Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Seorang calon Geologist muda yang akan berkecimpung dalam dunia kerja diharapkan
mempunyai nilai jual yang tinggi. Tentunya nilai jual tinggi tersebut diperlukan beberapa
kriteria yang sesuai oleh ketentuan tiap perusahaan. Selain mempunyai pengalaman dan ilmu
pengetahuan tentang geologi yang mumpuni juga terdapat raga yang sehat dan kuat supaya
dapat bekerja maksimal di lapangan guna meningkatkan produktivitas pada perusahaan yang
ingin dituju. Seorang geologist diharuskan dalam keadaan sehat dan kuat untuk melakukan
eksplorasi bahan tambang guna menghitung sumber daya tambang yang dihasilkan pada
perusahaan. Seringkali para geologist kurang memperhatikan lingkungan sekitar dan kurang
memperhatikan kondisi diri sehingga rentan terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan seorang geologist yang berhubungan pada lingkungan eksplorasi.
Dengan adanya K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) menjadi upaya penting dalam
menciptakan lapangan kerja yang aman, sehat, dan bebas pencemaran lingkungan sehingga
mengurangi kecelakaan dan penyakit yang ditimbulkan para pekerja. Pada makalah ini
membahas mengenai macam-macam penyakit yang biasa diderita seorang geologist ketika
mereka berkecimpung dalam dunia eksplorasi. Penyakit ini dapat disebabkan baik dari
lingkungan eksplorasi tambang maupun rasa kelelahan seseorang dalam melakukan kerja yang
berlebihan sehingga dapat ditandai dengan adanya gejala-gejala dari tiap-tiap penyakit yang
diderita. Diharapkan dengan mengetahui dan memahami jenis penyakit ini supaya dapat
mempersiapkan diri dan menjaga kondisi tubuh agar tercegah dari jenis penyakit berikut.

I.2 Rumusan Masalah


Adapun masalah yang diangkat pada makalah, antara lain:
1. Apa saja jenis-jenis penyakit yang dapat diderita seorang geologist dan penyebabnya?
2. Bagaimana gejala-gejala penyakit tersebut terjadi pada si penderita?
3. Bagaimana penerapan K3 untuk mencegah penyakit tersebut?

I.3 Tujuan
Tujuan dari ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pencegahan dini terhadap
suatu penyakit dengan memperkenalkan jenis-jenis penyakit sesuai dengan ranah kerja.
I.4 Manfaat
Manfaat dibuat makalah adalah agar seorang calon geologist muda yang belum
mengenal jenis penyakit yang biasa akan terjadi dalam dunia kerja lapangan dapat
memaksimalkan diri untuk menjaga kondisi tubuh dengan prinsip K3 yang disesuaikan oleh
perusahaan guna menghindari hal-hal yang dapat membuat diri sakit sehingga membuat
produktivitas meningkat.
BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan filosofi untuk menjamin keutuhan
jasmani dan rohani pekerja dalam rangka untuk menyejahterakan pekerja dalam lingkup dunia
kerja. Secara ilmu pengetahuan merupakan ilmu penerapan pencegahan terjadinya kecelakaan
dan penyakit akibat kerja. Sehingga penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
diperlukan guna meningkatkan produktivitas para pekerja dan tidak menjadi beban bagi
perusahaan.
Pemikiran dan dasar-dasar diperlukannya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ada
pada Pasal 86 UU No.13 Tahun 2013 yang menyatakan setiap pekerja atau buruh memperoleh
perlindungan atas Kesehatan dan Keselamatan Kerja, moral dan kseusilaan dan perlakuan yang
sesuai dengan harkat dan martabat dan nilai-nilai agama.

II. Masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Kesehatan dan keselamatan para pekerja terkadang menemui kendala-kendala tertentu
sehingga membuat pekerja jadi mudah jatuh sakit. Ada tiga komponen yang berkaitan dengan
masalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) baik dari segi lingkungan kerja dan metode
pengerjaan yang dituntut harus professional. Jika ada salah satu yang bermasalah dapat
menimbulkan kondisi tubuh yang tidak baik sehingga mudah sakit. Tiga komponen tersebut,
yaitu Kapasitas Kerja, Beban Kerja, dan lingkungan Kerja.
1. Kapasitas Kerja
Seorang pekerja mempunyai kapasitas diri pada kondisi tubuhnya sehingga dengan
memaksimalkan kriteria kapasitas kerja tiap perusahaan tambang yaitu kecukupan gizi
guna peningkatan produktivitas pekerja
2. Beban Kerja
Beban kerja yang dihadapi perusahaan tergantung pada seberapa banyak data yang
dihasilkan sehingga memungkinkan untuk bekerja dibawah tekanan seperti lembur
akibat penyelesaian laporan lapangan, eksplorasi tambang pada lahan yang baru dibuka
dengan memanfaatkan data dan interpretasi lapangan dengan pola waktu yang dinamis.
3. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja bila tidak memenuhi persyaratan dapat mempengaruhi kesehatan
kerja dapat menimbulkan Kecelakaan Kerja (Occupational Accident), Penyakit
Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja (Occupational Disease & Work
Related Diseases).