Anda di halaman 1dari 61

TATA USAHA PUSKESMAS

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman

UPT.
PUSKESMAS dr. Aulia Agustin
HAMPARAN
NIP. 196905172007011043
PERAK
1.Pengertian Melakukan pengelolaan surat menyurat,kearsipan,perlengkapan,kehumasan,rumah
tangga,evaluasi penyusunan program & pelaporan sesuai dengan peraturan yang
berlaku
2.Tujuan Keberhasilan pelaksanaan program dan pelaporan,kebenaran pekerjaan dan tepat
waktu ,keharmonisansuasana kerja dan peningakatan disiplin kerja.
3.Kebijakan Melakukan koordinasi
4.Referensi
5.Uraian Tugas
1. Menyiapkan bahan kerja
-Menyusun dokumen RUK
-Menyusun dokumen RPK
-Menyusun dokumen POA jankemas,Jamkesda,BOK
-Menyusun dokumen RKA dan DPA
2.Mengkoordinir ATK dan Alat penunjang
3.Mengkoordinir pengelolaan Aset
4.Mengkoordinir pengelolaaan surat menyurat
5.Mengkoordinir data base dan Sistim Informasi Kesehatan
6. Mengkoordinir pengelolaan kepegawaian Puskesmas
7.Mengikuti rapat di lintas sektoral,lintas program ketika ditunjuk oleh
Pimpinan
8.Membuat Tupoksi ,anjab dan....
9.Mengkoordinir pembuatan jadwa l jaga paramedis
10. Mengkoordinir pelaksanaan dan penbuatan indek kepuasan
masyarakat
11. Membuat DP3
Unit Terkait Di dalam gedung dan di luar gedung Puskesmas

1/6
PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman

UPT.
PUSKESMAS dr. Aulia Agustin
HAMPARAN
NIP. 196905172007011043
PERAK
1.Pengertian Pelayanan pasien rawat jalan adalah pelayanan pasien yanfg memerlukan rawat
jalan termasuk pemeriksaa penunjang ,pemberian obat dan tindakan medis
2.Tujuan Memberikan pelayanan kepada pasien berobat jalan secara efektif,efisien
danmemuaskan.
3.Kebijakan Memberikan pelayanan kepada pasien baru dan pasien kontrol ulang
4.Referensi
5.Langkah- 1. Pasien mendaftarkan diri di tempat pendaftaran dengan menunjukkan kartu
langkah/ Prosedur identitas atau kartu berobat bagi pasien ulangan
2. Petugas pendaftar membuat kartu rekam medis yang sudah diisi identitas
pasien tersebut dengan lengkap dan memesukkan data tersebut ke dalam
komputer
3. Di nurse stasion perawat melakukan pengecekan vital sign
4. Pasien dipersilakan menunggu kembali untk dilakukan pemeriksaan
selanjutnya sesuai poli yang dituju.
5. Setelah dokter datang pasien dipanggil susuai nomor urut (bila ada pasien
yang membutuhkan pelayanan segera, pasien langsun di bawa ke ruang
UGD)
6. Dokter melakukan anamnesa dilanjutkan pemeriksaan(bila diperlukan
pemeriksaan penunjang seperti Laboratorium,USG,Rontgen,EKG,)maka
perawat memberikan surat pengantar untuk pemeriksaan tersebut.
7. Bila pasien memerlukan tindakan medis seperti ganti verban,suntikan dll
maka perawat membantu dokter melakukan tindakan tersebut
8. Bila pasien memerlukan konsultasi di bidang lain maka dokter akan
membuat rujukan untuk pasien tersebut

Unit Terkait Poli Umum,UGD,Laboratorium

1/6
PELAYANAN DI POLI GIGI

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman

UPT.
PUSKESMAS dr. Aulia Agustin
HAMPARAN
NIP. 196905172007011043
PERAK
1.Pengertian Poli gigi merupakan tempat untuk pelayanan konsultasi kesehatan gigi
2.Tujuan Sebagai pedoman bagi petugas dalam meberikan pelayanan kesehatan
gigi dan mulut
3.Kebijakan -
4.Referensi -
5.Langkah-langkah/
Prosedur 1. Petugas mencuci tangan.
2. Petugas mempersiapkan ruangan dan alat dental unit gigi
3. Alat diaknosa gigi
4. Tampon
5. Iodin
6. Spuid
7. Clor ethyl
8. Korentang
9. Masker
10. Hand scone
11. Petugas menerima kartu rekam medis dari petugas loket
12. Pasien dipanggil sesuai nomor urt
13. Petugas melakukan anamnesa kepada pasien
14. Petugas mempersilakan pasien duduk di kursi dental unit dan
melakukan pemeriksaan gigi dan mulut dan menentukan diaknosa
15. Petugas menanyakan persetujuan pasien /keluarga agar
menandatangani informed consent untuk diambil tindakan medis
terhadap pasien.
16. Petugas memberikan konseling kepada pasien
17. Petugas memberikan resep kepada pasien sesuai diagnosa.

Unit Terkait Dokter gigi, perawat gigi.

1/6
PERSALINAN NORMAL

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit
Halaman : 1-6

UPT.Puskesmas
Hamparan dr. Aulia Agustin
Perak NIP. 196905172007011043

1.Pengertian Asuhan persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman selama
pengeluaran khasil konsepsi yang berumur >37 minggu melalui jalan
lahir serta pencegahan komplikasi
2.Tujuan Membantu persalinan supaya bersih dan aman dan mencegah terjadinya
komplikasi persalinan
3.Kebijakan Dilakukan oleh bidan lulusan D3 sesuai stsandart pelayanan kebidanan.
4.Referensi -Sinopsis Obstetri 2012
- Maternal dan Neonatal 2012
- Pelatihan Asuhan Persalinan Normal Buku Acuan Ed.3 (Revisi), Jakarta :
jaringan Nasional Pelatihan Klinik, 2012.
- Pelatihan APN 2012

1/6
5.Langkah-langkah/ Prosedur `
1. Persiapan Alat dan Bahan
- Bak instrumen berisi partus set (klem 2,gunting tali pusat 1,setengah
koher 1, kateter 1)
-Sarung tangan steril
-Kom berisi kapas dan air DTT
-Penghisap lendir atu delee
- Oksitosin
-Spuit 3cc
- Umbilikal klem dan mono aural
-Kasa steril
-Kain utk ibu dan bayi
-Bengkok
- Tempat placenta
- Celemek
- Tutup kepala
-Masker
- Ember berisi air DTT dan waslap
- Enber berisi cairan klorin 0,5%
- Tempat sampah basah dan kering
- Sepatu bot

. II MENGENAL GEJALA DAN TANDA KALA DUA


1 Mendengar dan melihat adanya tanda persalinan Kala Dua
- Ibu merasakan adanya dorongan kuat untuk
meneran
- Ibu merasakan tekanan rektum dan vagina semakin meningkat
- Perineum tampak menonjol
- Vulva dan sfingter ani membuka

. III MENYIAPKAN PERTOLONGAN PERSALINAN


1. Pastikan kelengkapan peralatan,bahandan obat-obatan esensial untuk
menolong persalinan dan penatalaksanaan komplikasi ibu dan bayi
baru lahir
2. Menggelar kain diatas perut ibu dan tempat resusitasi serta ganjal
bahu bayi
3 Menyiapkan oksitosin 10 unit dan alat suntik steril sekali pakai di
dalam partu set
4. Memakai celemek plastik
5.Melepaskan dan menyimpan semua perhiasan yang dipakai, cuci tangan
dengan sabun dan air bersih mengalir, kemudian keringkan tangan
dengan handuk bersih dan kering
6.Pakai sarung tangan DTT pada tangan yang akan digunakan untuk
pemeriksaan dalam
7Memasukan oksitosin ke dalam tabung suntik(gunakan tangan yang
memakai sarung tangan DTT dan steril), pastikan tidak terjadi
kontaminasi pada alat suntik.

I IVMEMASTIKAN PEMBUKAAN LENGKAP DAN


KEADAAN JANIN BAIK
1. Membersihkan vulva dan perineum, dari depan ke belakang dengan
menggunakan kapas atau kasa dengan dibasahi air DTT
Jika introitus vagina, perineum atau anus terkontaminasi tinja, bersihkan
dengan seksama
Buang kasa atau kapas pembersih (terkontaminasi) dalam wadah yang

1/6
tersedia
Ganti jika sarung tangan terkontaminasi (dekontaminasi) lepas dan rendam
dalam larutan clorin 0,5%
. Melakukan pemeriksaan dalam untuk mamastikan pembukaan lengkap
Bila selaput ketuban belum pecah dan pembukaan sudah lengkap
lakukan amniotomi
Dekontaminasi sarung tangan dengan cara mencelupkan tangan yang
masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan clorin 0,5%,
kemudian lepaskan dan rendam sarung tangan dalam posisi terbalik
selama 10 menit. Kemudian cuci tangan
Periksa denyut jantung janin (DJJ) setelah kontraksi/saat relaksasi uterus
untuk memastikan DJJ dalam batas normal (120-160 x/menit)
Mengambil tindakan yang sesuai jika tidak normal
Mendokumentasikan hasil-hasil pemeriksaan dalam. DJJ dan semua
hasil penilaian serta asuhan pada partograf.

VV. . MENYIAPKAN IBU DAN KELUARGA UNTUK MEMBANTU


PROSES BIMBINGAN MENERAN
1. Beritahu bahwa pembukaan sudah lengkap dan keadaan janin baik dan
bantu ibu dalam menemukan posisi yang nyaman dan yang sesuai
dengan keinginannya.
2. Tunggu hingga timbul rasa ingin meneran, lanjutkan pemantauan
kondisi dan kenyamanan ibu dan janin (ikuti pedoman
penatalaksanaan fase aktif) dan dokumentasikan temuan yang ada
3. Jelaskan pada anggota keluarga bagaimana peran mereka untuk
mendukung dan memberi semangat kepada ibu untuk meneran secara
benar
4. Meminta keluarga untuk membantu menyiapkan posisi untuk
meneran. (bila ada rasa untuk meneran dan terjadi kontraksi yang
kuat, bantu ibu untuk ke posisi setengah duduk atau posisi lain yang
diinginkan dan pastikan ibu merasa nyaman).Laksanakan bimbingan
meneran pada saat ibu merasa ada dorongan kuat untuk meneran:
5. .Bimbing ibu untuk meneran secara benar .Dukung dan beri semangat
pada saat meneran dan perbaiki cara meneran apabila caranya tidak
sesuai.Bantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai dengan
pilihannya (kecuali dalam posisi terlentang dalam waktu yang lama)
6. Anjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi
7. Anjurkan keluarga untuk memberi dukungan dan semangat untuk ibu
8. Beri cukup asupan cairan per-oral (minum)
9. Menilai DJJ setiap kontraksi uterus selesai
10. Segera rujuk jika bayi belum atau tidak akan segera lahir setelah 120
menit (2 jam) meneran (primigravida) atau 60 menit (1 jam) meneran
(multigravida)
1 11.Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan, berjongkok atau mengambil posisi
yang nyaman jika ibu belum merasa ada dorongan untuk meneran
dalam 60 menit

. VI. PERSIAPAN PERTOLONGAN KELAHIRAN BAYI


1 Letakan handuk bersih (untuk mengeringkan bayi) di atas perut ibu,jika
kepala bayi telah membuka vulva dengan diameter 5-6 cm
1 Letakan kain bersih yang dilipat 1/3 bagian di bawah bokong ibu
1. Buka tutup partuset dan perhatikan kembali kelengkapan bahan dan alat
1. Pakai sarung tangan DTT pada kedua tangan

L Melahirkan Kepala

1/6
1. Setelah tampak kepala bayi dengan diameter 5-6 cm membuka vulva
maka lindungi perineum dengan satu tangan yang dilapisi dengan kain
bersih dan kering. Tangan yang lain menahan kepala bayi untuk
menahan posisi defleksi dan membantu lahirnya kepala. Anjurkan ibu
untuk meneran perlahan sambil bernafas cepat dan dangkal
2. Periksa kemungkinan adanya lilitan tali pusat dan ambil tindakan yang
sesuai jika hal itu terjadi, dan lanjutkan proses kelahiran bayi
3. Jika tali pusat melilit di leher secara longgar, lepaskan lewat bagian
atas kepala bayi
4. Jika tali pusat melilit leher secara kuat, klem tali pusat di dua tempat
dan potong diantara dua klem tersebut
5. Tunggu kepala bayi melakukan putaran paksi luar secara spontan
L Melahirkan Bahu
Setelah kepala melakukan putaran paksi luar, pegeng secara biparietal.
Anjurkan ibu untuk meneran saat kontraksi. Dengan lembut gerakan ke
arah bawah dan distal hingga bahu depan muncul di bawah arkus pubis
dan kemudian gerakan ke arah atas dan distal untuk mengeluarkan bahu
belakang
Melahirkan Badan dan Tungkai
Setelah kedua bahu lahir, geser tangan bawah ke arah perineum ibu untuk
menyangga kepala, lengan, dan siku sebelah bawah. Gunakan tangan atas
untuk menelususri dan memegang lengan dan siku sebelah atas
Setelah tubuh dan lengan lahir, penelusuran tangan atas berlanjut ke
punggung, bokong, tungkai, dan kaki. Pegang kedua mata kaki (masukkan
telunjuk diantara kaki dan pegang masing-masing mata kaki dengan ibu
jari dan jaro-jari lainnya)

VII. PENANGANAN BAYI BARU LAHIR


1. Lakukan penilaian (selintas):
Apabila bayi menangis kuat dan/atau bernapas tanpa kesulitan?
Apabila bayi bergerak dengan aktif?
2. Jika bayi tidak menangis, tidak bernafas atau megap-megap lakukan
tindakan resusitasi ( langkah 25 ini berlanjut ke langkah-langkah
prosedur resusitasi bayi baru lahir dengan asfiksia)
3. Keringkan dan posisi tubuh bayi di atas perut ibu
4. Keringkan bayi dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya (tanpa
membersikan verniks) kecuali bagian tangan
5. Ganti handuk basah dengan handuk yang kering
6. Pastikan bayi dalam kondisi yang mantap di atas perut ibu
7. Periksa kondisi perut ibu untuk memastikan tidak ada bayi kedua
dalamuterus (hamil tunggal)
8. Beri tahu kepada ibu bahwa penolong akan menyuntik
oksitosin(agaruterus berkontraksi baik)
9. Dalam waktu 1 menit setelah bayi lahir, suntikan oksitosin 10 unit
(intramuskular) di 1/3 paha atas bagian distal lateral (lakukan aspirasi
sebelum menyuntikan oksitosin)
10. Dengan menggunakan klem, jepit tali pusat (dua menit setelah bayi
lahir) pada sekitar 3 cm dari pusar (umbilikus) bayi. Dari sisi luar klem
penjepit, dorong isi tali pusat ke arah distal (ibu) dan lakukan
penjepitan kedua pada 2 cm distal dari klem pertama.
11. Pemotongan dan pengikatan tali pusat
12. Dengan satu tangan, angkat tali pusat yang telah dijepit kemudian
lakukan pengguntingan tali pusat (lindungi perut bayi) diantara 2 klem

1/6
tsb
13. Ikat tali pusat dengan benang DTT/steril pada satu sisi kemudian
lkarkan kembali ke sisi berlawanan dan lakukan ikatan kedua
menggunakan dengan simpul kunci
14. Lepaskan klem dan masukkan dalam wadah yang telah disediakan
3 Tempatkan bayi untuk melakukan kontak kulit ibu ke kulit bayi
15. Letakan bayi dengan posisi tengkurap di dada ibu. Luruskan bahu bayi
sehingga bayi menempel baik di dinding dada-perut ibu.
16. Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi
lebih rendah dari puting payudara ibu
17. Selimuti bayi dan ibu dengan kain hangat dan pasang topi di kepala
bayi
VI III. PENATALAKSANAAN AKTIF KALA TIGA
1. Pindahkan klem pada tali pusat hingga 5-10 cm dari vulva
2. Letakan satu tangan di atas kain pada perut ibu, di tepi atas simfisis,
untuk mendeteksi. Tangan lain menegangkan tali pusa
3. Setelah uterus berkontraksi, tegangkan tali pusat ke arah bawah sambil
tangan lain mendorong uterus ke arah belakang-atas (dorsokranial)
secara hati-hati (untuk mencegah inversio uteri). Jika plasenta tidak
lahir setelah 30-40 detik, hentikan penegangan tali pusat dan tunggu
hingga timbul kontraksi berikutnya dan ulangi prosedur di atas
4. Jika uterus tidak segera berkontraksi, meminta ibu, suami, atau
anggota keluarga untuk melakukan stimulasi puting susu
.
Mengeluarkan Plasenta
1. Lakukan penegangan dan dorongan dorso-kranial hingga plasenta
terlepas, meminta ibu meneran sambil penolong menarik tali pusat
dengan arah sejajar lantai dan kemudian ke arah atas, mengikuti poros
jalan lahir (tetapkan lakukan tekanan dorso-kranial)
2. Jika tali pusat bertambah panjang, pinfahkan klem hingga berjarak
sekitar 5-10 cm dari vulva dan lahirkan plasenta
3. Jika plasenta tidak lepas setelah 15 menit menegangkan tali pusat
4. Beri dosisi ulang oksitosin 10 unit IM
5. Lakukan katerisasi (aseptik) jika kandung kemih penuh
6. Meminta keluarga untuk menyiapkan rujukan
7. Ulangi penegangan tali pusat 15 menit berikutnya
8. Segera rujuk jika plasenta tidak lahir dalam 30 menit setelah bayi lahir
9. Bila terjadi perdarahan, lakukan plasenta manual
10. Saat plasenta muncul di introitus vagina, lahirkan plasenta dengan dua
tangan. Pegang dan putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin
kemudian lahirkan dan tempatkan plasenta pada wadah yang telah
disediakan
11. Jika selaput ketuban robek, pakai sarung tangan DTT atau steril untuk
melakukan eksplorasi sisa selaput kemudian gunakan jari-jari tangan
atau klem DTT atau steril untuk mengeluarkan bagian selaput yang
tertinggal
12. Rangsang Taktil (Masase) Uterus
13. Segera setelah plasenta dan selaput ketuban lahir, lakukan masase
uterus, letakan telapak tangan di atas fundus dan lakukan masase
dengan gerakan melingkar dengan lembut hingga uterus berkontraksi
(fundus teraba keras
14. Lakukan tindakan yang diperlukan jika uterus tidak berkontraksi
setelah 15 detik melakukan rangsangan taktil/masase
. MENILAI PERDARAHAN

1/6
1. Periksa kedua sisi plasenta baik bagian ibu maupun bayi dan pastikan
selaput ketuban lengkap dan utuh. Masukan plasenta ke dalam kantung
plastik atau tempat khusus
2. Evaluasi kemungkinan laserasi pada vagina dan perineum. Lakukan
penjahitan bila laserasi menyebabkan perdarahan.
3. Bbila ada robekan yang menimbulkan perdarahan aktif, segera lakukan
penjahitan.
X MELAKUKAN ASUHAN PASCAPERSALINAN
 Pastikan uterus berkontraksi dengan baik dan tidak terjadi perdarahan
pervaginam
 Beri cukup waktu untuk melakukan kontak kulit ibu-bayi (di dada ibu
paling sedikit 1 jam).
 Sebagian besar bayi akan berhasil melakukan inisiasi menyusui dini
dalam waktu 30-60 menit. Menyusui pertama biasanya berlangsung
10-15 menit. Bayi cukup menyusu dari satu payudara
 Biarkan bayi berada di dada ibu selama 1 jam walaupun bayi sudah
berhasil menyusui
 Lakukan penimbangan/pengukuran bayi, beri tetes mata antibiotik
profilaksis, vitamin K 1mg intramuskular di paha kiri anterolateral
setelah satu jam kontak ibu-bayi
 Berikan suntikan imunisasi Hepatitis B (setelah satu jam pemberian
 Vitamin K1) di paha kanan anterolateral.
 Letakan bayi di dalam jangkauan ibu agar sewaktu-waktu bisa
disusunkan
 Letakan kembali bayi pada dada ibu bila belum berhasil menyusu di
dalam satu jam pertama dan biarkan sampai bayi berhasil menyusu.

EVALUASI
Lanjutkan pemantauan kontraksi dan mencegah perdarahan
pervaginam
2-3 kali dalam 15 menit pertama pascapersalinan
Setiap 15 menit pada 1 jam pertama pascapersalinan
Setiap 20-30 menit pada jam kedua pascapersalinan
Jika uterus tidak berkontraksi dengan baik, melakukan asuhan yang sesuai
untuk menatalaksanakan atonia uteri
Ajarkan ibu/keluarga cara melakukan masase uterus dan menilai kontraksi
Evaluasi dan estimasi jumlah kehilangan darah
Memeriksa nadi ibu dan keadaan kandung kemih setiap 15 menit selama
1 jam pertama pascapersalinan dan setiap 30 menit selama jam kedua
pascapersalinan
Memeriksa temperatur tubuh ibu sekali setiap 2 jam pertama
pascapersalinan
Melakukan tindakan yang sesuai untuk temuan yang tidak normal
P periksa kembali kondisi bayi untuk memastikan bahwa bayi bernafas
dengan baik (40-60 kali/menit) serta suhu tubuh normal (36,6-37,5)

Kebersihan dan Keamanan


5 Tempatkan semua peralatan bekas pakai dalam larutan klorin 0,5% untuk
dekontaminasi (10 menit). Cuci dan bilas peralatan setelah
dekontaminasi
5 Buang bahan-bahan yang terkontaminasi ke tempat sampai yang sesuai
5 Bersihkan badan ibu dengan air DTT. Bersihkan sisa cairan ketuban,
lendir, dan darah. Bantu ibu memakai pakaian yang bersih dan kering
Pastikan ibu merasa nyaman. Bantu ibu memberikan ASI. Anjurkan keluarga

1/6
untuk memberi ibu minuman dan makanan yang diinginkan
5 Dekontaminasi tempat persalinan dengan larutan klorin 0,5%
Celupkan sarung tangan kotor ke dalam larutan klorin 0,5%, balikan bagian
dalam ke luar dan rendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit
Cuci kedua tangan dengan sabun dan air bersih mengalir kemudian keringkan
dengan tissue atau handuk pribadi yang kering dan bersih.

Dokumentasi
5 Lengkapi partograf (halaman depan dan belakang), periksa
vital dan asuhan kala IV

1/6
6.Diagram Alirs
Pasien Datang

Periksa dalam VT
lenkap

Penolong Pimpin
Persalinan

Ibu mengedan, bayi


lahir
lengkap,Bersihkan
jalan nafas, potong
Dokumentasi
pusat

Pengeluaran Uri lengkap Evaluasi,Perhatika


atau tidak jika lengkap n
perhatikan jalan lahir TD,HR.Perdarahan

7.Unit Terkait IGD,Petugas PK

8.Rekaman Historis Perubahaan

No Yang Di Ubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan

1 Merubah urutan Pengertian,tujuan,kebijakan,referensi,pros


komponen SOP edur,

2 Merubah isi Tercantum dalam prosedur yang baru


prosedur

1/6
PENATALAKSANAAN ISPA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman : 1-2
SOP

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyaki tinfeksi yang bersifat
akut yang melibatkan organ saluran pernapasan mulai dari hidung, sinus, laring
hingga alveoli. Disebut juga URI, singkatan dari Under Respiratory Infection
2.Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan pelanggan dengan ISPA di UPTD
Puskesmas Ngasem
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah- Persiapan Alat
langkah/ Prosedur 1.Stateskop
2.Senter atau pen light
3.Respirasi rate time
4.hand scoon
 Petugas melakukan edukasi kepada pelanggan bahwa penyakit tersebut
disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendiri dalam beberapa
hari, cukup dengan istirahat yang baik, makanan yang bergizi dan
pengobatan simptomatis.
 Apabila ada kecurigaan infeksi sekunder, petugas member pelanggan resep
dengan pengobatan simptomtis dan antibiotika.
 Petugas mempersilahkan pelanggan untuk menuju ruang obat.
 Obat yang dapat dipakai adalah paracetamol 3 – 4 x 500mg (10 – 15

1/6
mg/kgBB/ 3-4 kali dalam 24 jam), amoxicilin 4 x 500 mg (10 – 15
mg/kgBB/ 24 jam), cotrimoxazole 2 x 960 mg (15 – 18 mg/kgBB/ 12 jam),
dextromethorphan 3 x 10 mg, chloperheniraminmaletae 3 x 4 mg (0.35
mg/kgBB/ 24 jam), gliserilguiakolat 3 x 100 mg dan Erithromycins 4 x 500
mg ( 30 – 50mg/ kgBB/ 24jam)
 Petugas membereskan alat dan cuci tangan
 Petugas melakukan pencatatan

Unit Terkait Poli Umum

Diagram alur -s

Lamp II/7-41

PENANGANAN DIARE AKUT

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman :1
SOP

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Mencret, ubun-ubun cekung, mulut/bibir kering, turgor menurun, nadi cepat,
mata cekung, nafas cepat dan dalam, oliguri
2.Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan tentang diare akut
3.Kebijakan Dibawah tanggungjawab UGD dan rawat inap.
4.Referensi

1/6
5.Langkah- Diagnosis Diferensial
langkah/ Prosedur Mencret psikologi (shigella, V. Cholera, Salmonella, E. Coli, Raota Firus,
Campilo bacter)
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan rutin tinja.
PERAWATAN
Rawat Inap, bila terdapat dehidrasi berat / sedang
Terapi
Rehidrasi oral / prenteral, antibiotik atas indikasi, diit
Penyulit
Asidosis, hipokalemi, renjatan, hipernatremi, kejang
Informet concent (tertulis)
Diperlukan pada tindakan invasif
Lama perawatan
Tiga sampai lima hari
Masa pemulihan
Dua sampai tiga minggu
Out Put
Sembuh total
Terapi
Dehidrasi ringan : (BB s/d 5%)
- Oralit
- Diit sesuai dengan umur
- Susu - Pengeceran (1 T = 40-50 cc)
- Susu rendah laktosa / bebesa laktosa
- Antibiotik : atas indikasi
Dehidrasi sedang : (BB s/d 10%)
- Infus Ringer Laktat
Dehidrasi berat : (BB s/d 5%)
- Infus RL : 1-2 jam I 20cc/KgBB
- Selanjutnya sesuai jumlah cc/24 jam

Unit Terkait RAWAT INAP, BP, PUSTU/POLINDES

PENATALAKSANAAN INFEKSI SEKSUAL


MENULAR (IMS)

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :2

1/6
UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.196905172007011
043
1.Pengertian Infeksi seksual menular (IMS) adalah gangguan/penyakit yang ditularkan dari satu
orang ke orang lain melalui kontak hubungan seksual.spt GO, Hiv-
AIDS,Sifilis,Herpes.
2.Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan infeksi menular seksual di UPTD
Puskesmas Pematang Johar
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah-
langkah/ Prosedur Petugas memanggil pelanggan dengan ramah

Unit Terkait  Petugas mempersilahkan pelanggan duduk


 Petugas melakukan anamnesa beserta keluhan/masalahnya
 Petugas menjelaskan kepada pelanggan apa yang akan dilakukan.
 Petugas mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan tehnik 7
langkah mencuci tangan
 Pelanggan membuka pakaian dalamnya
 Setelah membuka pakaian dalam, minta pelanggan untuk naik kemeja
pemeriksaan, bombing pelanggan untuk mendapatkan posisi yang baik dalam
melakukan pemeriksaan
 Tutupi bagian bawah tubuh pelanggan dengan selimut atau kain untuk membuat
pelanggan lebih nyaman
Tenangkan pelanggan, beridukungan, minta pelanggan untuk rileks dan petugas
memulai pemeriksa anfisik.
Pelanggan
 Lakukan pemeriksaan bagian mulut dan kelenjar getah bening yang terkait,
telapak tangan dan telapak kaki
 Inspeksi dan palpasi perut bagian bawah, amati ekspresi pelanggan apakah
tampak kesakitan
 Inspeksi dan palpasi kelenjar inguinal, apakah ada pembesaran dan atau tanda
radang
 Inspeksi genitalia eksterna, amati adanya kelainan atau gangguan (misal:
adakutu, luka /ulkus, benjolan dan duh tubuh)
 Lakukan pemeriksaan dengan spekulum
 Ambil sediaan
 Keluarkan speculum dan tunjukan kepada pelanggan apabila ada duh tubuh
 Lakukan pemeriksaan ph
 Lakukan pemeriksaan sniff test / whiff test
 Masukkan spekulum yang telah dipakai ke larutan chlorin 0,5%
 Lakukan vaginal toucher, rasakan adanya kelainan atau gangguan, catat apakah

1/6
ada nyeri goyang serviks.

Pelanggan laki-laki
 Minta pelanggan untuk duduk di tepi tempat tidur dan lakukan pemeriksaan
bagian mulut dan kelenjar getah bening yang terkait, telapak tangan dan kaki.
 Kemudian pelanggan diminta untuk membuka celana/ rok dan pakaian
dalamnya
 Setelah itu pelanggan diminta untuk tidur
 Inspeksi dan palpasi kelenjar inguinal, amati adanya pembesaran dan atau tanda
radang
 Inspeksi dan palpasi penis amati adanya duh tubuh dan kelainan atau gangguan
lain seperti kutil pada orificiumuretra eksterna, bagi yang tidak sirkumsisi buka
preputiuma matisulkus apakah ada luka, kutil.
 Inspeksi dan palpasi skrotum amati adanya kutu, dan kelainan atau gangguan
lain kemudian ditelusuri mulai dari testis bandingkan besarnya antara skrotum
kiri dan kanan, epididimis, saluran sperma.
 Bila pelanggan melakukan seks insertive, tidak terlihat adanya duh tubuh, ajari
pelanggan untuk melakukan milking
 Ambil sediaan dari ostium uretraeksternum
 Inspeksidaerahsekitar anus apakahada duh tubuh, luka/bekasluka,
benjolanataukutil
 Bila pelanggan melakukan seks reseptive, lakukan rectal toucher, lihat adanya
kelainan
 Yang tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan anuskopi

Lakukan pemeriksaan anuskopi


Ambil sediaan dari anus
Masukkan anus kopi ke dalam larutan chlorin 0,5%
Minta pelanggan untuk memakai pakaiannya kembali
Minta pelanggan untuk menunggu hasil pemeriksaan
Petugas membawa keruang laboratorium bersama slide
Petugas membereskan alat dan cuci tangan
Setelah selesai, petugas menjelaskan kepada pelanggan tentang hasil
pemeriksaan. Petugasmelakukankonseling
danmemberikanjadwalkunjunganulangserta resep obat Untuk pelanggan dengan
hasil pemeriksaan positif
Pengobatan untuk Infeks Melular Seksual ; Metronidazol 2 gr poSD, Nystatitin
100rb IU 1X1 Sub vag 14 hari, BPenisilin 2,4 UI IM SD, B Penisilin 2,4 UI IM 3
X 1 interval 1 minggu, Asiklovir 200 mg 5x1 po 7 hari, Azitromicin 1 gr po SD,
Cefeeksim 400mg poSD, Flukunasol 150 mg po SD.
Petugas melakukan pencatatan.

1/6
PERAWATAN LUKA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
Tanggal Terbit
SOP Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian
2.Tujuan Mencegah infeksi Luka biopsi sembuh sempurna
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah- Tahap pra interaksi
langkah/ Prosedur o Persiapan alat
o Bak instrumen steril berisi ganti verban set
o Kassa steril
o Betadin 10%, sulfratul dan kapas alkohol
o Hipavix atau plester
o Bengkok
o Gunting
o Pengalaman
o Persiapan pasien
o Buka penutup pada luka
o Posisikan pasien dengan aman dan nyaman
o Persiapan perawat
o Baca catatan keperawatan
o Tentukan asisten atau mandiri
o Cuci tangan
o Siapkan alat
o Persiapan lingkungan
o Jaga perivacy pasien
o Tahap orientasi
o Berikan salam, panggil nama pasien atau keluarga dengan sesuai
o Jelaskan tujuan, perosedur dan lama tindakan yang akan dilakukan
o Tahap kerja
o Siapkan alat dan dekatkan kepada pasien

1/6
o Jelaskan kembali tujuan dan perosedur yang akan dilakukan
o Pasang pengalas
o Buka balutan luka biopsi, sebelumnya basahi pelester dengan alkohol
o Bersihkan luka biopsi denga betadine
o Tutup denga sufatur dan tutup lagi dengan kassa steril
o Tutup dengan hipavix tetapi balutan tertutup rapat
o Bereskan alat
o Tahap terminasi
o Evaluasi kegiatan
o Beri penghargaan positif kepada pasien
o Mengakhiri tindakan dengan baik
o Cuci tanga
o Hal-hal yang harus diperhatikan
o Menjaga kesterilan
o Dokumentasi
o Cacat tindakan yang sudah dilakukan
o Respon pasien
o Waktu kegiatan
o Paraf dan mana perawat

PENCABUTAN IMPLAN

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
Tanggal Terbit
SOP Halaman : 1-3

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.196905172007011
043
1.Pengertian Meelepaskan inplan yang digunakan oleh pasien saatini.
2.Tujuan Mengganti dan / cara ber KB,
3.Kebijakan Setelah ada indikasi
4.Referensi

1/6
5.Langkah-langkah/ Alat
Prosedur o Meja periksa untuk berbaring klien
o Alat penyangga lengan
o Batang implant dalam kantong
o Kain penutup steril
o Sepasang sarung tangan yang sudah steril
o Sabun untuk mencuci tangan
o Larutan antiseptik untuk disinfeksi kulit
o Zat anastesi lokal (konsentrasi 1% tanpa epinerpin)
o Trokar 10 dan mandrin
o Skalpel 11 atau 15
o Kasa pembalut atau plester
o Kasa steril dan pembalut
o Epinefrin (untuk tindakan emergency)
o Klem lengkung dan lurus
o Bak instrumen
o Tiga mangkok steril atau DTT

Instruksi kerja
Tindakan sebelum pencabutan
1. Persilahkan klien untuk mencuci seluruh lengan dan tangan dengan sabun
dan air yang mengalir serta membilasnya, pastikan tidak terdapat sabun
2. Tutup tempat tidur klien dengan kain bersih yang kering
3. Persilahkan klien berbaring dengan lengan yang lebih jarang digunakan
diletakkan pada lengan penyangga atau meja samping. Lengan harus
disangga dengan baik dan dapat digerakkan lurus atau sedikit bengkok
sesuai dengan posisi yang disukai oleh klinisi untuk memudahkan
pencabutan
4. Raba keenam kapsul untuk menentukan lokasinya, untuk menentukan
tempat insisi, raba (tanpa sarung tangan) ujung kapsul dekat lipatan siku,
bila tidak dapat meraba kapsul, lihat lokasi pemasangan pada rekam medik
klien
5. Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua ujung
setiap kapsul dengan menggunakan spidol
6. Siapkan tempat alat-alat dan buka bungkus steril tanpa menyentuh alat-alat
di dalamnya
7. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan air bersih
8. Pakai sarung tangan steril atau DTT (ganti sarung tangan untuk setiap klien
guna mencegah kontaminasi silang)
9. Atur alat dan bahan-bahan sehingga mudah dicapai
10. Usap tempat pencabutan dengan kasa berantiseptik, gunakan klem steril atau
DTT untuk memegang kasa tersebut (bila memegang kasa berantiseptik
hanya dengan tangan, hati-hati jangan sampaimengkontaminasi sarung
tangan dengan menyrntuh kulit yang tidak steril). Mulai mengusap dari
tempat yang akan dilakukan insisi ke arah luar dengan gerakan melingkar
sekitar 8 – 1 Cm dan biarkan kering sebelum memulai tindakan
11. Bila ada gunakan kain lubang untuk menutupi lengan. Lubang tersebut harus
cukup lebar untuk memaparkan lokasi kapsul. Dapat juga menutupi lengan
dibawah tempat kapsul dipasang dengan menggunakan kain steril
12. Sekali lagi raba seluruh kapsul untuk menentukan lokasinya
13. Setelah memastikan klien tidak alergi terhadap obat anastesi isi alat suntik
dengan 3 ml obat anastesi (1% tanpa efineprin) masukkan jarum tepat
dibawah kulit pada tempat insisi akan dibuat, kemudian lakukan aspirasi
untuk memastikan jarum tidak masuk ke pembuluh darah. Suntikkan sedikit
obat anastesi untuk membuat gelembung kecil bawah kulit. Masukkan jarum

1/6
secara hati-hati dibawah ujung kapsul pertama sampai lebih kurang sepertiga
panjang kapsul (1 cm) tarik jarum pelan-pelan sambil menyuntikkan obat
anastesi (kira-kira 0,5 ml) untuk mengangkat ujung kapsul.

Tindakan pencabutan kapsul


1. Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah
semua kapsul kira-kira 5 cm dari ujung bawah kapsul
2. Pada lokasi yang sudah dipilih, buat insisi melintang yang kecil lebih
kurang 4 mm dengan menggunakan skapel, jangan
3. Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang
terdekat tempat inisisi
4. Dorong ujung kapsul ke arah insisi dengan jari tangan sampai ujung
kapsul tampak pada luka insisi, saat ujung kapsul
5. Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara
menggosok-gosok pakasi kasa steril untuk
6. Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua,
lepasakan klem pertama dan cabut secara pelan dan
7. Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut, gunakan
teknik yang sama untuk mencabut kapsul berikutnya

Metode pencabutan teknik U


1. Tentukan lokasi insisi pada kulit diantara 3 dan 4 ±5 mm dari ujung
kapsul dekat siku
2. Buat insisi kecil (4 mm) memanjang sejajar diantara sumbu panjang
kapsul dengan menggunakan skapel
3. Masukkan ujung klem pemegang implant norplant secara hati-hati melalui
luka insisi
4. Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk
sejajar panjang kapsul
5. Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul, buka
klem dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat
6. Bersihkan kapsul dari jaringan ikat yang mengelilinginya dengan
mengosok-gosok menggunakan kasa steril untuk Gunakan klem lengkung
untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar , lepaskan klem pemegang
norplant dan cabut kapsul
7. Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling mudah dicabut,
gunakan teknik yang sama untuk mencabut
8. Menutup luka insisi Bila klien tidak ingin melanjutkan pemakaian implant
lagi, bersihkan tempat insisi dan sekitarnya dengan menggunakan
9. Dekatkkan kedua tepi luka insisi dengan band aid (plester untuk luka
ringan) atau kasa steril dan plester
10. Luka insisi perlu dijahit, karena mungkin dapat menimbulkan jaringan
parut, periksa kemungkinan adanya

Unit Terkait KIA

MELAKUKAN PENIMBANGAN BALITA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi

1/6
Tanggal Terbit
SOP Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Tatacara menimbang balita di Ponkesdes
2.Tujuan Tatacara menimbang balita di Ponkesdes
3.Kebijakan Sebagai acuan penimbangan balita
4.Referensi
5.Langkah- Gantung dacin pada tempat yang kokoh seperti penyangga kaki tiga atau pelana
langkah/ Prosedur
rumah atau kusen pintu atau dahan pohon yang kuat
Atur posisi batang dacin sejajar dengan mata penimbang
Pastikan bandul geser berada pada angka nol dan posisi paku tegak lurus
Pasang sarung timbang/celana timbang yang kosong pada dacin
Seimbangkan dacin dengan memberi kantung plastik berisikan pasir batu di ujung
dacin sampai kedua jarum tegak lurus
Masukkan balita ke dalam sarung timbang dengan pakaian seminimal mungkin
dan geser bandul sampai jarum tegak lurus
Baca berat badan balita dengan melihat angka di ujung bandul geser
Catat hasil penimbangan dengan benar di kertas atau buku bantu dalam kg dan ons
Kembalikan bandul ke angka nol dan keluarkan balita dari sarung, celana, kotak
timbang

Unit Terkait POLI ANAK

1/6
PENYULUHAN INDIVIDU/KELUARGA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701104
3
1.Pengertian Tatacara penyuluhan secara individu / keluarga tentang hal-hal yang berhubungan
dengan penyakitnya
Pasien dapat mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakitnya
2.Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian penyuluhan secara individu/keluarga
3.Kebijakan a. perawat / bidan yang trampil
-2 Komunikasi efektif menggunakan bahasa sederhana (mudah diterima orang
lain) dan menjaga kesopanan
4.Referensi
5.Langkah-
langkah/ Prosedur 1) Membuat SAP sesuai materi penyuluhan
2) Berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya
3) Menggunakan cara diskusi dan atau demonstrasi
4) Menggunakan alat bantu bila diperlukan
5) Mengadakan evaluasi
6) Memberikan umpan balik
7) Menyusun perencanaan lanjuta

1/6
Unit Terkait RAWAT JALAN ,UGD, PUSTU,POLINDES,POSYANDU

PENGUKURAN TEKANAN DARAH

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Tatacara mengukur tekanan darah dengan menggunakan Tensimeter
Untuk mengetahui ukuran tekanan darah pasien.

1/6
2.Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan tindakan pengukuran tekanan darah.
3.Kebijakan Sebagai acuan untuk pengukuran tekanan darah.
4.Referensi
5.Langkah- persiapan alat :
langkah/ Prosedur
1. stetoskop
2. tensimeter lengkap
3. buku catatan
4. alat tulis
penatalaksanaan :
1. Memberi tahu pasien
2. Lengan baju dibuka atau digulung.
3. Manset tensimeter dipasang pada lengan atas dengan pipa karetnya berada
disisi luartangan
4. Pompa tensimeter dipasang.
5. Denyut arteri brachialis diraba lalu stetoskope ditempatkan pada daerah
tersebut.
6. Sekrup balon karet ditutup, pengunci air raksa dibuka, selanjutnya balon
dipompa sampai denyut arteri tidak terdengar lagi dan air raksa didalam pipa
gelas naik.
7. Sekrup balon dibuka perlahan-lahan sambil memperhatikan turunnya air
raksa, dengarkan bunyi denyutan pertama dan terakhir.
8. Hasil dicatat.
Unit Terkait POLI UMUM,PUSTU,UGD.

Lamp/II/16/75

RUJUKAN NEONATUS DENGAN AFEKSIA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi

1/6
SOP Tanggal Terbit
Halaman :2

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian
2.Tujuan sebagai acuan dalam melakukan rujukan neonatus pada pasien asfiksia
3.Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter
4.Referensi
5.Langkah- . Persiapan alat
langkah/ Prosedur  Alat
1) Selimut hangat / tebal yang bersih / popok serta kain penyeka muka
2) Sungkup no. 1 untuk bayi cukup bulan dan no. 0 untuk bayi kurang bulan
3) Penghisap lendir. Slym dan penekan lidah : 1 set
4) Meja kering, bersigh dan hangat
5) Pemotong dan pengikat tali pusat : 1 set
6) Timer (jam tangan yang ada detiknya)
 Bahan
1) Oxygen, ventilasi dengan oxygen

Instruksi kerja
1) Neonatus yang mengalami asfiksia memerlukan penangan khusus oleh
dokter, selama proses merujuk petugas perlu melakukan tindakan sbb :
2) Penanganan umum
3) Keringkan bayi, ganti kain yang basah dan bungkus dengan kain yang
hangat yang kering
4) Jika belum dilakukan, segera klem dan potong tali pusat
5) Letakkan bayi di tempat keras dan hangat (dibawah radiant-heater) untuk
resusitasi
6) Kerjakan pedoman pencegahan infeksi dalam melakukan tindakan
perawatan dan resusitasi
7) Resusitasi
8) Perlunya resusitasi harus ditentukan sebelum akhir menit pertama
kehidupan
9) Membuka jalan nafas / mengatur posisi bayi sebagai berikut :
10) Terlentang
11) Kepala lurus dan sedikit terngadah / ekstensi (posisi mencium bau)
12) Bayi diselimuti, kecuali muka dan dada
13) Bersihkan jalan nafas dengan menghisat mulut lalu hidung, jika terdapat
darah / meconium di mulut atau hidung, hisap segera untuk menghindari
aspirasi
14) Catatan : jangan menghisap terlalu dalam di tenggorokan karena dapat
mengakibatkan turunnya rekuensi denyut jantung bayi atau bayi berhenti
bernafas
15) Tetap jaga kehangatan tubuh bayi
16) Nilai keadaan bayi
- Jika bayi mulai menangis atau bernafas lanjutkan dengan asuhan awal bayi
baru lahir
- Jika bayi tetap tidak bernafas lanjutkan dengan ventilasi
Ventilasi bayi baru lahir
17) Cek kembali posisi bayi (kepala sedikit ekstensi)
18) Posisi sungkup dan cek perlekatannya

1/6
19) Pasang sungkup di wajah, menutup pipiy, mulut, dan hidung
20) Rapatkan perlekatan sungkup dan wajah
21) Remas balon dengan 2 jari atau seluruh tangan tergantung besarnya balon
22) Ventilasi bayi jika perlekatan baik dan terjadi pengembangan dada.
23) Pertahankan frekuensi (sekitar 40 x / menit) dan tekanan (amati dada
mudah naik dan turun)
24) Jika dada naik, maka kemungkinan tekanan adekuat
25) Jika dada tidak naik :
26) Cek kembali dan koreksi posisi bayi
27) Reposisi sungkup untuk pelekatan lebih baik
28) Remas balon lebih kuat untuk mukus, darah / mekonium
29) Lakukan ventilasi selama 1 menit, berhenti dan nilai apakah terjadi nafas
spontan
30) Jika pernafasan normal (frekuensi 30-60 x / menit) tidak ada tarikan
dinding dada dan suara merintih dalam 1 menit, resusitas tidak diperlukan
lajutkan dengan asuhan awal bayi baru lahir
31) Jika bayi belum bernafas atau nafas lemah, lanjutkan ventilasi sampai nafas
spontan terjadi
32) Jika bayi mulai menangis, hentikan ventilasi dan amati nafas selama 5
menit setelah tangis berhenti
33) Jika pernafasan normal (frekuensi 30-60 x/menit), tidak ada tarikan dinding
dada dan suara merintih dalam 1 menit resusitasi tidak diperlukan.
Lanjutkan dengan asuhan awal bayi baru lahir
34) Jika frekuensi 30 x/menit, lanjutkan ventilasi
35) Jika terjadi tarikan dinding dada yang kuat, ventilasi dengan oxygen, jika
tersedia, rujuk ke kamar bayi atau tempat pelayanan yang dituju
36) Jika nafas belum teratur setelah 20 menit ventilasi :
37) Rujuk ke pelayanan yang dituju
38) Selama dirujuk, jaga bayi tetap hangat dan berikan ventilasi jika diperlukan
Jika tidak usaha bernafas, megap-megap atau tidak ada nafas setelah 20 menit
ventilasi, hentikan ventilasi, bayi lahir mati, berikan dukungan psikologis kepada
keluarga.

Unit Terkait KIA

1/6
MEMBERIKAN SUNTIK KB

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Penggunaan alat kontrasepsi suntik merupakan tindakan invasiv karena
menembus pelindung kulit, penyuntikan harus dilakukan hati-hati dengan
teknik antiseptik mencegah infeksi
2.Tujuan sebagai acuan dalam melakukan suntikan KB
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah-langkah/ Alat
Prosedur
1) Obat yang akan disuntikkan (depo provera, cyclofem)
2) Semprit suntik dan jarumnya (sekali pakai)
3) Alkohol 60 – 90 %
4) Instruksi kerja
5) Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir, keringkan dengan
handuk
6) Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang menutupi karet, hapus karet
yang ada dibagian atas vial dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol
60 – 90 %, biarkan kering
7) Bila menggunakan jarum atau semprit sekali pakai, segera buka plastiknya
Bila menggunakan jarum atau semprit yang telah disterilkan dengan DTT,
pakai korentang yang telah di DTT untuk mengambilnya
8) Pasang jarum pada semprit suntik dengan memasukkan jarum pada mulut
semprit penghubung
9) Balikkan vial dengan mulut vial ke bawah. Masukkan cairan suntik dalam

1/6
semprit, gunakan jarum yang sama untuk menghisap kontrasepsi suntik yang
menyuntikkn klien
Teknik suntikan
1) Kocok botol dengan baik, hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara
(pada depo provera / cyclofem), keluarkan isinya
2) Suntikkan secara intra muskular dalam di daerah pantat (daerah gluteal).
Apabila suntikan diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan
akan lambat dan tidak bekerja segera dan efektif
3) Depo provera (3 ml / 150 mg atau 1 ml / 150 mg) diberikan setiap 3 bulan
(12 minggu)
4) Noristerat diberikan setiap 2 bulan (8 minggu)
5) Cyclofem 25 mg medroksi progesteron asetat dan 5 mg estrogen sipionat
diberikan setiap bulan

Unit Terkait KIA

MENGHITUNG DENYUT NADI DAN


PERNAFASAN

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Menghitung jumlah nadi dan pernafasan pasien selama 1 menit
Untuk mengetahui volume, rytme, jumlah nadi, pernafasan per menit.
2.Tujuan Sebagai acuan untuk penghitungan jumlah nadi dan pernafasan
3.Kebijakan Tersedia jam tangan dengan petunjuk detik dan timer
4.Referensi

1/6
5.Langkah-langkah/ PERSIAPAN ALAT :
Prosedur 1. Jam tangan
2. Timer
PENATALAKSANAAN NADI :
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasien dibaringkan dalam posisi terlentang, bila memungkinkan (mengatur
posisi tangan),
3. mencari denyut pada pergelangan tangan (arteri radilais) sambil melihat jam.
4. Menghitung denyut nadi, dapat dilakukan pada arteri radialis, menutup
selama 1 menit.
5. Observasi volume, nadi, rytme dan irama nadi.
6. Menghitung selama 1 menit nadi.
7. Mencatat hasil observasi kedalam catatan perawat.
8. Perawat cuci tangan.
PENATALAKSANAAN MENGHITUNG RESPIRASI :
1. Perawat cuci tangan.
2. Pasien dibaringkan dalam posisi terlentang, kecuali pasien sesak nafas bisa
didudukkan
3. Tekan tombol timer.
4. Menghitung respirasi selama 1 menit.
5. Menghitung selama 1 menit nadi.
7. Mencatat hasil observasi kedalam catatan perawat.
8. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait Rawat jalan,UGD,Kaber,Pustu,Polindes.

PENGATURAN OPERAN JAGA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

1/6
UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.196905172007011043
1.Pengertian Pengaturan operasi jaga adalah tata cara serah terima jaga.
2.Tujuan Protap ini disusun sebagai acuan dalam :
 Menjaga kestabilan pelayanan yang berhubungan dengan kolabirasi dengan medis
 Meningkatkan komunikasi antar perawat, perawat dengan penderita dan keluarga
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah- Petugas shift selanjutnya datang langsung ambil buku laporan harian, petugas jaga
langkah/ Prosedur
sebelumnya memberikan waktunya untuk keliling timbang terima penderita :
mengenai advis dokter dan tindakan selanjutnya ke penderita.
Sebagian dari petugas, ada yang operan alat-alat dan yang lain perlu diopekan di
ruang jaga.

Unit Terkait Bagian keperawatan

1/6
PENGAMBILAN DARAH UNTUK PEMERIKSAAN
GULA DARAH

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Kriteria Diagnosis
Gejala klinis 3P :polyphagi, polyuri, polidypsi
mengakibatkan penurunan BB yang drastis
Gula darah 2 jam setelah minum glocoses >75 gram> 200
mg%
2.Tujuan
3.Kebijakan Dilaksanakan oleh perawat pelaksana
4.Referensi
5.Langkah- Prosedur
langkah/ Persiapan peralatan
Prosedur 1. GDA Stik
2. glukocad ( blood gluko test meter)
3. Jarum tusuk
4. Kapas alkohol
5. Sediaan urin
6. buku mencatat hasil
Penatalaksanaan
1. Jelaskan pada pasien / keluarga pasien
2. Alat dekatkan pada pasien
3. Masukan stik ke glukocad
4. Pilih jari manis tangan kiri kecuali ada factor penyulit bias pilih jari yang lain
5. Jari diurut (diberi tekanan) untuk mengumpulkan darah
6. Jari diberikan kapas alkohol
7. Tusuk dengan jarum pada jari yang terpilih
8. Tempelkan stik pada darah yang keluar sambil jari diurut untuk mengeluarkan
darah secukupnya
9. Tunggu 30 detik
10. Catat hasilnya

Unit Terkait UGD,Laboratorium

1/6
PENERIMAAN PASIEN BARU

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas
Hamparan Perak dr Aulia Agustin
Nip.19690517200701
1043
1.Pengertian Menerima pasien Puskesmas untuk dirawat sesuai yang berlaku dirawat inap
2.Tujuan Sebagai acuan dalam protap perwatan dasar langsung
3.Kebijakan a. Ada Petugas.
b. Ruang Penerimaam Pasien
b. Ruang Tindakan.
4.Referensi
5.Langkah- Persiapan :
langkah/ Prosedur o Pasien dan keluarganya diterima dengan ramah.
o Lihat kondisi pasien (bisa berdiri, duduk atau berbaring)
o Selanjutnya lakukan pengkajian data melalui anamnese dan pemeriksaan
fisik.
o Laporan pasien pada penanggung jawab ruangan.
o Pasien dan keluarga diberi penjelasan tentang tata tertib yang berlaku di
Puskesmas serta orientasi keadaan ruangan/fasilitas yang ada.
o Mencatat data dari hasil pengkajian pada catatan medik dan catatan
perawatan pasien.
o Memberitahukan prosedur perawatan/tindakan yang segera dilakukan.

1/6
Unit Terkait UGD

PENATALAKSANAAN LUKA ROBEK

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

1/6
UPT Puskesmas dr Aulia Agustin
Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Memberikan tindakan pertolongan pada luka robek dennga cepat dan tepat

2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pengobatan luka dalam Mencegah komplikasi dan
infeksi nosokomial

3.Kebijakan -3 Perawat yang terampil


-4 Alat-alat yang lengkap
4.Referensi
5.Langkah- PERSIAPAN ALAT STERIL :
langkah/ HEACHTING SET :
Prosedur 1. Pinset anatomi
2. Pinset chirurge
3. Gunting
4. Naald foulder
5. Bengkok
6. Kom kecil
7. Kassa
8. Kapas
9. Benang – cargut – silk
10. Jarum
11. Hand scoen
12. Spuit 3 cc
13. Klem anatomi
BAKI/POLEY BERISI ALAT NON STERIL :
1. Gunting balutan
2. Plester
3. Verban
4. Obat desinfektan dalam tempatnya (bethadine, alkohol, savlon)
5. Obat luka sesuai kebutuhan
6. Tempat sampah
7. lidokain injeksi sebagai anasthesi
8. NaCl
PELAKSANAAN :
1. Memberitahu pasien dan keluarga + inform concern
2. Perawat cuci tangan
3. Mengatur posisi (perawat memakai hand scoen)
4. Perawat membersihkan luka denga NaCl
5. mendesinfektan luka dan sekitarnya dengan betadin
6. menganastesi luka dengan lidokain, kemudian lakukan heacting
7. Menutup luka dengan cara dibalut/diplester
9. Mencatat kegiatan dan hasil observasi
10. Klien dirapikan
11. Alat dibereskan dan dibersihkan
12. Perawat cuci tangan
Unit Terkait UGD,Poliklinik

PENANGANAN TUBERKULOSIS

1/6
No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Sering demam, batuk, napsu makan turun, berat bdan


tidak mau naik, kontak dengan TB dewasa adanya
benjolan pada leher, selangkangan paha, kejang, kaku,
muntah dan kesadaran menurun, pembesaran hepar dan
lien, uji tuberkulin (+), kelainan pada fota toraks dan
kelainan pada likuor serebro spinalis.
2.Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan pasien TBC
3.Kebijakan Dilakukan oleh perawat senior yang sudah mahir
4.Referensi
5.Langkah- Diagnosis Diferensial
langkah/ Prosedur Atipik, sarkoidosis
Pemeriksaan Penunjang (dilakukan di RS)
Uji tuberkulin, pemeriksaaan darah rutin lengkap, foto oraks, foto tulang , tulang/
palvis. Tulang punggung, fundoskopi, pemeriksaan hasil TB dari bilasan lambung
dan sputum, biopsi jaringan, pungsi pleura dan lumbal atas indikasi.
Bila perlu analisis gas darah / laktrolit
Perawatan
Rawat Inap, pada kasus berat rujukan ke RS
Terapi
Obat-obatan tuberkulostatik, steroid dan indikasi tipe D
Informet concent (tertulis)
Perlu
Lama perawatan
Tiga bulan untuk meningitis
Out Put
Sembuh, kronik atau meninggal
Terapi
Untuk kategori 1 dengan menggunakan paket OAT yang diberikan mingguan
Untuk kategori 2 dengan OAT ditambah suntikan streptomicin setiap hari sampai 2
bulan.

Unit Terkait Pustu,Poli Umum

1/6
PAPS

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.196905172007011043

1.Pengertian Tindakan yang dilakukan untuk menangani pasien yang


meninggalkan Puskesmastanpa ijin dokter dan perawat lebih dari tiga jam.

2.Tujuan Sebagai acuan untuk penanganan pasien yang meninggalkan Puskesmas tanpa izin

3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah- 1. perawat mencari pasien di dalam kamar, sekitar ruangan dan dalam lingkungan
langkah/ Puskesmas.
Prosedur 2. Bila ada telepon keluarga :
 Menghubungi keluarga
 Bila pasien ada di rumah disarankan untuk kembali ke Puskesmas.
 Bila pasien tidak mau kembali ke Puskesmas, disarankan untuk datang ke
Puskesmas untuk menyelesaikan administrasi.
 Melaporkan masalah tersebut kepada koordinator ruang perawatan, dokter dan
petugas loket pembayaran rawat inap
3. Bila tidak ada telepon :
 Melaporkan masalah kepada koordinator ruang perawatan, dokter dan petugas
pembayaran rawat inap
 Menghubungi orang terdekat (tetangga/ keluarga pasien
 Petugas mendatangi sesuai alamat yang ada di les pasein
4. Melaporkan kembali kepada koordinator ruang perawatan, dokter mengenai
informasi tentang hasil tindakan.

Unit Terkait Rawat jalan, UGD,Kaber,Pustu,Polindes

1/6
\

PEMINDAHAN PASIEN

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Proses perpindahan pasien dari satu TT ke TT yang lain


2.Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan tindakan Pemindahan pasien.
3.Kebijakan 1. Pemindahan dilakukan atas perintah dokter atau permintaan dari
pasien dankeluarganya.
2. Adanya tempat tidur dan sarana yang telah tersedia menurut kebutuhan.
3. Pemindahan dilakukan dengan cara dan waktu sedemikian rupa sehingga
jangan sampai mengganggu saat istirahat pasien sendiri maupun yang lainnya,
4. Sebelum, selama dan sesudah pemindahan selalu dilakukan pemeriksaan
ulang terhadap tanda vital
4.Referensi

1/6
5.Langkah- Prosedur
langkah/ Prosedur 1. Motifasi sekali lagi terhadep pasien dan keluarganya tentang
keadaan den bentuk pelayanen madis dan perawatan diruangan yang baru
nanti, agar pihak keluarga mampu beradaptasi.
2. Hubungi ruangan yang akan dituju dengan menjelaskan
 Gejala / diagnose klinis.
 Keadaan umum.
 Memakai infus / tidak, DK / tidak dsb.
3. Dan jelaskan kebutuhan yang perlu disiapkan diruangen yang baru :
 O2
 Alat penghisap (section)
 Posisi setengah duduk.
4. Siapkan catatan medik dan obat-obatan.Siapkan pasien :
 Atur pasien serapi mungkin.
 Atur pasien senyaman mungkin, sesuai keadaan umumnya. Kalau perlu
petugas menanyakan pasien lebih senang dipindah memakai brankat atau
dengan kursi roda K/K bawa bengkok
 Dalam kasus tertentu, kalau perlu O2 dibawa selama perjalanan pindah
5. Selama perjalanan pemindahan observasi perubahan yang mungkin terjadi
:
 Nafas tersengal-sengal
 Cyanosis
 Berhenti nafas
 Kejang-kejang
6. Selama perjalanan jangan ditutup/menghentikan pengatur tetesan infus
(mematikan)
7. Setelah pasien pindah, bersihkan ruangan yang ditinggalkan tersebut,
rapikan dan siapkan untuk pasien baru.

Unit Terkait UGD

PEMINDAHAN PASIEN
DARI KURSI RODA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.196905172007011043

1.Pengertian Membantu pasien pindah dari kursi roda ke tempat


tidur.
Membatasi atau menghindari pergerakan pasien

1/6
sesuai keadaan fisik atau diagnosanya

2.Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan pemindahan pasien dari kursi roda ke tempat
tidur
3.Kebijakan Pasien dalam keadaan keterbatasan pergerakan dan harus didampingi perawat
serta melibatkan keluarga pasien dalam proses pemindahan
4.Referensi
5.Langkah- PERSIAPAN ALAT :
langkah/ Prosedur  Tempat tidur sudah disiapkan.
 Dua atau satu orang perawat.

PENATALAKSANAAN :
 Memberi tahu pasien.
 Mengunci kursi roda.
 Melipat/menyampingkan kaki kursi rida agar kaki pasien tidak terhalang
waktu berdiri.
 Perawat berdiri didepan pasien , jika diperlukan keluarga dilibatkan dalam
proses pemindahan pasien dari kursi roda ke tempat tidur
 Kedua tangan perawat memegang pinggang pasien dan kedua tangan pasien
memegang bahu perawat
 Membantu pasien berdiri dan keluar dari kursi roda.
 Memagang pinggang pasien dengan tangan kanan dan tangan kiri pasien
memeluk bahu perawat.
 Mendudukkan pasien ditempat tidur.
 Menahan punggung pasien dengan satu tangan dan tangan yang lain
membantu mengangkat kedua kaki pasien diletakkan diatas tempat tidur, lalu
dibaringkan.
 Merapikan pasien.
 Mengembalikan kursi roda ketempat semula.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :


 Sebelum dan sesudah melakukan, perawat harus mencuci tangan.

Unit Terkait RAWAT JALAN, UGD, KABER, PUSTU/POLINDES

PEMBERIAN OBAT PER INJEKSI

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

1/6
UPT Puskesmas dr Aulia Agustin
Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Tatacara pemberian obat per injeksi


Memasukkan obat injeksi secara IM, IV, SC den IC.

2.Tujuan Sebagai acuan untuk pemberian obat per injeksi.

3.Kebijakan 1. Ada petugas ruangan yang terampil.


2. Tersedia alat injeksi yang cukup.
3. Tersedia obat-obatan yang diperlukan
4.Referensi
5.Langkah-
langkah/ Prosedur PERSIAPAN ALAT :
1. Bak spuit 6. Pembendung/stuing

2. Spuit sesuai dengan kebutuhan 7. Bengkok

3. Obat suntik (siap pakai) 8. Bad side/plester

4. Kapas desinfektan 9. Buku injeksi

5. Alas/perlak 10. Gunting

PENATALAKSANAAN
1. Membaca daftar obat klien.
2. Perawat cuci tangan.
3. Mengambil spuit.
4. Melarutkan lebih dahulu obat yang perlu dilarutkan (mempersiapkn obat).
5. Membaca kembali daftar obat, kemudian melakukan desinfektan dengan
kapas alkohol :
- Leher botol/ ampul sebelum digergaji
- Karet penutup flakon ( botol obat )
6. Spuit diisi obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan
7. Mengatur posisi klien.
8. Permukaan kulit yang disuntik didesinfektan dengan alkohol.
9. Menenangkan kulit
10. Memasukan jarum tegak lurus (25 -90O) pada permukaan kulit.
11. Menarik menghisap spuit sedikit (IM, SC), bila tidak ada darah, obat
dimasukkan perlahan-1ahan sedangkan IV kalau ada darah harus dimasukan
secara perlahan.
12. Setelah obat masuk semua, jarum dicabut, bekas tusukan jarum ditekan
dengan kapas alkohol.
13. cuci tangan kemudian catat pada buku injeksi dan mencatat di status

1/6
Unit Terkait RAWAT JALAN, UGD, KABER, PUSTU/POLINDES

PEMBERIAN KOMPRES HANGAT


PADA PASIEN RAWAT INAP

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Tatacara pemberian kompres hangat kepada pasien yang


mengalami panas tinggiMenurunkan suhu tubuh
2.Tujuan Tatacara pemberian kompres hangat kepada pasien yang mengalami panas
tinggiMenurunkan suhu tubuh
3.Kebijakan Ada tenaga perawat
Tersedia mangkok berisi air hangat dan waslap
4.Referensi
5.Langkah- Prosedur
langkah/ PERSIAPAN ALAT :
Prosedur 1. Air panas dalam baskom
2. Waslap
3. Perlak dan pengalas
4. Termometer
PENATALAKSAAN :
1. Mendekatkan peralatan disamping pasien
2. Mengukur suhu tubuh pasien
3. Perawat cuci tangan
4. Memberitahukan pasien dan keluarga
5. Memasang perlak dan pengalas pada tempat yang akan dikompres
6. Waslap dibasai dengan air hangat dan diletakkan pada tempat yang akan

1/6
dikompres
7. Mengobservasi respon pasien dan mengukur suhu tubuh
8. Mencatat kegiatan dan respon pasien ke dalam catatan perawatan
Perawat cuci tangan

Unit Terkait Bagian dapur

PEMERIKSAAN FISIK

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman : 1-2

1/6
UPT Puskesmas dr Aulia Agustin
Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang
dianggap perlu
2.Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan tindakan pemeriksaan fisik
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah-
langkah/ Prosedur BAGIAN TUBUH YANG DIPERIKSA :

1. Rambut 2. Extermitas /atas/ bawah


3. Kepala 4.Genetalia
5. Muka 6. Telinga
7. Mata 8. Leher
9. Hidung 10Dada
11. Mulut 12Perut / abdomen

Selain pemeriksaan di atas perlu diperhatikan juga gejala-gejala objektif pasien,


misalnya :
- Sikap pasien : ketakutan, apatis dan sejenisnya.
- Sikap tubuh : biasa, lordosa atau kyposa

CARA PEMERIKSAAN :
- Melihat (inspeksi) - Meraba (palpasi)
- Mengetuk (perkusi - Mendengar (Auskultasi)

PERSIAPAN :
Alat :
Lampu baterey Stetoskop
Spatel lidah Bengkok
Sarung tangan dan
vaselin Kom berisi larutan desinfektan
Refleks hammer Tensi meter
Termometer Catatan medik
Blangko resep dan blangko pemeriksaan
Buku catatan perawat lanjutan

Pasien :
 Pasien diberi tahu
 Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan.

PELAKSANAAN :
 Gorden dan sampiran dipasang.
 Lakukan anamnesa lanjutan pemeriksaan daerah kepala.

1/6
 Pasien dibantu membuka baju, kemudian dilakukan pemeriksaan daerah dada
setelah selesai baju dipasang kembali.
 Pakaian pasien bagian bawah diturunkan, kemudian dilakukan pemeriksaan
bagian perut dan sekitarnya, setelah selesai pakain bawah dipasang kembali.
 Selanjutnya pemeriksaan dilakukan terhadap tungkai pasien dengan
menggunakan refleks hammer.
 Tekanan darah diukur bila perlu.
 Setelah pemeriksaan selesai pasien dirapikan.
 Peralatan dibereskan kembali dan dikembalikan ke tempat semula.

Unit Terkait RAWAT JALAN, UGD, KABER, PUSTU/POLINDES

1/6
MEMBERIKAN OKSIGEN

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Memberikan oksigen pada pasien


2.Tujuan Memberikan oksigen pada pasien
3.Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter
4.Referensi
5.Langkah- PERSIAPAN ALAT :
langkah/ Prosedur 1. Tabung O2 lengkap dengan manometer
2. Mengukur aliran (flowmeter)
3. Botol pelembab berisi air steril / aquadest
4. Selang O2
5. Plester
6. kapas alkohol
PELAKSANAAN :
1. Atur posisi semifoler
2. Slang dihubungkan
3. Sebelum memasang slang pada hidung pasien slang dibersihkan dahulu
dengan kapasa alkohol
4. Flowmeter dibuka, dicoba pada punggung tangan lalu ditutup kembali
5. Memasang canul hidung, lakukan fixasi (plester)
6. Membuka flowmeter kembali dengan ukuran sesuai advis dokter
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
1. Apakah jumlah yang masuk (cc/mnt) sudah sesuai dengan instruksi? Lihat
angka pada manometer
2. Apakah ujung kateter oksigen sudah masuk maksimal kelubang hidung?
Bila ujung kateter masih belum masuk maksimal, supaya posisi kateter
diperbaiki
3. Bila memakai oksigen, tetap/masih sianosis  lapor dokter
4. memberitahukan pada keluarga pasien untuk melapor kepada petugas bila

1/6
tabung oksigen / air steril habis.

Unit Terkait UGD, Kaber

MEMBERIKAN OBAT PER ORAL

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Memberikan pengobatan melalui mulut, guna mendapatkan hasil yang

1/6
optimal
2.Tujuan Sebagai acuan pemberian obat secara per oral
3.Kebijakan Tersedianya obat-obatan yang diperlukan pasien
4.Referensi
5.Langkah-
langkah/ Prosedur PERSIAPAN ALAT :
1. Obat sesuai kebutuhan (puyer, tablet, kapsul,)
2. Sendok Dari pasien
3. Gelas dengan air minum dari pasien
4. Lap bersih/tisu dari pasien

PENATALAKSANAAN :
1. Memberitahu pasien
2. Menyiapkan obat
3. Perawat cuci tangan
4. Memeriksa kembali obat yang telah disiapkan dan dicocokkan dengan
nama pasien dan ruangannya
5. Memberikan langsung obat kepada pasien dan ditunggu sampai obat
tersebut betul-betul ditelan habis oleh pasien
6. Observasi respon pasien
7. Alat-alat dibersihkan dan dibereskan
8. Perawat cuci tangan

Unit Terkait RAWAT JALAN, UGD, KABER, PUSTU/POLINDES

1/6
MEMBERIKAN POT/URINAL KEPADA
PASIEN

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian  Menolong pasien untuk menampung tinja dengan menggunakan /


memberikan pot / urinal.
 Mengurangi pergerakan pasien yang harus istirahat mutlak.
 Mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium.
 Mengosongkan rectum.
2.Tujuan Sebagai acuan tindakan memberikan pot/urinal kepada pasien
3.Kebijakan Ada tenaga terampil
4.Referensi
5.Langkah- PERSIAPAN :
langkah/ Prosedur1. 1. Pot 4. Kertas kloset
5. Kain penutup / sketsel
3. 2. Alas bokong /sprey
4. 3. Botol berisi air
bersih

PROSEDUR :
1. Beritahu pasien tindakan yang akan dilakukan
2. Membawa alat ke dekat pasien.
3. Menyiapkan lingkungan.
4. Membuka/menurunkan pakain bagian bawah.
5. Meletakkan dan mengatur posisi pot di bawah bokong pasien.
6. Memberikan urinal
7. Menutup kaki sampai ke bokong pasien dengan kain penutup / sprey/
sketsel.
8. Mengangkat urinal
9. Memiringkan pasien dan membersihkan bokong dengan menyiram dan
mengeringkan dengan kertas kloset.
10. Mengangkat pot dan alas bokong.
11. Merapikan posisi dan pakaian pasien.
12. Membawa pot dan urinal ke spoelhok.
13. Merapikan alat
14. Mencuci tangan.

YANG PERLU DIPERHATIKAN :


1. Perhatian komposisi, jumlah, warna dan bau tinja.
2. Bila ada kelainan lapor ke perawat penanggung jawab.
3. Perhatikan privacy pasien

1/6
Unit Terkait UGD,Ruang rawat inap

PENYULUHAN DALAM GEDUNG

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Kegiatan penyuluhan yang ditampilkan di Institusi bersangkutan seperti


Puskesmas ataupun Puskesmas Pembantu
2.Tujuan Kegiatan penyuluhan yang ditampilkan di Institusi
bersangkutan seperti Puskesmas ataupun Puskesmas
Pembantu
3.Kebijakan
4.Referensi

1/6
5.Langkah- Alat & Bahan
langkah/ Prosedur ALAT :
 Leaflet
 Poster
 Lembar balik
 Komputer
 LCD Proyektor
BAHAN :
1. ATK

Instruksi Kerja
1. Persiapan
 Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan
 Menentukan sasaran pendengar
 Mempersiapkan materi
 Topik yang dikemukakan hanya satu masalah sesuai dengan kebutuhan
kelompok sasaran
 Mempersiapkan alat peraga
 Absensi peserta
 Mempersiapkan tempat dan waktu yang tepat
 Mempersiapkan bahan bacaan ( jika diperlukan )
2. Pelaksanaan
 Perkenalan diri
 Mengemukakan maksud dan tujuan
 Menjelaskan point-point isi penyuluhan
 Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak
membosankan
 Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk di
tempat
 Selingi dengan humor segar
 Pergunakan bahasa sederhana
 Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut
berpartisipasi
 Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan
 Sediakan waktu untuk tanya jawab
 Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan
 Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih
Bila ada bahan bacaan sebaiknya dibagikan setelah penyuluhan selesai
Unit Terkait Rawat jalan,Rawat inap,UGD

SURVEI PHBS RUMAH TANGGA

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

1/6
UPT Puskesmas dr Aulia Agustin
Hamparan Perak Nip.196905172007011
043

1.Pengertian Upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan
mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di
masyarakat
2.Tujuan Untuk mencapai Rumah Tangga Sehat
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah- ALAT :
langkah/ Prosedur 1. Daftar sasaran
2. Daftar pertanyaan
3. Alat tulis
4. Media penyuluhan

BAHAN :
- ATK
1. Petugas promkes berkoordinasi dengan kader Posyandu tentang rencana
pendataan
2. kader posyandu melaksanakan pengumpulan data dengan cara
mengunjungi rumah tangga di tiap wilayah sesuai dengan pembagian
wilayah posyandu
3. Kader melakukan wawancara pada KK/Istri dan observasi kondisi
lingkungan/rumah
4. kader melakukan pencatatan hasil wawancara/observasi dalam kuesioner
yang di bawa secara cermat
5. data hasil pendataan dipegang kader pendata, hasil pendataan di serahkan
oleh kader posyandu kepada petugas promkes
6. petugas promkes mengelola data untuk mengetahui urutan permasalahan

Unit Terkait Lintas sector

1/6
PENYULUHAN KELOMPOK
DI LUAR GEDUNG

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di luar lingkungan Puskesmas


2.Tujuan Tercapainya perubahan pengetahuan, sikap dan tindakan positif dari
Individu/Masyarakat dalam bidang kesehatan
3.Kebijakan
4.Referensi
5.Langkah- ALAT :
langkah/ Prosedur 1. Leaflet
2. Poster
3. Lembar balik
4. Computer
5. LCD Proyektor

BAHAN :
1. Persiapan
 Petugas promkes berkoordinasi dengan Kepala Desa dan Bidan Desa
tentang Penyuluhan yang akan dilaksanakan
 Menentukan maksud dan tujuan penyuluhan
 Menentukan sasaran pendengar
 Mempersiapkan materi yang akan diberikan sesuai tren masalah
 Mempersiapkan alat peraga/penyuluhan
 Menyiapkan absensi peserta
 Bidan Desa melakukan penyuluhan
2. Pelaksanaan
 Perkenalan diri
 Mengemukakan maksud dan tujuan
 Menjelaskan point-point isi penyuluhan
 Menyampaikan penyuluhan dengan suara jelas dan irama yang tidak
membosankan
 Tujukan tatapan mata pada setiap pendengar dan tidak tetap duduk di
tempat
 Selingi dengan humor segar
 Pergunakan bahasa sederhana
 Ciptakan suasana relax ( santai ), pancinglah pendengar agar turut
berpartisipasi
 Jawab setiap pertanyaan secara jujur dan meyakinkan
 Sediakan waktu untuk tanya jawab
 Menyimpulkan penyuluhan sebelum mengakhiri penyuluhan
 Tutuplah penyuluhan anda dengan mengucapkan terima kasih

1/6
Unit Terkait 1. Lintas sector
2. Lintas Program

PERAWATAN LUKA BAKAR

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman : 1-2

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Mengganti balutan luka dan mengobati luka dengan obat desinfektan.
2.Tujuan 1. Melindungi luka dari trauma mekanik
2. Mengobati drainase
3. Mencegah kontaminasi dari kotoran tubuh
4. Membantu hemostasis
5. Mengimobilisasi luka
6. Menghambat/membunuh mikro organisme
7. Memberikan rasa aman bagi mental dan fisik pasien
8. Memberikan lingkungan psikologis yang sesuai untuk penyembuhan luka
9. Mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan

1. Dilakukan pada pasien yang luka dan ada order dari dokter yang
merawat
3.Kebijakan  Bersihkan luka sesuai kondisi luka tetap steril dengan mempergunakan
4.Referensi gaas basah yang diisi NaCl 0,9%.
5.Langkah-  Bersihkan jaringan nekrose atau yang lepas dengan menggunakan
langkah/ Prosedur gunting
 Apabila terdapat bulla, sedot mempergunakan spuite. Bulla tidak boleh
dipecahkan.
 Berikan tulle yang telah dicampur dengan sukralfat pada luka lalu tutup
dengan gaas lembab yang diisi NaCl 0,9% kemudian tutup kembali luka
mempergunakan gaas kering
 Balut luka mempergunakan perban gulung dari arah distal ke proksimal.
 Buka sarung tangan
 Fiksasi perban dengan plester
 Rapikan pasien seperti semula
2. Tahap terminasi
a. Evaluasi perasaan pasien
b. Simpulkan hasil kegiatan
c. Akhiri bersihkan alat-alat
d. Cuci tangan
3. Dokumentasi
 Catat waktu perawatan luka bakar, kondisi luka, cara perawatan
 Dilakukan pada pasien yang luka dan ada order dari dokter yang

1/6
merawat
 Bersihkan luka sesuai kondisi luka tetap steril dengan mempergunakan
gaas basah yang diisi NaCl 0,9%.
 Bersihkan jaringan nekrose atau yang lepas dengan menggunakan
gunting
 Apabila terdapat bulla, sedot mempergunakan spuite. Bulla tidak boleh
dipecahkan.
 Berikan tulle yang telah dicampur dengan sukralfat pada luka lalu tutup
dengan gaas lembab yang diisi NaCl 0,9% kemudian tutup kembali luka
mempergunakan gaas kering
 Balut luka mempergunakan perban gulung dari arah distal ke proksimal.
 Buka sarung tangan
 Fiksasi perban dengan plester
 Rapikan pasien seperti semula
Tahap terminasi
a. Evaluasi perasaan pasien
b. Simpulkan hasil kegiatan
c. Akhiri bersihkan alat-alat
d. Cuci tangan
5. Dokumentasi
 Catat waktu perawatan luka bakar, kondisi luka, cara perawatan
Unit Terkait Perawat, dokter

1/6
PERAWATAN LUKA KOTOR

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman : 1-2

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Melakukan tindakan perawatan : mengganti balutan, membersihkan luka pada


luka kotor
2.Tujuan 1. Mencegah infeksi
2. Membantu penyembuhan luka
3.Kebijakan Dilakukan pada luka kotor
4.Referensi
5.Langkah- Bak Instrumen yang berisi:
langkah/ Prosedur 1. Pinset anatomi
2. Pinset chirurgis
3. Gunting debridemand

1/6
4. Kasa steril
5. Kom: 3 buah
Peralatan lain terdiri dari:
1. Sarung tangan
2. Gunting plester
3. Plester/perekat
4. Alkohol 70 % / Wash bensin
5. Desinfektant
6. NaCl 0,9 %
7. Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektan
8. Verband
Obat luka sesuai kebutuhan

A. Tahap PraInteraksi
1. Melakukan verifikasi program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

C. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy
2. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
3. Membuka peralatan
4. Memakai sarung tangan
5. Membasahi plester dengan alcohol/wash bensin dan buka menggunakan
pinset
6. Membuka balutan lapis luar
7. Membersihkan sekitar luka dan bekas plester
8. Membuka balutan lapis dalam
9. Menekan tepi luka (sepanjang luka) untuk mengeluarkan pus
10. Melakukan debridement
11. Membersihkan luka dengan cairan NaCl
12. Melakukan kompres desinfektan dan tutup dengan kasa
13. Memasang plester atau verband
14. Merapikan pasien

D. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat-alat
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

Unit Terkait

1/6
1/6
PERAWATAN TALI PUSAR

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman :1

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.196905172007011
043

1.Pengertian Memberikan perawatan tali pusat pada bayi dimulai hari 1 kelahiran sampai
dengan tali pusat lepas (puput)
2.Tujuan Mencegah terjadinya infeksi
3.Kebijakan Mulai dilakukan pada bayi baru lahir sampai dengan tali pusat lepas (puput)

4.Referensi PROSEDUR PELAKSANAAN


5.Langkah-
langkah/ Prosedur A. Tahap Pra Interaksi
1. Mengecek program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan
dilakukan
C. Tahap Kerja
1. Pasang perlak dan pengalas disamping kanan bayi
2. Bersihkan tali pusat dengan kassa Alkohol 70%
3. Bila tali pusat masih basah, bersihkan dari arah ujung ke pangkal
4. Bila tali pusat sudah kering, bersihkan dari arah pangkal ke ujung
5. Setelah selesai, pakaian bayi dikenakan kembali. Sebaiknya bayi tidak
boleh dipakaikan gurita karena akan membuat lembab daerah tali
pusat sehingga kuman/bakteri tumbuh subur dan akhirnya
menghambat penyembuhan. Tetapi juga harus dilihat kebiasaan orang
tua/ibu (personal hygiene)
D. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan
2. Berpamitan dengan pasien
3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4. Mencuci tangan
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
Unit Terkait

1/6
MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

No.Dokumen : /SOP/TU/VI/2017
No. Revisi
SOP Tanggal Terbit
Halaman : 1-2

UPT Puskesmas dr Aulia Agustin


Hamparan Perak Nip.19690517200701
1043

1.Pengertian Membersihkan tubuh pasien dengan air bersih dan


sabun
2.Tujuan 1. Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
2. Melaksanakan kebersihan perorangan, Memberikan rasa nyaman
3.Kebijakan Pasien yang memerlukan bantuan mandi di tempat tidur
4.Referensi Peralatan
5.Langkah- 1. Pakaian bersih 1 stel
langkah/ 2. Baskom mandi 2 buah
Prosedur 3. Air panas dan dingin
4. Waslap 2 buah
5. Perlak dan handuk kecil 1 buah
6. Handuk besar 2 buah
7. Selimut mandi/kain penutup
8. Celemek plastic
9. Tempat tertutup untuk pakaian kotor
10. Sabun mandi
11. Bedak
12. Sarung tangan bersih
13. Pispot/urinal dan pengalas
Botol cebok
A. Tahap Pra Interaksi
1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
C. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy

1/6
2. Mencuci tangan
3. Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
4. Melepas pakaian atas klien
a.MEMBASUH MUKA
 Membentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala
 Menawarkan pasien menggunakan sabun atau tidak
 Membersihkan muka, telinga dengan waslap lembab lali di keringkan
 Menggulung perlak dan handuk
b. MEMBASUH LENGAN
 Menurunkan selimut mandi kebagian perut klien
 Memasang handuk besar diatas dada klien secara melintang dan kedua
tangan klien diletakkan diatas handuk
 Membasahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun, kemudian
dibilas dengan air hangat (lakukan mulai dari ekstremitas terjauh klien)
c. MEMBASUH DADA DAN PERUT
 Melepas pakaian bawah klien dan menurunkanselimut hingga perut
bagian bawah, kedua tangan diletakkan diatas bagian kepala,
membentangkan handuk pada sisi klien
 Membasuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap basah, disabun,
kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan, kemudian menutup
dengan handuk
d. MEMBASUH PUNGGUNG
 Memiringkan pasien kearah perawat
 Membentangkan handuk di belakang punggung hingga bokong
 Membasahi punggung hingga bokong dengan waslap, disabun, kemudian
dibilas dengan air hangat dan dikeringkan
 Memberi bedak pada punggung
 Mengembalikan ke posisi terlentang, kemudian membantu pasien
mengenakan pakaian
e. MEMBASUH KAKI
 Mengeluarkan kaki pasien dari selimut mandi dengan benar
 Membentangkan handuk dibawah kaki tersebut, menekuk lutut
 Membasahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal paha, disabun,
dibilas dengan air bersih, kemudian dikeringkan
 Melakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain
f. MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENITAL
 Membentangkan handuk dibawah bokong, kemudian selimut mandi
bagian bawah dibuka
 Membasahi daerah lipat paha dan genital dengan air, disabun, dibilas,
kemudian dikeringkan
 Mengangkat handuk, membantu mengenakan pakaian bawah klien
 Merapikan klien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur
5. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan
2. Berpamitan dengan pasien
3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4. Mencuci tangan
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
Unit Terkait

1/6
1/6