Anda di halaman 1dari 2

Pantulan Tegak Lurus dari Pelat Datar

Pengukuran koefisien restitusi dapat dilakukan dengan menjatuhkan bola di poros vertikal dari
ketinggian yang bervariasi (hingga 64 kaki), memungkinkannya untuk menumbuk pelat baja yang
letaknya horizontal, dan mengukur pantulan. Jika percobaan dilakukan dalam ruang hampa, kita
akan mendapatkan:

Dimana 𝒮1 dan 𝒮2 berturut- turut merupakan kecepatan bola jatuh dan kecepatan pantulan, dan H
dan h merupakan ketinggian bola ketika jatuh dan memantul. Tetapi karena hambatan udara,
kecepatan jatuhnya bola ( 𝒮1 ) kurang dari √2𝑔𝐻 , dan ketika pada ketinggian h dimana bola naik
dengan pantulan kurang dari itu sesuai dengan kecepatan pantulan 𝒮2 . Besarnya ralat dengan
mengabaikan hambatan udara ditunjukkan pada tabel 2.
Dalam percobaan menunjukkan bahwa untuk kecepatan yang didapatkan dalam menguji pantulan,
gesekan udara sebanding dengan kuadrat kecepatan. Persamaan gerak bola jatuh sesuai dengan:

Dimana:
m = massa bola
k = koefisien hambatan udara
dengan
𝑘 = 𝑏𝑚
didapatkan:

Dengan menintegrasi;
Dengan s diukur dari titik pelepasan bola, positif ke bawah. Ketika s = 0 , v = 0. Sehingga
𝑔
didapatkan 𝐶 = − 𝑏 .

Dengan 𝑣 = 𝑣1 , ketika s = H, dimana H adalah ketinggian pada titik pelepasan bola. Kemudian

Untuk pantulan, persamaan gerak adalah sebagai berikut:

𝑔
Dengan s diukur dari puncak pantulan. Kemudian v = 0 ketika s = 0. Sehingga didapatkan 𝐶 = 𝑏 .

Dengan 𝑣 = 𝑣2 ketika s = h. Kemudian

Didapatkan:

Koefisien dari hambatan udara, k, ditemukan dengan mengukur gaya yang dilakukan pada bola
golf oleh aliran udara .Untuk kecepatan melebihi 65 kaki/s, yang mana melebihi kecepatan
maksimum yang dapat diperoleh dari jatuhnya bola