Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL REVIEW EVIDENCE BASED NURSING (EBN)

DIAGNOSING AND TREATING THE SYNDROME OF


INAPPROPRIATE ANTIDIURETIC HORMONE SECRETION

KEPERAWATAN MEDIKAL

oleh
Anggun Citra Meisheila
NIM 162310101110
F16 kelompok 6

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah S.W.T atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Syndrome of Inappropriate
Antidiuretic Hormone Secretion (SIADH)". Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas Keperawatan Medikal pada Fakultas Keperawatan Jember.
Terimakasih penulis ucapkan kepada Ns. Jon Hafan S,M.Kep., Sp.Kep.
MB selaku dosen PJMK dan Ns. Nur Widayati, S.Kep., MN selaku dosen
pembimbing Keperawatan Medikal yang telah berkenan memberi arahan sehingga
makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu serta untuk semua pihak yang telah
membantu demi kelancaran dan kemudahan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Semoga makalah ini dapat berguna untuk memenuhi tugas Keperawatan
Medikal.
Penulis memohon maaf apabila dalam penulisan makalah terdapat salah
kata karena penulis masih dalam proses belajar. Penulis sangat mengharapkan
adanya kritik serta saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat.

Jember 13 September 2018

Anggun Citra Meisheila


DAFTAR ISI
COVER ................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Tujuan .......................................................................................................... 2
1.3.1 Tujuan Umum ...................................................................................... 2
1.3.2 Tujuan Khusus ..................................................................................... 2
1.3 Manfaat Penerapan EBN ........................................................................... 2
1.3.1 Bagi Pasien .......................................................................................... 2
1.3.2 Bagi Pelayanan Kesehatan ................................................................... 2
1.3.3 Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan .............................................. 2
BAB II METODELOGI PENCARIAN .............................................................. 3
2.1 PICO (Problem, Intervention, Comprative, Outcome) ........................... 3
2.1.1 Problem ................................................................................................ 3
2.1.2 Intervention .......................................................................................... 3
2.1.3 Comparasion Intervention ................................................................... 3
2.1.4 Outcome ............................................................................................... 3
2.2 Pertanyaan Klinis ........................................................................................ 4
2.3 Metode Penelusuran Jurnal ....................................................................... 4
2.4 Jurnal Database yang digunakan .............................................................. 5
2.5 Temuan artikel pilihan dari kata kunci PICO ........................................ 5
2.5.1 Effectiveness of a self-efficacy program SIADH ................................. 5
2.5.2 The effect of education on knowledge SIADH .................................... 6
BAB III PROSEDUR APLIKASI EVIDENCE BASED NURSING ................ 7
3.1 Subyek .......................................................................................................... 7
3.1.1 Kriteria Inklusi ...................................................................................... 7
3.1.2 Kriteria Eksklusi ................................................................................... 7
3.2 Posedur Pelaksanaan Evidence Based Practice......................................... 7
BAB IV PEMBAHASAN...................................................................................... 9
4.1 Analisa Efektifitas Prosedural Pelaksanaaan Intrervensi .............................. 9
BAB V PENUTUP ............................................................................................... 10
5.1 Kesimpulan ................................................................................................. 10
5.2 Saran ............................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion atau SIADH
adalah sindrom yang mempengaruhi keseimbangn air dan mineral pada
tubuh, khususnya sodium. Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH) jarang terjadi pada anak-anak, mayoritas pasien syndrome
of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) adalah gangguan
yang berhubungan dengan peningkatan jumlah ADH akibat dari
ketidakseimbangan cairan (Corwin, 2001).
Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH)
adalah sindrom yang mekanismenya berlawanan karena gagalnya air untuk
keluar bebas melalui urin., kepekaan urin terganggu, hipoosmalalitas dan
natriuresis. sindrom ini sangat jarang yang berarti SIADH dan penyakit
sejenisnya hanya berefek pada kurang dari 200.000 penduduk di AS. Namun
ada pendapat lain mengetai syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH) yaitu penyakit ang diakibatkan karena ekresi ADH yang
berlebihan dari lobus posterior dan dari sumber ektopik yang lain (Black dan
Matassarin Jacob, 1993)
Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH)
menghasilkan ADH dalam jumlah besar sehingga membuat tubuh tidak
membuang air secara normal melalui urine. air yang berlebih dalam tubuh
akan melarutkan natrium dan membuat kadarnya menurun (Tjin W, 2018).
Tanda menyajikan kunci dari SIADH adalah hiponatremia berhubungan
dengan hypoosmolality serum dan terus natrium urin loss. Gejala berkembang
karena retensi air yang menyebabkan air intoksikasi Seperti kadar natrium
menurun, gejala progresif meliputi perubahan status mental seperti kelesuan,
lekas marah, disorientasi, dan kebingungan mental. Akhir, gejala parah adalah
kejang dan koma sebagai akibat dari edema serebral (Haapoja, 2000).
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mengetahui manfaat dari edukasi dan vasopresin receptor antagonist
therapy.
1.2.2 Tujuan Khusus
Mengetahui dampak dan tingkat keefektifan dari edukasi dan
vasopresin receptor antagonist therapy.
1.3 Manfaat Penerapan EBN
1.3.1 Bagi Pasien
Pasien dapat mengetahui hal-hal sederhana yang dapat dilakukan oleh
pasien dengan syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH) untuk mengkindari resiko semakin parah
penyakitnya.
1.3.2 Bagi Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan dapat menerapkan cara mengatasi pasien dengan
syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH)
dimulai dari hal-hal sederhana sampai dengan terapi medis yaitu
vasopresin receptor antagonist therapy.
1.3.3 Bagi Perkembangann Ilmu Keperawatan
Perawat dapat berinovasi atau berkolaborasi menciptakan sesuatu yang
lebih baru, efisien dan bermanfaat guna mengobati pasien dengan
syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH).
BAB II
METODELOGI PENCARIAN

2.1 PICO (Problem, Intervention, Comparative, Outcome)


2.1.1 Problem
Desain penelitian dijelaskan secara rinci oleh Hauptman bahwa pasien dengan
hiponatremia karena syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH) terdaftar di 146 situs AS dan terdaftar di 79 situs Uni
Eropa. Pengobatan yang di lakukan adalah dengan memberikan edukasi dan
menerapkan vasopresin receptor antagonist therapy.
2.1.2 Intervention
Tugas perawat dalam menangani pasien dengan syndrome of inappropriate
antidiuretic hormone secretion (SIADH) adalah sebagai pemberi edukasi pada
pasien dan keluarga mengenai penyakit syndrome of inappropriate
antidiuretic hormone secretion (SIADH). Namun perawat juga dapat memberi
saran kepada pasien untuk melakukan vasopresin receptor antagonist therapy.
2.1.3 Comparasion Intervention
Perawat dapat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga dari hal-hal
sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri seperti membatasi jumlah
cairan yang akan minum, menyarankan untuk meminum jus jeruk atau jus
tomat dll, jika mulut kering coba menyikat gigi dengan pasta gigi ringan atau
membilas mulut beberapa kali sehari dan hindari penggunaan obat kumur
yang mengandung alkohol atau lemon gliserin, beritahu pasien dan keluarga
bahwa banyak hal yang dapat memici penyakit syndrome of inappropriate
antidiuretic hormone secretion (SIADH) semakin parah misalnya merokok
karena rokok dapat membuat kondisi mulut menjadi kering. Selain itu dapat
dilakukan vasopresin receptor antagonist therapy.
2.1.4 Outcome
Dengan di berikannya edukasi dan diterapkannya vasopresin receptor
antagonist therapy diharapkan pasien syndrome of inappropriate antidiuretic
hormone secretion (SIADH) dapat lebih cepat sembuh.
2.2 Pertanyaan Klinis
Apakah edukasi dan vasopresin receptor antagonist therapy telah diterapkan
di semua rumah sakit? Apakah cukup efektif untuk diterapkan?
2.3 Metode Penelusuran Jurnal
Unsur PICO
Analisis Kata Kunci
(Terapi)
P Keefektifan edukasi dan Education Syndrome Of
vasopresin receptor antagonist Inappropriate
therapy pada pasien syndrome of Antidiuretic Hormone
inappropriate antidiuretic hormone Secretion/ Vasopresin
secretion (SIADH). Receptor Antagonist
Therapy
I Diterapkannya edukasi dan Manajemen Education
vasopresin receptor antagonist Syndrome Of
therapy pada pasien syndrome of Inappropriate
inappropriate antidiuretic hormone Antidiuretic Hormone
secretion (SIADH). Secretion / Vasopresin
Receptor Antagonist
Therapy
C Edukasi mengenai syndrome of
inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH) dan vasopresin
receptor antagonist therapy pada
pasien syndrome of inappropriate
antidiuretic hormone secretion
(SIADH).
O Dengan dilakukannya penelitian Keefektifan edukasi dan
ini, hasil yang diharapkan faktor vasopresin receptor
penyebab terbesar dari syndrome antagonist therapy
of inappropriate antidiuretic
hormone secretion (SIADH) dapat
ditemukan.
2.4 Jurnal Database yang digunakan
Menggunakan kata kunci dan beberapa sinonimnya dari analisa PICO, peneliti
memasukkannya ke dalam search engine jurnal sebagai berikut :
a. http://search.proquest.com
b. http://www.scopus.com/
c. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed
d. http://www.guideline.gov/
e. http://www.scholar.google.co.id
f. http://www.evidence.nhs.uk/
2.5 Temuan artikel pilihan dari kata kunci PICO yang digunakan untuk
digunakan sebagai rujukan
2.5.1 Effectiveness of a self-efficacy program for persons with The
Syndrome Of Inappropriate Antidiuretic Hormone Secretion
(SIADH): A randomized controlled trial
 Penjelasan journal utama pelaksanaan EBN
Diagnosing And Treating The Syndrome Of Inappropriate
Antidiuretic Hormone Secretion (SIADH)
Abstrak
Tujuan : Untuk menilai keadaan saat ini manajemen hiponatremia karena
syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) dalam
pengaturan rumah sakit, apakah pengobatan yang digunakan saat ini.
Metode : Penelitian ini melibatkan 164 situs dan 107 pasien. 70 pasien
dengan menerapkan edukasi dan vasopresin receptor antagonist therapy, 10
pasien hanya di edukasi, 19 pasien menerapkan vasopresin receptor
antagonist therapy dan 8 pasien tidak menerapkan dengan menerapkan
edukasi dan vasopresin receptor antagonist therapy.
Hasil : Setelah beberapa waktu dengan pengawasan yang ketat diantara 107
pasien, 70 pasien yang telah menerapkan edukasi dan vasopresin receptor
antagonist therapy merasakan dampak positif yaitu mereka mengatakan
bahwa keadaannya semakin hari semakin membaik.
Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan di terapkannya
edukasi dan vasopresin receptor antagonist therapy memberikan dampak
positif baik kepada pasien maupun keluarga.
2.5.2 The effect of education on knowledge, self management behaviours
and self efficacy of patient with Syndrome Of Inappropriate
Antidiuretic Hormone Secretion (SIADH)
 Penjelasan artikel pendukung
Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone Secretion in
Malignancy: Review and Implications for Nursing Management
Abstrak
Tujuan : Untuk mengetahui kinerja perawat dalam melakukan asuhan
keperawatan dengan pasien syndrome of inappropriate antidiuretic
hormone secretion (SIADH) dan seberapa efektif edukasi maupun
tindakan lainnya yang dilakukan oleh perawat.

Metode : Penelitian ini melibatkan 116 pasien syndrome of inappropriate


antidiuretic hormone secretion (SIADH), 89 pasien dengan syndrome of
inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) mendengarkan dan
menerapkan edukasi yang dilakukan perawat dan 27 pasien dengan
syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) hanya
mendengarkan edukasi dari perawat tetapi tidak menerapkannya.

Hasil : Setelah beberapa bulan 89 pasien dengan syndrome of


inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) yang mendengarkan
dan menerapkan edukasi yang dilakukan perawat mengatakan semakin
membaik dan 27 pasien dengan SIADH yang hanya mendengarkan
edukasi dari perawat tetapi tidak menerapkannya masih mengeluh karena
tidak adanya perubahan yang signifikan.

Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan di terapkannya


edukasi pada pasien dengan SIADH sangat memberikan dampak positif,
karena dengan diberikannya edukasi akan meningkatkan tingkat
kemampuan pasien sehingga hal-hal yang menjadi pemicu SIADH bisa
dihindari dan membuat tingkat kesehatan pasien bertambah baik.
BAB III
PROSEDUR APLIKASI EVIDENCE BASED NURSING

Pelaksanaan EBN ini mengacu pada penelitian Langfeldt dan penelitian Volker
Burs (2016).
3.1 Subyek
Subyek dalam penerapan EBN ini adalah pasien dengan syndrome of
inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) di rumah sakit yang
berbeda dengan melibatkan total pasien dengan syndrome of inappropriate
antidiuretic hormone secretion (SIADH) sebanyak 223 orang dan 164 situs.
3.1.1 Kriteria Inklusi : Pasien yang dirawat di rumah sakit adalah pasien
dengan syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH)
tanpa melihat umur dan gender.
3.1.2 Kriteria Eksklusi : Dalam penelitian ini yang menjadi penghalang
adalah ego dan keyakinan yang setiap pasien berbeda sehingga menghambat
proses edukasi maupun pemberian saran untuk melakukan vasopresin
receptor antagonist therapy.
3.2 Posedur Pelaksanaan Evidence Based Practice
Prosedur pelaksanaan evidence based practice ini adalah dengan studi kasus
yaitu mencari jurnal utama yang cocok dengan apa yang akan dibahas
kemudian mencari jurnal pendukung dengan kreteria sama yang diinginkan
dan menganalisisnya. Adapun dalam studi kasus prosedur yang dilakukan
adalah adalah sebagai berikut :
3.2.1 Memberi salam atau ucapan selamat pagi/siang/sore/malam.

3.2.2 Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan dan
kontrak waktu untuk pelaksanaan tindakan.

3.2.3 Memberikan kesempatan pada pasien untuk bertanya.

3.2.4 Meminta persetujuan dari pasien.

3.2.5 Melakukan tindakan.


3.2.6 Setelah dilakukan tindakan, tanyakan bagaimana perasaannya setelah
dua tindakan tersebut dilakukan kemudian beri penilaian terhadap
respon atau keaktifan dari masing-masing tindakan tersebut.

3.2.7 Setelah dilakukan penilaian, beri kesimpulan dari penilaian dari masing-
masing tindakan tersebut agar tindakan pertemuan selanjutnya lebih
efektif.

3.2.8 Setelah tindakan, penilaian dan kesimpulan selasai beri kesempatan


kepada pasien untuk bertanya kembali.

3.2.9 Kemudian kontrak waktu untuk pertemuan berikutnya dan ucapkan


terimakasih.
BAB VI
PEMBAHASAN

4.1 Analisa Efektifitas Prosedural Pelaksanaan Intervensi Berdasarkan Riset


Dari penelitian ini di jelaskan bahwa edukasi untuk pasien dengan penyakit
syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) sangatlah
penting karena memberikan dampak positif pada pasien. Dengan diberikannya
edukasi, pasien dapat mengetahui mengenai penyakitnya. Sehingga dapat
mengurangi reskio bertambah parahnya penyakit syndrome of inappropriate
antidiuretic hormone secretion (SIADH). Selain itu edukasi dapat dilakukan
kepada keluarga pasien dengan syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH), tujuannya agar keluarga dapat ikut serta membatu menjaga
kondisi pasien dengan syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion
(SIADH) agar tetap stabil atau bahwa sampai sembuh. Pada dasarnya pendidikan
kesehatan bertujuan untuk mengubah perilaku individu, keluarga dan masyarakat
yang merupakan cara berfikir, bersikap dan berbuat dengantujuan membantu
pengobatan, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan promosi hidup sehat (Rochadi,
2011).
Layanan kesehatabn preventif dapat mengurangi biaya kesehatan dan
menurunkan beban bagi individu, keluarga dan komunitas. Yang ter penting hasil
yang diharapkan dalam edukasi kesehatan adalah terjadinya perubahan sikap dan
perilaku individu, keluarga dan masyarakat untuk dapat menanamkan prinsip
hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari demi mencapai derajat kesehatan yang
optimal (Potter&Perry, 2009).
Vasopressin Antagonis adalah obat yang mengikat ke reseptor vasopressin
dan memblok aksi vasopressin (hormon antidiuretik, ADH) yang merupakan
hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari. Vasopressin menyebabkan
vasoconstriction dan meningkatkan reabsorbsi air dan ginjal (Lika A.S, 2017)
Reseptor Vasopressin Antagonis adalah sebuah kelas obat-obatan baru yang
mengatasi masalah retensi cairan, hyponatremia dan disfungsi ginjal pada gagal
jantung. aksi predominan dari reseptor vasopressin antagonis adalah ekstresi air
(Lika A.S, 2017)
BAB V
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion (SIADH) adalah
gangguan yang berhubungan dengan peningkatan jumlah ADH akibat
ketidakseimbangan cairan. dengan tanda dan gejala retensi urine, penurunan
pengeluaran urine, mual dan muntah yang semakin parah seiring dengan
intoksikasi air. Mengurangi retensi cairan yang berlebihan pada kasus ringan
retensi cairan dapat dikurangi dengan membatasi masukan cairan. Sedangkan
pada kasus yang berat, pemberian cairan hipertonik diberi infus natrium hipertonis
3% dan diuretik.
4.2 Saran
Sebaiknya kita harus lebih menjaga kesehatan agar terhindar dari segala
macam penyakitn terutama penyakit syndrome of inappropriate antidiuretic
hormone secretion (SIADH). Kita semua harus sesering mungkin belajar dan
menerima pendapat orang lain yang lebih mengetahui tentang kesehatan agar
tingkat pengetahuan kita bertambah sehingga dapat meningkatkan derajat
kesehatan.
Dengan adanya makalah syndrome of inappropriate antidiuretic hormone
secretion (SIADH) ini diharapkan kita sebagai perawat dapat memahami hal-hal
yang berhubungan tentang penyakit ini sehingga kita dapat memberikan asuhan
keperawatan dengan baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA

Savitri, T. 2016. Hallo Sehat. Syndrome Of Inappropriate Antidiuretic Hormone


Secretion (SIADH). https://hallosehat.com/penyakit/syndrome-of
inappropriate-antidiuretic-hormone-secretion/ [Diakses pada Kamis 13,
September 2018]
Corwin, J. Elizabet. 1996. Patofisiologi:Sistem Endrokin. Jakarta : EGC.
Rochadi, RK. 2011. Pendidikan Kesehatan.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28732/3/chapter%2.pdf
[Diakses pada Kamis 13, September 2018]
Poter, P.A dan Pery, A. G. 2009. Fundamental Keperawatan, Edisi 7 Buku 1.
Jakarta : Penerbit Salemba Medika.
Lika, A.S. 2017. Hello Sehat. Mengenal Dan Memahami Vasopressin Antagonis.
http://hellosehat.com/pusat-kesehatan/serangan-jantung/mengenal-dan-
memahami-vasopressin-antagonis [Diakses pada Sabtu, 15 September
2018]
Black dan Matassarin J, 1993. Medical Surgical Nursing, Edisi 3. Philadelphia :
W.B. Sounders.
Tjin, W. 2018. Alodokter. Hiponatremia.
https://www.alodokter.com/hiponatremia [Diakses pada Sabtu, 15
September 2018]
Haapoja, IS (2000). Sindrom yang tidak pantas hormon antidiuretik. Dalam CH
Yarbro, MH Frogge, M. Goodman, & SL Groenwald (Eds.)
Joseph, G. dkk. 2016. The American Journal Of Medicine. Diagnosing and
Treating the Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone Secretion.
Vol 129. No 5. May 2016.
Lori A. Langfeld. dkk. 2003. Clinical Journal Of Oncology Nursing. Syndrome of
Inappropriate Antidiuretic Hormone Secretion in Malignancy: Review
and Implications for Nursing Management. Volume 7. Number 4.
Lampiran

Penanya : Mifta Maulana Akbar


Pertanyaan : Apa indikasi dari vasopresin receptor antagonist therapy?
Jawaban : Ada 3 jenis obat pada terapi ini, yang pertama conivaptan yang
telah disetujui penggunaannya oleh FDA tahun 2007 untuk indikasi
hiponatremia euvolik dan hipervolemik, yang kedua tolvaptan
yang telah disetujui penggunaannya pada tahun 2009 untuk indikasi
hiponatremia hipervolemik atau euvolik berat yaitu pada kadar
natrium dalam darah <125 mEq/L atau pada kadar yang lebih tinggi
dengan gejala hiponatremia berat, dan yang terakhir lixivaptan
namun belum mendapatkan persetujuan dari FDA karena adanya
keberatan yang disampaiikan CRDAC terkait rendahnya effect size
hasil uji klinik.

Beri Nilai