Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, TARIF PAJAK

DAN ASAS KEADILAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK


(Studi pada Wajib Pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah
yang Berada Di Wilayah Kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu
Setelah Diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013)

Fauzi Achmad Mustofa


Kertahadi
Mirza Maulinarhadi R
(PS Perpajakan, Jurusan Administrasi Bisnis, Fakutas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
E-mail: 115030400111029@students.ub.ac.id

ABSTRACT

This study is to determine whether there is influence understanding of tax laws, the tax rate and the principle
of fairness on tax compliance, Micro, Small and Medium Enterprises after the enactment of Government Regulation
No. 46 Year 2013. This study uses three independent variables (understanding of tax laws, the tax rate and the
principle of justice ) and one independent variable (tax compliance). Research takes a place in the working area
Pratama Batu Tax Office. This type of research is explanatory research with a quantitative approach. 2107
population of taxpayers are using the Slovin formula and geting the number of 95 respondents. The sampling
technique using cluster random sampling. Analysis of data using multiple linear regression. The study found that
the variable understanding of tax laws and the principle of fairness is partially significant effect on tax compliance,
whereas no significant effect on the tax rate on tax compliance. Results of the study simultaneously all independent
variables have a significant effect on tax compliance.

Keywords: Understanding, tariffs, justice, tax compliance, SMEs and Government Regulation No. 46 of
2013
ABSTRAK

Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemahaman peraturan perpajakan, tarif
pajak dan asas keadilan terhadap kepatuhan wajib pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah setelah
diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan 3 variabel
independen (pemahaman peraturan perpajakan, tarif pajak dan asas keadilan) dan 1 variabel bebas
(kepatuhan wajib pajak). Penelitian di wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu. Jenis
penelitian adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Populasi sebesar 2107 wajib pajak
menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan jumlah 95 responden. Teknik pengambilan sampel
menggunakan cluster random sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil
penelitian menemukan bahwa variabel pemahaman peraturan perpajakan dan asas keadilan secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sedangkan tarif pajak berpengaruh tidak
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil penelitian secara simultan semua variabel independen
berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Kata Kunci: Pemahaman, tarif, keadilan, kepatuhan wajib pajak, UMKM dan PP No 46 tahun 2013.

PENDAHULUAN satu tahun masa pajak. PP ini dibuat pemerintah


Pada tahun 1983 Indonesia telah supaya wajib pajak semakin patuh, kemudian
mengalami reformasi perpajakan. Diawali terdorong untuk melaksanakan kewajiban
reformasi perpajakan hingga saat ini, peraturan perpajakan sehingga target penerimaan pajak
perpajakan terutama Pajak Penghasilan (PPh) dapat tercapai.
telah beberapa kali mengalami perubahan. PPh
diatur pertama kali di indonesi dengan UU No. Tabel 1. Realisasi Penerimaan PPh Tahun 2010-
7 tahun 1983, hingga sampai saat ini telah 2014 (triliun rupiah)
mengalami empat kali perubahan. Perubahan Uraian 2010 2011 2012 2013 2014
yang sering terjadi pada peraturan perpajakan PPh 58,9 73,1 83,5 88,7 76,1
Migas
tersebut dimaksud untuk memperluas basis
pajak dan potensi pajak secara maksimal. PPh non 298,2 358,0 381,6 413,9 510,2
Migas
Pemerintah telah membuat kebijakan
pajak yang baru dalam hal peningkatan pajak Sumber: Direktorat Jenderal Anggaran dan
penghasilan yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Direktorat Penyusuna APBN (2014).
Nomor 46 tahun 2013 tentang PPh atas
Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa
penghasilan dari usaha yang diperoleh wajib
penerimaan PPh dalam negeri didominasi dari
pajak yang memiliki penghasilan bruto tertentu,
sektor pajak penghasilan non-migas.
yang diterapkan mulai 1 Juli 2013. PP ini
Pendapatan PPh non-migas sebesar 30% berasal
memberikan tarif pajak sebesar 1% dari omset
dari PPh badan, dan rata-rata 15% berasal dari
wajib pajak yang tidak melebihi 4,8 miliar dalam

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 1


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id
PPh orang pribadi (Direktorat Penyusunan baik dan benar harus diberikan kepada
APBN dan Direktorat Jenderal Anggaran, 2014). masyarakat khususnya wajib pajak UMKM, dan
Potensi pajak non-migas walaupun memberikan juga peraturan perpajakan harus memiliki tarif
penerimaan yang besar, tetapi dari sektor pajak yang jelas untuk menentukan jumlah
swasta potensi non-migas masih belum pajak yang harus dibayar.
diperoleh secara maksimal. Tarif pajak harus ditetapkan dengan jelas
Sektor swasta yang berpotensi memberi supaya wajib pajak dapat dengan mudah
penerimaan yang besar terhadap PPh salah menentukan jumlah pajak yang harus
satunya dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah dibayarkan. Penelitian yang dilakukan oleh
(UMKM). Omset dan penghasilan memang lebih Ningtyas (2012) menunjukkan bahwa tarif pajak
kecil di banding perusahaan-perusahaan besar, mempunyai pengaruh signifikan terhadap
tetapi keberadaannya dapat dijumpai dimana- kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian
mana. Untuk menetapkan jumlah PPh wajib kepatuhan wajib pajak juga dapat tercapai
pajak UMKM menggunakan tarif pajak 1% apabila ada penetapan tarif yang jelas, selain itu
sesuai PP No. 46 tahun 2013. Potensi UMKM tarif pajak juga harus bersifat adil dalam
yang besar ini kurang berbanding lurus dengan menentukan subjek dan objek pajaknya.
penerimaan PPh yang dapat diperoleh. Wajib Wajib pajak akan patuh dalam membayar
pajak UMKM sengaja ridak membayar dan pajak apabila adanya unsur keadilan umum dan
melaporkan pajak yang harusnya menjadi distribusi beban pajak, dimana pajak yang
kewajibannya sehingga target penerimaan PPh dikenakan kepada wajib pajak harus sebanding
tidak dapat terealisasikan, contohnya di KPP dengan kemampuan membayar pajak
Pratama Batu. (Dharmawan, 2011). Bagi wajib pajak belum
tentu PP No. 46 tahun 2013 dapat semuanya
Tabel 2. Target dan Realisasi Penerimaan PPh meringankan beban pajak yang ditanggung.
di KPP Pratama Batu Tahun 2010-2014 (miliar Penelitian Rosseline (2013) menyatakan bahwa
rupiah) keadilan dalam perpajakan berpengaruh
Tahun Pajak Target Realisasi % signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Asas
2010 26,157 30,130 113,87% keadilan dengan demikian seharusnya dapat
2011 26,535 35,572 134,06% meningkatkan kepatuhan wajib pajak
2012 40,570 43,984 108,42%
Dari uraian diatas menjadi dasar peneliti
2013 49,653 47,961 96,6%
untuk mengambil judul “Pengaruh Peraturan
2014 63,300 56,523 89,3%
Perpajakan, Tarif Pajak dan Asas Keadilan
Sumber: Dokumen Pengolahan Data dan Informasi
terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi pada
KPP Pratama Batu (2014).
wajib pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah di
Tabel 2 menunjukkan bahwa penerimaan wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama
PPh tahun 2013 dan 2014 tidak mencapai target. Batu Setelah Diberlakukannya PP No 46 Tahun
Potensi pajak UMKM seharusnya dapat 2013)”.
meningkatkan penerimaan PPh mengingat tarif
pajak UMKM sebesar 1% dari omset. Realisasi TINJAUAN PUSTAKA
penerimaan PPh di KPP Pratama batu setelah Pengertian Pajak
dikeluarkannya PP No. 46 tahun 2013 selama Pajak menurut Soemahamidjaja 1964
dua tahun berjalan justru tidak mencapai target dalam Purwono (2010) adalah iuran wajib
walaupun penerimaan pajaknya meningkat. berupa uang atau barang yang dipungut oleh
Penerimaan pajak di KPP Pratama Batu berasal penguasa berdasarkan norma-norma hukum,
dari wajib pajak yang berada di wilayah guna menutup menutup biaya produksi barang
kerjanya meliputi: Kecamatan Batu, Kecamatan dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan
Bumuaji dan Kecamatan Junrejo. umum. Pajak menurut Rochmat Soemitro dalam
Penerimaan pajak mencapai target apabila Mardiasmo (2011) adalah iuran rakyak kepada
wajib pajak patuh dalam melaksanakan kas negara berdasarkan undang-undang (yang
kewajiban perpajakannya. Kepatuhan wajib dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa
pajak timbul oleh beberapa faktor yang dapat timbal (kontraprestasi) yang langsung dapat
mempengaruhinya. Simanjuntak dan Mukhlis ditunjukkan dan yang digunakan untuk
(2012) berpendapat beberapa faktornya antara membayar pengeluaran umum. Kesimpulannya
lain pemahaman peraturan perpajakan, tarif pajak adalah iuran dari rakyat kepada negara
pajak, sanksi dan keadilan. yang mempunyai sifat memaksa berdasar
Simanjuntak dan Mukhlis (2012) undang-undang dan digunakan untuk
berpendapat tidak semua wajib pajak dapat kepentingan pembangunan negara.
memahami aturan maupun prosedur
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
implementasi pelaporan pajak yang benar.
UMKM berdasarkan UU No. 20 Tahun
Kurangnya pemahaman mengenai peraturan
2008 pasal 1, disebutkan bahwa:
perpajakan menjadikan wajib pajak UMKM
Usaha Mikro adalah usaha produktif
termasuk ke dalam kelompok wajib pajak tidak
milik perorangan dan/atau badan usaha
patuh. Pemahaman peraturan perpajakan yang
perorangan yang memenuhi kriteria usaha

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 2


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id
mikro sebagaimana diatur dalam undang- pada perubahan besarnya pajak yang
undang. dikenakan. Jadi tarif pajak adalah dasar
Usaha Kecil adalah usaha ekonomi pengenaan pajak yang digunkan untuk
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan menentukan jumlah pajak terutang dari suatu
oleh orang perorangan yang bukan merupakan objek pajak. PP No. 46 tahun 2013 memberikan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan tarif pajak yang bersifat final sebesar 1%
yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian terhadap wajib pajak yang mempunyai omset
baik langsung maupun tidak langsung dari kurang dari 4,8 miliar dalam satu tahun.
usaha menengah atau usaha besar yang
memenuhi kriteria usaha kecil. Asas Keadilan
Usaha Menengah adalah usaha ekonomi Asas menurut Kamus Besar Bahasa
produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan Indonesia adalah dasar sesuatu yang menjadi
oleh orang perorangan atau badan usaha yang tumpuan berpikir atau berpendapat. Keadilan
bukan merupakan anak perusahaan atau cabang menurut John Rawls dalam Fadhilah (2007)
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau adalah kebijakan utama dalam institusi sosial
menjadi bagian baik langsung maupun tidak sebagai sistem pemikiran. Keadilan pajak adalah
langsung sengan usaha kecil atau usaha besar sifat (perbuatan atau perlakuan) yang tidak
dengan jumlah penjualan tahunan sebagaimana sewenang-wenang atau tidak berat sebelah atas
diatur dalam undang-undang. sistem perpajakan yang berlaku, Syahdan dan
Asfida (2014). Dapat disimpulkan bahwa asas
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 keadilan dalam perpajakan adalah penyetaraan
(PP No 46 Tahun 2013) perbuatan sesuain dengan keadaan perpajakan
PP No 46 tahun 2013 adalah peraturan wajib pajak yang sebenarnya.
mengenai penghasilan atau pendapatan dari
usaha yang diperoleh wajib pajak yang memiliki Kepatuhan Wajib Pajak
peredaran bruto tertentu dalam satu tahun masa Kepatuhan wajib pajak adalah sejauh
pajak. PP ini mulai diterapkan pada 1 Juli 2013. mana wajib pajak dapat melaksanakan
Tujuan dari peraturan ini adalah untuk kewajiban perpajakannya dengan baik dan
memberikan kemudahan kepada wajib pajak benar sesuai peraturan perpajakan. Sesuai
dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan PMK Nomor 192/PMK.03/2007 Pasal 1,
yakni menghitung, membayar dan melaporkan wajib pajak yang dapat ditetapkan sebagai wajib
pajak. PP no 46 tahun 2013 pasal 3 ayat (1) pajak patuh yang dapat diberikan pengembalian
menyatakan bahwa besarnya tarif pajak pendahuluan kelebihan pembayaran pajak
penghasilan yang bersifat final sebagaimana apabila memenuhi semua syarat sebagai berikut:
dimaksud dalam pasal 2 PP No 46 tahun 2013 a.Tepat waktu dalam menyampaikan Surat
adalah 1% dari omset. Dasar yang digunakan Pemberitahuan;
untuk menghitung pengenaan pajak b.Tidak mempunyai tunggakan pajak
penghasilan yang bersifat final dalam peraturan untuksemua jenis pajak, kecuali tunggakan
ini adalah jumlah peredaran bruto setiap pajak yang telah memperoleh izin mengangsur
bulannya. atau menunda pembayaran pajak;
c.Laporan keuangan diaudit oleh akuntan
Pemahaman Peraturan Perpajakan publik atau lembaga pengawas keuangan
Pemahaman (comprehension) menurut pemerintah dengan pendapat wajar tanpa
Arikunto (2009) adalah bagaimana seseorang pengecualian selama 3 tahun berturut-turut;
mempertahankan, membedakan, menduga, dan
menerangkan, memperluas, menyimpulkan, d.Tidak pernah dipidana karena melakukan
menggeneralisasikan, memberikan contoh, tindak pidana dibidang perpajakan berdasar
menuliskan kembali dan memperkirakan. putusan pengadilan yang telah mempunyai
Kesimpulannya pemahaman peraturan kekuatan hukum tetap dalam jangka waktu 5
perpajakan adalah segala hal yang berkaitan tahun terakhir.
dengan peraturan pajak yang di tetapkan oleh
Dirjen Pajak yang dimengerti dengan benar dan Model Hipotesis
dapat melaksanakan apa yang telah Hipotesis dalam penelitian ini mengenai
dipahaminya sesuai ketentuan umum dan tata pengaruh pemahaman peraturan perpajakan,
cara perpajakan. tarif pajak dan asas keadilan terhadap
kepatuhan wajib pajak adalah sebagai berikut:
Tarif Pajak
Simanjutak dan Muklis (2012) secara
Pemahaman Tarif Asas
teoritis pajak yang dikenakan atas penghasilan peraturan pajak keadilan
akan mengurangi penghasilan sebesar pajak perpajakan
yang digunakan. Karena besar pajak yang
dikenakan ditentukan oleh besarnya tarif dan H1 H2 H4 H3
besarnya penghasilan yang dikenai pajak, maka
apabila terjadi perubahan tarif akan berdampak Kepatuhan wajib pajak

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 3


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id
Ket: : pengaruh secara parsial Uji Asumsi Klasik
Ket: : pengaruh secara simultan 1. Uji Normalitas
Gambar 1. Model Hipotesis Hasil normalitas diketahui bahwa nilai
Sumber: Data diolah (2015) asymptitic significance (2-tailed) > 0,05 yaitu
sebesar 0,772 , sehingga dapat disimpulkan
Keterangan gambar: bahwa semua variabel bebas berdistribusi
H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara normal.
pemahaman peraturan perpajakan 2. Uji Multikolinieritas
terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil uji multikolinieritas menunjukan
H2: Terdapat pengaruh yang signifikan antara bahwa semua variabel bebas mempunyai nilai
tarif pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Tolerance > 0,1 dan VIF < 10 , sehingga
H3: Terdapat pengaruh yang signifikan antara disimpulkan bahwa tidak terjadi
asas keadilan terhadap kepatuhan wajib multikolinieritas diantara variabel bebas dalam
pajak. penelitian.
H4: Terdapat pengaruh yang signifikan secara 3. Uji Heteroskedastisitas
bersama-sama antara pemahaman
peraturan perpajakan, tarif pajak dan asas
keadilan terhadap kepatuhan wajib pajak.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan
adalah explanatory research atau confirmatory.
Menurut Marsi dkk (1995) explanatory research
atau confirmatory digunakan untuk menjelaskan
hubungan kausal antara variabel melalui
pengujian hipotesis. Penelitian ini termasuk
penelitian survey karena data diperoleh dengan
cara menggunakan instrumen kuesioner.
Populasi dalam penelitian ini adalah
wajib pajak UMKM yang mempunyai omset
kurang dari 4,8 miliar dalam satu tahun masa
pajak yang berada di wilayah kerja KPP
Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedasitas Grafik
Pratama Batu. Jumlah populasi berdasar data
Scatterplot
yang diperoleh dari KPP Pratama Batu sebanyak
Sumber: data diolah (2015)
2107 wajib pajak. Jumlah sampel yang
digunakan berdasar rumus Slovin sebanyak 95 Berdasar Gambar 2, terlihat bahwa titik-
responden. titik menyebar secara acak/tidak teratur, dengan
Metode pemilihan sampel menggunakan demikian disimpulkan bahwa tidak terjadi
probability sampling. Data yang diperoleh dari gejala heteroskedasitas dalam model regresi ini.
KPP Pratama Batu sebatas wilayah kerjanya dan
tidak mendapat identitas pribadi wajib pajak Analisis Regresi Linier Berganda
UMKM. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan cluster random Hasil persamaan regresi linier berganda adalah
sampling. sebagai berikut:

HASIL DAN PEMBAHASAN Y= -0,338+0,295X1+0,100X2+0,662X3+е


Data penelitian ini diperoleh hasil
Tabel 3. Analisis Regresi Linier Berganda
penyebaran kuesioner sebanyak 95 sampel.
Variabl B t-hitung p-
Profil tingkat pendidikan terakhir responden SD
(5 orang); SMP (11 orang); SMA (47 orang); Bebas value
Sarjana (14 orang) dan lainnya (18 orang). Jenis
usaha perdagangan (54 orang); industri (10 (X1) 0,000
0,295 3,902
orang); pertanian (8 orang); jasa (6 orang) dan
lainnya 17 orang). Lama usaha <2 tahun (16 (X2) 0,100 1,412 0,161
orang); 3-5 tahun (16 orang); 6-9 tahun (22
orang) dan >10 tahun (43 orang). Sedangkan (X3) 0,662 7,505 0,000
omset usaha selama 1 tahun <300 juta (85 orang);
Nilai adjusted R2 0,687
300 juta – 2,5 miliar (8 orang) dan 2,5 miliar – 4,8
F-hitung 69,699
miliar (2 orang).
Nilai sig F 0,000
Uji validitas menunjukkan semua hasil
F tabel 2,705
koefisien korelasi mempunyai nilai > 0,3 dan
T tabel 1,98638
nilai signifikan < 0,05. Uji reliabilitas Sumber: Data diolah (2015)
menunjukkan nilai cronbach’s alpha > 0,6.

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 4


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id
1. Nilai koefisien regresi X1 sebesar 0,295 berpengaruh tidak signifikan terhadap
artinya bahwa semakin pahamnya wajib kepatuhan wajib pajak sebesar 1,412 dan
pajak tentang peraturan perpajakan maka selebihnya memungkinkan dipengaruhi secara
akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak signifikan oleh variabel lain sebesar 8,588. Hasil
dengan asumsi tarif pajak dan asas keadilan penelitian ini berarti tarif pajak memberikan
adalah tetap. pengaruh sangat kecil terhadap kepatuhan
2. Nilai koefisien regresi X2 sebesar 0,100 wajib pajak.
artinya bahwa meningkatnya penetapan tarif Penelitian ini tidak selaras dengan
pajak maka akan meningkatkan kepatuhan penelitian Ningtyas (2012) dan Miratusholihah
wajib pajak dengan asumsi pemahaman (2014). Dalam penelitian mereka menyimpulkan
peraturan perpajakan dan asas keadilan bahwa tarif pajak berpengaruh signifikan
adalah tetap. terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil
3. Nilai koefisien regresi X3 sebesar 0,662 penelitian ini menemukan bahwa tarif pajak
artinya semakin tinggi asas keadilan bagi berpengaruh tidak signifikan terhadap
wajib pajak maka akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
kepatuhan wajib pajak dengan asumsi Tarif pajak dalam penelitian ini
pemahaman peraturan perpajakan dan tarif berpengaruh tidak signifikan karena menurut
pajak adalah tetap. peneliti, wajib pajak cenderung mengabaikan
besarnya tarif pajak. Alasannya karena
Hasil Uji Hipotesis berapapun besarnya tarif pajak yang berlaku,
jika pada dasarnya wajib pajak adalah seseorang
1. Koefisien Determinasi
yang patuh dan mengerti akan pentingnya
Berdasar kan tabel XX nilai adjusted R2
pajak, maka dengan sendirinya mereka akan
sebesar 0,687, artinya besarnya pengaruh
membayar pajak dengan tingkatan tarif pajak
pemahaman peraturan perpajakan, tarif pajak
berapapun yang sesuai dengan penghasilannya.
dan asas keadilan terhadap kepatuhan wajib
Jika pada dasarnya wajib pajak adalah
pajak sebesar 68,7% sedangkan 31,3%
seseorang yang tidak patuh terhadap
dipengaruhi oleh variabel lain.
kepentingan perpajakan, maka tarif pajak yang
rendah pun tidak mempengaruhi tingkat
2. Hasil Uji T
kepatuhannya.
a. Pengaruh pemahaman peraturan perpajakan
Hasil penyebaran kuesioner terhadap
terhadap kepatuhan wajib pajak.
wajib pajak UMKM di wilayah kerja KPP
Berdasarkan Tabel 3 hasi t-hitung dan p-
Pratama Batu cenderung menjawab netral.
value variabel X1 sebesar 3,902 dan 0,000 maka
Keadaan tersebut menunjukkan bahwa wajib
H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian
pajak UMKM di KPP Pratama Batu kurang
disimpulkan bahwa pemahaman peraturan
mengerti dan kurang peduli dengan besar atau
perpajakan secara parsial berpengaruh
kecilnya tarif pajak yang berlaku. Keadaan
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
tersebut tercermin dari beberapa jawaban
sebesar 3,902 dan selebihnya sebesar 6,098
responden yang mengatakan “Jadi tarif pajak itu
kemungkinan dipengaruhi oleh variabel yang
baru ya mas? Saya tidak mengerti mas, karena
lain.
saya dari dulu belum pernah membayar pajak”.
Penelitian ini selaras dengan penelitian
Responden lain mengatakan “Untung saya
Ningtyas (2012) dan Pamuji (2014) yang
sedikit mas, walaupun tarif pajaknya 1 % tetapi
menyatakan bahwa pemahaman peraturan
jika untung sedikit masak harus membayar
perpajakan berpengaruh signifikan terhadap
pajak, rugi saya nanti”.
kepatuhan wajib pajak. Penelitian Cahyono
Hasil penelitian dan wawancara kepada
dalam Pamuji (2014) menjelaskan bahwa “wajib
responden di wilayah kerja KPP Pratama Batu
pajak yang tidak memahami peraturan
tersebut menunjukkan bahwa variabel tarif
perpajakan dengan jelas cenderung akan
pajak berpengaruh tidak signifikan terhadap
menjadi wajib pajak yang tidak taat”. Artinya,
kepatuhan wajib pajak. Implikasi dari hasil
dalam meningkatkan kepatuhan dalam
penelitian ini diharapkan pemerintah
perpajakan, pemahaman peraturan perpajakan
khususnya DJP meninjau ulang mengenai
yang baik dan benar diperlukan untuk
kebijakan penetapan tarif pajak yang diberikan
meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Jika
kepada wajib pajak serta lebih meningkatkan
pemahaman peraturan perpajakan wajib pajak
intensifikasi sosialisasi tentang tarif pajak
UMKM meningkat, maka kepatuhan wajib pajak
kepada wajib pajak UMKM khususnya di
UMKM dalam melaksanakan kewajiban
wilayah kerja KPP Pratama Batu, sehingga
perpajakannya juga akan meningkat.
adanya tarif pajak dapat membuat wajib pajak
b. Pengaruh tarif pajak terhadap kepatuhan
UMKM lebih patuh dalam melaksanakan
wajib pajak.
kewajiban perpajakannya. Hasil penelian ini
Berdasarkan Tabel 3 hasi t-hitung dan p-
tidak dapat di generalisasikan di wilayah kerja
value variabel X1 sebesar 1,412 dan 0,161 maka
KPP Pratama lainnya, karena mungkin saja jika
H0 diterima dan Ha ditolak. Dengan demikian
dilakukan di wilayah kerja KPP Pratama lainnya
disimpulkan bahwa tarif pajak secara parsial
akan mendapatkan hasil yang berbeda.

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 5


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id
c. Pengaruh asas keadilan terhadap kepatuha mampu menaikkan kepatuhan wajib pajak
wajib pajak. khususnya UMKM akan meningkat.
Berdasarkan Tabel 3 hasi t-hitung dan p- 2. Bagi KPP Pratama Batu
value variabel X1 sebesar 3,902 dan 0,000 maka KPP Pratama Batu lebih meningkatkan
H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian kegiatan sosialisasi perpajakan pada seluruh
disimpulkan bahwa asas keadilan secara parsial UMKM yang berada di wilayah kerjanya dan
berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan meningkatkan kualitas pelayanan yang
wajib pajak sebesar 7,505 dan selebihnya sebesar diberikan kepada wajib pajak, supaya wajib
2,495 memungkinkan dipengaruhi variabel lain. pajak semakin sadar akan pentingnya
Hasil penelitian ini selaras dengan melaksanakan kewajiban perpajakan.
penelitian Roseline (2013) yang menyatakan 3. Bagi Direktorat Jenderal Pajak
keadilan berpengaruh signifikan terhadap DJP dapat mengkaji ulang mengenai PP No.
kepatuhan wajib pajak. Vogel, Spicer, dan 46 tahun 2013 dengan cara melakukan
Becker dalam Syahdan (2014) berpendapat sosialisasi tingkat kepatuhan wajib pajak
bahwa pembayar pajak cenderung untuk UMKM atas PP No. 46 tahun 2013, supaya
menghindari membayar pajak jika mereka pengenaan pajak dan tarif pajak lebih tepat
menganggap sistem pajak tidak adil. Keadaan sasaran dan tidak merugikan wajib pajak
tersebut menunjukkan pentingnya asas keadilan khususnya wajib pajak UMKM yang
dalam perpajakan sebagai variabel yang memiliki omset kecil.
mempengaruhi perilaku kepatuhan wajib pajak
dalam melaksanakan kewajibannya. Semakin DAFTAR PUSTAKA
tinggi aspek-aspek keadilan dalam hal Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi
perpajakan, maka semakin tinggi juga tingkat Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
kepatuhan wajib pajak UMKM dalam Bagian Dokumen Pengolahan Data dan
melaksanakan kewajiban perpajakannya. Informasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batu.
2014. Target dan Realisasi Penerimaan PPh KPP
3. Hasil Uji F Pratama Batu.
Pengaruh pemahaman peraturan perpajakan, Dharmawan, Ferdyanto. 2011. Pengaruh Keadilan
tarif pajak dan asas keadilan secara simultan Pajak Terhadap tingkat Kepatuhan Wajib
terhadap kepatuhan wajib pajak. Pajak Pribadi. Malang. Jurnal: Universitas
Hasil pengujian hipotesis keempat yang Brawijaya.
menyatakan bahwa pemahaman peraturan Direktorat Jenderal Anggaran dan Direktorat
perpajakan, tarif pajak dan asas keadilan secara Penyusunan APBN. 2014. Dasar-Dasar
bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Praktek Penyusunan APBN Di Indonesia.
kepatuhan wajib pajak. Hasil uji F diperoleh Fadhilah, 2007. Refleksi Terhadap Makna Keadilan
nilai F-hitung sebesar 69,699 dan p-value sebesar Sebagai Fairness Menurut John Rawls dalam
0,000. Kesimpulannya bahwa pemahaman Perspektif Keindonesiaan. Jurnal: Madani.
peraturan perpajakan, tarif pajak dan asas Mardiasmo. 2011. Perpajakan, Edisi Revisi 2011.
keadilan secara bersama-sama berpengaruh Yogyakarta: CV ANDI OFFSET.
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak Marsi dkk. 1995. Metode Penelitian Survey.
sebesar 69,699 sedangkan sebesar 30,301 Jakarta: LP3ES.
memungkinkan dipengaruhi oleh variabel lain. Miratusholihah. 2014. Pengaruh Pengetahuan
Perpajakan, Kualitas Pelayanan Fiskus dan
KESIMPULAN DAN SARAN Tarif Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak.
Kesimpulan Malang: Skripsi Universitas Brawijaya.
1. Pemahaman peraturan perpajakan secara Ningtyas, Risa PDC . 2012. Pengaruh Pemahaman
parsial berpengaruh signifikan terhadap Perpajakan, Tarif Pajak, Sanksi serta
kepatuhan wajib pajak. Pelayanan Pembayaran terhadap Kepatuhan
2. Tarif pajak secara parsial berpengaruh tidak Wajib Pajak UMKM di Kota malang.
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Malang: Skripsi Universitas Brawijaya.
3. Asas keadilan secara parsial berpengaruh Pamuji, Adi Ratno. 2014. Faktor-Faktor yang
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Mempengaruhi Kepatuhan Pemilik Usaha
4. Pemahaman peraturan perpajakan, tarif Mikro Kecil dan Menengah dalam Memenuhi
pajak dan asas keadilan secara simultan Kewajiban Perpajakan (Studi pada WP
berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pemilik UMKM di KPP Pratama Malang
wajib pajak. Selatan). Malang: Skripsi Universitas
Brawijaya.
Saran Peraturan Menteri Keuangan Nomor
1. Bagi UMKM 192/PMK.03/2007 tentang Tata Cara
Wajib pajak sebaiknya lebih aktif dalam Penetapan Wajib Pajak dengan Kriteria
mengikuti peraturan perpajakan yang sering Tertentu dalam Rangka Pengembalian
mengalami perubahan, salah satu caranya Pendahuluan Kelebihan Pembayaran
aktif mengikuti sosialisasi perpajakan yang Pajak.
dilakukan oleh KPP Pratama Batu, sehingga

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 6


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013
tentang Pajak Penghasilan Dari Usaha
yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak
yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.
Purwono, Herry. 2010. Dasar-Dasar Perpajakan
Dan Akuntansi Pajak. Jakarta: Erlangga.
Republik Indonesia Undang-Undang Nomor 7
Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
Republik Indonesia Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil
dan Menengah.
Roseline, Riessa. 2013. Analisis Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak dalam
Mengukuhkan Diri Sebagai Pengusaha Kena
Pajak. Malang: Skripsi Universitas
Brawijaya.
Simanjuntak, Timbul H dan Imam Mukhlis.
2012. Dimensi Ekonomi Perpajakan dalam
Pembangunan ekonomi. Jakarta: Raih Asa
Sukses
Syahdan, SA dan Asfida Parama R. 2014.
Dimensi Keadilan atas Pemberlakuan PP No
46 Tahun 2013 dan Peningkatan Kepatuhan
Wajib Pajak. Jurnal: STIE Kayutangi
Banjarmasin.

Jurnal Perpajakan (JEJAK)|Vol. 8 No. 1 2016| 7


perpajakan.studentjournal.ub.ac.id