Anda di halaman 1dari 2

Perkembangan Revolusi Industri 4.

0 saat ini sedang gencar-gencarnya menjadi topik hangat


dalam dunia bisnis maupun pemerintahan. Para pembisnis mulai bergerak cepat melakukan
perubahan, tidak hanya pembisnis saja, para ASN juga turut serta menanggapi revolusi industri
4.0. Tidak bisa dipungkiri pemerintah harus memiliki strategi yang jitu untuk mempersiapkan
para ASN di Tanah Air untuk siap mengikuti perkembangan ini.

Hal ini merupakan salah satu perubahan bagi para ASN, dan harus ditanggapi dengan
meningkatkan ketrampilan diri dan tetap menjunjung tinggi rasa nasionalisme. Penting bagi para
ASN untuk mengembangkan diri, bersikap kritis, berinovasi sehingga mampu menyeimbangkan
dengan perkembangan global. Tugas bagi para ASN untuk melayani masyarakat di masa
mendatang tidak mudah, para ASN perlu memiliki kemahiran dalam dalam menghadapi era
Industri 4.0 terutama dibidang teknologi.

Perkembangan Revolusi Industri semacam ini adalah kekuatan eksternal untuk perubahan dalam
dunia manajemen. Manajemen itu sendiri adalah aktivitas kerja yang melibatkan koordinasi dan
pengawasan terhadap pekerjaan orang lain sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara
efisien dan efektif. Perubahan eksternal ini terdiri dari pola kebutuhan masyarakat yang berubah,
peraturan baru dari pemerintah, teknologi yang berkembang pesat, dan perubahan ekonomi yang
sudah terlihat jelas dengan adanya Revolusi Industri 4.0 ini.

ADVERTISING
inRead invented by Teads
Ibu Sri Mulyani memberi dorongan bagi para ASN untuk terus beradaptasi, beliau juga
mengatakan bahwa untuk memajukan bangsa, yang harus dilakukan Aparatur Sipil Negara
adalah mengubah pola pikir atau mindsite dan perilaku. Sehingga para ASN mampu beradaptasi
dengan perkembangan zaman, hal ini dituturkan beliau saat beliau diwawancarai di Harian
Kompas pada Kamis (16/05/2019).

Pemerintah adalah suatu bentuk organisasi, dimana anggota organisasi tersebut adalah para ASN.
Dalam suatu organisasi, untuk menghadapi perubahan agar perubahan dapat berjalan dengan
sukses dibutuhkan kerjasama dalam seluruh anggota yang dalam hal ini adalah ASN. Untuk
menghadapi perubahan perlunya inovasi-inovasi yang kreatif dan mumpuni dalam menunjang
kinerja para ASN demi terwujudnya cita-cita bangsa.

Para ASN memerlukan pelatihan keterampilan terutama dalam bidang teknologi. Tidak bisa
dipungkiri beriringan dengan perkembangan revolusi industri 4.0 berkembang pula teknologi.
Oleh karena itu, para ASN terutama dalam bidang-bidang administrasi diperlukan pelatihan
khusus.

Dengan mahirnya para ASN dalam bidang teknologi, memudahkan proses pelayanan
masyarakat. Contoh pada awal Januari 2019 para Wajib Pajak sudah bisa membayar pajak di
berbagai toko moderen seperti Alfamart, Tokopedia, dan lainnya. Para Wajib pajak hanya perlu
mendownload aplikasi Sambara (Samsat Mobile) untuk melakukan pendataan.
Ada juga inovasi baru yang telah dilakukan pemerintah, yaitu dengan layanan tilang berbasis
online dari kepolisian atau yang sering disebut E-Tilang. Dengan adanya E-Tilang, proses
penilangan sudah tidak diperlukan pencatatan secara manual di atas secarik kertas blanko atau
surat tilang. Pengendara dalam waktu singkat akan mendapat notifikasi berupa kode yang isinya
sama persis seperti surat tilang.

Dengan adanya inovasi-inovasi seperti ini, para aparatur negara diwajibkan mengetahui tentang
teknologi, bagaimana cara menjalankan penilangan secara online, bagaimana mendata para wajib
pajak yang telah membayar pajak melalui aplikasi. Maka dari itu dilakukanlah diklat, pendidikan
bagi para ASN khususnya dalam bidang teknologi.

Hal semacam ini telah dilakukan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)
melalui Pusdiklat Sumber Daya Air dan Kontruksi yang dikepalai oleh Yudha Mediawan yang
telah melaksanakan kegiatan Uji Coba Pelatihan Perencanaan Kontruksi dengan Teknologi BIM.
BIM sendiri adalah representasi dari disrupsi teknologi didalam dunia infrastruktur. Tindakan
semacam ini patut dicontoh oleh seluruh instansi pemerintahan untuk menghadapi tantangan di
era industri 4.0.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi (PANRB) Setiawan Wangsaatmaja menuturkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN)
adalah aset penting untuk mendukung berlangsungnya roda pemerintahan di Indonesia. Bapak
Setiawan telah menyiapakan program yang bernama Smart ASN tahun 2024 dengan berbagai
kriteria yaitu harus berintegritas, memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, profesional,
berwawasan global, memahami IT dan bahasa asing, hospitality, networking, dan
entrepreneurship.

Bapak Setiawan juga telah mempersiapkan untuk para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang
dapat berkembang dan memiliki kriteria seperti Smart ASN, melalui penyeleksian dengan
komputerisasi, wawancara, tes kemampuan akademik, dan lainnya.

Jadi untuk para ASN mulailah belajar tentang teknologi, bahasa asing, pemrograman dan lainnya
sesuai dalam kriteria Smart ASN. Para ASN tidak boleh hanya bergantung pada Diklat yang
diberikan pemerintahan. Para ASN harus memiliki usaha yang lain, bisa dengan berlatih
dirumah, sharing dengan teman yang telah mahir dibidang teknologi, dan lainnya. Pada zaman
sekarang semua informasi pembelajaran telah mudah diakses melalui internet.

Informasi apapun akan dengan mudah didapat. Petunjuk-petunjuk dalam mempelajari tentang
pemograman, komputer, dan lainnya dapat diakses di internet. Dan untuk para CPNS latihlah diri
kalian dalam menghadapi seleksi perekrutan ASN. Untuk itu kembangkan kemampuan kalian,
terutama dalam bidang IT, bahasa asing. Bisa dengan melakukan kursus, les dibidang
komunikasi dan teknologi, mencari pengalaman pemrograman, dan lain-lain.