Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah swt, atas segala nikmat dan
karunia-Nya, makalah yang berjudul “Konsep Manajemen Keuangan”
dapat di selesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada Nabi dan junjungan kita, Muhammad SAW, keluarganya, dan
sahabatnya.
Pada kesempatan kali ini penulis menyampaikan rasa terimakasih
kepada pihak pihak yang telah membantu penyusunan makalah dan
telah memberi motivasi untuk pembuatan makalah ini.
Penulis telah berupaya menyajikan makalah dengan sebaik-baiknya.
Di samping itu apabila dalam makalah didapati kekurangan dan
kesalahan, baik dalam pengetikan maupun isinya, maka penulis dengan
senang hati menerima saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca
guna penyempurnaan penulisan makalah berikutnya. Semoga makalah
yang sederhana ini dapat menambah khasanah keilmuan dan
bermanfaat.

Makassar , 26 Agustus 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

Halaman judul
KATA PENGANTAR ............................................................................ 1
DAFTAR ISI ......................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 3
A. Latar Belakang ........................................................................................3
B. Rumusan Masalah....................................................................................3
C. TujuanPenulisan ......................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................5
A. Pengertian manajemen keuangan ............................................... 5
B. Tujuan manajemen keuangan ..................................................... 6
C. Fungsi manajemen keuangan ..................................................... 6
D. Sumber sumber dana perusahaan .............................................. 8
E. Bentuk bentuk hukum organisasi bisnis .................................... 11
F. Sepuluh prinsip yang membentuk dasar manajemen keuangan 12
G. Siapa saja pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan ... 13
H. Laporan Keuangan .................................................................... 16
BAB III PENUTUP.............................................................................. 17
A. Kesimpulan ................................................................................ 17
B. Saran ......................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 18

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap individu pasti memiliki manajemen dalam menjalankan
aktivitas hidupnya. Dengan adanya manajemen, maka diharapkan
semua aktivitas dapat dilakukan dengan sistematis atau berurutan,
maksimal sehingga mendapatkan hasil yang baik. Sebuah organisasi
atau pun perusahaan tentunya membutuhkan adanya manajemen
untuk mengatur kinerja dari anggota agar dapat mencapai tujuan yang
diinginkan dan mendapatkan hasil kerja yang baik. Salah satu
manajemen yang penting ialah adanya manajemen keuangan dalam
suatu organisasi ataupun perusahaan.
Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai
dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas
memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas
memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap
aktiva. Khususnya penganalisisan sumber dana dan penggunaannya
untuk merealisasikan keuntungan maksimum bagi perusahaan
tersesbut. Seorang manajemen keuangan harus memahami arus
peredaran uang baik eksternal maupun internal.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dalam Makalah “Manajemen
Keuangan” di atas penulis dapat mengambil rumusan masalah
sebagai berikut :
a. Apa yang di maksud dengan manajemen keuangan?
b. Apakah tujuan dari adanya manajemen keuangan?
c. Apa saja fungsi dari manajemen keuangan?
d. Apa saja sumber dana perusahaan ?
e. Mengetahui bentuk bentuk hukum organisasi bisnis

3
f. Apa saja sepuluh prinsip yang membentuk dasar manajemen
keuangan.
g. Siapa saja pihak-pihak yang memerlukan laporan keuangan

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan Makalah “Manajemen Keuangan” adalah sebagai
berikut :
a. Untuk mengetahui definisi dari manajemen keuangan.
b. Untuk mengetahui tujuan dari manajemen keuangan.
c. Untuk mengetahui fungsi dari adanya manajemen keuangan.
d. Untuk mengetahui sumber sumber dana perusahaan
e. Untuk mengetaui bentuk bentuk hukum organisasi
f. Untuk mengetahui prisinsip dasar yang membentuk manajemen
keuangan
g. Untuk mengetahi pihak –pihak yang memerlukan laporan
keuangan.

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen keuangan


Manajemen keuangan atau manajemen dana yang dapat diartikan
sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang perencanaan,
pemeriksaan, penganggaran, pengelolaan, pencarian, pengendalian
dan penyimpanan dana yang dimiliki perusahaan dengan tujuan
menyeluruh. Beberapa definisi manajemen keuangan menurut para
ahli adalah sebagai berikut:
1. Liefman mengatakan, manajemen keuangan adalah usaha untuk
menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau
memperoleh aktiva.
2. Suad Husnan mengatakan manajemen keuangan adalah
manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
3. Grestenberg mengatakan, manajemen keuangan adalah ” how
business are organized to acquire funds, how they acquire funds,
how the use them and how the prof ts business are distributed.
(bagaimana bisnis diatur untuk memperoleh dana, bagaimana
mereka memperoleh dana, bagaimana penggunaan mereka dan
bagaimana bisnis prof ts didistribusikan).
4. James Van Horne mengatakan bahwa manajemen keuangan
adalah segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan,
pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
5. Bambang Riyantomengatakan bahwa manajemen keuangan
adalah keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan
dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya
yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan
beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien
mungkin.

5
Jadi, menurut saya manajemen keuangan adalah suatu kegiatan
yang berkaitan dengan keputusan investasi atau penggunaan dana,
keputusan pendanaan atau mendapatkan dana dan keputusan
manajemen aktiva, termasuk mengatur pembagian keuntungan yang
dimiliki oleh organisasi atau perusahaan dengan tujuan yang
menyeluruh

B. Tujuan Manajemen Keuangan


Tujuan manajemen keuangan pada umumnya yaitu
memaksimalkan nilai perusahaan, dimana hal ini dapat terjadi dengan
cara meningkatkan harga saham dari perusahaan tersebut. Tujuan
normatif manajemen keuangan adalah memaksimalkan kemakmuran
pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan, seperti :
1. Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat
ditempuh dengan memaksimumkan nilai perusahaan.
2. Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan
keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
3. Manajemen harus mempertimbangkan kepentingan pemilik,
kreditor dan pihak lain yang berkaitan dengan perusahaan.
4. Memaksimalkan kemakmuran pemegang saham lebih
menekankan pada aliran kas dari pada laba bersih dalam
pengertian akuntansi.
5. Tidak mengabaikan social objectives dan kewajiban sosial, seperti
lingkungan eksternal, keselamatan kerja, dan keamanan produk.

C. Fungsi Manajemen keuangan


Manajemen keuangan sangat berperan penting dalam mengatur
dan menjelankan fungsinya dalam berbagai kegiatan keuangan.
Adapun fungsi utama lain dari manajemen keuangan adalah sebagai
berikut :
1. Keputusan investasi (Investment decision)

6
Merupakan keputusan terhadap aktiva apa yang akan dikelola
oleh lembaga. Yang temasuk Aktiva ialah Segala asset yang
digunakan untuk operasional, yang termasuk Pasiva ialah Modal +
Hutang.
Keputusan investasi ini merupkan keputusan yang paling penting
di antara ketiga bidang keputusan karena akan berpengaruh
langsung terhadap:
a. Besarnya rentabilitas investasi (kemampuan untuk
pengembalian investasi)
b. Aliran kas lembaga. Bahwa ternyata setiap keputusan
investasi mempengaruhi arus kas di waktu yang akan datang
2. Keputusan pendanaan (Financing Decision)
Financing decision adalah keputusan berkaitan dengan
penetapan sumber dana yang diperlukan dan penetapan
perimbangan pembelanjaan yang terbaik (struktur modal yang
optimal). Seperti halnya, perencanaan keuangan. penganggaran
keuangan. pengelolaan keuangan. pencarian keuangan.
penyimpanan keuangan pengendalian keuangan dan
pemeriksaan keuangan
3. Keputusan pengelolaan asset (Aset management decision)
Assets management decision adalah keputusan berkaitan
penggunaan dan pengelolaan aktiva.

Dalam rangka menjalankan fungsi fungsi diatas, maka tanggung


jawab manajer keuangan dalam organisasi bisnis sangat besar
peranannya dalam menentukan kebijakan yang akan diambil oleh
perusahaan, karena ia mempunyai dampak terhadap semua bidang
perusahaan, seperti pemasaran, operasi, akuntansi, riset &
pengembangan, serta personalia. Berkaitan dengan itu ada empat
tanggung jawab utama manajer keuangan, yaitu:

7
1. Peramalan dan perencanaan. Manajer keuangan harus
berinteraksi dengan eksekutif lainnya dalam perusahaan dan
bersama-sama merencanakan bentuk posisi masa depan
perusahaan.
2. Keputusan investasi dan permodalan. Atas dasar perencanaan
jangka panjang, manajer keuangan harus menghimpun dana
modal yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan
perusahaan. Sebuah perusahaan yang berhasil biasanya dapat
mencapai tingkat pertumbuhan yang tinggi dalam penjualan dan
hal ini memerlukan peningkatan investasi dalam pabrik, peralatan
dan aktiva.
3. Koordinasi dan pengawasan. Manajer keuangan harus
berinteraksi dengan eksekutif lainnya dalam perusahaan agar
operasional perusahaan dapat seefisien mungkin.
4. Berhubungan dengan pasar finansial. Setiap perusahaan akan
sangat tergantung pada pasar finansial umumnya, dimana dana
dihimpun, sekuritas perusahaan diperdagangkan dan para
penanam modal mendapat imbalan atau balas jasa.

D. Sumber Dana Perusahaan


Sumber dana sendiri merupakan bentuk - bentuk dana yang dapat
dimanfaatkan perusahaan baik berasal dari perusahaan lain atau
perusahaan sendiri dengan memberikan imbalan tertentu. Sumber
dana perusahaan secara umum dapat dikelompokkan menjadi sumber
dana jangka pendek, sumber dana jangka menengah, dan sumber
dana jangka panjang.
1. Sumber Dana Jangka Pendek
Sumber dana jangka pendek merupakan pendanaan yang harus
dibayar kembali dalam satu tahun atau kurang. Perusahaan
biasanya menggunakan sumber dana jangka pendek untuk modal
kerja karena sumber dana ini harus segera dibayar dalam waktu

8
setahun atau kurang. Contoh sumber dana jangka pendek ini
adalah kredit perdagangan, pinjaman bank jangka pendek, surat
berharga komersial, serta pendanaan piutang dan persediaan.
2. Sumber Dana Jangka Menengah
Sumber dana jangka menengah adalah sumber dana atau
pendanaan yang mempunyai jangka waktu lebih dari satu tahun
dan kurang dari lima tahun. Kebutuhan jangka menengah
diperlukan karena adanya kebutuhan yang tidak dapat dipnuhi
dengan sumber dana jangka pendek di suatu pihak dan juga sulit
dipenuhi dengan sumber dana jangka panjang di pihak lain. Contoh
sumber dana jangka menengah adalah Term Loan, Equipment
Loan, Leasing.
3. Sumber Dana Jangka Panjang
Pendanaan dalam jangka panjang pada umumnya menunjukkan
pendanaan yang jangka waktu temponya lebih dari lima tahun.
Pendanaan jangka panjang terutama terdiri dari obligasi.
Pendanaan jangka panjang seringkali digunakan untuk mendanai
aser yang masa pakainya jangka panjang seperti Tanah, Mesin,
Pabrik atau Proyek – proyek konstruksi.

Adapun sumber dana yang ditinjau dari asalnya pada dasarnya


dibedakan menjadi :
1. Sumber Intern
Dana yang berasal dari sumber intern adalah dana atau modal
yang dibentuk atau dihasilkan sendiri dalam perusahaan seperti
laba ditahan (retained earning), dan penyusutan (depreciation).
Besarnya laba ditahan / cadangan dipengaruhi oleh besarnya laba
yang diperoleh selama periode tertentu, devident policy dan
plowing back policy yang dijalankan oleh perusahaan. Meskipun
jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu besar, tetapi
oleh karena perusahaan mengambil kebijakan bahwa sebagian

9
besar dari laba tersebut dibagikan sebagai deviden, maka bagian
laba yang ditahan akan kecil jumlahnya, dan sebaliknya laba
ditahan akan cenderung besar kalau perusahaan mengambil
kebijakan penanaman kembali dalam perusahaan yang besar.
Sumber intern selain berasal dari laba ditahan / cadangan juga
berasal dari depresiasi. Besarnya depresiasi setiap tahunnya
tergantung pada metode depresiasi yang digunakan oleh
perusahaan yang bersangkutan. Sementara sebelum depresiasi
tersebut digunakan untuk mengganti aktiva tetap yang akan diganti,
dapat digunakan untuk membelanjai perusahaan meskipun
waktunya terbatas sampai pada penggantian ativa tetap tersebut.
Selama waktu itu, depresiasi merupakan sumber dana atau modal
di dalam perusahaannya sendiri.
2. Sumber Ekstern
Sumber ekstern (external sources) adalah sumber dana yang
berasal dari luar perusahaan. Dana yang berasal dari sumber
ekstern adalah dana yang berasal dari para kreditur dan pemilik,
peserta atau pengambil bagian di dalam perusahaan. Dana atau
modal yang berasal dari para kreditur merupakan hutang bagi
perusahaan yang bersangkutan dan modal yang berasal dari
kreditur disebut sebagai modal asing.
Dana atau modal yang berasal dari pemilik, peserta atau
pengambil bagian dalam perusahaan adalah merupakan dana yang
akan tetap ditanamkan dalam perusahaan yang bersangkutan, dan
dana ini akan menjadi modal sendiri dalam perusahaan tersebut.
Metode pembelanjaan dengan menggunakan dana yang berasal
dari pemilik atau calon pemilik tersebut disebut pembelanjaan
sendiri (equity financing). Dengan demikian maka dana yang
berasal dari sumber ekstern adalah terdiri dari modal asing dan
modal sendiri.

10
E. Bentuk Bentuk Hukum Organisasi Bisnis
Secara umum bentuk hukum organisasi terbagi menjadi 3 macam
yaitu, perusahaan perseorangan, kemitraan, dan korporasi.

1. Perusahaan perseorangan
Perusahaan Perorangan (PO) adalah Suatu jenis perusahaan
yang dijalankan oleh satu orang pemilik. Pemilik mempunyai
tanggung jawab tak terbatas dan berhak atas seluruh keuntungan
tetapi juga harus bersedia menanggung atas semua kerugian.
Umumnya tidak ada persyaratan khusus hukum yang harus
dipenuhi untuk memulai suatu usaha.
2. Kemitraan
Kemitraan adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau
lebih yang secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai
tujuan bisnis. Kemitraan terbagi lagi menjadi dua yaitu :
a. Kemitraan Umum
Kemitraan umum adalah kesepakatan antara dua orang atau
lebih yang memiliki keuntungan dan kewajiban sama dengan
perusahaan. umumnya dibentuk oleh orang-orang yang
memiliki keahlian sama atau seprofesi dengan tanggungjawab
masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian
akan ditanggung bersama.
b. Kemitraan dan Komanditer
Yaitu suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan
dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan
bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di
antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha
secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya
hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta
pribadi ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan

11
cv disebut sekutu aktif, dan yang hanya menyetor modal
disebut sekutu pasif.
3. Korporasi
korporasi merupakan badan hukum yang keberadaan dan
kewenangannya untuk dapat atau berwenang melakukan
perbuatan hukum diakui oleh hukum perdata. Artinya hukum
perdatalah yang mengakui keberadaan korporasi dan
memberikannya hidup untuk dapat atau berwenang melakukan
figur hukum. Demikian juga halnya dengan matinya korporasi itu
diakui oleh hukum.

F. Sepuluh Prinsip Yang Membentuk Dasar Manajemen Keuangan.


Adapun dasar dasar keuangan yang ada dibelakang keputusan yang
diambil oleh para manajer keuangan yaitu :
1. Keseimbangan risiko dan pengembalian- jangan menambah risiko
kecuali terdapat kompensasi berupa tambahan pengembalian
investasi
2. Nilai waktu uang – uang yang diterima hari ini lebih berharga dari
uang yang diterima di masa depan
3. Kas – bukan laba – adalah raja
Dalam mengukur kekayaan kita akan menggunakan arus kas
(cash flow) dan bukan keuntungan akuntansi (accounting profit)
sebagai alat pengukurnya.
4. Pertambahan arus kas – satu satunya perubahan yang harus
diperhatikan
5. Kondsisi persaingan pasar – alasan mengapa sangat sulit
mendapatkan proyek –proyek dengan laba yang luar biasa
6. Pasar modal yang efisien- pasar yang bergerak cepat dan dengan
harga tepat.
7. Masalah keagenan- manajer tidak akan bekerja bagi pemilik
perusahaan jika tidak selaras dengan kepentingan mereka,

12
8. Pembiasan keputusan bisnis karena perpajakan
Tambahan arus kas yang dipertimbangkan adalah tambahan
aliran kas sesudah pajak bersih yang diterima perusahaan.
9. Tidak semua risiko sama- ada beberapa risiko yang dapat
didiversifikasi.
10. Melakukan sesuatu yang benar adalah perilkau yang etis, dan ada
banyak dilema etika dalam manajemen keuangan.

G. Pihak-Pihak Yang Memerlukan Laporan Keuangan


Mengacu pada pendapat Munawir dan IAI, pihak – pihak yang
berkepentingan terhadap laporan keuangan secara garis besar dapat
dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu :
1. Pemakai Internal
a. Pemilik perusahaan
Pemilik perusahaan sangat berkepentingan
terhadap laporan keuangan perusahaannya, terutama untuk
perusahaan-perusahaan yang pimpinannya diserahkan
kepada orang lain seperti perseroan, karena dengan laporan
tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses
tidaknya manager dalam memimpin perusahaannya dan
kesuksesan seorang manager biasanya dinilai dengan laba
yang diperoleh perusahaan. Selain itu, laporan keuangan
diperlukan oleh pemilik perusahaan untuk menilai hasil-hasil
yang telah dicapai, dan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil
yang akan dicapai dimasa yang akan datang sehingga bisa
menaksir bagian keuntungan yang akan diterima dan
perkembangan harga saham yang dimilikinya.
b. Manager atau pimpinan perusahaan
yang terpenting bagi management adalah bahwa laporan
keuangan merupakan alat untuk mempertanggung-jawabkan
kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan yang telah

13
diberikan kepadanya. Dengan mengetahui posisi keuangan
perusahaannya periode yang baru lalu akan dapat menyusun
rencana yang lebih baik, memperbaiki sistem pengawasannya
dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaannya yang lebih
tepat. Disamping itu, laporan keuangan akan dapat digunakan
oleh manager untuk :
 Mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan
perusahaan
 Untuk mengukur efisiensi tiap-tiap bagian, proses atau
produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan
yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan
 Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu
yang telah diserahi wewenang dan tanggung jawab
 Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan
kebijaksanaan atau prosedur yang baru untuk mencapai
hasil yang lebih baik.
c. Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka
tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas
perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang
memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun,
dan kesempatan kerja.

2. Pemakai Eksternal
a. Investor
Penanam modal berisiko dan penasihat mereka
berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil
pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka
membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah
harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut.

14
Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang
memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan
perusahaan untuk membayar dividen.
b. Pemberi pinjaman
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang
memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman
serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
c. Pemasok dan kreditor usaha lainnya
Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan
informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan
apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh
tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan
dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi
pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka
tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
d. Pelanggan
Para pelanggan berkepentingan dengan informasi
mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau
mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau
tergantung pada perusahaan.
e. Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah
kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya
dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan.
Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas
perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar
untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik
lainnya.
f. Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam
berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan

15
kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk
jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada
penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat
membantu masyarakat dengan menyediakan informasi
kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir
kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

H. Laporan Keuangan
Seperti yang dijelaskan sebelumnya fungsi utama dari manajemen keuangan
yaitu mengambil keputusan yaitu keputusan pendanaan, keputusan investasi,
dan keputusan atau kebijakan deviden. Untuk mengambil keputusan tersebut di
butuhkan laporan keuangan sebagai sumber informasi utama dan sebagai acuan
bagi manajemen dalam mengambil tindakan untuk menjalankan fungsinya.
Terdapat tiga jenis laporan keuangan dengan fungsinya masing-masing yaitu
neraca, laba-rugi, dan arus kas.
a. Neraca
Neraca adalah salah satu bagian dari laporan keuangan suatu entitas bisnis/
perusahaan yang di dalamnya terdapat informasi mengenai aktiva, kewajiban,
serta ekuitas pemegang saham pada akhir periode akuntansi perusahaan tersebut.
Laporan posisi keuangan (Balance Sheet atau Statement Of Financial
Position) atau neraca adalah suatu laporan yang wajib dibuat oleh sebuah
perusahaan. Laporan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi suatu entitas
bisnis/ perusahaan dalam membuat keputusan bisnis. Dalam format yang paling
sederhana neraca mempunyai rumusan sebagai berikut :
Total aktiva atau asset = hutang yang belum dilunasi + ekuitas pemegang
saham.
Aktiva menggambarkan sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan sedangkan
kewajiban dan ekuitas pemegang saham, menunjukkan bagaimana sumber daya
itu dibiayai. Dan pada neraca jumlah total aktiva harus sama dengan jumlag utang
yang telah ditambahkan dengan modal.

16
Berdasarkan contoh diatas terdapat unsur- unsur penyusun neraca yaitu :
1. Aktiva (Disisi Debit)
Aktiva atau aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas bisnis yang
diharapkan memberikan manfaat usaha di masa depan dan sebagai
penggunaan dana dalam perusahan. Aktiva dalam neraca dibukukan menurut
lamanya waktu yang dibutuhkan, untuk diubah kedalam kas. Aktiva terbagi
lagi kedalam dua jenis yaitu :
1) Aktiva lancar (current assets) atau sering di sebut modal kerja bruto,
yaitu asset-asset yang diharapkan mudah dicairkan menjadi kas dalam
satu bulan. Aktiva lancar terutama meliputi kas, sekuiritas, piutang,
persediaan dan biaya dibayar dimuka. Penyusunan ini didasarkan dengan
tingkat likuiditasnya
2) Aktiva tetap atau capital budgeting adalah aset yang umur kegunaannya
untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang, lebih dari setahun.
Aset ini umumnya digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan.
Aktiva tetap meliputi tanah, bangunan, mesin, kendaraan dan peralatan,
urutan ini didasarkan umur ekonomi dari masing masing akun.

17
3) Aktiva lain-lain adalah semua akitiva yang bukan termasuk aktiva lancar
ataupun aktiva tetap, sebagai contoh asset tidak berwujud seperti hak
paten, hak cipta dan good will.
2. Pasiva/Liability/cost of debt (Disisi Kredit)
Pasiva adalah kewajiban pembayaran yang harus dilakukan oleh suatu entitas
bisnis kepada pihak lain, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
Pasiva terbagi lagi kedalam beberapa bagian yaitu
1) Hutang jangka pendek ( hutang lancar)
Hutang jangka pendek adalah semua utang yang harus dibayarkan dalam
waktu relative singkat, paling lambat satu tahun. Beberapa yang termasuk
di dalam utang jangka pendek antara lain; hutang dagang, hutang wesel,
hutang dagang. Akun ini diurutkan berdasarkan pada waktu jatuh
temponya.
2) Hutang jangka panjang
Utang jangka panjang adalah setiap utang yang periode pembayarannya
relatif lama. Beberapa yang termasuk utang jangka panjang diantaranya.
Contoh hutang jangka panjang Utang obligasi (bond payable) Utang
hipotek (mortage payable). contoh, suatu perusahaan mungkin
meminjam uang selama 5 tahun untuk membeli peralatan, selama 25
sampai 30 tahun untuk pembelian real estate, seperti gudang atau
bangunan kantor.
3. Ekuitas (modal)
Modal adalah uang atau barang yang dipakai sebagai dasar untuk melakukan
suatu pekerjaan. Dalam hal ini modal dalam neraca adalah saldo dari modal
akhir sebuah perusahaan dalam satu periode akuntansi. Ekuitas meliputi
investasi pemegang saham baik itu pemegang saham preferen ataupun saham
biasa
 Pemegang saham preferen menerima suatu dividen yang ditetapkan
dalam jumlag tertentu. Ketika perusahaan dilukuidasi, pemegang saham
ini dibayar setelah kreditur perusahaan tetapi sebelum pemegang saham
biasa

18
 Pemegang saham biasa adalah pemegang perusahaan diluar pemegang
saham dari suatu bisnis. Mereka menerima apapun yang terjadi, baik
atau buruk, setelah kreditor dan pemegang saham preferen dibayar.

Manfaat Neraca (Balance Sheet)


Sesuai dengan pengertian neraca, berikut ini adalah beberapa manfaatnya bagi
suatu perusahaan;
 Berguna sebagai alat untuk analisis perubahan kondisi keuangan suatu
perusahaan secara berkala dari tahun ke tahun.
 Berguna sebagai alat untuk analisis likuiditas suatu entitas bisnis
sehingga diketahui kemampuan suatu perusahaan untuk melakukan
kewajibannya dengan harta likuid.
 Berguna sebagai alat untuk analisis kemampuan suatu perusahaan dalam
melunasi utang jangka pendek sebelum jatuh tempo.

b. Laporan Laba rugi


Laporan laba rugi adalah suatu laporan keuangan yang di dalamnya
menjelaskan tentang kinerja keuangan suatu entitas bisnis dalam satu periode
akuntansi. Di dalam laporan ini terdapat informasi ringkas mengenai jumlah
biaya-biaya yang dikeluarkan untuk operasional suatu perusahaan serta laba
yang didapatkan selama perusahaan tersebut beroperasi. Laporan laba
rugi (income statement) suatu entitas bisnis sangat diperlukan untuk
mengetahui kondisi dan perkembangan perusahan, apakah memperoleh laba
selama menjalankan usaha atau justru merugi.
Laporan laba rugi menyajikan informasi keuangan yang dihubungkan dengan
lima aktivitas besar usaha :
1) Penghasilan (penjualan)- uang yang di peroleh dari penjualan produk
atau jasa perusahaan
2) Harga produk penjualan- biaya produksi atau biaya untuk menghasilkan
barang-barang dan jasa yang akan dijual.

19
3) Beban operasi yang berhubungan dengan (a) pemasaran dan distribusi
produk atau jasa, dan (b)administrasi bisnis
4) Beban keuangan dalam menjalankan bisnis, yaitu bungan dibayarkan
kepada kreditur perusahaan dan pembayaran deviden kepada para
pemegang saham istimewa (bukan pembayaran dividen pada pemegang
saham biasa)
5) Beban pajak, yaitu jumlah pajak yang ditanggung berdasarkan pajak
pendapatan perusahaan.

20
c. Laporan Arus Kas (Cash Flows)
Laporan arus kas adalah sebuah laporan yang menunjukkan perincian dari arus
kas masuk (penerimaan) dan keluar (pengeluaran) suatu perusahaan pada suatu
periode tertentu.

Manfaat laporan Arus Kas


1) Memberikan informasi mengenai kemampuan entitas suatu perusahaan
dalam menghasilkan arus kas di masa depan
2) Dapat mengetahui besarnya kemampuan perusahaan dalam membayar
dividen dan memenuhi kewajibannya (seperti membayar gaji karyawan)
3) Mengukur dengan jelas keberhasilan sebuah perusahaan

21
a. Arus Kas Operasional (Operational Cash Flow)
Arus kas operasional adalah arus kas yang terkait dengan operasional
perusahaan pada masa periode tertentu. Biasanya, yang termasuk pada
arus kas operasional adalah penerimaan kas dari konsumen atau
pendapatan piutang, pembayaran utang, pembayaran biaya pegawai (gaji
dan perlindungan), penerimaan bunga, pembayaran pajak dan
pengeluaran lainnya yang terkait dengan aktivitas operasional.
b. Arus Kas Pembiayaan (Financing Cash Flow)
Arus kas pembiayaan adalah arus kas yang terkait dengan aktivitas
pembiayaan perusahaan (pengurangan dan penambahan modal) pada
masa periode tertentu.
Beberapa contoh aktivitas pendanaan adalah pinjaman bank, penerbitan
obligasi, penerbitan saham melalui IPO (Initial Public Offering),
penerbitan saham baru melalui HMETD dan aktivitas lainnya.
c. Arus Kas Investasi (Investing Cash Flow)
Arus kas investasi adalah arus kas masuk dan keluar yang terkait dengan
aktivitas investasi perusahaan pada periode tertentu.
Beberapa aktivitas yang tergabung dalam arus kas investasi adalah
pembelian dan penjualan aset tetap, penyertaan saham, dan bentuk
investasi lainnya.

1) Perhitungan Arus Kas Bebas : PERSPEKTIF AKTIVA


Suatu arus kas bebas perusahaan, dipandang dari suatu perspektif aktiva,
adalah arus kas setelah pajak yang dihasilkan dari operasi usaha
dikurangi denga investasi perusahaan pada aktiva, yaitu :

Arus Kas Bebas = arus kas setelah pajak dari operasi – investasi
pada aktiva

22
Di dalam investasi dalam aktiva mungkin dinyatakan sebagai berikut :

Investasi dalam aktiva = perubahan modal usaha bersih untuk


operasi + perubahan aktiva lain dan aktiva tetap

Jadi, prosedur perhitungan arus kas bebas perusahaan yang berbasis


usaha mencakup tiga langkah :
1. Mengubah laporan laba rugi dari basis actual ke basis dasar
(menghitung arus kas setelah pajak dari operasi)
Dengan rumus :
Pendapatan usaha (pendapatan sebelum bunga dan pajak-pajak)
+ penyusutan

= pendapatan sebelum bunga, pajak, penyusutann dan amortisasi


(EBITDA)
- Pembayaran kas pajak

= Arus Kas setelah pajak dari usaha

2. Menghitung investasi dalam model kerja usaha bersih


Dengan rumus :
(Perubahan pada aktiva lancar) – (perubahan pada beban kewajiban
lancar nonbunga)

3. Menghitung investasi dalam aktiva tetap atau aktiva lain

2) Perhitungan arus kas beban : perspektif pendanaan.


Perushaan dapat menerima atau membagikan uang kepada para
investornya, atau kombinasi dari keduanya. Aliran kas di antara
investor dan perusahaan terjadi dalam salah satu cara berikut ini :
a) Membayar bunga kepada kreditor

23
b) Membayar deviden kepada pemegang saham
c) Memperbesar atau memperkecil hutang yang ada
d) Menerbitkan atau membeli kembali saham dari investor yang
ada sekarang

Perusahaan asing sering mengikuti praktik akuntansi yang sangat berbeda dari
prinsip prinsip akuntansi yang berlaku secara umum (Generally Accepted
Accounting principle – GAAP ) di gunakan oleh perusahaan Amerika Serikat.
Perbedaan pelaporan akan menunjukkan hasil keuangan yang tidak pasti dan salah
tafsir Usaha menerapkan standard pelaporan internasional belum dilakukan oleh
profesi Amerika Serikat dan GAAP. Oleh karena, itu investor uang mengamati
laporan keuangan perusahaan asing haru mengamati data dengan hati-hati

24
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen sangat di perlukan terutama dalam sebuah organisasi
atau perusahaan. Dengan adanya manajemen yang baik, maka
kegiatan perencanaan, pelaksanaan, sampai pada penghasilan suatu
tujuan ataupun barang akan di capai dengan baik dan maksimal, dan
dengan danya manajemen maka perusahaan akan dapat mencapai
tujuan yang di inginkan dengan langkah yang tepat.
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan,
penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian
dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan
untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan
menggunakan seefektif-efektifnya, seproduktif mungkin untuk
menghasilkan laba.
Dalam prakteknya, manajemen keuangan adalah tindakan yang
diambil dalam rangka menjaga kesehatan keuangan
organisasi/perusahaan. Untuk itu dalam membangun sistem
manajemen keuangan yang baik perulah kita untuk mengindentifikasi
prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik

B. Saran
Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi
pembaca. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan,
silahkan sampaikan kepada kami.
Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan
memakluminya, karena kami adalah hamba Allah yang tak luput dari
salah khilaf dan lupa.

25
DAFTAR PUSTAKA
https://raypratama.blogspot.com/2012/02/pengertian-korporasi-dan-tindak-
pidana.html
https://www.academia.edu/29809684/Makalah_Manajemen_Keuangan.docx
https://www.academia.edu/34517307/MAKALAH_KONSEP_MANAJEMEN_KEUANGAN

26