Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH HUKUM INDUSTRI

(HUKUM INDUSTRI)

Disusun Oleh:

Nama : Indah Dwi Arianti

NPM : 32417898

Kelas : 2ID08

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2019
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat
karunia-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai InshaAllah
tepat pada waktunya dan penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Hukum Industri” ini dengan lancar. Penulisan makalah ini bertujuan
untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah
Hukum Industri.

Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang penulis
peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Pancasila, tak lupa
penyusun ucapkan terima kasih kepada pengajar mata kuliah Konsep Hukum
Industri atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. juga kepada
rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga dapat
diselesaikannya makalah ini.

Penulis berharap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi
kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita, khususnya bagi
penulis.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih kurang sempurna, maka
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju
arah yang lebih baik.

Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang


kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun dari
anda demi kebaikan makalah ini di waktu selanjutnya.

Bekasi, 02 Mei 2019

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Hukum merupakan suatu aturan-aturan yang dibuat untuk dipatuhi atau
dilaksanakan salah satu fungsinya adalah demi terciptanya suatu ketertiban dalam
sebuah kelompok atau dalam sebuah industri, hukum dibuat berlaku dalam skala
besar, misal negara. Negara ini lah yang kemudian akan membuat hukum-hukum
baru atau memperbaiki hukum yang sudah ada karena dirasa tidak sesuai dengan
kondisi lingkungan dan lain hal.
Hukum industri dibuat agar mencakup suatu industri yang kecil, sedang
ataupun besar. Hukum merupakan sistem yang penting dalam pelaksanaan atas
rangkaian kekuasaan kelembagaan dari berbagai penyalahgunaan kekuasaan atau
kebijakan dalam suatu perushaan. Maka dari itu hukum sangat penting untuk
berbagai bentuk kelembagaan termasuk dalam sebuah perindustrian.
Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang bersifat produktif dengan
pengolahan barang mentah dan atau barang setengah jadi menjadi barang jadi
yang memiliki nilai lebih tinggi atau nilai tambah. Industri tidak hanya meliputi
barang tapi juga berupa jasa.
Jadi, hukum industri adalah ilmu yang mengatur masalah perindustrian yang
berada di suatu wilayah. Mengatur bagaimana cara perusahaan mengatur
perusahaannya dan sanksi-sanksi apa saja yang akan diterima jika perusahaan
tersebut melanggar sanksi tersebut. Hukum industri juga menyangkut
permasalahan desain produksi dan hukum konstruksi serta standardisasi. Selain itu
juga mengenai masalah tanggungjawab dalam sistem hukum industri, dan analisis
tentang masalah tanggungjawab dalam sistem hukum industri.
Bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang atas kekuatannya sendiri menuju
masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Garis-Garis Besar
Haluan Negara menegaskan bahwa di bidang ekonomi, sasaran pokok yang
hendak dicapai dalam pembangunan jangka panjang adalah tercapainya
keseimbangan antara pertanian dan industri serta perubahan-perubahan
fundamental dalam struktur ekonomi Indonesia sehingga produksi nasional yang
berasal dari luar pertanian merupakan bagian yang semakin besar dan industri
menjadi tulang punggung ekonomi dan harus menjamin pembagian pendapatan
yang merata bagi seluruh rakyat sesuai dengan rasa keadilan,.
Hingga saat ini peraturan peraturan yang digunakan bagi pengaturan,
pembinaan, dan pengembangan industri selama ini dirasakan kurang mencukupi
kebutuhan karena hanya mengatur beberapa segi tertentu saja dalam tatanan dan
kegiatan industri, dan itupun seringkali tidak berkaitan satu dengan yang lain.
Apabila Undang-Undang ini dimaksudkan untuk memberikan landasan hokum
yang kokoh dalam upaya pengaturan, pembinaan, dan pengembangan dalam arti
yang seluas-luasnya.
Undang-Undang ini akan memberikan kemungkinan terhadap penguasaan
yang bersifat mutlak atas setiap cabang industri oleh Negara. Undang-Undang
Dasar 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara telah secara jelas dan tegas
menunjukkan bahwa dalam kegiatan ekonomi, termasuk industri, harus
dihindarkan timbulnya “etatisme” dan sistem “free fight liberalism”.
Dengan dibuatnya landasan ini, upaya pengaturan, pembinaan, dan
pengembangan yang dilakukan Pemerintah diarahkan untuk menciptakan iklim
usaha industri secara sehat dan mantap.

1.2. Tujuan
Tujuan merupakan sesuatu hal yang ingin dicapai oleh sipembuat tujuan
tersebut. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Menambah wawasan pengetahuan hukum industri di indonesia khusus nya
untuk penulis, umumnya untuk rekan-rekan pembaca, dll.
2. Mengasah kemampuan penulis dalam pembuatan makalah yang baik dan
benar dalam segi tulisan, kerapihan dan isi atau materi dari makalah yang
dibuat.
3. Meningkat semangat penulis dan rekan-rekan pembaca agar gemar mencari
informasi lewat media membaca, semakin wawasan yang kita miliki luas
seluas dunia, sejauh apapun kita melangkah tidak akan mudah tersesat

1.3. Sasaran
Sasaran merupakan sesuatu yang menjadi tujuan, sasaran dari penulisan
makalah ini adalah agar Mahasiswa dapat lebih memahami dan memperdalam
lebih lanjut tentang hukum industri dan sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan
berindustri. Generasi muda dapat mulai mengenal tentang definisi hukum secara
umum, kemudian dapat mengetahui berbagai jenis hukum. Kepada pemerintah
diharapkan terus dapat melakukan perbaikan terhadap hukum yang tidak sesuai
atau dinilai tidak adil dan mempertahankan hukum yang sudah ada untuk terus
tegak berdiri dan menjulang tinggi tanpa goyah.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Hukum Industri


Hukum industri adalah cabang dari Undang-Undang yang berhubungan
dengan tiga set entitas berbeda namun saling berkaitan dengan aspek hukum.
Antara lain; Industri, Tenaga Kerja, dan Badan Pemerintahan. Dengan kata lain,
ketiga entitas industri tersebut seyogyanya dapat diatur melalui kententuan-
ketentuan hukum. Perindustrian di Indonesia diatur dan dijelaskan oleh Undang-
Undang Nomor 5 Tahun 1984. Dalam Undang-Undang tersebut, yang dimaksud
dengan perindustrian adalah tatanan dan segala kegiatan yang bertalian dengan
kegiatan industri, sedangkan definisi industri adalah kegiatan ekonomi yang
mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi
menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk
kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Sampai sekarang, di
Indonesia belum ada perubahan tentang Undang-Undang perindustrian ini. Selain
Undang-Undang tentang perindustrian, di Indonesia juga memiliki
UndangUndang tentang ketenagakerjaan. Ketenagakerjaan di Indonesia diatur dan
dijelaskan oleh Undang-Undang nomor 13 tahun 2003. Dalam Undang-Undang
tersebut, yang dimaksud dengan ketenagakerjaan adalah segala hal yang
berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa
kerja, sedangkan tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan
pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi
kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Jadi Hukum industri adalah ilmu
yang mengatur masalah perindustrian yang berada di Indonesia bahkan dunia.
Mengatur bagaimana cara perusahaan mengatur perusahaannya dan sanksi-sanksi
apa saja yang akan diterima jika perusahaan tersebut melanggar sanksi tersebut.
2.2 Manfaat Hukum Indutsri
 Hukum sebagai sarana pembangunan di bidang industri yang perspektif dengan
ilmu-ilmu yang lain.
 Hukum industri dalam sistem kawasan berdasarkan hukum tata ruang.
 Hukum industri dalam sistem perizinan yang bersifat lintas lembaga dan
yurispundensi hukum industri dalam perspektif global dan lokal
 Hukum alih teknologi, desain produksi dan hukum konstruksi serta standarisasi
 Masalah tanggung jawab dalam sistem hukum industry

2.3 Undang-Undang Perindustrian Di Indonesia


Undang-undang mengenai perindustrian di atur dalam UU. No. 5 tahun 1984,
yang mulai berlaku pada tanggal 29 juni 1984. Undang-undang no.5 tahun 1984
mempunyai sistematika sebagai berikut :
Bab I. ketentuan umum pada pasal I UU. No 1 tahun 1984 menjelaskan mengenai
peristilahan perindustrian dan industi serta yang berkaitan dengan kedua pengertian
pokok tersebut. Dalam uu no.5 tahun 1984 yang dimaksud dengan :
a. Perindustrian adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan industry
b. Industri dimana merupakan suatu proses ekonomi yang mengolah bahanmetah,
bahan baku dan bahan setengah jadi menjadi barang jadi yang mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi.
c. Kelompok industri sebagai bagian utama dari perindustrian yang terbagi dalam
tiga kelompok yakni industri kecil, industri madia dan industri besar.
Kemudian pada pasal 2 uu no 5 tahun 1984 mengatur mengenai landasan dari
pembangunan industri, dimana landasan pembangunan industri di Indonesia
berlandaskan pada :
a. Demokrasi ekonomi, dimana sedapat munkin peran serta masyarakat baik dari
swasta dan koprasi jangan sampai memonopoli suatu produk.
b. Kepercayaan pada diri sendiri, landasan ini dimaksudkan agar masyarakat
dapat membangkitkan dan percaya pada kemampuan diri untuk dalam
pembnagunan industri.
c. Manfaat dimana landasan ini mengacu pada kegiatan industri yang dapat
dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat.
d. Kelestarian lingkungan hidup pada prinsipnya landasan ini mengharapkan
adanya keseimbangan antara sumber daya alam yang ada serta kelestarian
lingkungan guna masa depan generasi muda.
e. Pembangunan bangsa dimaksudkan dalam pembangunan industri harus
berwatak demokrasi ekonomi

2.4 Keuntungan Hukum Industri bagi Perusahaan


Hukum dibuat tentunya harus memberikan nilai-nilai positif agar hukum.
Berikut beberapa keuntungan hukum industri bagi perusahaan :
a. Sebagai suatu pengembangan dalam mengembangkan suatu industri menjadi
lebih maju dengan adanya hukum industri,dan para pelaku industri pun harus
mampu menegakan hukum tersebut dalam industry karena itu suatu
tanggung jawab industri tersebut dan sebagai bukti industri tersebut
menjalankan hukum industri sesuai undang-undang dari pemerintah
b. Para usaha industri dapat meningkatkan nilai tambah serta sumbangan yang
lebih besar bagi pertumbuhan produk nasional.
c. Pembinaan kerja sama antara industri kecil, industri menengah dan industri
besar dapat saling bekerja sama agar masing-masing industri bisa
memonopoli suatu industri yang sifatnya menguntungkan satu sama lain

2.5 Mengenai Tujuan dari Pembangunan Industri


Dalam pasal 3 mengenai tujuan dari pembangunan industri setidaknya ada
sekitar 8 tujuan dari pembangunan industri yakni :
a. Meningkatkan kemakmuran rakyat
b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga adanya keseimbangan dalam
masyarakat yakni dalam hal ekonomi.
c. Dengan miningkatnmya pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat pula
menciptakan kemampuan dan penguasaan terhadap tehnologi yang tepat
guna
d. Dengan meningkatnya kemampuan dari lapisan masyarakat sehingga peran
aktif tehadap pembangunan industri juga semakin meningkat.
e. Denngan semakin meningkatnya pembnagunan industri diharapkan dapat
memperluas lapangan kerja
f. Selain meningkatnya lapangan kerja dengan adanya pembangunan industri
dapat pula meningkatkan penerimaan devisa .
g. Selain itu pembangunan dan pengembangan industri merupakan sebagai
penunjang pembangunan daerah
h. Dengan semakin meningkatnya pembanguna daerah pada setiap propinsi di
harapkan stabilitas nasional akan terwujud.

2.6 Keuntungan Bagi Masyarakat


Masyarakat sangat terbantu dengan adanya suatu industri, bisa dibuktikan
bahwa 80 % penduduk di Indonesia berprofesi sebagai pekerja dalam industry atau
pabrik, pertumbuhan industri di indonesia sangatlah pesat,selain sebagai karyawan
dalam industri ditambah lagi dengan adanya hukum industri sebagai pengatur
didalam industri tersebut, dengan adanya hukum industri para karyawan dengan
perusahaan akan terjalin suatu sistem kerjasama yang baik demi kepentingan semua
aspek dalam suatu perusahaan.

2.7 Kerugian Bagi Masyarakat


Didalam suatu hukum tidak mutlak harus memberikan keuntungan, hukm juga
memberikan kerugian, misal para pelaku industri menyalahgunakan wewenang dan
tidak amanah terhadap tanggung jawab yang diterimanya, malah para pelaku industri
seringkali tidak mematuhi aturan yang diberikan oleh hukum industri, sehingga yang
menjadi korban adalah para karyawan dalam industri tersebut. Dalam hal ini maka
diatur dalam pasal 21 uu no.5 tahun 1984 dimana perusahan industri di wajibkan :
a. Melaksanakan upaya keseimbangan dan kelestarian suber daya alam serta
pencegahan kerusakan terhadap lingkungan.
b. Pemerintah wajib membuat suatu peraturan dan pembinaan berupa
bimbingan dan penyuluhan mengenai pelaksanaan enemaran lingkungan
yang diakibatkan oleh proses industri.
c. Kewajiban ini dikecualikan bagi para industri kecil.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
a. Adanya undang-undang yang mengatur tentang industri di indonesia sejatinya
dapat mempermudah sebuah perusahaan dalam melakukan usahanya di bidang
industri. Dengan adanya acuan tersebut juga akan mempermudah sebuah
perusahaan baru untuk membangun usaha nya di bidang industri khususnya. Di
Indonesia, walau belum sepenuhnya sempurna hukum industri telah diterapkan.
Seperti hukum outsorcing dan ketenaga kerjaan yang kerap dipakai perusahaan
untuk merekrut pegawai. Meski dinilai sangat menguntungkan bagi perusahaan,
namun ada beberapa aspek yang justru malah merugikan para karyawannya.
b. Upaya pemerintah dalam menyempurnakan rancangan undang-undang
perindustrian dinilai sangat baik. Penyempurnaan Undang-Undang Perindustrian
bertujuan untuk membuat perangkat peraturan perundang-undangan yang sesuai
dengan tuntutan zaman, yang diharapkan akan lebih mampu mendinamisasikan
tumbuh-majunya industri nasional di era globalisasi ekonomi tanpa
mengorbankan kepentingan nasional serta ciri budaya dan harga-diri bangsa,
sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945, sekaligus mengakomodasi kebijakan
desentralisasi dan otonomi daerah. Terlebih jika penerapan hukum industri di
Indonesia terus konsisten dan tidak keluar dari jalur yang telah ditetapkan.

3.2 Saran
a. Kepada para penegak hukum pertahankan terus hukum yang sudah ada dan
lakukan perbaikan hukum yang dirasa masih memiliki kekurangan baik dalam
hukum itu sendiri, proses pelaksanaannya.
b. Hukum harus ditegakan setinggi-tingginya dan seadil-adilnya, tidak pandang
orang kaya ataupun miskin, tidak memandang status sosial dimasyarakat,
c. Tegas memberantas kriminalitas untuk meminimalisir tindak kejahatan agar tidak
merajalela.
d. Untuk rekan-rekan Mahasiswa mari kita belajar lebih giat, karena kitalah generasi
muda akan menjadi pengganti penerus daripada berjalannya suatu hukum, jangan
melanggar hukum yang ada karena akan menimbulkan kerugian bari diri sendiri
dan orang lain. Jadilah kita generasi yang berguna bagi keluarga, bangsa dan
negara.
Daftar Pustaka
1. http://journal.uii.ac.id/index.php/jurnal-fakultas
hukum/article/viewFile/1056/1793
2. http://essay.blog.uns.ac.id/…/efektivitas-penerapan-undang-undang-
perindustrian-dalam-rangka-pengembangan-industri/
3. http://hukumindustri.blogspot.com/2010/03/perinddustrian-di-indonesia.html
4. http://maspurba.wordpress.com/hukum-industri/
5. http://www.anneahira.com/pengertian-hukum.htm
6. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/tujuan-hukum-industri-2/