Anda di halaman 1dari 40

MATERIAL BALANCE

Walaupun pada saat ini penggunaan metode material balance dalam interpretasi dan prediksi
kinerja reservoir sudah sangat terbatas sejalan dengan perkembangan aplikasi metode
numerik dan kemajuan komputer (yaitu simulasi reservoir) tetapi material balance masih
perlu untuk dipelajari. Disamping dapat digunakan sebagai metode pembanding terhadap
metode yang lebih baru tersebut, konsep yang mendasari metode material balance sangat
penting untuk diketahui. Sangat banyak sifat-sifat reservoir yang dapat dijelaskan dan
dipahami dengan menggunakan konsep material balance.

Persamaan material balance untuk reservoir hidrokarbon pertama kali dikembangkan oleh
Schilthuis pada tahun 1936. Sejak itu, metode berdimensi nol (zero dimension) dan lebih
tepat disebut dengan volume balance tersebut dipandang sebagai metode interpretasi dan
peramalan reservoir yang penting. Metode ini dapat diterapkan pada seluruh jenis reservoir
termasuk reservoir minyak jenuh dan tak jenuh, reservoir gas, dan reservoir kondensat.

Pada bab ini dijelaskan tentang persamaan umum material balance, persamaan khusus untuk
jenis reservoir tertentu, penerapan metode material balance dengan menggunakan teknik
tertentu (metode Havlena-Odeh), dan penggunaan material balance sebagai metode
peramalan kinerja reservoir.

Persamaan Umum Material Balance


Sebuah reservoir akan tetap berada dalam keadaan kesetimbangan seperti pada saat reservoir
tersebut terbentuk kecuali ada gangguan. Gangguan tersebut adalah kegiatan produksi yang
dilakukan melalui sumur-sumur. Sebagai akibat dari kegiatan produksi yang dalam hal ini
dilakukan dari zona oil, maka situasi di reservoir yang mengandung gas, minyak, dan air akan
berubah. Perubahan tersebut adalah:
1. Tekanan reservoir turun sehingga gas cap mengembang dan gas-oil contact (GOC) turun.
2. Ada rembesan air (influx) dari aquifer sehingga water-oil contact (WOC) naik.
3. Jika tekanan turun di bawah tekanan bubble maka solution gas akan keluar dari minyak.
Persamaan material balance diturunkan sebagai volume balance yang menyatakan bahwa
produksi kumulatif yang tercatat, dinyatakan dalam underground withdrawal, adalah sama
dengan perubahan volume akibat ekspansi fluida di reservoir karena tekanan reservoir turun.

Material Balance, hal. 1


Representasi perubahan volume (hydrocarbon pore volume, HCPV) sebagai akibat turunnya
tekanan tersebut dapat dilihat melalui gambar skematik berikut:

Gas cap
m N Boi (RB) B

Minyak +
solution gas
p C A
N Boi (RB)

pada pi pada p (p = pi – p)

Gambar sebelah kiri menyatakan keadaan volume fluida pada tekanan awal pi. Total volume
fluida pada keadaan tersebut adalah sama dengan volume pori reservoir (HCPV). Gambar
sebelah kanan menunjukkan efek penurunan tekanan sebesar p pada perubahan volumefluida
yang dalam hal ini adalah penambahan volume fluida. Gambar tersebut tentu saja sifatnya
hanya artificial. Dalam gambar tersebut:
Volume A: penambahan volume (HCPV) akibat ekspansi minyak + solution gas
Volume B: penambahan volume akibat ekspansi gas pada gas cap
Volume C: pengurangan volume akibat ekspansi connate water dan pengurangan volume
pori (pore volume, PV).
Jika produksi minyak dan gas yang dicatat di permukaan dinyatakan dalam underground
withdrawal dan dihitung pada tekanan p (artinya semua volume produksi minyak dan gas
dikembalikan ke reservoir pada tekanan p) maka volume minyak dan gas yang terproduksi
tersebut akan sama dengan volume A + B + C, yaitu total perubahan volume dari HCPV
awal. Sedangkan volume A + B + C tersebut adalah volume total akibat ekspansi fluida dan
pori di reservoir. Dengan demikian material balance (atau lebih tepat volume balance) dalam
reservoir barrel (RB) dapat dituliskan sebagai berikut:
Underground withdrawal = ekspansi minyak + solution gas
+ ekspansi gas pada gas cap
+ pengurangan volume (akibat ekspansi connate water dan
pengurangan PV)
+ water influx

Material Balance, hal. 2


Perlu dicatat di sini bahwa dalam gambar di atas tidak ditunjukkan perubahan volume akibat
water influx. Jika data PVT dan volume hidrokarbon pada waktu awal diketahui sebagai
berikut: pi (psia) , Boi (RB/STB), Bgi (RB/SCF), Bw (RB/STB), Rsoi (SCF/STB), N (STB), m,
cw (psi-1), cf (psi-1) dimana
Volume gas pada gas cap awal
m
Volume oil awal
dan data PVT dan data produksi pada suatu waktu t diketahui sebagai berikut: Np (STB), Wp
(STB), We (RB), Rp (SCF/STB), p, p, Bo (RB/STB), Bgi (RB/SCF) dimana
Pr oduksi gas kumulatif
Rp 
Pr oduksi oil kumulatif
maka persamaan volume balance di atas dapat dituliskan sebagai berikut:
Ruas Kiri:
Underground withdrawal = minyak terproduksi + gas terproduksi
= Np Bo + Np (Rp – Rso) Bg
= Np [Bo + (Rp – Rso) Bg]
dimana
Rp = producing GOR
Rso = solution GOR
Ruas Kanan:
(a) Ekspansi minyak + solution gas = ekspansi minyak + ekspansi gas yang keluar
dari larutan
= N (Bo – Boi) + N (Rsoi – Rso) Bg
= N [(Bo – Boi) + (Rsoi – Rso) Bg]
(b) Ekspansi gas pada gas cap:
Volume gas cap pada waktu awal (pada p = pi ) = m N Boi. Pada waktu p = p, p < pi,
Bg
volume gas tersebut = m N Boi , sehingga
Bgi

Bg
Ekspansi gas cap = m N Boi – m N Boi
Bgi
Bg
= m N Boi ( – 1)
Bgi
(c) Pengurangan HCPV karena connate water expansion dan pengurangan PV:
HCPV = (1 + m) N Boi

Material Balance, hal. 3


HCPV (1  m)N Boi
Total pore volume = =
1  Swc 1  Swc
(i) Ekspansi connate water:
Volume connate water = total pore volume  Swc
(1  m)N Boi
= Swc
1  Swc
sehingga ekspansi connate water:
Ekspansi connate water = volume connate water  cw  p
(1  m) N Boi S wc
= cw p
1  Swc

(ii) Pengurangan volume pori:


Pengurangan = total pore volume  cf  p
(1  m) N Boi
= cf p
1  Swc

(iii) Pengurangan HCPV:


(1  m) N Boi S wc (1  m) N Boi
= cw p + cf p
1  Swc 1  Swc
 Swc cw  cf 
= (1 + m ) N Boi  p
 1  Swc 
(d) Net water influx:
Produksi air dari reservoir = Wp Bw
Air yang masuk ke reservoir dari aquifer = We
Sehingga net water influx = We – Wp Bw

Maka material balance (atau volume balance) dalam reservoir barrel (RB):
Underground withdrawal = ekspansi minyak + solution gas
+ ekspansi gas pada gas cap
+ pengurangan volume (akibat ekspansi connate water
dan pengurangan PV)
+ water influx
dapat dituliskan dalam bentuk:
Bg
N [B + (R – R ) B ] = N [(B – B ) + (R –R)B]+mNB ( –1)
p o p so g o oi soi so g oi
Bgi

Material Balance, hal. 4


S c c
+ (1 +m) N Boi ( wc w f )p + (We – WpBw) B

(1  Swc)
Atau
N [B + (R – R ) B ] = N B  (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg + m ( Bg – 1)
p o p so g oi 
 Boi Bgi
S c c 
+ (1 + m) ( wc w f )p + W ( – W B)

B

e pw
(1  S wc) 
yang dikenal sebagai persamaan umum material balance. Dikatakan demikian karena bentuk
persamaan tersebut akan berbeda untuk jenis reservoir yang berbeda. Berikut adalah
persamaan khusus untuk beberapa jenis (typical) reservoir.

Persamaan Khusus Material Balance


1. Reservoir tanpa gas cap (tidak jenuh, undersaturated). Karena tidak ada gas cap dalam
reservoir ini maka m = 0, sehingga persamaan yang berlaku adalah:
N [B + (R – R ) B ] = N B (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg
p o p so g oi 
 Boi
S wc c w  cf 
+( )p + W ( – W B)

B

e p w
(1  S wc) 
2. Reservoir gas. Untuk reservoir gas maka tidak ada minyak di reservoir sehingga N = 0,
dan tidak ada gas in solution sehingga Rso = 0, serta tidak ada produksi minyak sehingga
Np = 0. Oleh karena itu, Np Rp = Gp dan mNBoi = G Bgi sehingga persamaan yang berlaku
untuk reservoir gas adalah:
Bg
NRB Swc cw  cf

pp g= mNBoi ( – 1) + mNBoi ( )p + (We – WpBw)


(1  Swc)
B B B

Bgi

atau
Swc c w  c f
GB
p g= G (Bg – Bgi) + G Bgi ( )p + (We – WpBw)
(1  Swc)
B B

Plot p/z untuk reservoir gas:


Persamaan umum untuk reservoir gas seperti dinyatakan di atas dapat ditulis dalam
bentuk:
S c c
G (Bg – Bgi) + G Bgi ( wc w f )p + We = GpBg + WpBw B B

(1  Swc)

Material Balance, hal. 5


Untuk gas dalam kondisi tekanan normal, maka kompresibilitas gas jauh lebih besar
daripada kompresibilitas batuan dan air, sehingga:
G (Bg – Bgi) + We = GpB g + WpB w B B (*)
Jika reservoir bersifat volumetric yaitu We = 0 dan Wp = 0, maka:
G (Bg – Bgi) = GpB g B

Dengan menggunakan definisi Bg sebagai:


p zT
Bg  sc
Tsc p
maka
 psc zT   psc zi Ti 
  psc zT 
 
G   G
 

  Gp 
 T p  
 Tsc p 
  sc i   Tsc p 
Dengan asumsi isothermal, maka
 z   zi   z 
 
G p   G   G p  p 

   p   
i
 
atau
p
  pi G p  pi
z zi G zi
Jika diplot p/z vs Gp, maka bentuknya adalah sebagai berikut:

pi
zi
pi
slope  
zi G

Gp IGIP

sehingga dari plot tersebut terlihat bahwa untuk p/z = 0, maka Gp = IGIP. Selanjutnya,
perlu dicatat di sini bahwa persamaan (*) di atas dapat dinyatakan dalam pore volume
awal Vi = G Bgi, sehingga

 zf T pi Vi  1
  zf T psc Gp  Bw W p  W e
V i
 p zi T  pf Tsc
 f 

Material Balance, hal. 6


Untuk reservoir yang bersifat volumetrik, yaitu We = 0 dan Wp = 0, maka
psc Gpp V p V
 i i f i
Tsc zi T zf T
3. Oil reservoir tanpa gas cap (undersaturated) dan bersifat volumetrik. Undersaturated
(tidak ada gas cap) berarti m = 0 dan volumetric reservoir berarti W e = 0, Wp = 0 (tidak
water influx dan/atau tidak produksi air). Jika ekspansi connate water dan pengurangan
volume pori diabaikan maka persamaan umum material balance menjadi:
Np [Bo + (Rp – Rso)Bg] = N [(Bo – Boi) + (Rsoi – Rso)Bg
Terdapat dua kasus, berdasarkan keadaan tekanan reservoir dibandingkan dengan tekanan
gelembung, yaitu:
 Pada p > pb, maka Rso = Rsoi = Rp, sehingga persamaan material balance menjadi:
Np Bo = N (Bo – Boi)
 Pada p < pb, maka persaman material balance di atas berlaku.
4. Saturated oil reservoir. Saturated di sini berarti tekanan di reservoir p ≤ pb. Umumnya
juga terbentuk gas cap. Jika kompresibilitas air dan pori dibaikan maka:
Bg
N [B + (R – R ) B ] = N B [ (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg + m ( – 1)]
p o p so g oi
Boi Bgi

+ (We – WpBw) B

atau
N p [ B o  (R p  R so) Bg]  ( W e  W p B w)
N=
Bg
[(Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg  m Boi (  1)]
Bgi

Contoh 1: Perhitungan Volumetrik dengan Konsep Material Balance


Contoh ini diambil dari Problem 5.4 Craft and Hawkins, hal. 178. Contoh ini menunjukkan
penggunaan konsep volumetrik material balance dalam melakukan perhitungan volume di
reservoir dan di permukaan. Jika diberikan data berikut untuk suatu reservoir yang bersifat
undersaturated-volumetric, yaitu tidak ada original gas cap dan tidak ada water influx atau
water production:
Oil pore volume = 75 MMcuft
Kelarutan gas dalam minyak = 0.42 SCF/STB/psi
Tekanan awal reservoir = 3500 psia
Temperatur reservoir = 140oF

Material Balance, hal. 7


Tekanan saturasi = 2400 psia
Faktor volume formasi @ 3500 psia = 1.333 bbl/STB
Faktor kompresibilitas gas @ 1500 psia/140oF = 0.95
Produksi minyak kumulatif sampai p = 1500 psia = 1.0 MMSTB
Net cumulative produced GOR = 2800 SCF/STB
Maka:
(a) Jika ekspansi air konat dan pengurangan volume pori diabaikan, tuliskan persamaan
material balance yang berlaku untuk reservoir tersebut pada waktu tekanan di atas 2400
psia.
(b) Sama dengan (a) jika tekanan reservoir di bawah 2400 psia.
(c) Hitung volume (STB) minyak awal di reservoir, N
(d) Hitung volume (SCF) gas awal di reservoir, G
(e) Hitung gas yang terlarut awal (initial GOR) dalam setiap STB minyak, Rsoi
(f) Hitung volume gas yang tersisa (SCF) di reservoir pada p = 1500 psia
(g) Hitung volume gas bebas (SCF) di reservoir pada p = 1500 psia
(h) Hitung factor volume formasi gas dari gas yang keluar pada p = 1500 psia pada kondisi
standar 14.7 psia dan 60oF
(i) Hitung volume reservoir dari gas bebas pada p = 1500 psia
(j) Hitung total GOR di reservoir pada p = 1500 psia
(k) Hitung gas yang terlarut (GOR dalam SCF/STB) pada p = 1500 psia
(l) Hitung faktor volume formasi minyak pada p = 1500 psia
(m) Hitung faktor volume formasi total pada p = 1500 psia.

Penyelesaian:

(a) p > pb, maka persamaan yang berlaku adalah:


Np Bo = N (Bo – Boi)
(b) p < pb, maka persamaan yang berlaku adalah:
Np [Bo + (Rp – Rso)Bg] = N [(Bo – Boi) + (Rsoi – Rso)Bg

(c) N 
Voi
= 75x 106 cuft
=10x106 STB
Boi (5.615cuft / bbl)(1.333bbl / STB)
(d) G = Rsoi N
= (0.42 SCF/STB/psi)(2400 psi)(10x106 STB)
= 10x109 SCF

Material Balance, hal. 8


G 10x109SCF
(e)    1000 SCF / STB
R soi
N 10x 106STB
(f) Gas tersisa = Gas awal – Gas terproduksi
= G – Rp Np
= 10x109 SCF – (2800 SCF/STB)(1x106 STB)
= 7.2x109 SCF
(g) Free gas yang tersisa = Gas awal – Gas terproduksi – Gas terlarut dalam minyak yang
tersisa di reservoir
Gf = G – Rp Np – (N – Np) Rso
dimana
G – Rp Np = gas yang tersisa di reservoir
Jadi
Gf = 7.2x109 SCF – [(10 – 1)x106 STB](0.42 SCF/STB/psi x 1500 psi)
= 1.53x109 SCF
zT
(h) Bg  0.02829
p
(0.95)(600)
= 0.02829  0.0107 cuft/SCF
1500
(i) Free gas dalam volume reservoir = Gf (SCF) Bg (cuft/SCF)
= (1.53x109 SCF)(0.0107 cuft/SCF)
= 16.4x106 cuft
(j) Reservoir GOR @ 1500 psia:
gas tersisa di reservoir
GOR 
oil tersisa di reservoir

7.2x109 SCF
GOR  = 800 SCF/STB
(10  1)x106 STB
(k) Gas terlarut (dissolved GOR):
gas tersisa di reservoir  free gas
GOR 
oil tersisa di reservoir
(7.2  1.53)x109 SCF
GOR  = 630 SCF/STB
(10  1)x106 STB

PV  res. vol. Gf (75  16.4)x106 cuft  (1 bbl / 5.615 cuft)


(l) Bo    1.159 bbl / STB
Nsisa (10.0  1.0)x106 STB
(0.0107)(1000  630)
(m) Bt = Bo + Bg(Rsoi – Rso) = 1.159 +  1.865 bbl / STB
5.615

Material Balance, hal. 9


Contoh 2: Kesalahan Perhitungan IOIP
Contoh ini memberikan gambaran bahwa hasil perhitungan material balance dapat berbeda
antara satu set data tekanan-produksi dengan set data tekanan-produksi lainnya. Perbedaan
tersebut muncul karena suatu set data tidak atau belum tentu merupakan harga rata-rata
keadaan reservoir secara eksak.

Diberikan data produksi yang memperlihatkan penurunan tekanan dan kenaikan gas-oil ratio
yang sangat cepat. Karakteristik ini menunjukkan bahwa mekanisme pendorongan solution
gas sangat dominan dalam reservoir ini. Lakukan verifikasi mengenai driving mechanism
yang terjadi tersebut dan gunakan seluruh data points untuk memperkirakan isi awal minyak
di tempat. Anggap tekanan gelembung sama dengan tekanan awal reservoir.
Data tekanan-produksi-PVT diberikan sebagai berikut:

p Np Gp Bo
B Bg B Rs
(psia) (MMSTB) (BSCF) (rb/STB) (rb/SCF) (SCF/STB)
3548 0 0 1.452 0.000825 769
3443 0.476 0.390 1.444 0.000850 751
3303 1.743 1.534 1.432 0.000888 723
3153 2.818 2.584 1.420 0.000930 695
2938 4.653 4.495 1.403 0.001000 655
2813 6.030 5.873 1.393 0.001050 632
2678 7.360 7.353 1.382 0.001100 606
2533 8.751 9.226 1.371 0.001165 579
2453 9.873 10.940 1.364 0.001204 564
2318 11.250 13.163 1.353 0.001276 540

Penyelesaian:
Untuk menganalisis data tekanan-produksi ini, gunakan persamaan material balance untuk
reservoir undersaturated yaitu tanpa gas cap (m = 0), tidak ada water influx (W e = 0), tidak
ada produksi air (Wp = 0) dan ekspansi connate water dan pengurangan volume pori
diabaikan (Ef,w = 0), yaitu
Np [Bo + (Rp – Rso) Bg] = N [(Bo – Boi) + (Rsoi + Rso) Bg]

Material Balance, hal. 10


atau
Np Bo + (Np Rp – Np Rso) Bg = N [(Bo – Boi) + (Rsoi + Rso) Bg]
dimana Np Rp = Gp, sehingga
Np Bo  (Gp  Np R so) Bg
N=
(Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg

Dengan demikian dapat dihitung N untuk masing-masing harga Np, yaitu:

p Np (Bo – Boi) + Np Bo + (Gp N


(psia) (MMSTB) (Rsoi + Rso) Bg – Np Rso) Bg (MMSTB)
3548 0 - - -
3443 0.476 0.0073 0.7153 97.99
3303 1.743 0.0208 2.7385 131.66
3153 2.818 0.0368 4.5834 124.55
2938 4.653 0.0650 7.9753 122.70
2813 6.030 0.0849 10.5652 124.44
2678 7.360 0.1093 13.3532 122.17
2533 8.751 0.1404 16.8425 119.96
2453 9.873 0.1588 19.9340 125.53
2318 11.250 0.1932 24.2650 125.59

Analisis Statistik
140

130
N, MMSTB

120

110

100

90
0 2 4 6 8 10 12
Np, MMSTB

Seperti ditunjukkan oleh gambar di atas, sebuah garis lurus N = 123 MMSTB (lihat garis
putus-putus) dapat ditarik melewati titik-titik data hasil perhtiungan kecuali dua titik pertama.
Kejadian ini seringkali terjadi dalam analisis reservoir. Kemungkinan hal itu diakibatkan oleh

Material Balance, hal. 11


kondisi transient pada waktu awal dan/atau perbedaan data yang kecil antara data initial
dengan data pada waktu awal setelah berproduksi. Untuk lebih jelas lagi tinjau contoh
berikut.

Contoh 3: Kesalahan Perhitungan IGIP


Contoh ini diambil dari Problem 3.3 Craft and Hawkins, hal. 101. Suatu reservoir gas (pi =
3200 psia, Ti = 220oF) telah berproduksi seperti ditunjukkan oleh tabel berikut:

P Gp BgB

(psia) (MMSCF) (cuft/SCF)


3200 0 0.0052622
2925 79 0.0057004
2525 221 0.0065311
2125 452 0.0077360

(a) Dengan asumsi volumetric reservoir, hitung IGIP pada tiap interval produksi.
(b) Jelaskan mengapa perhitungan (a) menunjukkan adanya mekanisme pendorongan air
(water drive).
(c) Tunjukkan kalau water drive tersebut memang terjadi dengan membuat plot p/z vs. Gp.
Jelaskan gambar tersebut.
(d) Perhitungan IGIP pada awal suatu reservoir berproduksi biasanya mempunyai kesalahan
yang relatif lebih besar. Sebutkan satu faktor utama sebagai penyebabnya.

Penyelesaian:
(a) Gunakan persamaan material balance untuk volumetric gas reservoir:
G(Bg  Bgi)  G p Bg

atau

Gp Bg
G 
Bg  Bgi

(79x106)(0.0057004)
Pada p = 2925 psia, G = =1028 MMSCF
0.0057004  0.0052622
(221x106)(0.0065311)
Pada p = 2525 psia, G = =1138 MMSCF
0.0065311  0.0052622

Material Balance, hal. 12


(452x106)(0.0077360)
Pada p = 2125 psia, G = =1414 MMSCF
0.0077360  0.0052622
(b) Jadi terlihat ada kenaikan IGIP hasil perhitungan volumetric sejalan dengan
bertambahnya produksi. Oleh karena itu, asumsi volumetric jangan digunakan karena
tidak benar. Hasil perhitungan IGIP yang meningkat sejalan dengan bertambahnya
produksi di atas menunjukkan adanya water drive mechanism.
(c) Gunakan persamaan untuk menghitung Bg sebagai berikut:
zT
Bg  0.02829
p
Dengan asumsi T = 460 + 220 = 680oR konstan, maka
p Bg
z sehingga diperoleh tabulasi sebagai berikut:
0.02829(680)
P T (oR) Bg
B

z p/z
(psia) (cuft/SCF)
3200 680 0.0052622 0.8753 3656
2925 680 0.0057004 0.8667 3375
2525 680 0.0065311 0.8572 2946
2125 680 0.0077360 0.8545 2487

Dan plot p/z vs. Gp ditunjukkan oleh gambar berikut. Terlihat bahwa plot p/z vs. Gp
tersebut tidak lurus. Ini juga menunjukkan bahwa asumsi volumetric tidak benar.

Plot p/z vs. Gp


4000

3500
p/z

3000

2500

2000
0 100 200 300 400 500
Gp, MMSCF

(d) Salah satu faktor adalah akurasi pengukuran tekanan. Variasi tekanan pada waktu awal
tidak begitu besar.

Material Balance, hal. 13


Contoh 4: Material Balance untuk Reservoir Tak Jenuh
Contoh ini diambil dari Problem 5.12 Craft and Hawkins, hal. 181. Data produksi, data
reservoir, dan data PVT untuk suatu reservoir tak jenuh diberikan sebagai berikut:
Gas gravity = 0.78
Temperatur reservoir = 160oF
Saturasi air awal = 0.25
Isi awal minyak di tempat (IOIP) = 180 MMSTB
Tekanan saturasi = 2819 psia
Dari laboratorium diketahui bahwa Bo dan Rso sebagai fungsi tekanan dapat diwakili oleh
persamaan berikut:
Bo = 1.00 + 0.00015 p (bbl/STB)
Rso = 50 + 0.42 p (SCF/STB)
Data produksi:

Instantanous
p Np Gg
GOR
(psia) (MMSTB) (MMSCF) (SCF/STB)
pb = 2819 0 0 1000
2742 4.38 4.38 1280
2639 10.16 10.36 1480
2506 20.09 21.295 2000
2403 27.02 30.26 2500
2258 34.29 41.15 3300

Tentukan:
(a) Saturasi minyak, gas, dan air pada tekanan reservoir 2258 psia.
(b) Apakah telah terjadi water influx? Jika ya, berapakah volumenya?

Penyelesaian:
(a) Pertama hitung data PVT yang diperlukan untuk perhitungan volumetrik. Disamping B o
dan Rso yang menggunakan persamaan di atas, dihitung pula Bg dan Bt. Dengan
temperatur diketahui, maka Bg pada tiap tekanan dapat dihitung jika diketahui faktor
kompresibilitas, z, yaitu:

Material Balance, hal. 14


zT
Bg  0.02829
p
Faktor kompresibilitas diestimasi dari data gas gravity dengan harga pseudocritical untuk
tekanan dan temperatur dihitung dengan korelasi Sutton, yaitu:
ppc = 756.8 – 131.0 g – 3.6 g2
Tpc = 169.2 – 349.5 g – 74.0 g2
Selanjutnya dengan menggunakan ppr dan Tpr dari ppc dan Tpc tersebut, z diperoleh dari
korelasi Standing dan Katz.
Selanjutnya Bt ditentukan dengan persamaan:
Bt = Bo + Bg(Rsoi – Rso)
Maka diperoleh data PVT yang diperlukan sebagai berikut:

p Bo
B Rs BgB Bt
B

(psia) (rb/STB) (SCF/STB) (rb/SCF) (rb/STB)


pi = 2819 1.423 1234 1.423
2258 1.339 998 0.00106 1.589

Maka dapat dihitung:


N Boi (180x106)(1.423)
Total pore volume = = = 341.5x106 bbl
Soi 1  0.25
Pada tekanan = 2258 psia, hitung volume minyak dan volume gas dengan menggunakan
persamaan material balance untuk undersaturated reservoir reservoir undersaturated yaitu
tanpa gas cap (m = 0), tidak ada water influx (We = 0), tidak ada produksi air (Wp = 0)
dan ekspansi connate water dan pengurangan volume pori diabaikan (Ef,w = 0), yaitu
Np [Bo + (Rp – Rso) Bg] = N [(Bo – Boi) + (Rsoi + Rso) Bg]
Volume minyak = Vo = (N – Np)Bo
= (180 – 34.29)(106)(1.339) = 195.1x106 bbl
Volume gas = Vg = GfBg = NRsoiBg – NpRpBg – (N – Np)RsoBg
B B B B

= (180x106)(1234)(0.00106) – (34.29x106)(1200)(0.00106)
– (180 – 34.29(106)(998)(0.00106)
= (235.44 – 43.62 – 154.14) (106)
= 37.68x106 bbl
Dengan asumsi tidak ada water influx, maka:

Material Balance, hal. 15


V o = 195.1x106 bbl
So  = 0.57
pore volume 341.5 x 106 bbl

Vg 37.68x106 bbl
Sg  = = 0.11
pore volume 341.5x106 bbl
Sw = 0.25 (diketahui)
Ternyata So + Sg + Sw = 0.57 + 0.11 + 0.25 = 0.93  1.0
Hal ini berarti bahwa water influx telah terjadi.
(b) Water influx dihitung dengan menggunakan persamaan material balance yang sama, yaitu
Np [Bo + (Rp – Rso) Bg] = N [(Bo – Boi) + (Rsoi + Rso) Bg] + We
atau dalam hal ini dapat ditulis sebagai
We = Np [Bt + (Rp – Rsoi) Bg] - N (Bt – Bti)
= 34.29x106[1.589 + (1200 – 1234)(0.00106)] – (180x106)(1.589 – 1.423)
= 23.4x106 bbl
Kemudian lakukan adjustment untuk harga saturasi air:
Vw = (Swi)(Pore Volume) + We
= (0.25)(341.5x106) + 23.4x106
= 108.77x106 bbl
Sehingga

V w 108.77x106 bbl


Sw  = = 0.32
pore volume 341.5x106 bbl

Drive Index
Seperti dijelaskan pada Bab II, pada waktu diproduksikan suatu reservoir dapat berada pada
satu atau lebih mekanisme pendorongan. Mekanisme pendorongan tersebut dapat berupa
pengembangan gas terlarut (solution gas drive atau disebut juga depletion drive),
pendorongan air (water drive), atau pengembangan tudung gas (gas cap drive). Jika terdapat
lebih dari satu mekanisme pendorongan yang bekerja pada suatu reservoir, maka kontribusi
masing-masing mekanisme pendorongan tersebut pada perolehan minyak dinyatakan oleh
suatu angka yang disebut dengan drive index. Drive index adalah fraksi volume (underground
withdrawal) yang terambil akibat driving mechanism tertentu. Menurut Pirson, driving index
untuk ketiga driving mechanism tersebut di atas adalah:
 DDI : Depletion drive index
 SDI : Segregation (gas cap) index

Material Balance, hal. 16


 WDI : Water drive index
Jika kompresibilitas air dan pori diabaikan, maka persamaan umum material balance adalah:
Bg
N [B + (R – R ) B ] = N B [ (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg + m ( – 1)]
p o p so g oi
Boi Bgi

+ (We – WpBw)
B

Jika persamaan tersebut dibagi dengan Np [Bo + (Rp – Rso)Bg], yaitu produksi kumulatif
minyak dan gas dihitung di reservoir pada tekanan p = pi - p yang dalam hal ini sama
dengan volume total akibat ekspansi fluida dan pori di reservoir ditambah net water influx,
maka diperoleh:
Bg
Nm Boi (  1)
N[(Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg] Bgi
1= +
N p [ B o  (R p  R so) Bg] Np[Bo  (R p  R so) Bg]
( W e  W p B w)
+
Np[Bo  (R p  R so) Bg]
Pembilang pada suku pada ruas kanan persamaan di atas adalah masing-masing adalah
ekspansi minyak dengan solution gas, ekspansi initial gas cap, dan net water influx. Sehingga
dapat dikatakan bahwa masing-masing suku pada ruas kanan tersebut adalah fraksi volume
minyak dan gas terproduksi akibat masing-masing mekanisme. Pirson mendefinisikan
masing-masing fraksi tersebut sebagai driving index seperti terlihat sebagai berikut:
N[(Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg]
DDI =
N p [ B o  (R p  R so) Bg]

Bg
Nm Boi ( 1)
Bgi
SDI =
Np[Bo  (R p  R so) Bg]

(We  Wp Bw)
WDI =
Np[Bo  (R p  R so) Bg]

Sehingga jelas bahwa DDI + SDI + WDI = 1.

Contoh 5: Aplikasi Drive Index Untuk Analisis Kinerja Reservoir


Contoh ini diambil dari Problem 6.8 Craft and Hawkins, hal. 206. Kinerja dan data PVT
suatu reservoir yang mempunyai mekanisme pendorongan kombinasi solution gas dan gas-
cap drive ditunjukkan pada tabel berikut. Data well test dan log menunjukkan bahwa

Material Balance, hal. 17


reservoir tersebut pada awalnya mempunyai gas-cap yang berukuran setengah dari volume
minyak awal. Tekanan reservoir awal dan solution GOR masing-masing 2500 psia dan 721
SCF/STB. Dari perhitungan geologist dengan menggunakan metode volumetrik diketahui
IOIP = 56 MMSTB. Namun, ternyata data yang disajikan tersebut tidak lengkap. Informasi
tambahan menyebutkan bahwa pada reservoir tersebut telah dilakukan injeksi gas untuk
program pressure maintenance. Sementara itu, diketahui bahwa tidak ada mekanisme water
drive atau produksi air.
(a) Kapan (yaitu pada waktu tekanan reservoir berapa) program pressure maintenance
tersebut dimulai?
(b) Berapa jumlah gas (SCF) yang telah akan diinjeksikan ketika tekanan mencapai 500 psia.
Anngap gas reservoir dan gas yang diinjeksikan mempunyai faktor kompresibilitas yang
sama.

p BgB Bt
B Np Rp
(psia) (rb/SCF) (rb/STB) (MMSTB) (SCF/STB)
2500 0.001048 1.498 0 0
2300 0.001155 1.523 3.741 716
2100 0.001280 1.562 6.849 966
1900 0.001440 1.620 9.173 1297
1700 0.001634 1.701 10.99 1623
1500 0.001884 1.817 12.42 1953
1300 0.002206 1.967 14.39 2551
1100 0.002654 2.251 16.14 3214
900 0.003300 2.597 17.38 3765
700 0.004315 3.209 18.50 4317
500 0.006163 4.361 19.59 4839

Penyelesaian:
(a) Gunakan drive index untuk mengetahui kontribusi perolehan yang diakibatkan oleh
mekanisme pendorongan solution gas dan gas cap. Untuk minyak dengan gas in solution
gunakan formulasi DDI dan SDI berikut:
N(Bt  Bti)
DDI =
Np[Bt  (R p  R soi) Bg]

Material Balance, hal. 18


56x106 (Bt 1.498)
=
Np[Bt  (R p  721) Bg]

Nm Bti
(Bg  Bgi)
Bgi
SDI =
Np[Bt  (R p  R soi) Bg]

56x106 (0.5)(1.498)
( Bg  0.001048)
= 0.001048
Np[Bt  (R p  721) Bg]

Dengan menggunakan data PVT yang diberikan maka diperoleh tabel berikut:

p
(psia) Np[Bt  (R p  R soi) Bg] DDI SDI DDI + SDI

2500 - - - -
2300 5.68x106 0.246 0.754 1.000
2100 12.85x106 0.279 0.723 1.002
1900 22.47x106 0.304 0.698 1.002
1700 34.89x106 0.326 0.672 0.998
1500 51.40x106 0.348 0.651 0.999
1300 86.40x106 0.304 0.536 0.840
1100 143.12x106 0.295 0.449 0.744
900 219.72x106 0.280 0.410 0.690
700 346.43x106 0.227 0.377 0.654
500 582.61x106 0.275 0.351 0.626

Hasil perhitungan di atas menunjukkan bahwa jumlah drive indices mulai menyimpang
jauh dari harga 1.0 pada tekanan 1300 psia. Dengan demikian program pressure
maintenance tersebut dimulai pada interval antara 1500 psia dan 1300 psia.
(b) Perbedaan antara jumlah drive indices dengan harga 1.0 menggambarkan jumlah gas yang
telah diinjeksikan sampai tekanan bersangkutan karena definisi drive index menunjukkan:
Jumlah produksi = Jumlah drive index  Np[Bt  (R p  R soi) Bg]

Dalam kasus di atas, sampai tekanan 500 psia maka jumlah gas yang telah diinjeksikan
direpresentasikan oleh harga:
1.0 – 0.626 = 0.374

Material Balance, hal. 19


Jadi, 
Jumlah gas yang telah diinjeksikan = 0.374  Np[Bt  (R p  R soi) Bg]

= (0.374)(582.61x106)
= 217.9x106 bbl
Dengan Bg = 0.006163 bbl/SCF, maka
Jumlah gas yang telah diinjeksikan = (217.9x106 bbl)/(0.006163 bbl/SCF)
= 35.36x109 SCF

Catatan Tentang Persamaan Material Balance


Sampai di sini, dapat dicatat beberapa hal yang berkaitan dengan konsep volume balance,
persamaan volume balance (lebih dikenal sebagai persamaan material balance), dan manfaat
persamaan material balance secara umum. Berikut adalah beberapa pokok yang patut dicatat
sehubungan dengan persamaan material balance seperti yang telah dijelaskan di atas.
1. Persamaan material balance mempunyai bentuk yang umum. Persamaan khusus dapat
diturunkan dari persamaan umum untuk jenis reservoir tertentu.
2. Persamaan material balance dapat digunakan untuk menentukan:
a. Initial hydrocarbon di tempat (G atau N)
b. Kumulatif water influx, We
c. Tekanan reservoir di masa yang akan datang
d. Kontribusi masing-masing mekanisme pendorongan terhadap perolehan (drive index)
e. Laju injeksi air atau gas.
3. Perhitungan menggunakan persamaan material balance tergantung pada data PVT, data
produksi, dan data tekanan reservoir. Dengan demikian persamaan material balance dapat
diterap hanya untuk reservoir yang sudah ada sejarah produksi.
Walaupun demikian, dapat pula dicatat beberapa hal yang berkenaan dengan hal-hal yang
dapat membatasi penggunaan material balance. Hal ini termasuk hal-hal yang mungkin dapat
mengurangi akurasi hasil perhitungan dengan menggunakan material balance. Sudah tentu,
akurasi hasil perhitungan tersebut akan tergantung pada akurasi data yang digunakan dan
beberapa asumsi yang digunakan dalam pengembangan konsep dan persamaan material
balance. Beberapa asumsi yang secar implisit digunakan adalah:
1. reservoir berada dalam keadaan kesetimbangan termodinamika.
2. Data PVT yang digunakan diperoleh dari proses gas liberation, yang menyerupai proses
gas liberation di reservoir, di sumur, dan di separator

Material Balance, hal. 20


Selanjutnya hal-hal berikut dapat menjadi sumber kesalahan pada hasil perhitungan material
balance:
1. Pengambilan atau penentuan tekanan rata-rata reservoir pada akhir setiap interval
penurunan tekanan. Penentuan tekanan rata-rata tersebut berbeda secara konseptual untuk
formasi yang tebal dan yang tipis.
2. Pengambilan tekanan rata-rata juga tergantung pada karakteristik penurunan tekanan. Jika
penurunan tekanan relatif kecil seperti dalam kasus strong water drive atau gas cap yang
begitu besar dibanding zona oil, maka penentuan initial oil in place misalnya akan
mengandung kesalahan yang besar.
3. Hal lain adalah harga m. Biasanya, m diperoleh dari data core dan log yang digunakan
untuk menentukan volume bulk produktif baik gas maupun minyak disamping juga dari
data welltest yang digunakan untuk menentukan GOC dan WOC. Dengan demikian
terdapat ketidakpastian mengenai harga m.
4. Catatan data produksi minyak umumnya cukup baik dan akurat. Namun, tidak demikian
halnya dengan data produksi gas dan minyak yang menyertainya. Dengan demikian
akurasi hasil perhitungan material balance akan terganggu karenanya.

Persamaan Material Balance Sebagai Persamaan Linier


Penggunaan persamaan material balance sebagai persamaan linier telah dikenal sejak tahun
1953. Namun, cara penerapan yang seperti itu tidak begitu populer dan dikaji secara
mendalam sampai Havlena dan Odeh menyampaikan metode persamaan linier masing-
masing pada tahun 1963 dan 1964. Pada waktu sebelumnya, persamaan material balance
umumnya digunakan dengan cara menghitung tekanan dan produksi masing-masing untuk
tiap harga tekanan. Harga-harga pada tiap tekanan tersebut seringkali dirata-ratakan. Havlena
dan Odeh menggunakan seluruh data tekanan dan produksi pada seluruh harga tekanan
menggunakan satu persamaan material balance yang bersifat linier. Cara yang dipakai oleh
mereka adalah mengelompokkan underground withdrawal dan drive mechanisms sebagai
berikut. Tulis kembali persamaan umum material balance:
Bg
N [B + (R – R ) B ] = N B  (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg + m ( – 1)
p o p so g oi 
 Boi Bgi
S c c 
+ (1 + m) ( wc w f )p ( – W B)
+W

B

e pw
(1  S wc) 

Material Balance, hal. 21


Untuk persamaan material balance tersebut, underground withdrawal (termasuk air
terproduksi) disebut dengan F dimana:
F = Np [Bo + (Rp – Rs) Bg] + WpBw B

Ekspansi minyak dan gas yang asalnya terlarut disebut dengan Eo dimana:
Eo = (Bo – Boi) + (Rsoi + Rso) Bg
Ekspansi gas cap disebut dengan Eg dimana:
Bg
Eg = Boi ( - 1)
Bgi

Ekspansi connate water dan pengurangan volume pori, disebut dengan Ef,w dimana:
S c c
Ef,w = (1 + m) Boi ( wc w f )p
(1  Swc)
Maka persamaan umum material balance dapat ditulis sebagai:
F = N (Eo + m Eg + Ef,w) + We
Persamaan di atas adalah persamaan umum untuk material balance Havlena-Odeh yang dapat
dianggap linear untuk keadaan tertentu. Dengan demikian persamaan material balance khusus
untuk reservoir tertentu dapat pula ditulis dalam bentuk persamaan material balance linier.
Sebagai contoh diberikan beberapa persamaan material balance linier untuk reservoir-
reservoir berikut:
1. Reservoir dengan tidak ada gas cap (m = 0), tidak ada water influx (We = 0) dan ekspansi
connate water dan pengurangan volume pori diabaikan (Ef,w = 0), maka persamaan
F = N Eo
berlaku sehingga plot F vs. Eo berupa garis lurus dengan slope N.

F
Slope = N

Eo

2. Reservoir tanpa gas cap (m = 0), ekspansi connate water dan pengurangan volume pori
diabaikan (Ef,w = 0), maka persamaan

Material Balance, hal. 22


F We
F = N Eo + We atau =N+
Eo Eo
F We
berlaku sehingga plot vs. berupa garis lurus dengan slope = 1 (sudut 45o) dan
Eo Eo
perpotongan kurva dengan sumbu y adalah N.

F/Eo Sudut = 45o

We/Eo

Jika plot tidak linear maka:


- Dilakukan history matching yaitu mengubah-ubah parameter dalam persamaan
sampai diperoleh garis lurus.
- Dengan demikian diperoleh model reservoir yang dapat digunakan untuk prediksi di
masa yang akan datang.
Berikut adalah contoh untuk gas cap dan water drive reservoirs:
a. Gas cap drive reservoirs. Persamaan material balance yang berlaku adalah:
F = N (Eo + m Eg)
Jadi plot F vs. (Eo + m Eg) seharusnya berbentuk garis lurus. Jika tidak berupa garis
lurus maka harga m tidak benar. Harga m tersebut bisa terlalu besar atau terlalu kecil.

m terlalu m benar
kecil
Slope = N
F
m terlalu
besar

Eo + m Eg

Material Balance, hal. 23


b. Water drive reservoirs. Jika keadaan yang berlaku di reservoir adalah tidak ada gas
cap sehingga m = 0, kompresibilitas connate water dan pori diabaikan, dan tekanan
cukup terpelihara karena mekanisme pendorongan water drive yang umumnya relatif
kuat sehingga dapat dianggap p = 0, yang berarti Ef,w = 0, maka persamaan material
balance yang berlaku adalah:
F = N E o + We
Dalam persamaan di atas, aspek yang tidak diketahui adalah We. Efek dari We tersebut
dapat dilihat jika persamaan diubah menjadi
F We
=N+
Eo Eo
F We
sehingga plot vs seharusnya berupa garis lurus. Maka jika tidak berbentuk
Eo Eo
garis lurus, maka satu-satunya parameter yang tidak diketahui tersebut, yaitu We yang
biasanya diperoleh dari aquifer model, harganya tidak benar. Persamaan material
balance yang benar dapat diperoleh dengan mengubah-ubah harga We.

We terlalu We benar
kecil
45o

F/Eo We terlalu
besar

We/Eo

Contoh 6: Melacak Reservoir Melalui Tekanan Gelembung


Dari sejarah produksi diketahui bahwa reservoir berikut pada awalnya berupa undersaturated
pada tekanan 2925 psia. Tekanan gelembung telah diukur sama dengan 2100 psia. Hitung
IOIP dan bandingkan hasilnya jika perhitungan IOIP tersebut dilakukan di atas dan di bawah
tekanan gelembung. Haruskah keduanya sama?
Data produksi, tekanan, dan PVT diketahui sebagai berikut:

Material Balance, hal. 24


p Np Gp Bo Bg Rs
(psia) (MMSTB) (BSCF) (rb/STB) (rb/SCF) (SCF/STB)
2925 0 0 1.430 1340
2600 1.380 1.489 1.447 1340
2400 2.360 3.028 1.463 1340
pb=2100 3.445 4.616 1.480 0.00128 1340
1800 7.240 10.832 1.468 0.00152 1280
1500 12.029 24.049 1.440 0.00185 1150
1200 15.321 40.203 1.399 0.00237 985
1000 16.924 52.073 1.360 0.00289 869

Sor = 0.38, Bw = 1.07 rb/STB, cw = 3.3x10-6 psi-1, cf = 4x10-6 psi-1. Isi awal minyak di tempat,
IOIP, dihitung dengan metode volumetrik = 100x106 STB,  = 0.24, Swi = 0.15.

Penyelesaian:
Untuk persoalan ini, perhitungan dilakukan pada dua periode produksi, di atas tekanan
gelembung sebagai undersaturated reservoir dan di bawah tekanan gelembung sebagai
saturated reservoir.
(a) Menggunakan sejarah produksi ”undersaturated”
Untuk periode ini gunakan persamaan material balance untuk reservoir minyak tanpa gas cap
(undersaturated) dan bersifat volumetric, yaitu:
N [B + (R – R ) B ] = N B (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg

 
+ (Swc cw cf )p 
oi  

p o p so g
 Boi (1  S wc)  
Free gas tidak muncul dari larutan dan gunakan Swi sehingga diperoleh:
 S c c 
N B =N   ( wi w f )p 
p o Bo Boi Boi 
 (1  S wi)  
Mengikuti metode Havlena-Odeh, persamaan tersebut dapat ditulis sebagai
F = N (Eo + Ef,w)
dimana
F = Np Bo
 S c  cf 
E +E =   ( wi w )p 
o f,w B Boi Boi 
o (1  S wi)  

Dari data produksi, tekanan, dan PVT di atas diperoleh harga F dan Eo sebagai berikut:

Material Balance, hal. 25


p F Eo + Ef,w
(psia) (MMRB) (RB/STB)
2925 - -
2600 1.997 0.020
2400 3.306 0.037
pb=2100 5.099 0.056

Plot F vs. (Eo + Ef,w) diperoleh sebagai berikut:

Plot F vs. (Eo + Ef,w)


6
5
4
F, MMRB

3
2
1
0
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06
Eo + Ef,w, RB/STB

Kemiringan kurva = N = 91.6 MMSTB

(b) Menggunakan sejarah produksi ”saturated”


Untuk periode ini gun akan persamaan material balance untuk reservoir min yak saturated
tanpa gas cap dan tanpa i nflux. Jika kompresibilitas ai r dan pori dibaikan maka:
Np [Bo + (Rp – Rs o) Bg] = N[(B o  Boi)  (R soi  R so) B g ]– WpBw
B

atau
Np Bo + (Gp – NpRso) Bg + WpBw = N[(B o  B oi)  (R soi  R so) B g]
B

dimana Gp = NpRp.
Mengikuti metode Havlena-Odeh, persamaan tersebut dapat ditulis sebagai
F = N(Eo + Eg)
dimana
F = NpBo + (Gp – NpRso) Bg + WpBw
Eo + Eg = (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg

Material Balance, hal. 26


Dari data produksi, tekanan, dan PVT di atas diperoleh harga F dan Eo sebagai berikut:

p Np Gp F Eo + Eg
(psia) (MMSTB) (BSCF) (MMRB) (RB/STB)
pb=2100 0 0 - -
1800 3.795 6.216 7.6 0.08
1500 8.584 19.433 30.0 0.31
1200 11.876 35.587 73.3 0.76
1000 13.479 47.457 122.0 1.27

Plot F vs. (Eo + Eg) diperoleh sebagai berikut:

Plot F vs. (Eo + Eg)


150
125
100
F, MMRB

75
50
25
0
0 0.5 1 1.5 2
Eo + Eg, RB/STB

Kemiringan kurva = N = 96.2 MMSTB


Bahan diskusi:
1. Mengapa harga estimasi dari kedua pendekatan di atas berbeda. Haruskan demikian?
2. Mengapa untuk kasus ”saturated” efek kompresibilitas air dan pori diabaikan? Haruskah
tidak demikian?

Contoh 7: Ukuran Gas Cap vs. Harga IOIP


Contoh ini diambil dari Exercise 3.4 Dake, hal. 90. Suatu reservoir yang mempunyai gas cap
diperkirakan mempunyai volume awal minyak yang dihitung dengan metode volumetrik
sebesar N = 115x106 STB. Data tekanan, produksi, dan PVT ditunjukkan pada tabel berikut.
Tekanan awal sama dengan tekanan gelembung = 3330 psia. Berdasarkan informasi

Material Balance, hal. 27


geologist, ukuran gas c ap diperkirakan sebesar m = 0. 4. Apakah angka ini sesuai d engan data
sejarah produksi? Jika tidak, berapakah harga m yang benar?

p Np Rp Bo Bg Rs
(psia) (MMSTB) (SCF/STB) (rb/STB) (rb/SCF) (SCF/STB)
3330 - - 1.2511 0.00087 510
3150 3.295 1050 1.2353 0.00092 477
3000 5.903 1060 1.2222 0.00096 450
2850 8.852 1160 1.2122 0.00101 425
2700 11.503 1235 1.2022 0.00107 401
2550 14.513 1265 1.1922 0.00113 375
2400 17.730 1300 1.1822 0.00120 352

Penyelesaian:
Untuk soal ini gunakan persamaan material balance untuk saturated oil reservoir yang
mempunyai gas cap. Jika kompresibilitas air dan pori dibaikan dan tidak ada water influx
maka:

N [B + (R – R ) B ] = N B (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg + m ( Bg – 1)] – W B


[ p w
p o p so g oi
Boi Bgi

atau
Np [Bo + (Rp – Rso) Bg] + – WpBw = B N [ (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg

Bg
+ m Boi (
B
– 1)]
Bgi

Mengikuti metode Havlena-Odeh, persamaan tersebut dapat ditulis sebagai


F = N(Eo + mEg)
dimana
F = Np [Bo + (Rp – Rso) Bg] + WpBw
Eo = (Bo – Boi) + (Rsoi + Rso) Bg
Bg
Eg = Boi ( - 1)
Bgi

Seperti pada contoh-contoh terdahulu, berdasarkan data tekanan-produksi-PVT, diperoleh


harga-harga parameter F, Eo, dan Eg untuk persamaan garis lurus tersebut. Untuk kasus ini
digunakan beberapa harga m untuk menentukan apakah persamaan tersebut benar berbentuk

Material Balance, hal. 28


garis lurus. Harga m yang benar akan memberikan bentuk garis lur us. Sesuai contoh d i dalam
Dake, hal. 92, harga m yan g digunakan adalah 0.4, 0.5, dan 0.6.

p F Eo Eg Eo + mEg (RB/STB)
(psia) (MMRB) (RB/STB) (RB/STB)
m = 0.4 m = 0.5 m = 0.6
3330 - - - - - -
3150 5.807 0.01456 0.07190 0.0433 0.0505 0.0577
3000 10.671 0.02870 0.12942 0.0805 0.0934 0.1064
2850 17.302 0.04695 0.20133 0.1275 0.1476 0.1677
2700 24.094 0.06773 0.28761 0.1828 0.2115 0.2403
2550 31.898 0.09365 0.37389 0.2432 0.2806 0.3180
2400 41.130 0.12070 0.47456 0.3105 0.3580 0.4054

Plot F vs. (Eo + mEg) dapat dilihat berikut ini.

Plot F vs. (Eo + mEg)


50

40
F, MMRB

30

20

10

0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5
Eo + mEg, RB/STB

Pada gambar di atas, kurva dengan simbol ”lingkaran” adalah untuk m = 0.4, simbol
”segiempat” untuk m = 0.5, dan simbol ”silang” untuk m = 0.6. Sedangkan garis lurus diplot
dengan menggunakan data N = 115x106 STB sebagai slope. Terlihat bahwa seolah-olah harga
m = 0.5 adalah yang benar. Tapi ingat, garis lurus tersebut dibuat dengan menggunakan data
N yang diberikan. Jika tidak maka bisa saja ketiga kurva di atas diambil sebagai garis lurus
dan akibatnya akan diperoleh tiga harga N yang berbeda. Dalam hal ini akan diperoleh:
N = 132x106 STB jika m = 0.4
N = 114x106 STB jika m = 0.5
N = 101x106 STB jika m = 0.6

Material Balance, hal. 29


D engan demikian, dalam menggunakan persamaan d i atas ada ket idakpastian da lam harga m
d an N. Untuk itu, seperti disarankan ol eh Havlena-Odeh, maka pe rsamaan garis lurus di atas
d iubah bentuknya menjadi:

F N  mN Eg

Eo Eo
dengan data yang terhitung seperti ditunjukkan tabel berikut:

p F/Eo
Eg/Eo
(psia) (MMSTB)
3330 - -
3150 398.8 4.938
3000 371.8 4.509
2850 368.5 4.288
2700 355.7 4.246
2550 340.6 3.992
2400 340.8 3.932

Plot F/Eo vs. Eg/Eo ditunjukkan berikut ini.

Plot (F/Eo) vs. (Eg/Eo)


425

400
F/Eo, MMRB

375

350

325

300
3.5 3.75 4 4.25 4.5 4.75 5
Eg/Eo

Menurut Dake, persamaan garis untuk kurva garis lurus pada gambar di atas adalah:
F Eg
 108.9x106  58.8x106
Eo Eo
sehingga N = 108.9x106 dan m = 0.539.

Material Balance, hal. 30


Contoh 8: Menghitung IOIP dan IGIP Untuk Gas Cap Reservoir
Contoh ini diambil dari Pr oblem 6.12 Craft and H awkins, hal. 208. Untuk data produksi
kumulatif minyak, gas-oil ratio, beserta dengan data PVT sebag ai fungsi dari tekanan yang
telah diberikan pada Contoh 7 di atas, hitung IOIP d an IGIP (masing-masing untuk free dan
solution gas).

Penyelesaian:
Dalam menyelesaikan soal ini akan di tunjukkan p enggunaan persamaan material balance
yang ditulis dalam bentuk l ain. Dalam h al ini adalah perumusan persamaan material balance
umum dengan menggunakan variabel faktor volume formasi dua fasa, Bt. Telah diketahui
bahwa dalam banyak kasus lebih mudah menggunakan formulasi persamaan material balance
dengan menggunakan Bt dibandingkan dengan Bo. Bt didefinisikan sebagai volume dalam
barrels pada suatu tekanan dan temperatur reservoir tertentu yang akan terisi oleh satu stock
tank barrel plus gas terlarut initial yang menyertainya. Dengan kata lain, volume tersebut
termasuk volume liquid, Bo, plus perbedaan volume antara initial solution GOR, Rsoi, dan
solution GOR pada tekanan tertentu, Rso. Jika Bg adalah faktor volume formasi gas dalam
barrels per standard cubic foot dari solution gas, maka faktor volume formasi dua fasa, Bt,
adalah:
Bt = Bo + Bg(Rsoi – Rso)
Di atas tekanan gelembung maka Rsoi = Rso sehingga faktor volume formasi dua fasa, Bt,
sama dengan faktor volume formasi liquid, Bo. Di bawah tekanan gelembung, jika faktor
volume formasi liquid, Bo, menurun dengan menurunnya tekanan, faktor volume formasi dua
fasa, Bt, meningkat dengan menurunnya tekanan karena gas yang semula terlarut kemudian
keluar dan yang keluar tersebut (sekarang menjadi free gas) berekspansi terus.

Dengan menggunakan
Boi = Bti
dan definisi Bt di atas, maka persamaan umum material balance yang telah dijelaskan di atas,
yaitu
N [B + (R – R ) B ] = N B  (Bo  Boi)  (R soi  R so) Bg + m ( Bg – 1)
p o p so g oi 
 Boi Bgi
S c c 
+ (1 + m) ( wc w f )p + W ( –WB)
 e pw
(1  S wc) 

Material Balance, hal. 31


dapat dituliskan kembali dengan menyelesaikan ruas kanan sebagai berikut:
Bg
N [B + (R – R ) B ] = – NB + N[B + (R -R )B ]+ mNB ( – 1)
p o p so g oi o soi so g oi
Bgi
S c c
+ (1 + m)NBoi ( wc w f )p + We – WpBw B

(1  Swc)
dan kemudian menyelesaikan ruas kiri dengan menambahkan dan mengurangkan NpRsoiBg B

sebagai berikut:
NpBo + NpRpBg – NpRsoBg + NpRsoiBg – NpRsoiBg = – NBoi + N[Bo + (Rsoi-Rso)Bg]+
B B B B B

Bg S c c
mNB ( – 1) + (1 + m)NB ( wc w f )p + W – W B
oi oi e p w
(1 Swc)
B

Bgi

maka dengan mengelompokkan suku sejenis dan menggunakan definisi di atas diperoleh
persamaan umum material balance dengan menggunakan Bt.
Bg
N [B + (R – R ) B ] = N(B –B ) + mNB ( – 1)
p t p soi g t ti ti
B

Bgi
S c c
+ (1 + m)NBti ( wc w f )p + We – WpBw B

(1  Swc)
Atau dapat pula ditulis sebagai berikut
Bg
N(B –B ) + N [B + (R – R ) B ] + mNB (1– )=W –WB
ti t p t p soi g ti e pw
Bgi
S c c
+ (1 + m)NBti ( wc w f )p
(1  Swc)
Dengan mengatur suku-suku pada ruas kiri dan kanan, persamaan tersebut juga dapat ditulis
dalam bentuk sebagai berikut:
S c c
Np [Bt + (Rp – Rsoi) Bg] + WpBw = N[(Bt –Bti) + (1 + m)Bti ( wc w f )p
B B

(1  Swc)
m Bti
+ (Bg – Bgi)] + We
Bgi

Sehingga dengan mengikuti metode Havlena-Odeh dimana:


F = Np [Bt + (Rp – Rsoi) Bg] + WpBw
yang merepresentasikan gross produksi dari reservoir (yaitu tidak memperhitungkan
pengembalian fluida sebagai fluida injeksi), dan masing-masing representasi untuk ekspansi
minyak, formasi dan air, serta ekspansi gas diberikan oleh:

Material Balance, hal. 32


Eo = Bt – Bti
S c c
Ef,w = ( wc w f )p
(1  Swc)
Eg = Bg – Bgi
maka persamaan berikut berlaku:
mN Bti 
F = N E + N(1 + m) B E + E+W
o ti f,w   g e

 Bgi 
Oleh karena itu, untuk menyelesaikan contoh soal ini, digunakan persamaan berikut yang
diperoleh dengan anggapan ekspansi air dan pori diabaikan dan tidak ada water influx dan
selanjutnya dibagi dengan Eo:
F mN Bti  E g 

 N   
Eo Bgi  Eo 

Masing-masing harga parameter di atas ditunjukkan oleh tabel berikut:

p Bt F F/Eo
Eo Eg Eg/Eo
B

(psia) (RB/STB) (x106) (x106)


3330 1.2511 0 0 0 - -
3150 1.2657 5.807 0.0146 0.00005 398 0.00342
3000 1.2798 10.67 0.0287 0.00009 372 0.00314
2850 1.2981 17.30 0.0470 0.00014 368 0.00298
2700 1.3188 24.09 0.0677 0.00020 356 0.00295
2550 1.3448 31.90 0.0937 0.00026 340 0.00277
2400 1.3718 41.13 0.1207 0.00033 341 0.00273

Plot F/Eo vs. Eg/Eo ditunjukkan di bawah ini. Selanjutnya terhadap data pada gambar tersebut,
dilakukan regresi linier dan diperoleh persamaan garis lurus sebagai berikut:
y = 109.15 + 8.4498x104x dengan R2 = 0.969
Oleh karena itu, diperoleh isi awal minyak di tempat, N, dan isi awal gas di tempat, G, serta
gas yang terlarut di dalam minyak mula-mula sebagai berikut:
N = titik potong dengan sumbu y = 109x106 STB
G = slope = 84.5x109 SCF
Solution gas = NRsoi = (109x106 STB)(510) = 55.6x109 SCF.

Material Balance, hal. 33


Plot (F/Eo) vs. (Eg/Eo)
425

400

F/Eo, MMRB 375

350

325

300
0.002 0.0025 0.003 0.0035 0.004
Eg/Eo

Metode Penentuan Recovery


1. Metode Muskat, untuk undersaturated dan volumetric reservoir dengan menghitung
So/p (yaitu dSo/dp)
2. Metode Tarner, untuk reservoir dengan kompresibilitas air dan batuan kecil dengan cara
trial and error untuk Np dan Gp dengan menggunakan estimasi Rp.
3. Metode Schilthuis, untuk undersaturated dan volumetric reservoir dengan cara trial and
error untuk Np dan Rp.
Asumsi yang digunakan dalam ketiga metode:
a. Sifat fisik minyak dan batuan dan tekanan seragam di seluruh reservoir
b. Gravity segregation diabaikan (tidak ada secondary gas cap)
c. Fasa minyak dan gas dalam keadaan setimbang
d. Mekanisme pelepasan gas dapat dinyatakan oleh parameter PVT
e. Water influx dan production diabaikan (volumetric reservoir)
f. Umumnya untuk volumetric dan undersaturated reservoir dan internal gas drive
(depletion).

1. Metode Muskat
Jika volume minyak sisa pada tekanan p dan waktu t adalah:
So Vp
Nr =
Bo
maka:
d Nr 1 d So So d B o
 Vp (  )
dp Bo dp Bo 2 dp

Material Balance, hal. 34


Jika volume gas sisa pada kondisi yang sama adalah:
R so Vp So Sg Vp
Gr = 
Bo Bg
Dimana suku pertama dan kedua pada ruas kanan adalah masing-masing gas in solution
dan free gas. Atau :
R so Vp So (1  So  Sw) Vp
Gr = 
Bo Bg

Maka
d Gr R so d So S d R so R so So d Bo (1  So  Sw) d Bg 1 d So
V [  o    ]
p 2 2
dp Bo dp Bo dp Bo dp Bg dp Bg dp

Perlu dicatat di sini bahwa persamaan di atas diperoleh dengan menganggap Sw tidak
berubah terhadap p.
Kemudian producing GOR pada p dan t adalah:

d Gr R so d So  So d R so  R so So d Bo  (1  So  S w) d Bg  1 d So
d  dp  Bo dp Bo dp Bo 2 dp Bg 2 dp Bg dp
R  Gr
d Nr d Nr 1 d So  So d Bo

dp Bo dp Bo 2 dp
Sedangkan producing gas merupakan gas yang diproduksikan di permukaan yang terdiri
dari free gas dan gas yang dilepaskan dari minyak (gas in solution). Oleh karenanya:
qg
R = Rso +
qo
dimana Rso adalah gas in solution dan qg/qo adalah free gas. Dengan menggunakan
Darcy’s law, maka diperoleh:

R = R + k rg o Bo
so
k ro g Bg

Jadi
k rg o Bo
Rso + =
k ro g Bg

R so d So So d R so R so So d Bo (1  So  Sw) d Bg 1 d So
   
Bo dp Bo dp 2 dp 2 dp Bg dp
Bo Bg
1 d So d
 S o Bo
Bo dp Bo 2 dp

Material Balance, hal. 35


Atau
So Bg d R so S k rg o d Bo (1  So  Sw) d Bg
 o 
d So Bo dp Bo k ro g dp Bg dp

dp k rg o
1
k ro g

Jika

X(p) = Bg d R so
Bo dp

Y(p) = 1 o d Bo
Bo g dp

1 d Bg
Z(p) =
Bg dp

Maka
k rg
So X(p)  So Y(p)  (1  So  Sw)Z(p)
k ro
S  p [ ]
k rg o
1
k ro g
Persamaan di atas dapat digunakan untuk menghitung So pada setiap p. Jika So diketahui
maka Np dapat dihitung dan juga producing GOR dapat dihitung.
Catatan:
 oil sisa di reservoir
1. So 
volume pori awal
(N  Np) Bo

N Boi
1  Swi

(N  Np) Bo (1  Swi)

NBoi

atau
So B
N p  N[1  ( ) oi ]
1  Swi Bo
1
d( )
Bg 1
Z (p) = -Bg dp yaitu dari plot B vs P
2.
g

Material Balance, hal. 36


2. Metode Tarner
Jika kompresibilitas air dan formasi (pori) diabaikan, maka persamaan umum material
balance dapat ditulis sebagai:
N p (Bo  R so Bg)  G p Bg  ( W e  W p )
N
m Boi
Bo  Boi  (R soi  R so) Bg  (Bg  Bgi)
Bgi
Jika

 Bo  R so Bg
n
 m Boi
Bo Boi  (R soi  R so) Bg ( 
Bgi Bg Bgi)

Bg
g  m Boi
Bo  Boi  (R soi  R so) Bg  (Bg  Bgi)
Bgi

1
w  m Boi
Bo  Boi  (R soi  R so) Bg  (Bg  Bgi)
 Bgi
maka
N = Np n + Gp g – (We-Wp) w
Untuk reservoir volumetric maka We = Wp = 0, sehingga
N = Np n + Gp g
Juka Np adalah jumlah minyak yang diproduksikan pada sebuah tekanan dari pj-1 ke pj,
maka:
N = (Np(j-1) + Np) nj + (Gp(j-1) + RaveNp) gj
Dimana
R j1  R j
Rave = juga disebut R
2
Sehingga

N = N Np( j1) n  Gp( j1) g


p
n   g R

dan
Np(j) = Np(j-1) + Np
Selanjutnya, jika

Material Balance, hal. 37


Np
np =
N
gp = np Rp
Maka
1  nn  gpg
n =
n  Rg
Prosedur Metode Tarner:
1. Hitung n dan g pada tekanan pj

2. Anggap suatu harga Rj dan hitung Rave atau R


3. Hitung Np
4. Hitung Np(j)
5. Hitung saturasi liquid, SLj
SLj = Swi + Soj
dimana

Soj = (1 – Swi) (1 - Npj ) Bo


N Boi
k rg
6. Tentukan untuk S Lj dari plot relative permeability
k ro
7. Hitung Rj dengan

R=R k rg o Bo
+
j so
k ro g Bg

8. Bandingkan Rj dari Langkah 7 dengan Rj dari Langkah 2. Jika sama, maka Np dan Rj
sudah diperoleh. Jika tidak sama, maka gunakan Rj dari Langkah 7 dan kembali ke
Langkah 2.

3. Metode Schilthuis
Untuk reservoir yang bersifat volumetric (We = Wp = 0) dan undersaturated (m = 0) maka
persamaan umum material balance dapat ditulis sebagai berikut:
Np [Bo  Bg (R p  R so)]
N
Bo  Boi  Bg (R soi  R so)
Jika kedua ruas dibagi N dan disusun:

Material Balance, hal. 38


Np
[Bo  Bg (R p  R so)]
N 1  0
Bo  Boi  Bg (R soi  R so)
Semua parameter di atas dapat ditentukan di laboratorium kecuali Np dan Rp. Dalam hal
ini, N dihitung dengan cara lain. Maka Np dan Rp dapat ditentukan dengan cara coba-coba
(iteratif) dengan menganggap Np/N terlebih dahulu.

Material Balance, hal. 39


Tugas Latihan
Tinjau contoh-contoh soal dari referensi sebagai berikut:
1. Craft and Hawkins Ex. 3.3 hal 86 tentang material balance untuk gas reservoir.
2. Craft and Hawkins Ex. 9.1 hal 370 untuk penentuan recovery.
3. Dake: Ex. 3.4 hal. 90 untuk penentuan N dan m pada saturated reservoir.

Material Balance, hal. 40