Anda di halaman 1dari 5

Flow meter Turbin

A. Pengertian Flow Meter Turbin


Turbine Flow Meter pada dasarnya adalah sebuah alat pengukur kecepatan yang
dikalibrasi untuk menunjukkan aliran volumetrik cairan atau gas yang mengalir dalam
pipa yang diakibatkan adanya putaran aksial oleh baling baling yang berputar pada shaft
sebagai poros putaran. Putaran ini di hasilkan oleh adanya aliran fluida baik gas maupun
cairan yangmelewati blade yang berbentuk baling baling yang bisa menyebakab turbine
berputar. Putaran turbin tersebut dibaca sebagai kecepatan aliran yang dihitung terhadap
luasan permukaan tabung flow meter, jadi semakin cepat turbin berputar maka kecepatan
aliran di nilai makin besar. Dari banyaknya putaran perwaktu di hitung sebagai kecepatan
aliran yang kemudian di hitung terhadap luasan permukaan tabung flow meter,
sehingga muncul terbaca sebagai kapasitas aliran atau flow rate dengan satuan unit gpm,
lpm, lps dan lain lain.

B. Fungsi dan Akurasi Flow Meter Turbin


Flow meter Turbin digunakan untuk pengukuran gas alam dan aliran
cairan Pengukuran flow rate dengan flow meter turbin kurang akurat dibandingkan
dengan pengukuran dengan pancaran (jet) maupun pemindahan (displacement) pada
tingkat aliran yang rendah, akan tetapi elemen pengukur tidak menempati atau terputus
dari keseluruhan jalur aliran. Arah aliran umumnya lurus langsung melalui alat ukur,
memungkinkan untuk tingkat aliran yang lebih tinggi dan kehilangan tekanan yang lebih
kecil dari pada tipe pengukuran pemakai komersil yang lebih luas seperti pada sistem
pemadam kebakaran, distribusi air dan minyak bbm dan lainya.
Flow meter Turbin umumnya tersedia dari 1,5 inci sampai 12 inci atau ukuran pipa yang
lebih besar. Flow tube turbine biasanya terbuat dari carbon steel, stailess steel, brass dan
PVC atau casting iron, sedangkan bagian dalam turbin (impeller) bisadari material plastik
atau logam non korosif.

Flow meter turbine biasanya pengukuranya cukup akurat pada kondisi kerja normal
dimana tidak ada gas atau udara yang terjebak dalam aliran fluida. Namun jika banyak
terdapat gas udara yang ikut dalam cairan maka akurasin dari flow meter turbine sangat
jelek. Bahkan untuk mengukur cairan yang mengalir dalam turbine meter dengan kondisi

cairan kosong dan yang mengalir hanya udara maka flow meter turbine akan tetap
memberikan data pembacaan flow rate karena walaupun hanya udara yang mengalir
baling baling tetap berputar yang akan dibaca sebagai kecepatan aliran.
Turbine flow meter pada saat ini telah berkembang dengaan berbagai bahan dasar/matrial
dari non metal, carbon steel, brass, hingga stainless steel.
Untuk aplikasi pada gas atau udara sebaiknya di berikan sitem pelumasan yang akan
selalu memberikan pelumas pada bearing pada jangka waktu tertentu secara kontinyu.
Sedangkan untuk aplikasi di liquid flow meter turbine sebaiknya di gunakan untuk
mengukur cairan yang mempunyai sifat pelumas untuk menjaga keausan bearing atau saft
baling baling sehingga akurasi dari flow meter turbine bisa terjaga dengan baik dan life
time flow meter bisa lebih lama.

Flow meter turbine sebaiknya di aplikasikan pada jenis cairan yang mempunyai sifat
pelumas, agar gesekan akibat putaran baling baling terhadap shaft tidak mudah aus.
Karena itu jika flometer turbin di gunakan untuk gas termasuk udara sebaiknya di
lengkapi dengan sitem pelumasan.
Flow meter turbine sebaiknya tidak digunakan untuk cairan yang corosive kecuali
dipastikn material dari dua bagian penting dari turbine flow meter terbuat dari material
non metal. Dan juga jangan di gunakan untuk aliran yang sangat lambat dengan flow
velocity yang xangat kecil katena disamping akurasinya tidak bisa dipertanggung
jawabkan bahkan bisa error hasilnya.
Untuk kasus tertentu seperti jika adanya udara/gas dalam aliran liquid maka bisa
dipastikan akurasi dari flow meter turbine akan eror. Karena itu harus dipastikan saat
instalasi dimana posisi atau titik pemasangan harus di perhatikan dengan seksama
sehingga tidak ada bubbles didalam aliran pada liquid yang melewati flow meter turbine.
Karena adanya komponen yang berputar maka hasrus dipastikan ciaran yang mengalir
dan melewati flow meter turbine harus homogen dan jangan sampai ada partikel lany
yang akan berakibat menghambat performa dari putaran turbine terhadap shaft yang bisa
menyebakan putaran turbine terganggu, tidak stabil dan bahkan bisa macet.

C. Cara Pengoperasian Flow Meter Turbin


Operasi flowmeter didasarkan pada kecepatan (kecepatan sudut) dari rotor bebas yang
menghasilkan hingga pada tingkat yang berbanding lurus dengan media. Baling-baling
rotor ( rotor blades) memotong medan magnet yang dibentuk oleh bagian magnet
permanen yang dipasang di unit pick-up dalam bodi flow meter.
D. Bagian – Bagian Flow Meter Turbin

Bagian Gambar potongan Turbine Flowmeter


1. Body
2. Sub rakitan rotor
3. Plat pendukung
4. Tabung pendukung
5. Baling – baling pendukung
6. Tab pengunci
7. Pin pengunci
8. Bantalan
9. Kotak penghubung
E. Keuntungan dan Kerugian Flow Meter Turbin
Turbin flowmeter, jenis utama flowmeter kecepatan, menggunakan rotor multi-pisau
(turbin) untuk merasakan laju alir rata-rata cairan, sehingga menurunkan aliran atau
jumlah meter. Umumnya terdiri dari dua bagian sensor dan display instrument, bisa juga
dibuat secara keseluruhan.
Turbin flowmeter turbine flowmeter dan flowmeter volumetrik, flowmeter aliran Coriolis
disebut tiga jenis pengulangan dalam flowmeter, produk presisi terbaik, sebagai salah
satu dari sepuluh jenis flow meter, produknya telah berkembang menjadi lebih Ragam,
massa multi-seri. skala produksi.

keuntungan:
(1) presisi tinggi, di semua flow meter, adalah flow meter yang paling akurat;
(2) reproduktifitas yang baik;
(3) nol nol drift, kemampuan anti-interferensi;
(4) luas;
(5) struktur yang kompak.
Kekurangan:
(1) tidak dapat mempertahankan karakteristik kalibrasi untuk waktu yang lama;
(2) sifat fluida karakteristik aliran memiliki dampak yang lebih besar.