Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

KOMITE KEPERAWATAN KOMUNITAS

Disusun oleh :

Mila Nurkamila

S16105

S16B

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


STIKES KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2019
KOMITE KEPERAWATAN KOMUNITAS

A. Pengertian
Komite Keperawatan merupakan wadah non struktural yang
berkembang dari struktur organisasi formal rumah sakit bertujuan untuk
menghimpun, merumuskan dan mengkomunikasikan pendapat dan ide-ide
perawat/bidan sehingga memungkinkan penggunaan gabungan
pengetahuan, keterampilan, dan ide dari staf profesional keperawatan.
Komite Keperawatan merupakan oganisasi yang berfungsi sebagai wahana
bagi tenaga keperawatan untuk berpartisipasi dalam memberikan masukan
tentang hal-hal yang terkait masalah profesi dan teknis keperawatan.
B. Prinsip
Prinsip sinergisme yang memberlihatkan thinking power kelompok
terpilih untuk bersama-sama berupaya memperoleh keluaran yang lebih
efektif. Tenaga keperawatan profesional diberdayakan untuk berkontribusi
secara kolektif terhadap proses pengambilan keputusan yang berhubungan
dengan pelayanan keperawatan.
C. Tujuan Pembentukan
Mewujudkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan :
1. Mengorganisasi kegiatan pelayanan keperawatan melalui
penggabungan pengetahuan, keterampilan dan ide-ide.
2. Menggabungkan sekelompok orang yang menyadari pentingnya
sinergi dan kekuatan berpikir agar dapat memperoleh output yang
paling efektif.
3. Meningkatkan otonomi tenaga keperawatan dalam pengelolaan
pelayanan keperawatan di RS.
D. Peran Komite Keperawatan Komunitas
a. Fasilitator pertumbuhan dan perkembangan profesi melalui
kegiatan yang terkoordinasi.
b. Tim kendali mutu untuk mempertahankan pelayanan kesehatan
yang berkualitas dan aman.
c. Problem solver dalam mengatasi masalah keperawatan yang terkait
dengan etik dan sikap moral perawat.
d. Investigator, kelompok peneliti yang mengkaji berbagai aspek
keperawatan untuk meningkatkan pelayanan.
e. Implementator,vmenjamin diterapkannya standar praktek, asuhan,
dan prosedur.
f. Human relation team, menjamin hubungan kerja dengan staff
g. Designer/implementator/pemantau dan evaluator ide baru.
h. Komunikator, edukator, negosiator, dan pemberi rekomendasi
terhadap hasil kerja staff.
E. Fungsi Komite Keperawatan Komunitas
Dalam kaitan dengan pelayanan keperawatan di rumah sakit
a. Menjamin tersedianya norma-norma : standar praktek/asuhan/prosedur
keperawatan sesuai lingkup asuhan dan pelayanan serta aspek penting
asuhan di seluruh area keperawatan.
b. Menjaga kualitas asuhan melalui perumusan rencana peningkatan mutu
keperawatan tingkat rumah sakit: menetapkan alat-alat pemantauan,
besar sampel, nilai batas, metodologi pengumpulan data, tabulasi, serta
analisis data.
c. Mengkoordinasi semua kegiatan pemantauan mutu dan evaluasi
keperawatan : jenis kegiatan, jadwal pemantauan dan evaluasi,
penanggung-jawab pelaksana.
d. Mengintegrasikan proses peningkatan mutu keperawatan dengan
rencana rumah sakit untuk menemukan kecenderungan dan pola kinerja
yang berdampak pada lebih dari satu departemen atau pelayanan.
e. Mengkomunikasikan informasi hasil telaah mutu keperawatan kepada
semua yang terkait, misalnya komite mutu rumah sakit.
f. Mengusulkan solusi kepada manajemen atas masalah yang terkait
dengan keprofesionalan tenaga dan asuhan dalam sistem pemberian
asuhan, misalnya sistem pelaporan pasien, penugasan staf.
g. Memprakarsai perubahan dalam meningkatkan mutu asuhan
keperawatan.
h. Berpartisipasi dalam komite mutu tingkat rumah sakit.
i. Mempertahankan keterkaitan antara teori, riset dan praktek.
Dalam kaitan dengan anggota:
a. Menetapkan lingkup praktek, kompetensi dan kewenangan fungsional
tenaga keperawatan.
b. Merumuskan norma-norma: harapan dan pedoman perilaku.
c. Menyediakan alat ukur pantau kinerja tenaga keperawatan.
d. Memelihara dan meningkatkan kompetensi untuk meningkatkan kinerja
anggota.
e. Membina dan menangani hal-hal yang berkaitan dengan etika profesi
keperawatan.
f. Mewujudkan komunitas profesi keperawatan.
g. Merumuskan sistem rekruitmen dan retensi staff.
F. Tugas Komite Keperawatan Komunitas
a. Menyusun dan menetapkan Standar Asuhan Keperawatan di RS
b. Memantau pelaksanaan asuhan keperawatan
c. Menyusun model Praktek Keperawatan Profesional
d. Memantau dan membina perilaku etik dan profesional tenaga
keperawatan
e. Meningkatkan profesionalisme keperawatan melalui peningkatan
pengetahuan dan keterampilan seiring kemajuan IPTEK yang
terintegrasi dengan perilaku yang baik.
f. Bekerja-sama dengan Direktur/bidang keperawatan dalam
merencanakan program untuk mengatur kewenangan profesi tenaga
keperawatan dalam melakukan asuhan keperawatan sejalan dengan
rencana strategi RS.
g. Memberi rekomendasi dalam rangka pemberian kewenangan
profesi bagi tenaga keperawatan yang akan melakukan tindakan
asuhan keperawatan
h. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan tenaga keperawatan,
menyampaikan laporan kegiatan Komite Keperawatan secara berkala
(setahun sekali) kepada seluruh tenaga keperawatan RS.
G. Struktur Organisasi Komite Keperawatan Komunitas
a. Ketua Komite
Tujuan : Memberi kepemimpinan dan arah kepada sub komite
Lingkup tugas :
1. Mereview berbagai isu yang disajikan dan merujuk ke sub komite
yang sesuai.
2. Menjaga dan merekomendasi perbaikan-perbaikan yang
diperlukan.
3. Memberi bimbingan dan dukungan kepada sub komite.
4. Memfasilitasi proses penetapan tujuan tahunan sub komite
5. Mereview jadwal operasional tahunan
b. Sub Komite Praktek Keperawatan
Tujuan : Menetapkan, mengimplementasikan dan menjaga standar
praktek klinik keperawatan tertinggi, konsisten dengan standar
profesional yang ditetapkan dan atau yang berkembang dan yang
dipersaratkan lembaga pengatur.
Lingkup tugas :
1. Menetapkan lingkup praktek dari perawat profesional dan
vokasional : peran dan tanggung jawab staf penunjang asuhan, dan
kompetensi umum dan khusus.
2. Menyusun dan memperbaiki uraian tugas dari staf klinik.
3. Berpartisipasi dalam tim kredensial dari para pelaksana
praktek yang ditetapkan.
4. Mereview, menyetujui, dan memperbaiki standar asuhan
klinik dibidang dimana asuhan keperawatan diberikan.
5. Menyusun format evaluasi dan review sejawat untuk semua
perawat klinik.
6. Menggunakan temuan-temuan riset keperawatan kedalam
praktek klinik bila cocok.
7. Menyusun dan merevisi sistem dokumentasi keperawatan.
c. Sub Komite Pengembangan Profesi
Tujuan : Menetapkan, mengimplementasikan, dan menjaga standar
kependidikan yang meningkatkan pertumbuhan keprofesian dan
kompetensi klinik tanpa henti.
Lingkup tugas :
1. Menetapkan dan mengevaluasi kebutuhan pendidikan
keperawatan dan menetapkan proses-proses untuk memenuhi
kebutuhan kependidikan staf bersamaan dengan pengembangan
staf.
2. Meningkatkan akontabilitas individual para perawat untuk
pendidikanyang diwajibkan dan memfasilitasi proses
kredensial/sertifikasi ulang.
3. Menetapkan peran dan tanggung jawab preseptor.
4. Memelihara lingkungan yang kondusif untuk peningkatan
dan pemanfaatan riset keperawatan.
5. Berpartisipasi dalam program rekruitmen, pengakuan, dan
retensi melalui kolaborasi dengan bagian SDM/HRD.
d. Sub Komite Mutu Keperawatan
Tujuan : Memantau ketepatan dan efektifitas asuhan yang diberikan
oleh staf keperawatan sekaligus mengkaji dan memastikan kepatuhan
dengan standar dan praktek yang ditetapkan.
Lingkup tugas :
1. Menyusun, merevisi dan menyetujui rencana peningkatan mutu
keperawatan.
2. Mengintegrasikan peningkatan mutu keperawatan dengan
rencana RS.
3. Memantau dan memastikan kepatuhan terhadap standar
yang telah ditetapkan.
4. Memastikan kepatuhan terhadap jadwal pelaporan untuk
perbaikan kinerja komite.
5. Mensahkan dan memantau rencana peningkatan mutu unit.
H. Susunan Organisasi Komite Keperawatan Komunitas
Komite Keperawatan:
a. Terdiri dari ketua, wakil dan sekretaris dan anggota.
b. Ketua dipilih anggota dari 3 (tiga) calon ketua.
c. Dipilih setiap 3 tahun dan ditetapkan dengan SK direksi.
d. Anggota dipilih dari perwakilan bidang keahlian dan kelompok tenaga
keperawatan, misalnya medikal bedah, anak, kritikal dan kelompok
Perawat Klinik, peer manager dll.
e. Komite Keperawatan mempunyai sub komite.
I. Persiapan Pembentukan Komite Keperawatan Komunitas
a. Membentuk panitia persiapan
b. Pengarahan bagi panitia persiapan
c. Bedah buku, belajar dari komite RS lain.
d. Menyusun program kerja : tujuan, sasaran, susunan organisasi, tata
kerja, jadwal pertemuan, mekanisme laporan, masa kerja komite.
e. Presentasi pada pimpinan daerah/dewan pendiri dan direksi RS.
f. Sosialisasi.
g. Pembentukan dan pengesahan komite.
h. Implementasi kerja komite.
i. Evaluasi.
J. Perbedaan Pembentukan Komite Keperawatan Komunitas
dan Bidang Keperawatan
Komite Keperawatan bekerjasama dan melakukan koordinasi
dengan Bidang Keperawatan serta saling memberikan masukan tentang
perkembangan profesi keperawatan dan kebidanan di rumah sakit. Komite
dengan Direktur/Bidang keperawatan bukan hubungan atasan-bawahan,
melainkan hubungan kerjasama, koordinasi, kemitraan, dan saling
menguatkan.
Komite Keperawatan dapat menjadi :
a. Media utama untuk mengakomodasi dan memfasilitasi berkembangnya
profesional keperawatan yang dapat mempertahankan mutu pelayanan
keperawatan yang diberikan.
b. Menjadi mitra direktur/bidang keperawatan dalam mencapai visi dan
misi serta tujuan bidang keperawatan.
c. Membantu fungsi-fungsi manajemen dan menyelesaikan persoalan
operasional.
d. Memberi penasehatan terkait aspek profesi keperawatan.