Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kemampuan menyusun proposal penelitian sangat penting untuk merencanakan
dan mengusulkan suatu kegiatan atau proyek penelitian. Secara umum ada aturan-aturan,
baik yang bersifat metodologis maupun teknis dalam menyusun proposal. Aturan-aturan itu
pada umumnya bersifat universal, meskipun untuk hal-hal tertentu yang bersifat teknis ada
yang harus disesuaikan dengan kebutuhan lembaga-lembaga tertentu. Dalam kaitannya
dengan penyelesaian studi di perguruan tinggi, penyusunan proposal penelitian adalah
langkah awal tatkala seorang mahasiswa bermaksud menyusun suatu skripsi (S1), tesis (S2),
dan disertasi (S3). Melihat begitu pentingnya proposal penelitian, maka akan dipelajari
tentang proposal penelitian.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian proposal dan jenis-jenis proposal ?
2. Bagaimana tahap penyusunan proposal penelitian dan sistematika proposal penelitian ?
3. Bagaimana sitematika proposal kagiatan umum?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian proposal dan jenis-jenis proposal
2. Mengetahui tahap penyusunan proposal penelitian dan sistematika proposal penelitian
3. Mengetahui sitematika proposal kagiatan umum

D. Manfaat Penulisan
Sebagai salah satu acuan dalam pembuatan proposal.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Proposal
Dalam setiap penelitian atau kegiatan tertentu perlu adanya sebuah pemandu yang
mengarahkan berlangsungnya penelitian dan kegiatan yang bersifat resmi. Pemandu semacam
itu dinamakan proposal atau usulan (selanjutnya disebut proposal). Pada hakikatnya proposal
kegiatan atau penelitian ini merupakan rancangan atau usulan yang akan dilaksanakan. (rahman
& dkk, 2006) proposal adalah rencana kerja dalam hal ini berarti seperangkat kegiatan yang ditata
secara sistematik dan runtut, yang akan dilaksanakan oleh peneliti atau organisasi tertentu untuk
melakukan tujuan. Misalnya jika orang atau organisasi tertentu akan melaksanakan suatu
penelitian, seminar, simposium, perlombaan, atau kegiatan lain, maka ia harus membuat rencana
kegiatan dan anggaran. Untuk membuat anggaran diharapkan harus mengetahui kegiatan apa
saja yang memerlukan biaya atau mengeluarkan sejumlah dana. Kegiatan tersebut ditata secara
runtut beserta biayanya.
Bahasa yang digunakan dalam suatu proposal harus komunikatif, logis, sistematis, dan lugas
agar mudah dipahami pembaca, jika penggunaan unsur bahasa sudah ringkas, kandungan
gagasa yang diungkapkan menjadi padat dan jelas. Berdasarkan jenisnya, proposal terbagi
menjadi Proposal penelitian dan Proposal kegiatan.
Proposal penelitian merupakan rencana atau rancangan kegiatan ilmiah seorang penulis.
Proposal penelitian hendaknya ditulis secara lengkap dan jelas tetapi ringkas. Rancangan
kegiatan ilmiah hendaknya ditulis dengan menggunakan ragam bahasa keilmuan dengan
memperhatikan sifat yang melekat padanya yakni 1) Penyajian fakta 2) Cermat dan jujur 3)
Tidak memihak 4) Sistematis 5) Tidak emotif 6) Mengenyampingkan pendapat yang tidak
memilki dasar 7) Sungguh sungguh 8)Tidak bercorak debat 9) Tidak secara langsung bersifat
membujuk 10) Tidak melebih lebihkan (gie, 2002).
Proposal kegiatan adalah suatu rencana kerja yang disusun secara sistematik dan runtut
untuk melakukan suatu kegiatan yang dilengkapi dengan rangkaian anggaran biaya, misal
kegiatan sosial.

B. Proposal Penelitian
Tahap tahap penyusunan proposal penelitian, meliputi identifikasi dan pemilihan bidang
masalah, identifikasi masalah dalam satu bidang, studi kepustaka, pemilihan masalah yang
esensial krusial dan bermakna, permusan dan pembatasan variabel, perumusan tujuan,
perumusan asumsi, hipotesis atau pertanyan penelitian, pemilihan dan penentuan lokasi dan
subjek penelitian, pemilihan teknik dan instrumen, pengumpulan data, pemilihan teknik analisi
data dan interpretasi temuan, penyusunan desain penelitian (sukmadinata , 2008).
Usulan penelitian dengan kelengkapan dan sistematika usulan atau proposal penelitian
(salah satu alternatif) : 1) sampulan usaha penelitian, 2) halaman pengesahan usulan penelitian, 3)
judul penelitian, 4) bidang ilmu/ mata pelajaran, 5) bidang kajian, 6) penelitian, 7) rumusan
masalah, 8) tujuan penelitian, 9) manfaat penelitian, 10) kajian pustaka, 11)
metodologi/prosedural penelitian, 12) jadwal penelitia, 13) personalia penelitian, 14) biaya
penelitian, 15) daftar rujukan, dan 16) lampiran.
1. Sampul Usulan Penelitian
Sampul usulan penelitian sama dengan halaman judul, halaman ini hendaknya dibuat
dengan sebaik baiknya agar pembaca mendapatkan informasi lengkap tentang usulan
penelitian tersebut. Halaman ini memuat hal- hal berikut:
1) Judul , yang ditulis dengan huruf kapital semua dengan ukuran huruf relatif lebih besar
dari bagian yang lain
2) Pernyataan keperluan,didalamnya diungkapkan untuk kepentingan apa tulisan itu
disusun
3) Logo, lambang yang digunakan sesuai departemen atau lembaga yang menaunginya
4) Nama penulis, ditulis lengkap
5) Nama lembaga, ditulis secara berurutan ke bawah mulai dari lembaga yang tertinggi
sampai lembaga penyelenggara yang diakhiri dengan tahun penyusunan

2. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan memuat pengesahan dari pihak pihak yang terkait dengan usulan
peneliti tersebut. Halaman ini merupakan halama yang memuat judul usulan penelitian,
penelitian dan anggota peneliti, biaya yang diperlukan, tanda tangan piha- pihak yang terkait
dengan usulan tersebut.

3. Judul Penelitian
Judul seharusnya menyingkat ide utama dengan menarik. Judul merupakan pernyataan
singkat dari topik utama dan mengidentifikasi variabel atau teori yang dibahas dalam laporan
serta hubungan diantara variabel tersebut. Judul harus dapat menjelaskan secara jelas apa
yang akan ditemukan pembaca dalam laporan. Fungsi utama judul adalah memberikan
informasi kepada pembaca tentang penelitian, judul juga dimanfaatkan sebagai pernyataan isi
materi untuk abstraksi dan jasa informasi. Judul yang baik dengan mudah disingkat menjadi
judul ynag lebih singkat untuk keperluan aditorial dan running hea.
Judul seringkali diindekasikan dan dikompilasi untuk berbagai keperluan. Untuk itu,
hindari kata-kata yang tidak ada gunanya karena hanya akan memperpanjang judul dan
dapat menyesatkan indeks. Misalnya, hindari penggunaan kata “ Penelitian tentang .....” atau
“ Eksperiman Investigasi dari......” diawal judul. Hindari juga penggunaan singkatan.
Menuliskan dengan lengkap terminologi yang digunakan akan meningkatkan akurasi.
Rekomendasi untuk judul adalah 10-12 kata (wardani, 2007). Berikut ini contoh judul laporan
penelitian yang memenuhi persyratan diata. Contoh judul, “Pengembangan Model
Pembelajaran Apresiasi Sastra Berbasis Multiple Intelegensia di SMA Jawa Timur (penelitian
development)”.

4. Bidang Ilmu/Mata Pelajaran


Berisikan bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu sesuai dengan usulan penelitian,
untuk usulan penelitian tertentu, bidang ilmu sudah tersedia dan peneliti memilih satu
diantara yang ada. Tentu saja, bidang ilmu ini sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni oleh
peneliti.

5. Bidang Kajian
Berisi bidang kajian tertentu sesuai dengan usulan penelitian. Bidang kajian lebih khusus
jika dibandingkan dengan bidang ilmu.

6. Latar Belakang
Dalam latar belakang penelitian, peneliti mengungkapkan berbagai persoalan yang
menjadi perhatiannya. Peneliti mengungkapkan secara teoritis dan konseptual terkait dengan
berbagai hal atau persoalan yang perlu mendapat perhatian oleh semua pihak. Apabila
persoalan itu tidak segera mendapatkan pemecahan akan berdampak sangat luas. Peneliti
merasakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada dilapangan.
Berkenaan dengan adanya kesenjangan tersebut, peneliti berupaya memcahkan persoalan.
Peneliti perlu mengidentifikasi faktor-faktor, variabel-variabel.
Latar belakang masalah merupakan pernyataan lengkap tentang urgensi sesuatu dengan
menampilkan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Penulisan latar belakang masalah
memuat: 1) kondisi ideal/yang diharapkan, 2) kondisi real/kenyataan, 3) penyebab
kesenjangan antara kondisi ideal dan real, 4) kajian teori secara singkat.

7. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan pernyataan tegas tentang masalah yang akan dipecahkan.
Sebagai penegasan dari apa yang telah dibahas dalam latar belakang masalah, pada bagian
ini diemukakan rumusan secara spesifik dari masalah yang hendak dipecahkan. Penulisan
rumusan masalah, memuat: 1)variabel yang akan dibahas,2) kaitan antar variabel, 3) bentuk
penyataan yang jelas. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat dan jelas.

8. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupan sesuatu yang akan dicapai setelah kegiatan tertentu
dilaksanakan. Penulisan tujuan penelitian memuat pernyataan yang jelas tentang sesuatu
yang akan dicapai setelah kegiatan tertentu dilaksanakan. Formulasi penulisan tujuan
mengikuti rumusan masalah, yaitu dengan mengubah kalimat pertanyaan menjadi
pernyataan. Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.
Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah.

9. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupakan suatu kontribusi yang akan diberikan setelah kegiatan
tertentu dilaksanakan. Penulisan manfaat penelitan memuat penelitian memuat pernyataan
yang jelas tentang kontribusi yang akan diberikan lagi pengembangan konsep, proposisi dan
teori tertentu. Selain itu, memuat pula pernyataan yang jelas tentang kontribusi yang akan
diberikan lagi peneliti lain, praktisi, dan para pengambil kebijakan.

10. Kajian/Telaah Pustaka


Yang dimaksud kajian pustaka adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan
suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan dalam terhadap
bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan
cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai Sumber pustaka yang kemudian
disajikan dengan cara baru atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka
itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai
bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang telah ada, sehingga kerangka
teori baru dapat dikembangkan atau sebagai dasar pemecah masalah.
Pemilihan pustaka didasarkan pada dua kriteria, yakni 1) prinsip kemutakhiran (kecuali
untuk penelitian historis), dan 2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena
ilmu terus berkembang. Dengan hal ini peneliti dapat berargumentasi berdasarkan teori yang
pada waktu itu dipandang relevan dan representatif. Prinsip relevansi diperlukan untuk
menghasilkan landasan teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.

11. Metode Penelitian


Metode penelitian merupakan cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan
penelitian. Pada bagian ini menyajikan bagaimana penelitian itu dilakukan. Materi pokok
bagian ini adalah bagaimana data dikumpulkan, siapa sumber data, dan bagimana data
dianalisis. Dalam penelitian, secara umum, memuat: 1) rancangan/desain penelitian, 2)
lokasi penelitian, 3) teknik pengumpulan data dan 4) teknis analisi data.
Rancangan menampung serangkaian kegiatan ilmiah yang akan dijalani seorang penulis,
baik secara empirik maupun teoritis. Rancangan penelitian merupakan strattegi mengatur
latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang akurat seseuai dengan karakteristik
variabel dan tujuan penelitian. Pemilihan rancangan penelitian mengacu pada rancanngan
hipotesis yang akan diuji. Dalam penelitian eksperimental, ranvangan penelitian dipilh
sesuai dengan jenis rancangan penelitian yang sudah berlaku secara umum, sedangkan
dalam penelitian non eksperimental, bahasan dalam subab rancangan penelitian berisi
penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya, seperti
eksploratif, deskriptif, eksplanatoris, survei, korelasi atau yang lain.
Data merupakan aspek penting dalam sebuah karya ilmiah. Data dapat diperoleh melalui
kajian lapangan dan atau kajian pustaka. Sebagai pangkal sebuah kegiatan ilmiah,
keterpercayaan data hendaknya dapat hendaknya dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu
karena berdasarkan data yang dikumpulkannya, seorang penulis beruha menjawab
permasalahan yang diajukan. Data yang objektif dan lengkap akan memandu seoarang
penulis untuk melakukan kajian secara mendalam. Pengumpulan data merupakan upaya
yang ditempuh untuk memperoleh data penelitian. Pembahasan tentang pengumpulan data,
mencakup: 1) teknikyang dipakai dalam pengumpulan data, 2) personal yang terlibat dalam
proses pengumpulan data, dan 3) jadwal pelaksanaan pengumpulan data.
Teknik analisa data merupakan cara yang dipakai untuk menganalisi data penelitian.
Pembahasan tentang teknik analisa data, meliputi: 1) jenis teknik analisis data, 2) alasan
pemilihan jenis teknik analisis data, dan 3) rincian tentang teknik analisis data yang dipilih
(jika teknik yang dipilih kurang populer).
Secara garis besar metode pengumpulan data lapangan ini menggunakan empat teknik,
yaitu: a) wawancara mendalam, b) observasi, c) dokumen, dan d) diskusi kelompok.
Wawancara mendalam dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan sejumlah informan,
sesuai dengan kompetensinya dalam rangka memperoleh data. Informan ditentukan secara
purposif, dengan mempertimbangkan kompetensi masing-masing dalam kaitannya dengan
pengumpulan data.
Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran umum wilayah penelitian. Teknik
dokumen dikaitkan dengan berbagai dokumen yang ada dilapangan, baik formal yang
tersimpan di lembaga lembaga resmi pemerintah maupun informal yang dimiliki secara
pribadi oleh anggota masyarakat tertentu. Diskusi kelompok dilakukan dengan
mengumpukan sejumlah informan. Informasi diperoleh melalui hasil diskusi tersebut.
Metode dan teknik diatas ditunjang dengan sejumlah instrumen yang relavan, seperti
pedoman wawancara, alatrekam, kamera foto, alat alat untuk mencatat, simulasi dan
sebagainya.
Sebagai multidisiplin metode analisis data yang dilakukan secara eklektik, baik terhadap
teori, metode, teknik, instrumen, dan data, maupun peneliti apabila peneliti apabila
penelitian dilakukan oleh tim peneliti. Analisis dilakukan sejak pengumpulan data
dilapangan data di lapangan, dilanjutkan dengan analisis data itu sendiri. Analisisdilakukan
secara induktif sekaligus emik, pemahaman atas dasar hakikat data itu sendiri, sebagai data
alamiah.

12. Jadwal Penelitian


Bagian ini memuat rencana waktu yang digunakan untuk sebuah penelitian
(perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan). Untuk jenis jenis penelitian tertentu,jadwal
disesuaikan dengan memberi dana (anggaran), karena hal ini terkait dengan pelaporan
penelitian. Jadwal ini penting disusun oleh peneliti agar lama waktu yang digunakan untuk
merencanakan, melaksanakan, serta melaporkan sesuai dengan waktu yang dikehandaki
Sebagai contoh, dibawah ini disajikan satu contoh jadwal penelitian. Misalnya, penelitian
ini dilakukan dalam jangka waktu sepuluh (10) bulan sesuai dengan tahun anggaran, maka
jadwal kegiatannya sebagai berikut.

Bulan
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Analisis data V
2 Penyusunan proposal v
3 Pengumpulan data v v v
4 Pengolahan data v v
5 Penyusunan laporan v
6 Seminar dan revisi v
7 Penyerahan laporan v

13. Personalia Penelitian


Berisi biodata singkat peneliti dan anggotanya.

14. Biaya Penelitian


Biaya perencanaan biaya yang diperlukan untuk satu penelitian (perencanaan,
pelaksanaan, dan pelaporan). Simak contoh dibawah ini.

Jumlah Biaya yang


No Kegiatan
Diperlukan
Persiapan
1 1. Penyusunan proposal 500.000,00
2. Penggandaan buku penunjang 750.000,00
Biaya Operasional
1. Transportasi pengambilan data 2.050.000,00
2 (surabaya- solo- yogyakarta – jakarta)
2. Penggandaan peralatan (kamera) dan cetak c. 1.100.000,00
3. Biaya kopi naskah (dari moseum nasional) 350.000,00
Biaya analisis dan penyusunan laporan
1. Analisis Data 750.000,00
2. Penggandaan ATK 1.000.000,00
3. Penyusnan Laporan 750.000,00
3
4. Pengetikan 750.000,00
5. Seminar 300.000,00
6. Revisi 400.000,00
7. Penggandaan dan Penjilidan 400.000,00
10.000.000,00
JUMLAH
(sepuluh juta rupiah)

15. Daftar Rujukan


Daftar rujukan adalah kumpulan buku atau sumber lain yang benar benar diacu atau
dirujuk sebagai sumber penulisan proposal penelitian.
16. Lampiran
Lampiran tidak selalu ada dalam usulan penelitian. Hal yang perlu dilampirkan dalam
usulan penelitian adlah berkas-berkas yang sesuai dengan keperluan dan mendukung
penguatan usulan ini.

C. Proposal Kegiatan
Bagi sebuah organisasi (kepanitian), menyusun proposal kegiatan merupakan lagka yang
sangat penting, karena langka ini dapat menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan. Sebelum
seorang (organisasi, panitia) memulai dengan kegiatannya mka ia harus membuat perencanaan
tertulis yang biasa disebut dengan proposal kegiatan. Didalam istilah tersebut terkandung
pengetian suatu usulan. Kelihatannya, sebuah kegiatan bukan hanya untuk organisasinya saja,
karena kata “mengusulkan” mengandung makna bahwa sesuatu masih menunggu jawaban atau
izin dari pihak yang lain.
Penyusunan proposal kegiatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan sebagai
langka awal untuk melaksanakan kegiatan. Dengan membuat proposal seorang dituntut untuk
merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian sebuah organisasi
dapat mengayunkan langka dengan pasti dalam melaksankan kegiatannya tanpa adanya
keraguan lagi (mpk, 2016).
Proposal kegiatan umum ialah proposal yang berisi usulan atau rencana kegiatan yang
bersifat umum, misalnya, kegiatan bazar, bakti sosial, pesantren kilat, atau LDKS ( Latihan Dasar
Kepemimpian Siswa).
Sistematika proposal kegiatan umum berbentuk sederhana (salahsatu pilihan contoh
sistematika, yaitu meliputi:
1. Nama kegiatan (judul)
2. Latar belakang/ dasar pemikiran
3. Maksud dan tujuan
4. Sasaran/ruang lingkup
5. Waktu dan tempat kegiatan
6. Penyelenggara/ panitia kegiatan
7. Program/jadwal kegiatan
8. Anggaran biaya
9. Penutup
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Proposal merupakan rencana kerja dalam hal ini berarti seperangkat kegiatan yang ditata
secara sistematik dan runtut, yang akan dilaksanakan oleh peneliti atau organisasi tertentu untuk
melakukan tujuan. Bahasa yang digunakan dalam suatu proposal yaitu komunikatif, logis,
sistematis, dan lugas agar mudah dipahami pembaca.
Proposal dibagi menjadi dua, yaitu proposal penelitian dan proposal kegiatan. Proposal
penelitian merupakan rencana atau rancangan kegiatan ilmiah seorang penulis. Proposal
penelitian ditulis secara lengkap dan jelas tetapi ringkas. Sedangkan proposal kegiatan adalah
suatu rencana kerja yang disusun secara sistematik dan runtut untuk melakukan suatu kegiatan
yang dilengkapi dengan rangkaian anggaran biaya, misal kegiatan sosial.
DAFTAR PUSTAKA
gie, t. (2002). terampil mengarang . yogyakarta: andi.

mpk, b. i. (2016). Menulis Ilmiah. surabya: universitas negeri surabya.

rahman, s., & dkk. (2006). penelitian tindakan kelas dan penulisan karya ilmiah . surabaya: dinas
pendidika dan kebudayaan provinsi jawa timur.

Setyosari, P. (2007). metode penelitian pendidikan dan pengembangan . jakarta: kencana.

sukmadinata , n. s. (2008). metode penelitian pendidikan. bandung: program pasca sarjana


universitas pendidikan bandung.

wardani, I. (2007). teknik menulis karya ilmiah. jakarta: universitas terbuka.