitu otot rangka (skeletal muscle), otot polos
(smooth muscle), dan otot jantung (cardiac muscle). Otot rangka berfungsi dalam
pergerakkan tulang, otot polos menggerakkan organ-organ dalam, dan otot jantung
menyebabkan jantung dapat memompa.

Jaringan saraf terdiri dari sel yang dapat menghasilkan dan menghantar impuls
listrik. Jaringan saraf terdapat pada otak, sumsum tulang belakang (medulla spinalis),
dan sistem saraf lainnya.

Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang dapat menukar zat antarsel dan
lingkungannya, Setiap zat yang masuk dan meninggalkan tubuh harus melalui lapisan
epitel ini. Jaringan epitel terdiri atas dua jenis yaitu epitel penutup dan epitel kelenjar.
Pada epitel penutup, sel-sel epitel tersusun erat membentuk lapisan penutup. Epitel
penutup merupakan batas antara jaringan tubuh dengan lingkungan luar, seperti pada
lapisan organ saluran cerna.

Sedangkan kelenjar terdiri dari epitel yang dapat menghasilkan zat sekret. Sekret
adalah sesuatu yang dikeluarkan oleh sel sebagai respons untuk stimulasi tertentu.
Kelenjar terbentuk dari masa janin (embrionik) dari sel-sel epitel yang melipat
membentuk kantong. Kelenjar terdiri atas 2 jenis yaitu kelenjar eksokrin (kelenjar
yang mengeluarkan sekret keluar tubuh, misalnya kelenjar keringat) dan kelenjar
endokrin (kelenjar yang mengeluarkan sekret ke dalam tubuh atau darah, yang dikenal
dengan hormon, misalnya kelenjar pada pankreas yang menghasilkan insulin).

Jaringan ikat adalah jaringan penyangga dengan jumlah sel yang lebih sedikit
daripada materi ekstraselularnya. Jaringan ini berfungsi menyambungkan,
menyangga, dan mengaitkan organ-organ dalam tubuh. Contoh jaringan ikat adalah
tendon (mengikat otot dan tulang), tulang, dan darah.

Organ dan Sistem

Organ terdiri dari dua atau lebih jaringan yang akhirnya dapat memberi fungsi khusus.
Misalnya pada lambung terdiri dari jaringan ikat, jaringan otot polos, jaringan saraf,
dan jaringan epitel batang.

3
Kelompok organ-organ yang serupa akan membentuk sebuah sistem. Misalnya sistem
pernafasan terdiri atas hidung, faring, laring, trakea, dan paru-paru. Kesemua organ
dalam sistem pernapasan akan bersatupadu menjalankan fungsi pernapasan.

Tubuh kita memiliki sebelas sistem yaitu sistem sirkulasi, digestif, respirasi,
urinaria, skeletal, muskular, integumen, imun, saraf, endokrin, dan reproduksi.

Organisme

Pada akhirnya, semua sistem akan membentuk sebuah makhluk hidup secara utuh
atau organisme. Pada tingkat organisme ini terjadi fungsi-fungsi kompleks yang
melibatkan banyak sistem, misalnya dalam pengaturan tekanan darah melibatkan
banyak sistem termasuk sistem sirkulasi, respirasi, urinaria, saraf, endokrin, dan
lainnya.

3. Konsep Homeostasis

Jika setiap sel memiliki fungsi dasar masing-masing, mengapa tubuh kita tidak dapat
bertahan jika tidak menjalankan fungsi khusus? Karena sel-sel dalam makhluk
multiselular memerlukan kerjasama atau kesatupaduan sehingga semua fungsi
kehidupan dapat berjalan. Selain itu, tidak semua sel juga terpengaruh atau memiliki
kontak langsung dengan lingkungan luar. Misalnya untuk memperoleh zat makanan,
maka sel-sel tubuh kita misalnya di sistem saraf akan menerima dari sel-sel dari
sistem digestif. Semua sistem dalam tubuh kita telah terhubung dengan lingkungan
yang “berair” sehingga setiap sel dapat berhubungan dan bertahan hidup.

Cairan dalam tubuh kita terdiri atas 2 bagian yaitu cairan intraselular yang merupakan
cairan dalam sel, dan cairan ekstraselular yang terdapat di luar sel. Cairan
ekstraselular dibagi menjadi 2 bagian lagi yaitu plasma (cairan dalam pembuluh darah
atau intravaskular) dan cairan intersisial (cairan di luar pembuluh darah dan cairan
antarsel).

Oleh karena itu, sel tubuh dapat hidup dengan bergantung pada cairan ekstraselular
dan komposisi yang seimbang. Usaha untuk mempertahankan lingkungan yang stabil
dalam tubuh disebut homeostasis (homeo: sama, stasis: diam).

4
Setiap fungsi dari sistem tubuh kita memiliki perannya masing-masing dalam
mempertahankan homeostasis. Homeostasis tubuh dapat berubah-ubah, tubuh juga
dapat mempertahankan dengan menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan untuk
memperoleh kondisi yang sesuai dan optimal. Jadi, homeostasis itu dinamis.

Homeostasis dipengaruhi oleh faktor-faktor: konsentrasi molekul dan zat makanan,


konsentrasi O2 dan CO2, konsentrasi zat sisa, tingkat keasaman (pH), konsentrasi air,
garam, elektrolit, suhu, dan volume serta tekanan (misalnya pada plasma darah).

Pengaturan aktivitas tubuh dalam mempertahankan homeostasis terdiri dari:


a. pengendalian intrinsik: respon atau kompensasi dilakukan oleh organ
bersangkutan
b. pengendalian ekstrinsik: respon akan merangsang kerja sistem pengendalian
lainnya misalnya sistem saraf dan endokrin

Kondisi sakit (patologis) akan mempengaruhi homeostasis secara keseluruhan. Jika


homeostasis tidak dapat dipertahankan maka akibatnya sakit akan terus berlanjut dan
dapat saja sebabkan kematian.

Dalam menanggapi respon maka terdapat suatu mekanisme umpan balik, yang dapat
negatif (servomekanisme) dan positif. Umpan balik negatif artinya respon yang ada
akan menghentikan stimulus awal, sedangkan umpan balik positif adanya respon akan
meningkatkan stimulus dan memerlukan faktor dari luar untuk berperan sebagai
umpan balik negatif untuk menghentikan stimulus.

5
Contoh mekanisme umpan balik:
Pada saat suhu tubuh melebihi 38 derajat celcius (demam), maka akan memberi
impuls pada sel-sel saraf di dalam kulit dan otak. Sel otak akan melakukan pengaturan
suhu, sedangkan pada kulit akan mengeluarkan keringat melalui kelenjar eksokrinnya.
Adanya pengaturan suhu di otak dan keluarnya keringat akan menurunkan suhu
tubuh.

4. Fisiologi Sel

Prinsip-Prinsip dalam Teori Sel


 Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil yang dapat melakukan
fungsi kehidupan
 Aktivitas fungsional tiap sel bergantung pada struktur khusus sel
 Sel menyusun organisme tumbuhan maupun hewan
 Sebuah struktur dan fungsi organisme sangat bergantung pada masing-masing
individu dan kemampuan sel itu sendiri
 Semua sel baru berasal dari sel-sel dahulu yang sudah ada

6
 Semua sel pada semua makhluk hidup memiliki struktur dan fungsi dasar yang
sama

Struktur Sel

Struktur sel dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu, plasma membran (selaput), nukleus
(inti sel), dan sitoplasma (bagian sel di luar nukleus).

Membran plasma atau membran sel berfungsi membungkus dan melindungi sel dari
lingkungan luar atau cairan ekstraselular. Membran ini memiliki mekanisme saluran
atau kanal yang diatur secara kimiawi untuk memasukkan zat makanan dan
membuang zat sisa secara selektif.

Nukleus atau inti sel merupakan komponen terbesar di dalam sel, biasanya bentuknya
bulat dan berada di tengah sel. Nukleus berisi DNA yang berfungsi sebagai pengarah
pembuatan (sintesis) protein dan dasar dari genetika.

Sitoplasma adalah struktur di antara membran plasma dan nukelus. Sitoplasma terdiri
dari organel dan sitosol. Sitosol adalah “cairan” di dalam sitoplasma, sedangkan
organel adalah “organ-organ” kecil di dalam sel. Organel terdiri dari retikulum
endoplasma, badan Golgi, lisosom, peroksisom, mitokondria.

Organel Sel

7
Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma (RE) memiliki fungsi utama dalam memproduksi protein dan
lipid sel. Terdapat dua macam RE, yaitu RE halus (berfungsi menghantarkan protein
baru) dan RE kasar dengan partikel ribosom (berfungsi membuat protein untuk
disekresikan dan membentuk membran).

Badan Golgi

Badan Golgi berfungsi untuk meneruskan hantaran molekul protein yang sudah
diproduksi di retikulum endoplasma untuk disekresikan dalam bentuk vesikel dan
dikeluarkan ke luar sel melalui membran plasma.

8
Lisosom

Lisosom adalah organ “pencernaan” dalam sel. Lisosom adalah kantung yang berisi
enzim hidrolitik, yang dapat memicu reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis akan
memecahkan molekul benda asing atau bakteri/debris yang dibawa masuk ke dalam
sel (proses endositosis).

Peroksisom

Peroksisom adalah organel yang mengandung enzim oksidatif yang dapat


mendetoksifikasi berbagai zat sisa. Enzim oksidatif adalah enzim yang menggunakan
oksigen untuk membuang hidrogen pada saat menetralisir zat buangan sel.

Mitokondria

Mitokondria adalah “organ pernapasan” sel yang akan menghasilkan energi dalam
bentuk ATP. Mitokondria melanjutkan proses siklus Krebs dan fosforilasi oksidatif
dalam rangkaian perubahan glukosa menjadi ATP.