Anda di halaman 1dari 2

Peran APBN 2013 dalam Memajukan PerekonomianDengan volume Rp1.

683triliun, APBN 2013


setidaknya memiliki dua peran penting dalam peningkatan kesejahteraan rakyat. Pertama,
dampak yang signifikan terhadap peningkatan permintaan agregat yang merupakan faktor
penting pertumbuhan ekonomi dan pengaruhnya terhadap alokasi sertaefisiensi sumberdaya
perekonomian. Kedua, tersedianya dana untuk melaksanakan tiga fungsi ekonomi Pemerintahyang
tidak dapat dilaksanakan oleh sektor swasta secara optimal, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi,
dan fungsi stabilisasi. Terkait dengan belanja Pemerintah Pusat, fungsi alokasidilakukan antara lain
melalui pendanaan pada berbagai program dan investasi produktif, seperti
pendanaanpembangunaninfrastruktur atau belanja barang dan jasa. Pada APBN 2013, anggaran
belanja infrastrukturmencapai Rp201,3 triliun. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat
meningkatkan keterhubungan antar-wilayah.Sementara itu, fungsi distribusi dilakukan melalui
dukungan untuk pemberdayaan berbagai kelompok masyarakat yang berpenghasilan rendah.
Dalam APBN 2013, fungsi ini tercermin dalam bentuk: bantuan langsung seperti program keluarga
harapan sebesar Rp2,8 triliun; program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) perdesaan
dan perkotaan sebesar Rp9,7 triliun;serta perluasan kesempatan atas layanan dasar di bidang
pendidikan dan kesehatan seperti bantuan operasional sekolah (BOS) sebesarRp32,7 triliun dan
jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) Rp8,1 triliun. Anggaran untuk fungsi alokasi dan
distribusi yang tidak kalah pentingnya adalah untuk transfer ke daerah yang dalam tahun 2013
mencapai Rp528,6 triliun.Fungsi stabilisasi dilakukan melalui penyediaan berbagai jenis subsidi, baik
subsidi harga barang-barang kebutuhan pokok, maupun subsidi langsung ke obyek sasaran. Pada
2013, alokasi subsidi mencapai Rp317,2 triliun untuk membantu masyarakat memenuhi
kebutuhan energi(BBM, gas, dan listrik), maupun memperluas kesempatan masyarakat atas
komoditi lain berupa beras, pupuk, benih, dan lain-lain. Pelaksanaan ketiga fungsi ekonomi
tersebut secara sinergis berperan besar bagi perbaikan dan penguatan fundamental
perekonomian, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan; menjaga
stabilitas ekonomi khususnya stabilitas harga; menciptakan dan memperluas lapangan kerja
produktif untuk menurunkan tingkat pengangguran; serta memperbaiki distribusi pendapatan
dalam mengurangi tingkat kemiskinan.Peran APBN tidak hanya bersumber dari besarnya volume
belanja negara yang mencapai 18,2 persen dari PDB. Melalui kualitas pelaksanaan alokasi anggaran
yang semakin baik, persepsi positif yang ditimbulkan, serta harapan rasional positif dari masyarakat,
peran ini bisa semakin besar. Peran yang lebih besar lagi dari pelaksanaan anggaran dapat
diperoleh melalui alokasi pada beberapa komponen pengeluaran pembiayaan, yang antara lain
mencakupkredit usaha rakyat, dana bergulir, kewajiban penjaminan dan penerusan pinjaman, serta
dukungan untuk membantu pengadaan tanah yang sering menjadi kendala dalam pembangunan
infrastruktur.Alokasi pada beberapa komponen pengeluaran pembiayaan tersebut antara lain
berupa dukungan untuk penguatan modal dalam rangka keberlangsungan dan perkembangan
kegiatan sektor riil oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM);dukungan pembiayaan kegiatan
awal proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal); serta dukungan bagi
pembangunan infrastruktur, berupa penerusan pinjaman kepada Pemerintah Daerah atau BUMN,
dan jaminan kepada kreditur atas kegiatan pembangunan infrastruktur (misal proyek 10.000 MW
Tahap I, proyek penyediaan air minum, dan pembangunan PLTU Jawa Tengah).Dalam rangka
mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, Pemerintah juga dapat menyediakan
dukungan dalam bentuk tunai(Viability Gap Fund/VGF)bagi proyek infrastruktur yang
dikerjasamakan dengan pihak badan usaha. Dukungan ini diperuntukkan bagi proyek
infrastruktur yang layak secara ekonomi namun marginal secara finansial. Dalam APBN 2013
dukungan ini dianggarkan Rp341,3 miliar dalam pos belanja lain-lain, dan akan diberikan kepada
badan usaha pemenang lelang proyek.Dalam melaksanakan peran strategis tersebut, APBN masih
menghadapi beberapa tantangan, antara lain upaya untuk menyehatkan struktur anggaran
belanja negara. Hingga saat ini komposisi anggaran belanja negara masih didominasi oleh pos
belanjayang sifatnya wajib atau mengikat seperti belanja pegawai, belanja barang operasional,
kewajiban pembayaran bunga utang, serta berbagai jenis subsidi dan transfer ke daerah. Selain itu,
tantangan lainnya berupa percepatan penyerapan anggaran yang dalam beberapa tahun terakhir,
belum optimal. Untuk itu, ikhtiar mendorong peran APBN terus diupayakan melalui efisiensi
berbagai jenis belanja yang kurang produktif, peningkatan anggaran infrastruktur, penyumbatan
sumber-sumber kebocoran anggaran, dan percepatanpenyerapan anggaran.Dengan demikian,
manfaat dari APBN diharapkan dapat dihasilkan lebi