Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH KEPERAWATAN PROFESIONAL

KESEJAWATAN
DOSEN PEMBIMBING :

NAMA KELOMPOK :
1. ELSANDY AMELIA CHAROLLIN (10)
2. ERIKA SAFTRI W.N (11)
3. HASBUNAL NALRYANSAH (15)

AKADEMI KEPERAWATAN DHARMA HUSADA KEDIRI


TAHUN AJARAN 2018/2019

KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “KESEJAWATAN” dapat diselesaikan dengan
baik sesuai dengan syarat-syarat pembuatan makalah. Shalawat serta salam tak lupa kepada
junjungan kita Nabi Agung Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman
jahiliah menuju ke zaman yang terang benderang, tak lupa ucapan salam dan doa kepada
keluarga,sahabat,serta kita umat Nabi Muhammad SAW. Tak lupa juga kami mengucapkan
terima kasih kepada pihak dosen dari mata kuliah KMB II yang telah memberi kami tugas
untuk membuat makalah ini, serta pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah seminar ini dengan baik serta dapat
menambahkan ilmu pengetahuan kepada pihak pembaca.
Adapun maksud dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
pembuatan makalah untuk mata kuliah Keperaawatan Profesional. Di dalam makalah ini
dibahas mengenai kesejawatan. Dengan demikian semoga materi yang terdapat dalam
makalah ini membantu meningkatkan pengetahuan dari diir pembaca maupun mahasiswa
keperawatan.
Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna dan masih banyak
kekurangan,oleh karena itu kritik dan saran yang membangun diharapkan agar dapat
memperbaiki kesalahan,dan demi kemajuan dimasa yang akan datang.Semoga makalah ini
bisa bermanfaat bagi kita semua.Amin.

Hormat kami

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 4


1.1 Latar Belakang .................................................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................................ 5

1.3 Tujuan ............................................................................................................................... 5

BAB II TINJAUAN TEORI ................................................................................................................... 6

2.1 Definisi keperawatan porofesional .................................................................................. 6

2.2. Definisi kesejawatan ........................................................................................................ 7

2.3. Kesejawatan keperawatan ............................................................................................... 7

2.4. Tujuan kesejawatan ......................................................................................................... 8

2.5. Hubungan perawat dengan sejawat ................................................................................ 8

2.6. Standart Kinerja Profesional Keperawatan ...................................................................... 9

BAB III PENUTUP ........................................................................................................................... 10

3.1 Kesimpulan ..................................................................................................................... 10

3.2 Saran ............................................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................................... 11


BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai organisasi profesi, perawat berfungsi sebagai wadah
kebersamaan dan rasa kesejawatan para anggota dalam mewujudkan
keberadaaan di lingkungan masyarakat, memperjuangkan segala aspirasi
dan kepentingan suatu profesi, menetapkan standart perilaku profesional,
melindungi segala aspek pasien dan keluarga pasien, meningkatkan kualitas
kesejahteraan, dan mengembangkan kualitas pribadi dan profesi. Setiap
anggota perawat mendapat perlindungan dalam mewujudkan
profesionalismenya. Perawat adalah suatu profesi tenaga kesehatan yang
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat umum. Dalam
menghadapi pasien seorang perawat harus mempunyai erika, karena yang
dihadapi oleh perawat adlaah seorang manusia.
Saat ini dunia keperawatan semakin berkembang. Perawat dianggap
sebagai salah satu profesi kesehatan yang harus dilibatkan dalam
pencapaian tujuan pembangunan kesehatan baik didunia maupun di
indonesia.
Saat ini perawat memiliki peran yang ebih luas dengan penekanan
pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang
klien secara komprehensif. Perawat menjalankan fungsi dalam kaitanyya
dengan berbagai peran pemberi perawatan, pembuat kepetusan klinik dan
etika, pelindung dan advokat bagi klien, manager kasus, rehabilitator,
komunikator
dan pendidik.

1.2 Rumusan Masalah


a. Definisi keperawatan profesional ?
b. Definisi kesejawatan ?
c. Tujuan kesejawatan ?
d. Hubungan perawat dengan sejawat ?
1.3 Tujuan
a. Definisi keperawatan profesional ?
b. Definisi kesejawatan ?
c. Tujuan kesejawatan ?
d. Hubungan perawat dengan sejawat ?
BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Definisi keperawatan porofesional


Perawat Profesional adalah perawat yang bertanggung jawab dan berwewenang
memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri dan atau berkolaborasi dengan tenaga
kesehatan lain sesuai dengan kewenagannya (Depkes RI, 2002 dalam Aisiyah 2004).
Menurut UU RI NO 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, mendefinisikan Perawat adalah
mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakkan keperawatan
berdasarkan ilmu yang dimilikinya, yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan
(www.pustakaindonesia.or.id).
Sedangkan menurut international Council of Nurses (1965), perawat adalah seseorang
yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan, berwenang di Negara
bersangkutan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam peningkatan
kesehatan, pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien.
2.2. Definisi kesejawatan

a. Ciri sebuah profesi


b. Etika
c. Berbentuk nilai dan norma
d. Kebersamaan, persaudaraan dan tolong menolong
e. Penyimpangan mengakibatkan pengucilan (etik), sanksi hukum (norma)
Dalam proses kesejawatan dalam keperawatan terdapat suatu problem dimana
terkikisnya rasa kesejawatan dan kurang memahami nilai dan norma kesejawatan.
2.3. Kesejawatan keperawatan
Perawat mempunyai kontribusi dalam mengembangkan profesionalisme dari
kelompoknya. Evaluasi tentang mutu asuhan keperawatan, melalui pembahasan dalam
kelompokkeperawatan merupakan suatu cara untuk memenuhi kewajiban profesi guna
menjamin pelayanan prima pada klien.
a. Rasional
1) Kolaborasi antara sejawat melalui komunikatif efektif meningkatkan kualitas
pemberian pelayanan asuhan pelayanan kesehatan pada klien
b. Kriterian struktur
1) Tersedianya mekanisme untuk telaah sejawat yang mengevaluasi hasil asuhan
keperawatan.
2) Adanya perawat yang berperan sebagai telaah sejawat yang mengevalusi hasil
asuhan keperawatan
3) Perawat berperan aktif dalam kolaborasi sejawat.
c. Kriteria proses
1) Perawat berperan serta aktif dalam kolaborasi kolonarisasi antar terdisiplin
melalui mekanisme telaah sejawat.
2) Perawat memanfaatkan hasil kolaborasi sejawat dan melaksanakan asuhan
keperawatan.
d. Kriteria hasil
1) Adanya kesepakatan antar sejawat
2) Dilakukan perbaikan tindakan bedasarkan hasil pertemuan kolaborasi sejawat
2.4. Tujuan kesejawatan
Adanya kesejawan yaitu bertujuan dengan rasa kebersamaan diantara sesama
profesi, pelayanan kesehatan, pasien, keluarga pasien. Dengan adanya perawat dapat
mewujudkan rasa kebersamaannya dan memperjuangkan martabat diri dan profesinya
atas dasar prinsip silih asih, silih asuh, silih asah. Semua ciri profesi tersebut pada
dasarnya telah tersirat dalam kode etik perawat indonesia sebagai pegangan
profesionalisme perawat. Seorang perawat didorong juga untuk memiliki rasa
profesionalisme, yaitu sikap mental yang senantiasa mendorong dirinya untuk
mewujudkan diri sebagai pekerja profesional. Profesionalisme pada dasarnya
merupakan motivasi instrinsik yang didukung oleh lima kompetensi sebagai berikut :
1) Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekat standart ideal
2) Meningkatkan dan memelihara citra positif
3) Keinginan untuk senantiasa mengejar kesempatan pengembengan profesional yang
dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas pengetahuan dan ketrampilannya
4) Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi
5) Memiliki kebanggan akan profesinya

2.5. Hubungan perawat dengan sejawat


Perawat dalam menjalankan tugasnya, harus dapat membina hubungan baik dengan
semua perawat yang berada dilingkungan kerjanya. Dalam membina hubungan
tersebut, sesame perawat harus terdapat rasa saling menghargai dan tenggang rasa
yang tinggi agar tidak terjebak dalam sikap saling curiga dan benci.
Sikap yang menunjukkan rasa persaudaran :
1. Silih asuh dimaksudkan bahwa sesame perawat dapat saling membimbing,
manasihati,menghormati, dan mengingatkan bila sejawat melakukan kesalahan
atau kekeliruan.
2. Silih asih dimaksudkan bahwa setiap perawat dalam menjalankan tugasnya dapat
saling menghargai satu sama lain, saling kasih mengasihi sebagai anggota profesi,
saling bertenggang rasa dan bertoleransi yang tinggi sehingga tidak terpengaruh
oleh hasutan yang dapat membuat sikap saling curiga dan benci.
3. Silih asah dimaksudkan bahwa perawat yang merasa lebih pandai /tahu dalam
hal ilmu pengetahuan, dapat membagi ilmu yang dimilikinya kepada rekan
sesame perawat tanpa pamrih.

Koordinasi dan komunikasi tidak hanya diperlukan antartenaga professional


kesehatan, tetapi juga dalam suatu tim profesi, termasuk perawat. Dengan demikian,
perawat mampu melaksanakan peran dan fungsinya secara berkesinambungan.
Telah disadari bersama bahwa tenaga keperawatan harus bekerja sepanjang waktu
untuk member pelayanan pemenuhankebutuhan dasar klien. Perawat merupakan
profesi yang harus setia setiap saat di sisi klien sehingga kerjasama, koordinasi, dan
komunikasi antar perawat yang terlibat dalam tim perawatan klien harus dilakukan
untuk mencegah terputusnya proses keperawatan yang di selenggarakan.
Read more: http://dhedik-17.blogspot.com/2012/12/hubungan-perawat-dengan-
sejawat-perawat.html#ixzz616Otr5ow

2.6. Standart Kinerja Profesional Keperawatan


Semua profesi memiliki sebagai landasan dan keyakinan kode etik dan ata standart
kinerja profesional. Profesi keperawatan tidak berbeda. Sebagai bidang keperawatan
tumbuh dan perubahan dalam mendefinisikan peran perawat terna sentral akan selalu
bahwa kepedulian. Dapat dikatakan bahwa semua tugas dan tanggung jawab lainnya
dari perawat telah berpusat di lingkungan sekitar. Merawat telah dijelaskan oleh teori
keperawatan banyak orang sebagai fitrah manusia untuk dapat memberikan bantuan
tanpa syarat dalam bentuk lakukan untuk komunikasi terapeutik terapai sentuhan kasih
sayng kelembutan semangat dan kerendahan hati untuk mengetahui dirinya.
Jean watson Ph.D. psikologi pendidikan dan konseling mengambangkan teori kepedulian
pertama kali diterbitkan pada tahun. Dia percaya bahwa kepedulian itu penting bagi
profesi keperawatan serta menjadi prinsip pemersatu praktek. Dua asumsi utama yang
dia dibuat adalah sebagai berikut :
a. Perawat dan cinta merupakan energi psikis primal dan universal
b. Perawatan dan cinta yang diperlukan untuk kelangsungan hidup kita dan makanan
bagi umat manusia
Selain standar asuhan keperawatan, diperlukan juga panduan kinerja profesional yang
terdiri dari 8 standar. Menurut American Nurses Association (ANA), 1991 Standar
Penampilan Profesional Keperawatan terdiri dari : (1) Jaminan Mutu, (2) Penilaian
kinerja perawat, (3) Edukasi, (4) Kesejawatan, (5) Etika, (6) Kolaborasi, (7) Penelitian dan
(8) Penggunaan sumber daya.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA