Anda di halaman 1dari 7

11/01/2016

KIMIA LINGKUNGAN I

BOD DAN COD

BOD (Biochemical Oxygen Demand)


Banyaknya oksigen (mg) yang diperlukan oleh bakteri
untuk menguraikan atau mengoksidasi bahan
organik dalam satu liter limbah selama pengeraman
(5 x 24 jam pada suhu 20ºC).

BOD menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang


dibutuhkan oleh mikroba untuk memecah atau
mengoksidasi bahan-bahan pencemar yang
terdapat di dalam suatu perairan

1
11/01/2016

Pengukuran BOD dengan sendirinya digunakan sebagai


dasar untuk mendeteksi kemampuan senyawa
organik dapat didegradasi (diurai) secara biologis
dalam air.

Perbedaan antara BOD dan COD (Chemical Oxygen


Demand) adalah bahwa COD menunjukkan senyawa
organik yang tidak dapat didegradasi secara biologis.

Pemeriksaan BOD di perlukan untuk menentukan beban


pencemaran akibat air buangan dan untuk mendesain
sistem pengolahan secara biologis bagi air yang
tercermar tersebut.

Angka BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh


bakteri untuk menguraian (mengoksidasikan) hampir
semua zat organis yang terlarut dan sebagian zat
organis yang tersuspensi dalam air.

Pemeriksaan BOD diperlukan untuk menentukan beban


pencemaran akibat air buangan penduduk atau industri,
dan untuk mendisain sistem pengolahan biologis bagi
air yang tercemar tersebut.

2
11/01/2016

Penguraian zat organis adalah peristiwa alamiah.


Apabila sesuatu badan air dicemari oleh zat organis,
bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam
air selama proses oksidasi tersebut yang bisa
mengakibatkan kematian ikan.

Keadaan menjadi anaerobik dan dapat menimbulkan


bau busuk pada air. BOD merupakan salah satu
indikator yang menyatakan dampak biologis dari
jasad organik yang hidup di air, dan merupakan salah
satu parameter kualitas air.

COD (Chemical Oxygen Demand)


Banyaknya oksigen (mg) yang dibutuhkan oksidator
untuk mengoksidasi bahan/zat organik dan
anorganik dalam satu liter air limbah.

Nilai COD biasanya lebih tinggi dari nilai BOD karena


bahan yang stabil (tidak terurai) dalam uji BOD
dapat teroksidasi dalam uji COD.

Makin besar nilai BOD dan atau COD, makin tinggi


tingkat pencemaran suatu perairan.

3
11/01/2016

Perbedaan BOD dan COD


Analisis BOD dan COD dari suatu limbah akan menghasilkan nilai-
nilai yang berbeda karena kedua uji mengukur bahan yang
berbeda.

Nilai-nilai COD selalu lebih tinggi dari nilai BOD. Perbedaan di


antara kedua nilai disebabkan oleh banyak faktor seperti bahan
kimia yang tahan terhadap oksidasi kimia, seperti lignin ; bahan
kimia yang dapat dioksidasi secara kimia dan peka terhadap
oksidasi biokimia tetapi tidak dalam uji BOD 5 hari seperti
selulosa, lemak berantai panjang atau sel-sel mikroba dan adanya
bahan toksik dalam limbah yang akan menggangu uji BOD tetapi
tidak uj COD.

Metode Pengukuran BOD dan COD


Prinsip pengukuran BOD pada dasarnya cukup
sederhana, yaitu mengukur kandungan oksigen
terlarut awal (DOi) dari sampel segera setelah
pengambilan contoh, kemudian mengukur kandungan
oksigen terlarut pada sampel yang telah diinkubasi
selama 5 hari pada kondisi gelap dan suhu tetap (20
ºC) yang sering disebut dengan DO5.

Selisih DOi dan DO5 (DOi – DO5) merupakan nilai BOD


yang dinyatakan dalam miligram oksigen per liter
(mg/L).

4
11/01/2016

Pengukuran oksigen dapat dilakukan secara


analitik dengan cara titrasi (metode Winkler,
iodometri) atau dengan menggunakan alat yang
disebut DO meter yang dilengkapi dengan probe
khusus.

Karena melibatkan mikroorganisme (bakteri)


sebagai pengurai bahan organik, maka analisis
BOD memang cukup memerlukan waktu.

Lima hari inkubasi adalah kesepakatan umum dalam


penentuan BOD. Bisa saja BOD ditentukan dengan
menggunakan waktu inkubasi yang berbeda, asalkan
dengan menyebut kan lama waktu tersebut dalam nilai
yang dilaporkan (misal BOD7, BOD10) agar tidak salah
dalam interpretasi atau memperbandingkan.

Temperatur 20ºC dalam inkubasi juga merupakan


temperatur standard. Temperatur 20ºC adalah nilai rata-
rata temperatur sungai beraliran lambat di daerah
beriklim sedang (Metcalf & Eddy, 1991) dimana teori
BOD ini berasal.

5
11/01/2016

Untuk daerah tropik seperti Indonesia, bisa jadi


temperatur inkubasi ini tidaklah tepat. Temperatur
perairan tropik umumnya berkisar antara 25 – 30ºC,
dengan temperatur inkubasi yang relatif lebih rendah
bisa jadi aktivitas bakteri pengurai juga lebih rendah
dan tidak optimal sebagaimana yang diharapkan. Ini
adalah salah satu kelemahan lain BOD selain waktu
penentuan yang lama tersebut.

Metode pengukuran COD sedikit lebih kompleks, karena


menggunakan peralatan khusus reflux, penggunaan
asam pekat, pemanasan, dan titrasi

Pada prinsipnya pengukuran COD adalah penambahan


sejumlah tertentu kalium bikromat (K2Cr2O7) sebagai
oksidator pada sampel (dengan volume diketahui) yang
telah ditambahkan asam pekat dan katalis perak sulfat,
kemudian dipanaskan selama beberapa waktu.
Selanjutnya, kelebihan kalium bikromat ditera dengan cara
titrasi.

Dengan demikian kalium bikromat yang terpakai untuk


oksidasi bahan organik dalam sampel dapat dihitung dan
nilai COD dapat ditentukan. Kelemahannya, senyawa
kompleks anorganik yang ada di perairan yang dapat
teroksidasi juga ikut dalam reaksi (De Santo, 1978),
sehingga dalam kasus-kasus tertentu nilai COD mungkin
sedikit ‘berlebihan’ untuk gambaran kandungan bahan
organik.

6
11/01/2016

Bilamana nilai BOD baru dapat diketahui setelah waktu


inkubasi lima hari, maka nilai COD dapat segera diketahui
setelah satu atau dua jam. Walaupun jumlah total bahan
organik dapat diketahui melalui COD dengan waktu
penentuan yang lebih cepat, nilai BOD masih tetap
diperlukan.

Dengan mengetahui nilai BOD, akan diketahui proporsi


jumlah bahan organik yang mudah urai (biodegradable),
dan ini akan memberikan gambaran jumlah oksigen yang
akan terpakai untuk dekomposisi di perairan dalam
sepekan (lima hari) mendatang.

Lalu dengan memperbandingkan nilai BOD terhadap COD


juga akan diketahui seberapa besar jumlah bahan-bahan
organik yang lebih persisten yang ada di perairan.