Anda di halaman 1dari 4

1. Bagaimana mengelola bisnis agribisnis dengan baik?

Jawab:
Dalam mengelola agribisnis, pentingnya sebuah manajemen yang baik. Kita
definisikan manajemen sebagai ”seni untuk mencapai hasil yang diinginkan secara
gemilang dengan sumber daya yang tersedia bagi organisasi”

Beberapa kata kunci dalam definisi tersebut dicetak miring untuk menekankan unsur-unsur
manajemen yang berhasil. Yang pertama adalah manusia yang melaksanakan manajemen (man
in management). Ada dua dimensi dalam manajemen yang baik, dimensi manusia dan dimensi
teknik.

Seni adalah kata kunci yang kedua, sebab manajemen adalah seni, bukan ilmu. Karena
manajemen sangat terkait dengan manusia, setiap orang dapat menggunakan prinsip-prinsip
manajemen untuk memelihara pertumbuhan dan kemajuan yang berkesinambungan menuju
potensi pengelolaan.

Kata kunci yang ketiga adalah berhasil/gemilang. Setiap manajemen yang baik, harus berhasil
memenuhi sasaran atau hasil yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya.

Sekarang kita berbicara tentang konsep manajemen, konsep pandangan yang terkenal yaitu
sebagai deretan fungsi. Pemikiran aliran ini biasanya melukiskan manajemen sebagai ”5P”
(Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengendalian, dan Pengkoordinasian). Dua
fungsi lainnya yang dapat ditambahkan yaitu pengkomunikasian dan pemotivasian, karena kedua
fungsi ini menopang berhasil tidaknya lima fungsi utama.

 Perencanaan

Menguraikan penetapan program khusus untuk mencapai hasil yang diinginkan.

 Pengorganisasian

Mencakup pemaduan bagian-bagian organisasi agar cocok satu sama lain.

 Pengarahan

merupakan daya upaya untuk menunjukkan jalan terbaik.

 Pengkoordinasian

Menggambarkan usaha-usaha untuk memastikan bahwa ”gigi roda” organisasi bertautan dengan
lancar.

 Pengendalian

Berarti pemeriksaan atas tercapai tidaknya tujuan.

Dapat kita simpulkan bahwa Manajemen adalah suatu proses untuk mencapai hasil-hasil yang
diinginkan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.
2. Bagaimana peran manajer dalam mengelola agribisnis?

Jawab:

1. Perencanaan

Perencanaan agribisnis merupakan suatu sistematis untuk mencari alternatif-alternatif baru,


disertai dengan perhitungan konsekuensi finansialnya terhadap hasil dan biaya. Kegiatan
perencanaan agribisnis meliputi beberapa hal yaitu, pertama identifikasi kebutuhan pasar
yang mana perencanaan agribisnis terlebih dahulu harus dapat menjawab apa yang
diinginkan oleh pembeli untuk menekan kerugian dan untuk memperoleh keuntungan yang
sebesar-besarnya. Selain untuk mengetahui kebutuhan pasar, pengidentifikasian ini juga
berfungsi untuk mengetahui beberapa sumber informasi seperti grosir, warung kecil,
konsumen akhir, dan lembaga keuangan (Bank pemerintah). Kedua identifikasi kebutuhan
industri hilir yaitu kegiatan agroindustri, pada proses ini para manajer wajib pengetahui
bagaimana proses penyimpanan, pengeringan, pengolahan hasil, sampai dengan proses
pengangkutan hal tersebut bertujuan untuk meminalkan kerugian yang mungkin terjadi.
Ketiga yaitu identifikasi jaringan ketersediaan agroinput yang meliputi lembaga penyedia
(industri hulu), mutu, jumlah, harga, dan waktu ketersediannya. Keempat identifikasi jaringan
ketersedian modal usaha, hal ini merupakan hal yang penting karena modal merupakan
faktor pertama yang menunjang terjadinya proses agribisnis

 Pengorganisasian

Langkah selanjutnya setelah perencanaan yaitu pengorganisasian, dalam pengorganisasian


ditetapkan sistem organisasi yang dianut untuk menetapkan pembagian pekerjaan, tugas
dan tanggung jawab dari masing-masing orang yang ikut bekerja sama untuk mempermudah
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi mempunyai tiga komponen yaitu
fungsi, personalia, dan faktor-faktor sarana fisik. Seorang manajer sangat berperan dalam
pengorganisasian untuk dapat mengelola orang-orang yang tergabung dalam suatu
organisasi tersebut. Seorang manajer harus mampu memberi bimbingan kepada
bawahannya dan harus dapat memimpin organisasi tersebut dengan penuh rasa tanggung
jawab agar menjadi teladan kepada para bawahannya (Firdaus, 2009).

3. Pengarahan

Fungsi pengarahan merupakan gerak pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan fungsi


perencanaan dan pengorganisasian. Menurut Downey dan Erickson (1992), pengarahan
bertujuan untuk menentukan kewajiban dan tanggung jawab, menetapkan hasil yang harus
dicapai, mendelegasikan wewenang yang diperlukan, menciptakan hasrat untuk berhasil,
mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mestinya. Pengarah
merupakan jantung dari proses manajemen dan harus didasarkan pada rencana organisasi
yang baik, yang menentukan tanggung jawab, wewenang, dan evaluasi. Selain itu
pengarahan berfungsi untuk membuat organisasi tetap hidup, untuk menciptakan kondisi
yang menumbuhkan minat kerja, kekuatan untuk bertindak, pemikiran yang imajinatif dan
kelompok kerja yang berkelanjutan.
4.Pengkoordinasian

Dalam suatu organisasi sering terjadi perbedaan antar anggota organisasi, padahal suatu
organisasi disusun untuk mencapai satu tujuan bersama. Hal tersebut dapat menimbulkan
perbedaan yang akhirnya dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil, oleh karena itu
berbagai pendapat tersebut perlu dipadukan agar harmonis dalam suatu tindakan koordinasi
yang akan menuju kesuatu tujuan organisasi. Koordinasi merupakan daya upaya untuk
mensinkronkan dan menyatukan tindakan-tindakan sekelompok manusia. Koordinasi
merupakan otak dalam batang tubuh dari keahlian manajemen.

5. Pengawasan

Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilakukan dalam manajemen, sebab
dengan pengawasan dapat diketahui hasil yang telah tercapai dan apabila terjadi
penyimpangan dapat dilakukan perbaikan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat
tercapai.

3.Usaha apa yang dapat dilakukan manajer untuk mengatasi pendapat?

Jawab:

Membangun komunikasi

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan. Masalah komunikasi dan hambatan
persepsi bahasa dan budaya perlu diatasi agar tercipta komunikasi yang baik. Bila komunikasi di
lingkungan kerja berjalan baik, maka pemimpin dapat dengan mudah menyampaikan instruksi,
informasi, dan melakukan evaluasi hasil kerja karyawan. Kesuksesan perusahaan tergantung pada
bagaimana cara mengelola SDM dan merangkul segala perbedaan.

Pelajari karakteristik karyawan

Hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi keragaman dalam perusahaan adalah mempelajari
karakteristik individu masing-masing. Bila pengelolaan keragaman karyawan dilakukan dengan baik,
maka akan dapat menguntungkan perusahaan.

Pasalnya, berbagai alternatif pemecahan dan solusi akan muncul bila sewaktu-waktu terjadi
permasalahan. Pelajari karakter karyawan sesuai dengan bidang kerja, dengan begitu Anda tahu apa
yang harus dilakukan jika terjadi konflik tanpa harus menimbulkan masalah lain yang bertentangan
dengan karakteristik karyawan.
Bersikap terbuka

Perlu strategi khusus agar budaya keragaman dapat efektif menembus setiap departemen, tiap divisi,
dan fungsi organisasi. Kembangkan sikap keterbukaan di lingkungan kerja dan dorong karyawan untuk
dapat mengungkapkan pendapat dan ide mereka. Berikan nilai yang sama dan hargai setiap pendapat
yang ada. Karyawan dapat berbagi beragam sudut pandang berdasarkan pengalaman dan ide mereka.
Ini penting untuk dapat mengembangkan strategi bisnis perusahaan.

Perlakukan yang adil

Masalah yang kerap muncul dalam keragaman adalah adanya perbedaan perlakuan. Diskriminasi
biasanya timbul bila terdapat standar yang berbeda terhadap individu. Pastikan setiap karyawan
mendapatkan kesempatan yang sama dalam lingkungan kerja dengan seadil mungkin. Buat kebijakan
alternatif agar terjadi kesetaraan dalam perusahaan. Perusahaan yang mempekerjakan karyawan yang
beragam bila diatur dengan baik dapat menyediakan berbagai macam solusi untuk masalah-masalah
yang ada.

Rutin lakukan evaluasi

Untuk menangkal resistensi perubahan, sebisa mungkin libatkan setiap karyawan untuk merumuskan
evaluasi keragaman. Gunakan hasil evaluasi tersebut untuk membangun kesuksesan perusahaan dengan
keragaman. Di era global seperti saat ini tentunya semakin beragam pula tenaga kerja yang ada. Bila
dikelola dengan baik, hal ini dapat menjadi kekuatan di lingkungan kerja dan memberikan manfaat yang
besar untuk kemajuan perusahaan.

Sistem rekrutmen terbuka

Sistem rekrutmen terbuka atau yang bisa disebut EEO (Equal Employment Opportunity) akan
menciptakan kesetaraan, sehingga tidak adanya perbedaan golongan dalam menentukan keputusan
perekrutan tenaga kerja. EEO akan membantu perusahaan dalam melakukan penilaian berdasarkan
kualifikasi kandidat, wawancara, kompetensi, standar kelulusan, dan penilaian kerja lainnya. Ini akan
menciptakan budaya kondusif, komprehensif, dan terukur.