Anda di halaman 1dari 1

Nama : Reynold Hartito Fernando Rangga Mone

Nim : 178114163
Nama : Frederik Fernandes Kette
Nim : 178114

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Asing semakin berdampak buruk

Bahasa merupakan unsur yang penting dalam kehidupan. Ada banyak alasan mengapa dikatakan
seperti itu, salah satu alasannya karena bahasa merupakan menggambarkan budaya dan jati diri suatu bangsa.
Zaman sekarang memang sulit kalau kita hanya menguasai satu bahasa saja, karena pada era globalisasi
seperti sekarang ini kita wajib menguasai Bahasa asing selain bahasa indonesia untuk berkomunikasi dengan
bangsa asing baik dalam pekerjaan maupun dalam pembelajaran, akan tetapi kita tidak boleh lupa untuk
melestarikan bahasa indonesia sebagai bahasa utama kita yang membedakan kita dengan bangsa lain, bahasa
yang harus sering dipakai dalam berkomunikasi sehari-hari kita. Janganlah kita merasa malu menggunakan
bahasa Indonesia dan daerah sebagai Bahasa pokok. Setiap pengaruh tentu akan menghasilkan suatu hal yang
positif ataupun negatif, contohnya pengaruh postif bahasa asing pada bahasa Indonesia dari awal
pertumbuhannya sampai sekarang ini telah banyak menyerap unsur-unsur asing terutama dalam hal kosa kata.
Bahasa asing yang memberi pengaruh kosa kata dalam bahasa Indonesia antara lain : bahasa
Sansekerta, bahasa Belanda, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Namun pengaruh negative dari Bahasa asing
juga sering kali lihat sejak dini dimana anak hanya sekedar diajarkan dan berkomunikasi dengan Bahasa asing
oleh orang tuanya dengan dalih, jika anak mereka pasti bisa berbahasa Indonesia dengan sendirinya. Namun
yang terjadi tidak seperti yang diperkirakan. Anak-anak justru semakin asing dengan bahasa lokal Jika hal
seperti ini dibiarkan kemungkinan kedudukan dan fungsi Bahasa asing akan menggantikan posisi dari Bahasa
Indonesia itu sendiri. Ini sangat berdampak buruk karena bisa saja generasi berikutnya beranggapan bahwa
Bahasa asing memiliki kedudukan dan fungsi yang lebih tinggi dari derajatnya dibandingkan dengan Bahasa
Indonesia.
Maka dari itu kami mau sampaikan bahwa Bahasa asing sudah mulai mengambil bagian yang terlalu
jauh dan bisa saja mengakibatkan berbahasa Indonesia tidak dicintai lagi oleh masyarakatnya. Karena
masyarakat berangkapan lebih baik menggunakan Bahasa Asing tersebut, ada yang mengatakan lebih keren,
lebih bermanfaat untuk berkomunikasi, mungkin juga ada yang hanya ingin ke luar negri kedepannya.
Kedudukan dan fungsi Bahasa asing yang sebelumnya digunakan untuk membantu masyarakat di Indonesia
untuk berkomunikasi dengan pihak luar sekarang malah menjadi kecintaan masyarakat di Indonesia.
Pemerintah sebaiknya harus melakukan peraturan dimana masyarakat harus mempelajari berbahasa Indonesia,
tidak hanya menguasai Bahasa asing saja. Jika tidak maka kecintaan masyarakat terhadap Bahasa asing akan
terus meningkat.