Anda di halaman 1dari 23

Unsur – Unsur Dalam Kehidupan Sehari-

hari
Posted by riznovart on Oktober 19, 2011

Dalam kehidupan sehari – hari kita banyak menafaatkan unsur logam dan nonlogam untuk
keperluan transportasi, industri, dan bangunan. Penggunaan logam dan nonlogam makin
meningkat seiring dengan perkembangan ilmu, teknologi, dan industri

Dari 109 unsur yang telah di temukan, ada 92 unsur yang terdapat di alam dan 70 unsur
diantaranya adakah logam. Hanya sebagian saja dari logam – logam ini yang dimanfaatkan
oleh manusia secara meluas. Alam Indonesia kaya akan bijih logam yang ada dalam prut
bumi Indonesia. Untuk itu, anda harus mengetahui ilmu dan teknologi untuk mengolahnya

Dalam bab ini akan dibahas beberapa unsur logam penting yaitu besi, aluminium, timah,
nikel, tembaga, perak dan emas. Juga akan dibahas beberapa unsur nonlogam, yaitu oksigen,
nitrogen, karbon, fosfor, dan iodine

A. Unsur – unsur Logam dalam


Kehidupan Sehari – hari
Logam di alam pada umumnya terdapat dalam bentuk senyawa, bukan unsur bebas. Senyawa
logam terdapat dalam berbagai batuan dalam kerak bumi. Batuan yang mengandung senyawa
logam dalam kadar tinggi disebut Bijih. Senyawa logam yang dikandung bijih disebut
mineral

Beberapa Mineral Bijih Logam

Logam Mineral Rumus


Besi Magnetic Fe3O4

Hematite Fe2O3

Siderit FeCO3

Pirit FeS2

Nikel Pentlandit FeNiS

Garnerit H2(NiMg)SiO4.2H2O
Alumunium Bauksit Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O

Timah Kasiterit SnO2

Tembaga Kalkopirit CuFeS2

Malasit Cu2(OH)2CO3

Kuprit Cu2O

Kalkosit Cu2S

1. 1. Besi

Besi merupakan unsur logam yang paling penting banyak digunakan dalam kehidupan
sehari – hari, misalnya peralatan rumah tangga, pertanian, konstruksi, mesin, dan
persenjataan. Penggunaan besi yang meluas ini karena bijih besi banyak terdapat di alam.
Selain itu, karena besi mudah ditempa, dapat dibuat baja, penghantar listrik dan panas yang
baik

1. a. Bijih Besi

1) Fe2O3 (hematite)

2) Fe3O4( Magnetit)

3) FeCO3 (siderit)

4) FeS2 (pirit)

1. b. Sifat Besi

1) Mudah Berkarat

Besi termasuk logam yang cukup reaktif sehingga mudah teroksidasi oleh oksigen di udara.
Peristiwa ini disebut korosi, dalam istila sehari – hari disebut perkaratan.

Besi berkarat menjadi Fe2O3 .3H2O (karat besi)

2) Kekerasan

Besi tidak begitu keras. Kekerasannya tergantung pada campuran dan cara pembuatan
1. c. Macam – macam besi

1) Besi tuang (cast iron)

a) Diperoleh dengan cara mendinginkan besi kasar (pig iron) yang diperoleh dari tanur,
dengan memaskuannya ke dalam cetakan yang tersedia. Tanur adalahtempat pengolahan bijih
besi menjadi logam besi

b) Mengandung 2-4 % karbon

c) Sifatnya keras mudah rapuh sehingga banyak digunakan sebagai pipah leding dan
radiator

2) Besi Tempa (wrought iron)

a) Diperoleh dengan cara mengurangi karbon dari besi kasar sampai kadar karbonnya
0,02%. Caranya, besi dipanaskan sehingga karbonnya teroksidasi menjadi CO2

b) Sifatnya lebih lunak dari besi tuang, tetapi lebih kuat

c) Karena cukup lunak maka ditempa menjadi peralatan, seperti golok, cangkul, baut, dan
jur

3) Baja

a) Mengandung karbon 0,02%, lebih keras dari besi tempa

b) Dibuat dengan menambah logam lain, seperti Ni, Cr, Mn, V, Mo, dan W sesuai dengan
baja yang diinginkan

Beberapa jenis baja

Nama Unsur Tambahan Sifat Khas Kegunaan


Baja mangan 0,4 – 0,9%C Keras dan kuat Rel kerata api. Lapis
baja, kendaraan perang
11-14%Mn dan per

Alat pengukur
(meteran), kawat, dan
Baja nikel 25% Ni Koefisien muai persenjataan
rendah, kuat, dan
tahan karat Ujung alat pemotong

Sangat keras

Baja wolfram 0,4 – 0,9%C As kendaraan

5% W Kuat dan tahan


Baja krom-vandium 1-10%Cr terhadap beban Alat –alat rumah tangga
dan industri
0,15%V Tahan karat

Baja stainless 0,2 –0,4%C

14-18%Cr

7-9%Ni

1. d. Senyawa Besi yang Penting


1. 1. Besi (II) sulfat (FeSO4)

Digunakan sebagai bahan pembuatan tinta, memberi warna hitam pada bulu domba, membuat
zat warna biru berlin. Dalam bidang kedokteran, untuk penambah darah 9sebagai zat besi)

1. Besi (III) klorida heksa hidra( FeCL3.6H2O )

Digunakan untuk pengecatan

1. Besi (III) hidroksida / Fe(OH)3

Digunakan sebagai bahan cat, disebut juga oker

1. e. Pengolahan Besi

Besi diperoleh dengan mengekstrasi mineralnya. Bijih besi yang mengandung oksida di
reduksi dalam tanur tinggi. Bijih besi itu di campur kokas dan bahan tambahan lain untuk
mengikat kotoran yang terdapat dalam bijih. Bahan tambahannya pasir (SiO2) atau kapur
(CaCO3) bahan – bahan itu di masukan kedalam tanur melalui bagian atasnya. Udara panas di
alirkan dari bawah, sehingga kokas terbakar menghasilkan karbondioksida

Reaksinya:

C(s) + O2(g) à CO2(g)

Karbondioksida bereaksi dengan kokas menghasilkan karbon monoksida

CO2(g) + C(s) à 2 CO(g)

Didalam tanur, karbon monoksida mereduksi bijih besi


Fe2O + 3CO(g) à 2Fe(1) + 3CO2(g)

Suhu bagian tanur yang terpanas mencapai 1800ºC, di atas titik leleh Besi (1500ºC) sehingga
lelehan besi dapat ditampung di dasar tanur

Batu kapur terurai menghasilkan kalsium, oksida dengan karbondioksida

CaCO3(s) à CO(s) + CO2(g)

Kalsium dioksida bereaksi dengan kotoran dalam bijih besi terutama SiO2

CaO(s) + SiO2(s) à CaSiO3(s)

Besi yang dihasilkan tidak murni (ping – Iron / besi gor). Besi ini masih mengandung kotoran
sebanyak 4% yaitu C,P,Si,Mn, dan S oleh karena itu besi cor sangat keras tapi rapuh. Untuk
keperluan tertentu besi di ubah menjadi baja

Baja adalah besi yang masih mengandung sedikit Karbon (1,5% – 2%), mangan dan silicon

Pada proses pengolahan besi menjadi baja, di peroleh berbagai jenis baja :

1. Baja wolfram : mengandung wolfram, sangat keras, digunakan untuk membuat alat
perlengkapan mesin dan untuk perang
2. Baja Krom : mengandung 18% Cr, merupakan baja tahan karat
3. Baja nikel : mengandung 35% Ni, kuat dan tahan karat
4. Baja Mangan : mengandung 35% Mn, sangat keras
5. Stainless steal : mengandung 8% Ni dan 18% Cr,tahan karat
6. 2. Aluminium

Alumunium berwarna putih perak dan ringan, Aluminium banyak digunakan dalam peralatan
rumah tangga karena logam ini ringan, tidak beracun dan tahan karat. Aluminium sebenarnya
mudah teroksidasi oleh oksigen dari udara. Akan tetapi, oksida aluminium Al2O3) yang
terbentuk akibat oksidasi oksigen ini menutupi permukaan aluminium dengan sangat tipis
(10-8 m) sehingga dapat melindungi lapisan logam aluminium di bawahnya dari perkaratan
(korosi) lebih lanuut. Kita menyebutnya aluminium tahan karat

1. a. Bijih Aluminium

1) Bauksit Al2O3.2h2O

2) Kriolit Na3AlF6

1. b. Penggunaan Aluminium
1) Rumah tangga: sebagai peralatan dapur, seperti panic, dan wajan

2) Industri makanan: aluminium foil untik membungkus produk bahan makanan dan
minuman.

3) Pesawat terbang: sebaga paduan logam, digunakan untuk membuat badan


pesawat.Contohpaduan logam ini adalah magnalium, yaitu campuran Al dan Mg.

4) Perumahan: membuat kusen pintu dan jendela.

5) Sebagai konduktor.

1. c. Penggunaan Senyawa Aluminium

1) Tawas: K2SO4Al2(SO4)3.24H2O

Digunakan untuk menjernihkan air

2) Asam klorida yang berlebih dalam lambung dapat dinetralkan dengan


aluminium hidroksida yang terdapat dalam antasid.

3) Senyawa aluminium sering digunakan sebagai zat anti keringat. Zat ini dapat
mengkoagulsi protein kulit sehingga mencegah keluarnya keringat

4) Bisa ular dan insek mengandung enzim yang ikenalsebagai fosfolipasis yang dapat
membran sel. Poliptida lain juga terdapat dalam bisa ular yang beracun. Ion aluminium dapat
emngkoagulasi protein(enzim) jika disuntikan ke dalam luka tempat gigitan ular

5) Alumina, Al2O3, digunakan pada industri keramik, gelas dan sebagai apelas

1. d. Pengolahan Aluminium

Logam Aluminium (Al), Diperoleh dari bijinya dengan cara elektrolisis yang disebut proses
Hall yaitu Al2O3 murni yang diperoleh dari bauksit di larutkan dalam klorit cair, kemudian di
elektrolisis

Reaksi : 2Al2O3(i) à 4Al3+(i) + 602-(g)

Katode : 4Al3+(i) + 12e à 4Al(i)

Anode : 602-(g) à 3O2(g) +12e


2Al2O3(i) à 4Al(i) + 3O2(g)

Cairan Aluminium dikumpulkan dibagian bawah sel dan secara berkala di kelurkan,
sedangkan O2 di bebaskan pada anode

1. 3. Timah

Sama seperti aluminium, timah juga mengalami oksidasi(korosi) pada permukaan. Lapisan
oksida yang terbentuk menutupi seluruh permukaannya sehingga terlindung dari korosi
selanjutnya. Jadi, sama seperti aluminium, timah juga tahan korosi

Penggunaan utama timah untuk melapisi besi dengan timah agar besi tidak mengalami korosi.
Besi yang dilapisi timah disebut kaleng (tin palate). Bahan tersebut digunakan untuk berbagai
hasil makanan dan minuman kalengan, kaleng cat, dan kaleng pelumas. Besi yang dilapisi
timah (kaleng) ini tidak mengalami korosi selama lapisannya utuh (tidak tergores dan bocor).
Akan tetapi, jika lapisannya ini tergores maka kaleng ini akan mengalami korosi dengan
sangat cepat, sampai semua kaleng ini hancur. Hal ini memang dikehendaki agar kaleng yang
sudah terpakai (bekas) akan hancur

1. a. Bijih Timah

Kasiterit: SnO2

1. b. Penggunaan Logam Timah

1) Kaleng (besi yang dilapisi timah)

2) Timah solder: ada tiga jenis timah solder, yaitu antimonial tin solder (95% Sn dan 5%
Pb), tin silver solder (95% Sn dan 5% Ag) dan soft solder (70% Sn dan 30% Pb)

3) Perunggu (70-95% Cu, 1-25%Zn, dan 1-18%Sn)

4) Pewter (92% Sn, 6% Sb, dan 2% Cu) digunakan untuk perhiasan dan cinderamata

1. c. Penggunaan Senyawa Timah

1) Timah (II) klorida, SnCl2

Digunakan sebagai pereduksi dlam pembutan zat warna

2) Timah (II) flourida, SnF2


Digunakan dalam pasta gigi (odol) yang mengandung flourin untuk menguatkan gigi karena
SnF2 larut dalam air

1. d. Pengolahan Timah

Untuk memperoleh logam timah, bijih yang mengandung SnO2 mula – mula dipanggang
sehingga kotorannya (S dan As) lepas, kemudian SnO2 murni direduksi dengan karbon:

SnO2(s) + 2C(s)à Sn(i) + 2CO(g)

1. 4. Nikel

Nikel adalah logam berwarna putih perak, tahan korosi, dan mengkilap jika di gosok. Karena
nikel tahan korosi maka banyak digunakan sebagai paduan logam seperti baja satinles yang
tahan karat

1. a. Bijih Nikel

1) Pentladin, (FeNi)S

2) Garnierite, H2(NiMg)SiO4.2H2O

3) Milerite : NiS

1. b. Penggunaan Nikel

1) Baja Stainless (0,2 – 0,4% C, 14-18%Cr, dan 7-9%Ni) tahan karat.

Digunakan untuk pembuatan peralatan industri makanan, obat – obatan, kosmetika, dan
rumah tangga

2) Baja Nikel (25%Ni): kuat, tahan karat, dan koefisien muai rendah

Digunakan nuntuk alat ukur (meteran), kawat dan persenjataan

3) Monel (70%Ni, 28%Cu, dan sedikit Fe); tahan karat dan cemerlang

Digunakan untuk alat – alat rumah tangga dan alat transmisi listrik

4) Nikrom (80% Ni, 15% Cr, dan sedikit besi): titik leleh tinggi dan hambatan listrik besar

Digunakan sebagai elemen pemanas listrik


5) Alniko (Al, Ni, Fe dan Co)

Digunakan untuk membuat magnet yang dapat mengangkat besi sampai 4.000 kali masa
magnet

6) Serbuk nikel juga dugunakan sebagai katalis dalam pembuatan margarin

1. c. Pengolahan Nikel

Nikel diperoleh dari bijihnya berupa sulfida nikel (NiS) dipanggang, kemudian direduksi
dengan karbon dan bahan tambahan dalam sebuah tanur tinggi. Reaksi – reaksi yang terjadi:

2 NiS(s) +3O2(g) à 2NiO + 2SO2(g)

NiO(s) + C(s) à Ni(s) + CO

Dari proses tersebut di atas nikel yang hasilkan + 99%

1. 5. Tembaga

Tembaga murni berwarna kemerah – merahan , agak lunak, dapat dilenturkan dapat dibuat
lembaran – lembaran tipis serta penghantar listrik dan panas yang baik

1. a. Bijih Tembaga

1) Kalkopirit, CuFeS

2) Malasit, Cu2(OH)2CO3

3) Kuprit, CU2O

4) Kalkosit, Cu2S

1. b. Penggunaan Logam Tembaga

1) Penghantar (kabel) listrik dan komponen elektronika

2) Paduan logam (aliase)

a) kuningan (60-82% Cu dan 18-40% Zn)

b) perunggu (70-95% Cu, 1-25% Zn, dan 1-18% Sn)


3) Bidang kemiliteran; selongsong peluru dan komponen persenjataan lain

1. c. Kegunaan Senyawa Tembaga

Tembaga (II) sulfat, CuSO4.5H2O

Senyawa ini berwarna biru dan biasanya dikenal sebagai terusi atau blue vitriol yang
digunakan untuk membunuh jamur (sebagai fungisida). Terusi ini dapat dipakai untuk:

1) membunuh jamur pada air dalam kolam renang

2) merendam benih sebul ditabur sehingga benih terhindar dari jamur dan hama lain

3) elektrolit pada pemurnian tembaga, juga pada penyepuhan suatu logam dengan tembaga

4) campuran CuSO4 dan Ca(OH)2 akan membentuk bubur bourdeaux. Bubur bourdeaux
mematikan serangga / hama tanaman

1. d. Pengolahan Tembaga

Di alam tembaga terdapat dalam keadaan bebas, tetapi ektrksi tembaga dilakuakan dari
bijihnya, yaitu pirit tembaga (CuFeS2) dan tembaga sulfida (Cu2S). Dua tahap pengolahan
tembaga yaitu:

1. Mengkonsentrasikan bijih tembaga dengan cara flotasi


2. Mereduksi bijih yang berbentuk sulfida menjadi logam tembaga

Reaksi – reaksi

2CuFeS2(s)3O2(g) à Cu2S(i) + 2Fe(i) + 3SO2

2CuS(i) + 3O2(g) à 2Cu2O(g) + 2SO2(g)

2Cu2O(i) + Cu2S(i) à 6 Cu(s) + SO2(g)

Tembaga yang diperoleh masih mengandung kotoran + 3% untuk memurnikan tembaga


tembaga di lakukan elektrolisis

1. 6. Perak
Perak murni berwarna putih, sangat mengkilap, penghantar listrik yang sangat baik, tahan
korosi, dan mudah ditempa. Perak termasuk logam yang tidak reaktif dan tidak teroksidasi
oleh oksigen di udara. Itulah sebabnya banyak digunakan sebagai perhiasan dan mata uang

Daya hantar listrik perak jauh lebih baik dibaningkan dengan tembaga karena hambatan jenis
perak jauh lebij kecil dibandingkan dengan tembaga. Akan tetapi, tembaga lebih banyak
digunakan sebab prak lebih mahal daripada tembaga

Sebetulnya perak banyak ditemukan dalam keadaan bebas karena sifatnya yang tidak reaktif.
Akan tetapi, sering ditemukan sebagai bijih

1. a. Bijih Perak

Argentit, Ag2S

1. b. Penggtunaan Logam Perak

1) perhisan

2) mata uang

3) menyepuh logam lain

1. c. Penggunaan Senyawa perrak

– AgBr dan AgI digunakan dalam fotografi

– AgBr dan AgI mudah diuraikan oleh cahaya

Contoh : 2AgBr + Cahaya à 2Ag(s) + Br2

Endapan perak menghitamkan film sehingga menghasilkan film negatif

1. 7. Emas

Emas murni berwarna kuning, mudah ditempa, dapat mulur, relatif lunak, dan sangat stabil.
Emas tidak bereaksi dengan oksigen di udara. Emas tidak larut dalam asam apapun, tetapi
larut dalam aqua regia, yaitu larutan HCl pekat dan HNO3 pekat dengan perbandingan 3 : 1
Au(s) + 3HCL(aq) + HNO3(aq) à HauCL4 + NO(g) + 2H2O(i)

Emas juga larut dalam larutan natrium sianida dan udara (sumber O2)

Au(s) + 8CN–(aq) + O2(g) + 2H2O(i) à 4Au(CN)2–(aq) + 4OH–(aq)

Penggunaan Logam Emas


a) Perhiasan

b) Komponen listrik kualitas tinggi

c) Sebagai jaminan moneter

d)

B. Unsur – unsur Nonlogam dalam


Kehidupan Sehari – hari
1. 1. Oksigen

Oksigen berwujud gas pada suhu kamar, tidak berwarna, dan tidak berbau. Oksigen
merupakan unsur utama dalam kerak bumi, kira – kira 46,6% masa kerak bumi

Oksigen terdapat sebagai unsur bebas di udara, kira – kira 21% volume udara adalah oksigen
atau 23% masa udara. Oksigen juga terdapat dalam senyawa, misalnya air 9air mengadung
89% oksigen), silica (SiO32-), pasir (SiO2), dan oksida logam lainnya

1. Sifat Oksigen

1) Berwujud gas pada suhu kamar (25ºC), tidak berwarna, dan tidak berbau

2) Masa jenis oksigen adalah 1,429 g/cm³, titik didihnya –183ºC, dan titik bekunya –219ºC

3) Kelarutan dalam air: 5 mL O2 dapat larut dalam 100 ml air. Oksigen yang larut inilah
yang membuat berbagai organisme hidup dalam air

4) Oksigen tidak terbakar, tetapi komponen utama yang diperlukan dalam pembakaran

2. Pembuatan Oksigen
1) Penguraian katalitik H2O2

2H2O2(i) MnO2 2H2O(i) + O2(g)

2) Penguraian termal, senyawa yang mengandung banyak oksigen

2KMnO4(s) à K2MnO4(s) + MnO2(s) + O2(g)

2KClO3(s) à 2KCl(s) + 3O2(g)

2KNO3(s) à KNO2(s) + O2(g)

3) Reaksi peroksida dengan air

2NaO2(s) + 2H2O(i) à 42H2(g) + O2(g)

4) Secara komersial, distilasi bertingkat udara cair

5) Elektrolisis air. O2 yang diperoleh dengan cara elektrolisis adalah sangat murni. Reaksi
secara keseluruhan adalah

2H2O(i) elektrolisis 2H2(g) + O2(g)

6) Dalam labolatorium pembuatan gas oksigen adalah dengan memanaskan kalium klorat
(kclo3) dengan katalis mengan (IV) oksida, mno2 (batu kawi)

2KClO3(s) MnO2 2KCl(s) + 3O2(g)

3. Penggunaan Oksigen

1) Untuk pernafasan makhlik hidup, para penyelam selalu membawa oksigen dan
membantu pernapasan pasien di rumah sakit jika diperlukan

2) Oksigen dan gas astetilena digunakan untuk memotong dan mengelas logam (baja).

3) Dalam industri, digunakan sebagai oksidator. Misalnya, dalam industri pengolahan besi,
oksigen dari udara dimasukan ke dalam tanur

4) Dalam industri baja oksigen digunakan untuk mengurangi kadar karbon besi kasar

1. 2. Nitrogen

Nitrogen terdapat dalam bentuk unsur bebas di udara (78% volume), sebagai ammonia yang
berasal dari senyawa – senyawa nitrogen, serta dalam beberapa mineral, seperti kalium nitrat

Nitrogen banyak terdapat di alam sebagai N2 karena molekul ini sangat stabil. Kesetabilan N2
disebabkan oleh kekuatan ikatan rangkap 3
: N = N:

Energi ikatan N2 sangat tinggi, yaitu 946 kj/mol

1. Sifat Nitrogen

1) Berwujud gas pada suhu kamar (25ºC), tidak berbau, tidak reaktif, dan tidak berwarna

2) Massa jenis nitrogen 0,96g/m³ (padatan), titik didih –195,8ºC, dan titik leleh -120ºC

3) Sukar bereaksi karena ikatannya yang kuat (energi iakatannya sangat besar). N2 hanya
bereaksi pada suhu yang tinggi

2. Pembuatan Nitrogen

1) Dalam labolatorium dibuat dengan memanaskan larutan NH4Cl dan larutan

NaNO2. NH4Cl(aq) + NaNO2(aq) à NaCl(aq) + 2H2O(i) + N2(g)

2) Dapat juga dibuat dengan reaksi

2NH3 + 3CuO à 3Cu + 3H2O + N2(g)

2Cu + 2NO à 2CuO + N2(g)

3) Dalam industri, dibuat dengan distilasi bertingkat udara cair

Pembuatan nitrogen dan Oksigen dari udara

Gambar: pembuatan nitrogen dan oksigen melalui distilasi udara cair


Mula-mula bebas debu dimasukan kedalam kolam pendingin dengan tujuan menghilangkan
uap air dan CO2 karena CO2 dan uap air akan memadat.Kemudian,udara tersebut dimasukan
ke kolam penyaring yang berisi basa, yaitu NaOH dan CaO dengan tujuan menyarap sisa-sisa
uap air. CO2 yang tersisa di serap dengan silica gel. Selanjutnya, udara bebas GO2 dan uap air
dicairkan melalui kompresor tekanan tinggi. Udara cair itu dimasukan kekolam distilasi,
kemudian dipanaskan sehingga udara cair tersebut mendidih. Berdasarkan titik didihnya,
oksigen, argon, dan nitrogen dapat dipisahkan.

3. Penggunaan Nitrogen

1) Nitrogen sebagai bahan baku untuk pembuatan ammonia (NH3).

2) Nitrogen cair digunakan sebagai pendingin untuk membuat suhu yang sangat rendah.

3) Nitrogen digunakan untuk melepaskan oksigen dalam:

1. Pembuatan larutan injeksi.


2. Penyimpanan buah – buahan dan sayuran sehingga tidak cepat busuk dalam kemasan
kaleng.
3. Industri yang menginginkan udara tanpa oksigen, misalnya industri elektronika
canggih.
4. Penyimpanan produk yang mudah terbakar.

4. Penggunaan Senyawa Nitrogen

1) Amonia (NH3)

Amonia adalah gas yang baunya sangat menyengat dan mudah mencair, titik didih –33ºC dan
titik beku –78ºC. Amonia dibuat menurut proses Haber. FritZ Haber adalah pemenang hadih
nobel untuk pembuatan amnia dari nitrogen dan hydrogen.

N2(g)+3H2 (g)-2NH3(g)

Selanjutnya, proses Haber ini di kembangkan oleh Carl Bosch, dengan menemukan metode
pada tekanan tinggi. Dengan demikian, sekarang ini proses pembuatan amonia disebut proses
Haber Bosch.

Penggunaan amonia

1. Untuk pembuatan pupuk urea (CO(NH2)2) dan ZA (Zwvelamonia) ((NH4) 2SO4).


2. Untuk membuat amonium klorida(NH4Cl)pada baterai.
3. Untuk membuat asam nitrat (HNO3).
4. Sebagai pendingin dalam pabrik es.
5. Untuk membuat hidrazin (N2H4)sebagai bahan bakar roket.
6. Untuk bahan dasar pembuatan bahan peledak ,kertas pelastik,dan detergen.
2) Asam Nitrat (HNO3)

Pembuatan amona adalah dengan proses Oswald. Mula-mula amonia dioksidasi,

4NH3(g) + 5O2(g) à 4NO(g) + 6H2O(g)

2NO(g) + O2(g) à @NO2(g)

4NO2(g) + O2(g) + 2H2O(i) à 4HNO3(aq)

Penggunaan asam nitrat

1. Untuk membuat pupuk amonium nitrat (NH4NO3).


2. Peluncuran peluru kendali, menggunakan asam nitrat dan dimetilhidrazin,
(CH3)2NNH2.
3. Untuk membuat bahan peledak, misalnya TNT (trinitrotoluene), nitroligserin, dan
nitroselulosa.
4. Sebagai nitrasi senyawa organic yang di gunakan untuk produksi zat warna , obat-
obatan , pertisida, dan detergan.

3) Garam Nitrat

Penggunaan garam nitrat sangat luas, misalnya dalam pabrik zat warna, bahan farmasi,
fotografi, zat pemutih, dan pengawet.
Pengunaan garam nitrat

Pupuk Produk medis


NH4NO3 NaNO3

NaNO3 Fe(NO3)2

Ca(NO3)2 Hg2(NO3)2

KNO3 Hg(NO3)2

Zn(NO3)2
Kembang api Germisida,fungisida, inteksida
Ca(NO3)2merah NH4NO3

Ba(NO#)2hijau Cu(NO3)2

Sr(NO3)2merah

NaNO3 kuning
Bahan peledak Cat rambut
NH4NO3 AgNO3

NaNO3 Co(NO3)2

Ca(NO3)2

Ba(NO3)2
Zat warna Pengawet makanan
NaNO3 NaNO3
Oksidator padat dalam roket
Pb(NO3)2KNO3 NaNO3

Cu(no3)2 KNO3

Zn(NO3)2 NH4NO3

5. Siklus Nitrogen

Ketika kita bernapas, gas oksigen masuk ke paru-paru dan keluar dari paru-paru tanpa
mengalami perubahan apa apa karena N2 sangat tidak reaktif. Tubuh memperoleh nitrogen
dari makanan, bukan dari udara. Di dalam, nitrogen di ikat oleh mahluk hidup dalam bentuk
senyawa bukan unsur bebas, kemudian di kembalikan lagi ke alam berupa senyawa ,
selanjutnya menjadi nitrogen bebas (lihat gambar. 2). Memang ada tumbuhan tertentu yang
dapat mengikat langsung nitrogen (N2), yaitu tumbuhan legum, misalnya kacang, kapri, dan
semanggi.
Gb. Siklus nitrogen di alam

Keterangan:

1) Pada akar tinggi tumbuhan legun terdapat bakteri tertentu yang dapat mengikat N2 bebas
dari atmosfer untuk di ubah menjadi protein nabati. (1a) N2 melalui loncatan listrik dalam
kilat, sederet reaksi kimia mengubah N2 menjadi asam nitrat, HNO3.

2) Perusakan protein nabati dan hewani mengakibatkan pembentukan amonia.

3) Dan (4) berturut-turut mengubah amonia menjadi nitrat.

4) Dari nitrat kembali ke protein hewani dan nabati.

5) Bakteri tertentu dapat mengubah nitrat menjadi unsur nitrogen (N2) yang kembali ke
atmosfer.

1. 3. Karbon

Karbon adalah unsur non logam yang terdapat dalam golongan IVA dan periode 2 sistem
periodic unsur-unsur. Karbon di temukan dalam bentuk unsur maupun senyawa. Dalam
bentuk senyawa, misalnya hidrokarbon, proten, lemak, dan senyawa organic lainnya. Dalam
bentuk unsur, karbon terdapat dalam 2 bentuk alotropi karena keduanya terbentuk dari atom
karbon dengan struktur yang berbeda

Intan adalah padatan yang paling keras, bening, dan sangat mengkilap kalau basah. Ikatan
kopalen antara atom-atom C pada intan membentuk struktur ruang tetrahedral yang masing –
masing atom C terikat dengan kovalen pada pada 4 atom karbon lain dan ikatan ini sangat
kuat. Oleh karena itu , intan sangat keras dan digunakan untuk memotong , mengasah dan
member. Titik leleh intan sangat tinggi, yaitu 4827ºC.

Grafit adalah zat hitam padat yang jauh lebih lunak dibandingkan intan. Struktur ruang grafit
berlapis lapis dan hal itu menyebabkan lapisan tersebut dapat begerak. Itulah sebabnya grafit
digunakan sebagai pelumas dan mata pensil. terlihat bahwa grafit mempunyai ikatan rangkap
2 dan tunggal berselang seling (tunggal dan rangkap saling bergantian ) dalam setiap
lapisannya. Oleh karena itu electron dapat berpindah dengan mudah dari rangkap ketunggal,
ke rangkap lagi, ke tunggal lagi dan seterusnya sehingga dapat menghantar listrik. Itulah
sebabnya, grafit digunakan sebagai batang elektroda pada baterai.

Sebagai tambahan pada modifikasi grafit dan intan , karbon dapat diperoleh dalam berbagai
bentuk yang dikenal sebagai karbon amorf, meliputi kokas, arang, dan karbon black. Karbon
amorf sebagaian besar mengandung grafit dengan kristal mika.
Batu bara adalah deposit karbon yang terbentuk jutaan tahun lalu dari pelapukan fosil
tumbuhan. Jika batu bara di panaskan tampa udara, berbagai zat yang mudah menguap
(volatile) akan dikeluarkan, akhirnya tinggal resedu dengan kadar karbon tinggi yang dikenal
kokas.

Pembakaran kayu atau bahan organic lain dipanaskan tampa udara (oksigen sangat terbatas )
maka akan terbentuk arang. Jika arang ini di panaskan pada suhu 800 C dihasilkan karbon
aktif. Pembakaran tidak sempurna ( oksigen terbatas ) gas alam akan menghasilkan nyala
berasap. Asap ini dapat di simpan sebagai jelaga halus yang di sebut karbon black.

Karbon yang paling murni diperoleh melalui pemanasan gula pasir (sukrosa) tanpa udara.

C12H22O11(s) à 12C(S) + 11H2O(g)

Sebelum membahas penggunaan karbon dan senyawa kanbon, kita akan membahas sedikit
tentang intan yang dapat di ubah menjadi grafit dan sebaliknya, grafit dapat di ubah menjadi
intan. Hal itu mungkin agak sukar dipercaya. Pada diagram fase karbon (diagram tidak di
berikan di sini ) bahwa pada kondisi 1 atm, 298 K bentuk karbon adalah grafit, itu berarti
grafit adalah bentuk yang paling mantap dari karbon. Pada diagram menunjukan intan ada
pada daerah dengan tekanan yang lebi tinggi. Dari sinilah dasar pemikiran bahwa grafit dapat
di ubah menjadi intan dengan menaikan tekanan ke yang lebih tinggi. Kondisi yang ada di
bumi untuk menciptakan intan alami mungkin mirip dengan kondisi yang sekarang untuk
menciptakan intan buatan di labolatorium , yaitu dengan tekanan 5.000-100.000 atm dan suhu
1.200-2.400 K, dengan bantuan katalis. Jadi, iklan yang mengatakan, “ Intan adalah abadi ”
ternyata tidak sepenuhnya benar.

1. a. Kenggunaan Unsur Karbon

1) Penggunaan Grafit

a) Sebagai katode pada batrai dan proses elektrolisis

b) Untuk membuat pensil

c) Sebagai pelumas kering atau bentuk suspensi dalam minyak

2) Penggunaan Intan

Digunakan untuk perhiasan alat pemotong misalnya pemotong kaca, roda pengasah
(gerinda);dan mata bor

3) Penggunaan Kokas

Sebagai redactor pada proses metalurgi pengolahan bijih logam menjadi logam

4) Penggunaan Karbon Black

a) sebagai pigmen dalam tinta cetak dan pewarna polimer


b) sebagai pengisi dalam ban karet

5) Penggunaan Karbon aktif

Sifat istimewa karbon aktif adalah kemampuannya untuk mengabsorpsi (menyarap)senyawa-


senyawa dari larutan atau dari gas.

Kegunaan Karbon Aktif :

1. untuk membuat masker gas karena karbon aktif dapat menyerap gas-gas berbahaya
2. untuk menghilangkan zat warna pada pengolahan gula zat pasir
3. untuk menyembuhkan sakit perut
4. untuk menghilangkan zat warna dalam pengolahan air minum

6) Penggunaan Batu bara

1. Sebagai bahan bakar, baik untuk keperluan rumah tangga maupun industri. PLTU
(pembangkit listrik tenaga uap) memakai batu bara sebagai bahan bakar untuk
memanaskan air sampai menjadi uap.
2. untuk menghasilkan kokas
3. untuk menghasilkan gas alam sintetis
4. untuk membuat bahan bakar cair
5. i. untuk membuat methanol

1. b. Penggunaan Senyawa Karbon

1) Karbon Organik

Senyawa karbon organic sangat banyak dan kegunaannya hampir di seluruh asfek kehidupan.
Jaringan tubuh mahluk hidup (hewan dan tumbuhan) sebagian besar adalah senyawa karbon
organic, misalnya protein, karbohidrat,lemak, dan vtamin.

2) Karbon Anorganik

Report this ad

a) Karbon monoksida (CO)

Jika karbon di bakar dengan udara terbatas maka terjadi

C(s) + O2(g) à CO(g)

Kegunaan CO

1) Sebagai reduktor pada pengolahan logam, misalnya dalam pengolahan dalam bijih besi
menjadi besi. Dalam tanur, kokas terbakar menjadi CO

Fe2O3(s) + 3CO(g) à Fe(i) + 3CO


Bijih besi besi

2) Untuk membuat methanol

CO(g) + 2H2(g) à CH3OH(i)

Methanol

b) Karbon dioksida (CO2)

1) Untuk membuat es kering (dry ice),yatu karbon dioksida padat yang di gunakan sebagai
pendingin.

2) Untuk memadamkan kebakaran

Tabung pemadam kebakaran berisi CO2 cair dengan tekanan 60 atm. Jika katupnya dilepas
maka CO2 cair akan langsung menjadi gas dan menghalangi oksigen masuk ke lokasi yang
sedang terbakar sehingga api padam.

Untuk minum bersoda, misalnya caca cola

c) Natrium Hidrogen karbonat (NaHCO3)

NaHCO3 juga sering disebut natrium bikarbonat yang dalam sehari-hari disebut soda kue
yang di gunakan sebagai pengembang adonan. NaHCO3 dengan campuran zat lain yang
menghasilkan CO2 (g)jika dipanaskan. CO2 inilah yang mengambangkan adonan.

d) Natrium Karbonat ( Na2CO3)

1) Bahan pembuat kaca

2) Bahan pembuat natrium silikst yang di gunakan untuk pembuatan kertas, proteksi logam,
dan detergen.

3) Untuk menghilangkan kesadahan air.

1. 4. Fosfor

Di alam, fosfor temasuk peringkat ke sepuluh dalam kelimpahan unsur. Fosfor terdapat
sebagai fosfat dalam berbagai mineral. Mineral terpenting adalah
fluoroapatit,2Ca3(PO4)2.CaF2.

Pada suhu biasa fosfor mempunyai beberapa bentuk alotrop, yaitu fosfor putih, fosfor
merah,dan fosfor hitam. Fosfor putih bersifat lunak (seperti lilin ), titik leleh rendah (44,1
C),sangat relatif (menyala sepontan bila bersinggungan dengan udara ), tidak larut dalam air,
larutan dalam CS2, sangat beracun, dan bahan fosferesen yang berpendar dalam gelap. Jika
fosfor putih dipanaskan sampai 400 ºC akan berubah menjadi fosfor merah. Fosfor merah
merupakan serbuk merah coklat, kurang reaktif, dan relatif tidak beracun.
Senyawa – senyawa fosfor yang terdapat di alam yaitu:

1. Apatik : mengandung Cq3(PO4)2 ,CaCl2 ,dan CaF2 ;


2. Fosforit : kalsium fosfat dalam tulang binatang menyusui.
3. a. Pengolahan Fosfor

Fosfor dibuat dalam jumlah yang besar dengan reaksi antara fosfat, pasir, dan kokas yang di
panaskan dalam tanur listrik dengan reaksi:

2Ca3 (PO4)2(s) + 6SiO2(s) à 6CaSiO3(s) + P4O10(s)

P4O10(s) + 10C(s) à 10CO(g) + P4(g)

Fosfor yang terjadi adalah fosfor kuning (putih). Fosfor merah dihasilkan dari pemanasan
fosfor kuning pada 250ºC

Fosfor kuning merupakan zat padat, racun kuat, larur dalam CS2, bereaksi dengan oksigen,
bersinar dalam ruang gelap. Fosfor kuning harus disimpan dalam air. Fosfor merah
merupakan serbuk merah coklat, tidak beracun, tidak larut dalam CS2, sukar bereaksi dengan
gas oksigen, dapat terbakar sendiri pada 2600C, dalam ruangan gelap tidak bersinar.

Fosfor kuning digunakan unutk pembuatan P2O5, senyawa-senyawa klorida bromida juga
untuk pembuatan fosfor. Fosfor merah dicampur demngan Sb2O3 digunakan untuk melapis
kertas gosok korek api . Kepala batang korek api terdiri dari campuran KClO3, Sb2S3,perekat,
belerang, serbuk kaca, sedangkan batangnya dicelup dalam paraffin.

1. b. Asam Fosfat

Asam fosfat dihasilkan dalam pabrik fosfor dari uap fosfor dengan air.

P4(g) + 10H2O(g) à 2P2O5(g) + 10H2(g)

2P2O5(g) + 6H2O(g) à 4H3PO4(aq)

Garam fosfat dihasilkan dari fosforit dan asam sulfat berlebih dgn reaksi :

Ca3(PO4)2(s) + H2SO4(aq) à 3CaSO4(s) + 2CaHPO4(s)

Ca3(PO4)2(s) + 2H2SO4(aq) à 2CaSO4(s) + Ca(H2PO4)2(s)

Super fosfat

Garam fosfat digunakan untuk pupuk.


1. 5. Iodin

Iodin terdapat pada golongan VIIA sistem periodik unsur – unsur, iodin termasuk unsur
nonlogam, berbentuk padat pada suhu kamar, berwarna hitam dan mudah menyublim

Iodin tidak dijumpai dalam kedaan bebas di alam. Iodin terdapat dalam sendawa cili NaNO3
yang mengandung NaIO3 sekitar 0,2%

1. a. Pembuatan Iodin

1) 2NaIO3(aq) + 5NaHSO3(aq) à I2(aq) + 3NaHSO4(aq) + H2O(i). Iodin yang terbentuk


dimurnikan dengan cara sublimasi

2) iodin dapat diperoleh dengan mengekstrasi larutan iodida dari gangguna laut. Larutan
iodida ini kemudian dioksidasi dengan gas klorin dan diperoleh iodin

3) 2I + Cl2 à 2Cl + I2

1. b. Penggunaan Unsur Iodin

1) sebagai antiseptik, seperti iodium tinkur (I2 dalam alkohol)

2) bahan dasar pembuatan senyawa iodin

1. c. Penggunaan senyawa iodin

1) mencegah penyakit gondok

2) sebagai indikator, untuk menguji apakah ada amilum dalam suatu larutan (campuran).
Jika ada amilum ketika larutan dipanaskan kemudian ditambah iodin maka larutan menjadi
biru

3) Agl untuk fotografi