Anda di halaman 1dari 11

Analisis Real

CRITICAL JOURNAL REVIEW


Infimum dan Supremum dari Set Tanpa Aksioma
(Diajukan untuk memenuhi tugas critical journal review)

OLEH:
DEWIE HARTATI HARAHAP (4171230003)
GRESSYA YOLA PERBINA T. (4172230008)
HAFIZAH MIRANDA PUTRI (4173530022)

DosenPengampu:
Tri Andri Hutapea, ,S.Si, M.Sc

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019

1
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan rahmatNya kepada kami hingga pada saat ini kami dapat
menyelesaikan CJR untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Aljabar Grup.
Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kami dalam
pembuatan proyek ini sehingga kami dapat membuat CJR ini dengan baik dan
tepat pada waktunya. Kami juga berterima kasih kepada kedua orang tua kami
karena atas doa yang selalu mereka panjatkan dan dengan dorongan yang mereka
berikan hingga pada saat ini kami dapat menjalankan kuliah kami dengan baik.
Kami menyadari bahwa CJR yang kami buat ini masih banyak kekurangan,
baik dalam segi penulisan maupun dalam penempatan kata demi kata. Oleh karena
itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
penyempurnaan penulisan CJR ini.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu penyelesaian penulisan laporan ini sampai selesai.

Medan, November 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................... ii
DAFTAR ISI .......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1

1.1. Latar Belakang ............................................................................ 1


1.2. Rumusan Masalah ....................................................................... 1
1.3. Tujuan ......................................................................................... 1

BAB II HASIL RIVIEW ...................................................................... 2


DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 8

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang masalah
Sehubungan dengan diterapkannya kurikulum KKNI di Universitas Negeri
Medan, para mahiswa dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan ide, dan
kreatifitasnya. Dalam Critical Jurnal Review ini mahasiwa meriview sebuah
jurnal, dan meringkas menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dipahami
oleh mahasiswa yang melakukan critical jurnal review ini, termasuk mengetahui
keunggulan dari penelitian yang dilakukan.
Dalam makalah ini, dengan menggunakan ide-ide dari penulis kedua, kami
membangun beberapa koneksi di antara infimum dan supremum yang paling
sederhana dari himpunan terurut. Yaitu, set yang berubah-ubahdengan relasi
ketidaksetaraan.
1.2 Tujuan
Critical jurnal review yang saya buat ini, bertujuan untuk :
1. Mencari dan mengetahui informasi dalam jurnal
2. Melatih untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
jurnal.
1.3 Manfaat
Adapun manfaat dalam critical jurnal review ini adalah :
1. Mahasiswa mengetahui dan memahami penelitian yang ada pada jurnal
2. Mahasiwa mengetahui dan mendapakan formasi yang terangkum dalam
jurnal
3. Menumbuhkan kekreatifan berpikir dalam menelaah jurnal
4. Sebagai bahan penilaian dosen

4
BAB 2
REVIEW JURNAL

Aspek Keterangan

Judul
Infimum dan Supremum dari Set Tanpa Aksioma

Jenis Jurnal Mathematics Subject Classification


Volume dan
Volume 16 Nomor 2
Halaman
ISSN 2338-5197
Tahun 2008
Penulis Zoltan BOROS dan Arpad SZAZ

Reviewer Dewie, Gressya, Hafizah


Tanggal 10 November 2019

HASIL RIVIEW
Tujuan Menggunakan ide-ide dari penulis kedua, kami membangun beberapa
Penelitian koneksi di antara infimum dan supremum yang paling sederhana dari
himpunan terurut. Yaitu, set yang berubah-ubahdengan relasi
ketidaksetaraan.
Subjek Koneksi di antara infimum dan supremum yang paling sederhana dari
Penelitian himpunan terurut.
Assesment Assesment data dlakukan dengan mengidentifikasi permasalahan,
Data pengumpulan data, dan dengan menggunakan ide-ide dari penulis
kedua.
Hasil Pada makalah ini, X akan menunjukkan set berubah-ubah yang
Penelitian dilengkapi dengan hubungan biner acak ≤. Dengan demikian, X dapat
dianggap sebagai set perintah yang digeneralisasi, atau set yang dipesan
tanpa aksioma. Untuk A ⊂ X, anggota dari keluarga.
lb(A) = x  X : a  A : x  a
dan

5
ub(A) = x  X : a  A : a  x
masing-masing disebut batas bawah dan atas A dalam X. Dan anggota
dari keluarga.
min(A) = A  lb(A) , max(A) = A  ub(A),
inf (A) = max (lb(A)) , sup (A) = min(ub(A))
masing-masing disebut minima, maxima, Infima, dan suprema A di X.
Teorema 1.1
1. lb ( )  X dan ub( )  X
2. lb(B)  lb(A) dan ub(B)  ub(A) untuk semua A  B  X.

Bukti. Lebih mudah untuk mencatat bahwa lb (A) =  a A


lb (a),

dimana lb (a) = lb ({a}). Oleh karena itu, pernyataan pertama dari


(1) dan (2) cukup jelas.
Teorema 1.2 Jika a  X , maka
1. A  ub (lb(A)) dan A  lb (ub(A));
2. lb(A) = lb (ub(lb(A)) ) dan ub(A) = ub (lb(ub(A)) ).

Bukti. Lebih mudah untuk mencatat bahwa, untuk A, B  X, kita


memiliki A  lb (B) jika dan hanya jika B  ub (A). Oleh karena
itu, dengan inklusi lb (A)  lb (A) dan ub (A)  ub (A), jelas bahwa
(1) benar.
Sekarang, dari pencantuman pertama (1), oleh Teorema 1.1,
jelas bahwa lb (ub ( lb (A)))  lb (A). Selain itu, dari pencantuman
kedua (1), dengan menulis lb (A) sebagai pengganti A, kita dapat
melihat bahwa lb (A)  lb (ub (lb (A))). Oleh karena itu,
pernyataan pertama dari (2) itu juga benar.
Teorema 1.3 Jika a  X , maka
1. inf (A) = sup(lb(A)); 2. sup(A) = inf
(ub(A)).

Bukti. Dengan definisi dan Teorema 1.2 yang sesuai, jelaslah


bahwa inf (A) = max (lb (A)) = ub (lb (A))  lb (A) = ub ( lb (A))
 lb (ub (lb (A))) = min (ub (lb (A)) = sup (lb (A)). Karena itu, (1)

6
itu benar.
Teorema 1.4 Kita punya
1. inf ( ) = ub(X) = max(X) = sup(X);
2. sup( ) = lb(X) = min(X) = inf(X).

Bukti . Jika (1) berlaku, maka sejak Ib ( ) = X kita juga harus


memiliki inf ( )   . Oleh karena itu, dengan menggunakan inf ( ) = ub
(X), kita dapat menyimpulkan bahwa ub (X)   . Sekarang, dengan
Proposisi 3.2, jelas bahwa (2) juga berlaku.
Di sisi lain, jika (2) holds, maka karena ub (X) ( X )  X Kita
memiliki X   .Lebih dari itu, karena inf ( ) = ub (X), kita dapat
melakukan ub (X)   . Selanjutnya, dari Definisi 2.1, jelas bahwa (1)
juga berlaku.
Analogi untuk teorema 3.3 dan 3.4, kita juga dapat dengan
mudah membuktikan ekstensi berikut dari kesetaraan (ii) dan (iii)
didalam [2, Teorema 2.31, hal. 47].
Teorema 3.5 Pernyataan berikut ini setara:
(1) X adalah infrimum lengkap
(2) X adalah tak benar infrimum sempurnadan ub (X)   .
(3) X adalah palsuinfrimum sempurna dan Ib (X)   ;
(4) X adalah setengahinfrimum sempurna dan Ib (X)   ub
(X)   .
Keterangan 3.6 Di bawah ini teorema dapat di formulasikan
dengan menggunakan Ib (X) = min(X) = infrimum (X) dan ub (X) =
max (X) = suprimum (X).
Selain itu, perlu juga di perhatikan bahwa hasil dari bagian ini
dapat di gandakan denngan menulis sub ub dan lb, sebagai ganti lb ub,
masing- masing.
4. Hubungan antara kelengkapan infrimum dan supremum
Teorema berikut adalah perpanjanganlangsung dari 1, Teorema
3, p.112] dan yang setara (i) dan (ii) dalam [ 2 , Teorema 2.31, p. 47 ].

7
Karna teorema 1.3, bukti yang di berikan di sini jauh lebih pendek dan
lebih alami dari pada yang biasa.
Teorema 4.1 pernyataan berikut yang setara:
(1.) X infrimum sempurna ;
(2.) X suprimum sempurna
Bukti. Untuk membuktkan (1)  (2), catatan bahwa jika 1
penahan dan A  X , kemudian dari defenisi 2.1 kita mempunyai
infrimum (ub( A))  0 . Selain itu dari teorema 1.3, kita juga
mempunyai suprimum A = infrimum( ub (A)).Oleh karena itu,
suprimum ( A)   , Dan dengan demikian (2) juga penahan.
Oleh karena , itu jelas bahwa secara khusus kami juga
memiliki.
Corollary 4.2 X lengkap jika dan hanya jika ada infinit yang lengkap
atau suprimum engkap.
Analog dengan teorema 4.1, kita juga dapat dengan mudah
membuktikan peningkatan berikut ini [4, teoremma 17, p.61 dan [2
Lemma 2.30, p.4].
Teorema 4.3 pernyataan berikut yang setara:
(1.) X tak benar infrimum sempurna ;
(2.) X palsu suprimum sempurna
Bukti. Jika 1 penahan dan selain itu A  X merupakan,
kemudian dari defenisi 2.1 kita mempunyai infinitit (ub( A))  0 .
Selain itu , dari teorema 1.3, kita juga punya sup (A) = inf (ub(A)).
Oleh karena itu, sup ( A)   , dan dengan demikian (2) juga penahan.
Untuk membuktikan impikasi kebalikan andaikan sekarang
bahwa dua penahan dan kemudian A  X seperti ( A)   . Kemudian
dari teorema 1.2 kita mempunyai A  ub(lb( A)). Selain itu ub (lb(A))
  . Sebab itu , dari (2), ini mengikuti bahwa sup (lb( A))  0 . Oleh
karena itu dari 1.3 kita mempunyai inf (A) = sup (lb(A)). Oleh sebab
itu,inf ( A)   , dan demikian (1) juga penahan.
Sekarang, sebagai ganda yang jelas dari teorema di atas, ita juga

8
dapat menyatakan
Teorema 4.4 pernyataan berikut yang setara:
(1.) X tak benar infrimum sempurna ;
(2.) X palsu suprimum sempurna,
Oleh karena itu, jelas bahwa secara khusus kami jiga memiliki
Corollary 4.5 X tak benar infrimum sempurna jika dan hanya jika X
palsu suprimum sempurna
Selain itu, dari menggunakan teorema 1.2 dan 1.3, kita dapat
juga dengan mudah membuktikan perluasan teorema dasar berikut
tentang kelengkapan kondisional dari set yang di pesan sebagian. (
untuk hasi terkait ,lihat di [1. Teorema . p. 114] )
Teorema 4.3 pernyataan berikut yang setara:
(1.) X setengahinfrimum sempurna ;
(2.) X setengah suprimum sempurna,
Bukti. Untuk membuktkan (1)  (2), misalkan (1) kebalikan
andaikan sekarang bahwa dua penahan dan kemudian A  X seperti
( A)   . Kemudian dari teorema 1.2 kita mempunyai A  lb(ub( A)).
Selain itu lb (ub(A))   adalah untuk semua. Sebab itu ,dari defenisi
2.1 jeas bahwa inf (ub(A))   .Oleh karena itu dari 1.3 kita akan
mempunyai sup (A) = inf (ub(A)). Oleh sebab itu, sup ( A)   , dan
demikian (2) juga penahan.
Oleh karena itu, jelas bahwa secara khusus kami jiga memiliki

Corollary 4.7 X setengah infrimum sempurna jika dan hanya


jika X setengah suprimum sempurna.
Kelebihan 1. Menjelaskan materi penelitian secara terperinci
Penelitian 2. Disertai dengan gambar dan tabel untuk mempermudah kita
memahami apa yang di paparkan pada jurnal tersebut
3. Menyertakan, bukti-bukti yang lengkap mengenai teorema-
teorema yang ada.
Kelemahan 1. Jurnal ini menggunakan bahasa yang terlalu bertele tele,

9
Penelitian sehingga dapat menyebabkan orang yang membaca jurnal ini
menjadi bosan.
2. Struktur jurnal tidak lengkap, yaitu tidak ada metode penelitian
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan
sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
Didapatkan ekstensi langsung dari beberapa teorema dasar pada set
yang dipesan sebagian. Karena persamaan inf (A) = sup (lb (A)) dan
sup (A) = inf (ub (A)) didirikan pertama kali oleh penulis kedua, bukti
yang diberikan di sini jauh lebih pendek dan lebih alami daripada yang
biasanya.

10
DAFTAR PUSTAKA
BOROS, Zoltan dan Arpad SZAZ.2008. Infimum dan Supremum dari Set Tanpa
Aksioma. Mathematics Subject Classification.Vol(16)(2).

11