Anda di halaman 1dari 6

Berilium

01.41 gru 1 comment


Berilium adalah unsur kimia yang mempunyai simbol Be. Unsur ini memiliki
nomor atom 4 dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

 bervalensi 2
 berwarna abu-abu
 baja kukuh
 ringan tetapi mudah pecah

Berilium merupakan bagian dari alkali tanah yang kegunaan utamanya


adalah sebagai bahan penguat dalam tembaga berilium .Berilium dan garam-
garamnya sangat beracun dan harus ditangani dengan sangat hati-hati. Berilium dan
senyawa-senyawanya tidak boleh dirasa dengan lidah untuk membuktikan rasa
manis alami logam ini.
Berilium mempunyai titik lebur tertinggi di kalangan logam-logam ringan
dengan:
· Modulus kekenyalannya kurang lebih 1/3 lebih besar daripada besi baja.
· Konduktivitas panas Berilium sangat baik dan tahan karat asam nitrat
· Mudah ditembus sinar-X, dan neutron bisa dibebaskan apabila ditembakkan
oleh partikel
seperti radium dan polonium (lebih kurang 30 neutron-neutron/juta partikel).
· Pada suhu dan tekanan ruang tertentu, senyawa ini tak teroksidasi apabila terpapar
udara (kemampuannya untuk menggores kaca kemungkinan disebabkan oleh
pembentukan lapisan tipis oksidasi) .

b. Sifat Kimia Berilium


Ø Reaksi dengan air:
Tidak bereaksi
Ø Reaksi dengan udara
Menghasilkan MO dan M3N2 jika dipanaskan
Ø Reaksi dengan Hidrogen
tidak bereaksi
Ø Reaksi dengan klor
M + X2 --> (dipanaskan) MX2 (garam)
Ø Oksida bersifat amfoter

c. Sifat Fisika Berilium


Sifat Fisika
Nomor atom 4
Konfigurasi elektron [He] 2s2
Titik cair, K 1560
Titik didih, K 3243
Rapatan (densitas), gr/cm3 1,65
Energi ionisasi I, kJ/mol 400
Energi ionisasi II, kJ/mol 1757
Elektronegatifitas 1,57
Potensial reduksi standar -1,70
Jari-jari atom, A 1,12
Kapasitas panas, J/gK 1,825
Potensial ionisasi, volt 9,322
konduktivitas kalor, W/mK 200
Entalpi pembentukan, kJ/mol 11,71
Entalpi penguapan, kJ/mol 297

d. Proses Pembuatan Berilium


Berilium dijumpai dalam 30 jenis garam galian berbeda, diantaranya, yang
paling penting adalah bertrandit, beril, krisoberil, dan fenasit.Jenis batu permata beril
berharga akuamarin dan jamrud.Kebanyakan penghasilan logam ini diselesaikan
dengan mengurangkan (kimia) berilium fluorida dengan logam magnesium.Logam
berilium tidak mudah sebelum tahun 1957.
Berilium sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan manusia. Namun,
keberadaan berilium dialam tidak dapat ditemukan dalam bentuk murninya. Berilium
tersebut ditemukan dialam dalam bentuk bersenyawa sehingga untuk
mendapatkannya perlu dilakukan isolasi. Isolasi berilium dapat dilakukan dengan 2
metode (Indri M.N. 2009):
1. Metode Reduksi
Pada metode ini diperlukan berilium dalam bentuk BeF 2 yang dapat diperoleh
dengan cara memanaskan beryl dengan Na2SiF6 pada suhu 700-750oC. Setelah itu
dilakukan leaching (ekstraksi cair-padat) terhadap flour dengan air kemudian
dilakukan presipitasi (pengendapan) dengan Ba(OH)2 pada PH 12 (Greenwood N.N
and Earnshaw A , 1997).
Reaksi yang terjadi adalah (Indri M.N. 2009):
BeF2 + Mg --> MgF2 + Be

2. Metode Elektrolisis
Untuk mendapatkan berilium juga dapat dilakukan dengan cara elektrolisis dari
lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl2 tidak dapat mengahantarkan
listrik dengan baik, sehingga ditambahkan NaCl. BeCl2 tidak dapat menghantarkan
listrik karena BeCl2 bukan merupakan larutan elektrolit. Reaksi yang terjadi adalah
(Indri M.N. 2009):
Katoda : Be2+ + 2e- Be
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e-

2.5 Manfaat Berilium


Adapun manfaat dari berilium adalah sebagai berikut (Anonim, 2009):
• Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium. (Be
dapat menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium digunakan dalam
berbagai kegunaan karena konduktivitas listrik dan konduktivitas panas, kekuatan
tinggi dan kekerasan, sifat yang nonmagnetik, dan juga tahan karat serta tahan fatig
(logam). Kegunaan-kegunaan ini termasuk pembuatan: mold, elektroda pengelasan
bintik, pegas, peralatan elektronik tanpa bunga api dan penyambung listrik.
• Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu yang lebar,
Alloy tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa-antariksa dan pertahanan
sebagai bahan penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi, peluru
berpandu, kapal terbang dan satelit komunikasi.
• Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis
cahaya tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi.
• Dalam bidang litografi sinar X, berilium digunakan untuk pembuatan litar bersepadu
mikroskopik.
• Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir
menggunakan logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan
moderator.
• Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam
tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan
dimensi.
• Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan yang memerlukan
konduktor panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik
lebur yang tinggi, seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.
• Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu
floresens, tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja yang
terpapar terancam bahaya beriliosis.

2.6 Efek Samping Penggunaan Berilium


Sehubungan dengan keberadaan berilium dialam, berilium juga memiliki dampak
negative terutama dari segi kesehatan. Pada setiap individu rentan mengalami efek
akibat berilium yang menyebabkan penyakit paru-paru yang disebut penyakit
berilium kronis (CBD). Penyakit ini akan melemahkan kondisi individu yang
menderitanya dan tidak dapat disembuhkan serta sering pula berakibat fatal.
Dengan meluasnya penggunaan berilium, efek negatif ini sangat memerlukan
pemahaman yang lebih baik tentang sifat-sifat kimia berilium pada kondisi-kondisi
biologis (Soetrisno, 2008).
Diduga bahwa respon kekebalan terhadap berilium terpicu ketika unsur yang
dihirup tanpa sadar dideteksi oleh sel-sel penampak antigen (APC). Spesies berilium
yang tidak diketahui berfungsi sebagai antigen yang terikat ke molekul HLA (antigen
leukosit manusia) pada permukaan APC. Antigen berilium selanjutnya dibawa ke sel
T (sel darah putih dengan peranan utama dalam respon kekebalan). Penelitian di
Los Alamos menghasilkan gambaran yang lengkap dari spesiasi berilium pada
kondisi-kondisi biologis, termasuk interaksinya dengan protein dan konsekuensi
imunologi yang ditimbulkan (Soetrisno, 2008).
Melalui penelitian beberapa kompleks molekul kecil dari berilium, ditemukan
bahwa berilium memiliki kecenderungan tinggi untuk menggantikan atom-atom
hidrogen pada ikatan hidrogen yang kuat. Ikatan-ikatan ini, yang sering terbentuk
antara asam-asam amino yang mengandung gugus karboksilat dan alkohol,
membantu memberikan kerangka-dasar yang mendukung struktur dan fungsi protein.
Dengan memperluas model ini ke sistem biologis yang nyata, terlihat bahwa berilium
menggantikan keseluruhan atom ikatan hidrogen kuat (12 atom) pada transferrin.
Transferrin merupakan sebuah protein transport zat besi yang ditemukan dalam
plasma darah. Ini merupakan sebuah jalur potensial bagi berilium untuk memasuki
sel dengan reseptor-reseptor transferrin. Penelitian-penelitian ini membuka
paradigma baru untuk pengikatan berilium dalam sistem biologis yang sebenarnya
(Soetrisno, 2008).
Terkait dengan kecenderungannya untuk menggantikan atom-atom dalam ikatan
hidrogen, berilium diketahui membentuk kelompok-kelompok polimetalik dengan
gugus-gugus karboksilat. Sehingga telah diduga bahwa berilium juga akan
membentuk kelompok-kelompok pada protein yang memiliki banyak residu
karboksilat di sekitarnya. Sebuah temuan yang menarik adalah bahwa molekul HLA
dari pasien CBD mengandung jumlah residu karboksilat yang lebih besar dibanding
molekul HLA dari orang yang tidak menderita CBD (Soetrisno, 2008).v
Selain dapat mengakibatkan penyakit berilium kronis (CBD), berilium juga dapat
menyebabkan penyakit beryliosis, yaitu suatu peradangan paru-paru yang terjadi
akibat menghirup debu atau asap yang mengandung berilium. Dulu berillium biasa
digali dan disuling untuk digunakan dalam industri elektronik dan kimia dan dalam
pembuatan bola lampu pijar.Sekarang berillium terutama digunakan untuk industri
pesawat ruang angkasa.Selain pekerja industri tersebut, orang-orang yang tinggal di
sekitar tempat penyulingan juga bisa terkena beriliosis.

Pemaparan berilium terutama terjadi melalui penghirupan asap atau debu berilium
dan kontak langsung melalui kulit yang terluka. Menghirup berilium (Be) bisa
menyebabkan 2 gejala paru-paru, yaitu pneumonitis kimia akut dan penyakit paru
granulomatosa yang disebut penyakit berilium kronis atau beriliosis.
Pada penyakit berilium akut, logam ini bertindak sebagai iritan kimia langsung, yang
menyebabkan suatu reaksi peradangan non-spesifik.Dengan semakin meningkatnya
higienis dalam bidang industri, pada saat ini penyakit berilium akut sudah
menghilang. Beriliosis masih ditemukan di industri pengolahan berilium, dimana para
pekerjanya terpapar oleh asap atau debu berilium.

Beriliosis berbeda dari penyakit akibat pekerjaan lainnya dimana masalah paru-paru
hanya timbul pada orang yang sensitif terhadap berillium, yaitu sekitar 2% dari
mereka yang kontak dengan berillium.Penyakit ini dapat muncul bahkan pada
mereka yang terpapar berillium dalam waktu yang singkat dan gejalanya baru timbul
setelah 10-20 tahun.
2.6 Penyimpanan dan Penanganan
1. Gunakan APD saat menangani Berilium
2. Cuci tangan dengan bersih setelah kontak dengan Be
3. Simpan di tempat kering.
Dirangkum dari berbagai SUMBER